Resume Perkembangan

of 10 /10
1 A. Proses Perkembangan Proses perkembangan merupakan tahapan-tahapan atau urutan peristiwa perkembangan manusia dalam hubungannya dengan proses belajar. Secara umum, proses perkembangan dapat diartikan sebagai runtutan perubahan yang terjadi dalam perkembangan sesuatu. Adapun maksud kata proses dalam perkembangan siswa ialah tahapan-tahapan perubahan yang dialami seorang siswa, baik yang bersifat jasmaniah maupun yang bersifat rohaniah. Proses dalam hal ini juga berarti tahapan perubahan tingkah laku siswa,baik yang bisa diamati maupun tidak. Proses bisa juga berarti cara terjadinya perubahan dalam diri siswa atau respons yang ditimbulkan oleh siswa tersebut. Proses perkembangan dengan pengertian seperti ini menurut Hurlock (1990) merupakan perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan (developmental changes). Perkembangan manusia, menurut Hurlock, tak pernah statis atau berhenti, karena perubahan-perubahan senantiasa terjadi dalam dirinya dalam berbagai kapasitas (kemampuan) baik yang bersifat biologis maupun yang bersifat psikologis.

Embed Size (px)

description

kjgjkbgjk

Transcript of Resume Perkembangan

8

A. Proses PerkembanganProses perkembangan merupakan tahapan-tahapan atau urutan peristiwa perkembangan manusia dalam hubungannya dengan proses belajar. Secara umum, proses perkembangan dapat diartikan sebagai runtutan perubahan yang terjadi dalam perkembangan sesuatu. Adapun maksud kata proses dalam perkembangan siswa ialah tahapan-tahapan perubahan yang dialami seorang siswa, baik yang bersifat jasmaniah maupun yang bersifat rohaniah. Proses dalam hal ini juga berarti tahapan perubahan tingkah laku siswa,baik yang bisa diamati maupun tidak. Proses bisa juga berarti cara terjadinya perubahan dalam diri siswa atau respons yang ditimbulkan oleh siswa tersebut. Proses perkembangan dengan pengertian seperti ini menurut Hurlock (1990) merupakan perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan (developmental changes). Perkembangan manusia, menurut Hurlock, tak pernah statis atau berhenti, karena perubahan-perubahan senantiasa terjadi dalam dirinya dalam berbagai kapasitas (kemampuan) baik yang bersifat biologis maupun yang bersifat psikologis. Secara global, seluruh proses perkembangan individu sampai menjadi person (dirinya sendiri) berlangsung dalam tiga tahapan.1. tahapan proses konsepsi (pembuahan sel ovum ibu oleh sel sperma ayah).2. tahapan proses kelahiran (saat keluarnya bayi dari rahim ibu ke alam dunia).3. tahapan proses perkembangan individu bayi menjadi seorang pribadi yang khas (development or selflsood).B. Tugas PerkembanganMenurut Havighurst, tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus diselesaikan individu pada fase-fase atau periode kehidupan tertentu dan apabila berhasil mencapainya mereka akan berbahagia, tetapi sebaliknya apabila mereka gagal akan kecewa dan dicela orang tua atau masyarakat dan perkembangan selanjutnya juga akan mengalami kesulitan.Adapun yang menjadi sumber dari pada tugas-tugas perkembangan tersebut menurut Havighurst adalah: Kematangan pisik, tuntutan masyarakat atau budaya dan nilai-nilai dan aspirasi individu. Pembagian tugas-tugas perkembangan untuk masing-masing fase dari sejak masa bayi sampai usia lanjut dikemukakan oleh Havighurst sebagai berikut:1. Masa bayi dan anak-anak Belajar berjalan Belajar makan makanan padat Belajar berbicara Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh Mencapai stabilitas fisiologik Membentuk pengertian sederhana tentang realitas fisik dan sosial Belajar kontak perasaan dengan orang tua, keluarga, dan orang lain Belajar mengetahui mana yang benar dan yang salah serta mengembangkan kata hati2. Masa Anak Sekolah Belajar ketangkasan fisik untuk bermain Pembentukan sikap yang sehat terhadap diri sendiri sebagai organism yang sedang tumbuh Belajar bergaul yang bersahabat dengan anak-anak sebaya Belajar peranan jenis kelamin Mengembangkan dasar-dasar kecakapan membaca, menulis, dan berhitung Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan guna keperluan kehidupan sehari-hari Mengembangkan kata hati moralitas dan skala nilai-nilai Belajar membebaskan ketergantungan diri Mengembangkan sikap sehat terhadap kelompok dan lembga-lembaga3. Masa Remaja Menerima keadaan jasmaniah dan menggunakannya secara efektif Menerima peranan sosial jenis kelamin sebagai pria/wanita Menginginkan dan mencapai perilaku social yang bertanggung jawab social Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya Belajar bergaul dengan kelompok anak-anak wanita dan anak-anak laki-laki Perkembangan skala nilai Secara sadar mengembangkan gambaran dunia yang lebih adekwat Persiapan mandiri secara ekonomi Pemilihan dan latihan jabatan Mempersiapkan perkawinan dan keluarga

4. Masa Dewasa Awal Mulai bekerja Memilih pasangan hidup Belajar hidup dengan suami/istri Mulai membentuk keluarga Mengasuh anak Mengelola/mengemudikan rumah tangga Menerima/mengambil tanggung jawab warga Negara Menemukan kelompok sosial yang menyenangkan5. Masa Usia Madya/Masa Dewasa Madya Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik dan fisiologis Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individu Membantu anak-anak remaja belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan berbahagia Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir pekerjaan Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang yang dewasa Mencapai tanggung jawab sosial dan warga Negara secara penuh.

C. Hukum PerkembanganAdapun hukum-hukum perkembangan tersebut adalah sebagai berikut:1. Hukum KonvergensiHukum Konvergensi ini menekankan kepada pengaruh gabungan antara pembawaaan dan lingkungan. Tokoh yang berpendapat demikian adalah Willian Stern yang menyatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan itu adalah hasil pengaruh bersama kedua unsur pembawaan dan lingkungan.2. Hukum Mempertahankan dan Mengembangkan DiriSebagai makhluk hidup, manusia mempunyai dorongan/.hasrat untuk mempertahankan diri. Hal ini terwujud pada usaha makan ketika lapar, menyelanatkan diri apabila ada bahaya.Pada anak kecil usaha ini diwujudkan dengan menangis, apabila lapar, haus, rasa tidak enak badan, dan sebagainya, kemudian si ibu akan tanggap dengan tanda-tanda tersebut.Dari usaha untuk memepertahankan diri berlanjut menjadi usaha untuk mengembangkan diri.Pada anak-anak biasanya terlihat rasa ingin tahunya itu besar sekali, sehingga ank-anak tidak hentin-hentinya bertanya mengenai suatu hal dan dirinya akan merasa senang apabila dunianya diisi dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang didapat dari sekelilingnya. Melalui kegiatan bermain, berkumpul dengan teman, bercerita dan sebagainya itu dapat dianggap sebagai dorongan untuk mengembangkan diri.

3. Hukum Masa PekaMasa peka ialah masanya suatu fungsi mudah/peka untuk dikembangkan. Masa peka merupakan masa yang terjadi nya dalam perkembangan pada saat-saat tertentu. Misalnya anak usia satu sampai dua tahun yang mengalami masa peka untuk berbicara dan meniru sehingga apa yang diajarkan mudah diikuti dan berhasil dengan baik.4. Hukum Kesatuan OrganisYang dimaksud dengan hukum kesatuan organis disini adalah bahwa berkembangnya fungsi fisik maupun mental psikologis pada diri manusia itu tidak berkembang lepas satu sama lainnya tetapi merupakan suatu kesatuan.5. Hukum RekapitulasiMerupakan pengulangan ringkasan dari kehidupan suatu bangsa yang berlangsung secara lambat selama berabd-abad. Dengan hukum ini berarti perkembangan jiwa anak itu merupakan ulangan dan adanya persamaan dengan kehidupan sebelumnya (yang dilakukan oleh nenek moyang)Dapat dibagi dalam beberapa masa:a. Masa berburu dan menyamunAnak usia sekitar 8 tahun senang bermain kejar-kejaran, perang-perangan, menangkap binatang (capung, kupu-kupu, dsb)b. Masa mengembalaAnak usia sepuluh tahun senang memelihara binatang seperti ayam, kucing, burung, anjing, dsb.c. Masa bercocok tanamMasa ini dialami oleh anak sekitar umur dua belas tahun, dengan tanda-tanda sengan berkebun, menyiram bunga.d. Masa berdagangAnak senang bermain jual-jualan, tukar menukar foto, perangko, berkiriman surat dengan teman-teman maupun sahabat pena.6. Hukum Tempo PerkembanganIalah bahwa tiap anak mempunyai tempo kecepatan dalam perkembangannya sendiri-sendiri. Ada anak yang perkembangannya lebih cepat dari anak lainnya.7. Hukum Irama PerkembanganBerlaku terhadap perkembangan setiap orang baik menyangkut perkembangan jasmani maupun rohani. Hal ini berlangsung silih berganti, terkadang teratur, terkadang juga tidak. Adakalanya tenang, adakalanya goncang, tergantung dari irama perkembangan masing-masing individu tersebut.Pada umur tiga sampai lima tahun seorang anak biasanya mengalami irama goncangan sehingga sukar diatur, suka membangkang, tetapi setelah itu anak bisa tenang kembali

DAFTAR PUSTAKAAhmadi, Abu dan Munawwar Sholeh. Psikologi perkembangan. PT. Rinika Cipta. Jakarta: 2005http://psychologymania.wordpress.com/2011/07/12/psikologi-perkembangan-pengertian-kegunaan-karakteristik-fase-fase-tugas-tugas-faktor-dan-hukum-hukum-perkembangan/ (diakses pada tanggal 17 September 2014, Pukul 20.35 WITA)Hurlock B Elizabeth.1978.Perkembangan Anak Jilid 1. Jakarta :Erlangga.L, Zulkifli. Psikologi perkembangan. Tp. Bandung: 1992Yusuf, Syamsu. Psikologi perkembangan anak dan remaja. PT. Remaja Rosda Karya. Bandung: 2000