Restorasi Lahan Bekas Tambang

download Restorasi Lahan Bekas Tambang

of 14

  • date post

    29-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    384
  • download

    8

Embed Size (px)

description

restorasi

Transcript of Restorasi Lahan Bekas Tambang

  • BALAI BESAR PENELITIAN DIPTEROKARPA

    BALAI PENELITIAN KEHUTANAN BANJARBARU

    BALAI PENELITIAN TEKNOLOGI PERBENIHAN SAMBOJA

    Swiss Bel-Hotel Banjarmasin, 21 Oktober 2009

    Diterbitkan Oleh :

    Balai Besar Penelitian Dipterokarpa

    Jl. A. Wahab Syahrani No. 68, Sempaja Samarinda-Kaltim | Telp:0541-206364 | Fax: 0541-742298

    admin@diptero.or.id | www.diptero.or.id

    PROSIDING

    WORKSHOP IPTEK Penyelamatan Hutan Melalui

    Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang Batubara

  • Penanggung Jawab : Ir. Herry Prijono, MM. Penyunting : Ir. Herry Prijono, MM. Ir. Didik Purwito, MM. Ir. Tjuk Sasmito Hadi, M.Sc. Ir, Nina Juliaty, MP. Tata Letak : Nurul Hermawati, S.Hut. Rahmat Setiyono, S.Hut. Dipublikasikasikan Oleh : Balai Besar Penelitian Dipterokarpa Jl. A. Wahab Syahranie No. 68, Sempaja, Samarinda Telp. +62-541-206364 Fax. +62-541-742298 Email : diptero@ymail.com Website : http://www.diptero.or.id

    ISBN : 978-979-17183-7-0 Dicetak Ulang Oleh : Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Samboja DIPA BA 29 BPTP Samboja Tahun 2010

  • BALAI BESAR PENELITIAN DIPTEROKARPA

    BALAI PENELITIAN KEHUTANAN BANJARBARU

    BALAI PENELITIAN TEKNOLOGI PERBENIHAN SAMBOJA

    Swiss Bel-Hotel Banjarmasin, 21 Oktober 2009

    Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan

    Balai Besar Penelitian Dipterokarpa

    PROSIDING

    WORKSHOP IPTEK Penyelamatan Hutan Melalui

    Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang Batubara

  • iii

    KATA PENGANTAR

    Luas lahan terdegradasi dan tempat terbuka pada kawasan hutan di wilayah Kalimantan dewasa ini semakin meningkat. Hal ini disebabkan disamping eksploitasi yang tak terkendali dan perambahan hutan juga kegiatan eksplorasi pertambangan sangat berpengaruh besar terhadap perubahan ekosistem baik itu didalam maupun di luar kawasan hutan. Kegiatan teknik penambangan batubara pada umumnya dilakukan dengan cara sistem pengupasan permukaan tanah (open pit mining system). Dari sistem ini langkah-langkah utama untuk mencapai deposit bahan tambang tersebut diperoleh melalui tahapan pembersihan lahan di areal yang akan ditambang (land clearing) serta pengupasan batuan dasar (bedrock) hingga mencapai permukaan deposit. Konsekwensi dari sistem pertambangan tersebut adalah luas areal yang terbuka (bare soil) akan semakin bertambah setiap tahunnya disebabkan karena bertambahnya luas areal pertambangan.

    Upaya pemulihan lahan bekas tambang batu bara saat ini mutlak segera ditangani secara serius melalui kegiatan reklamasi lahan bekas tambang yang merupakan bagian integrasi dari kegiatan pertambangan. Apabila hal tersebut tidak segera diatasi maka akan berdampak: hutan Kalimantan semakin terancam kelestariannya dan akan beralih fungsi menjadi areal non kehutanan (perkebunan, pertambangan, pemukiman), yang akan mengakibatkan terjadinya bencana apabila tidak dilakukan tindakan koreksi.

    Untuk penyediaan paket teknologi untuk mendukung kegiatan rehabilitasi lahan bekas tambang batubara di wilayah Hutan Kalimantan, maka Balai Besar Penelitian Dipterocarpa bekerjasama dengan Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru dan Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Semboja, menyelenggaran kegiatan Workshop pada tanggal 20-21 Nopember 2009 di Banjarmasin-Kalimantan Selatan dengan tema IPTEK Penyelamatan Hutan Melalui Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang Batubara. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian dan untuk memecahkan masalah revegetasi hutan pada areal lahan tambang batubara.

    Sesuai dengan tema Workshop tersebut, prosiding ini menyajikan 10 makalah utama dan makalah penunjang yang merupakan hasil sintesa penelitian dan uji coba serta kebijakan yang difokuskan pada penyelamatan hutan melalui rehabilitasi lahan bekas tambang batubara. Selain itu disajikan rumusan hasil seminar yang merupakan sintesa dari 10 makalah yang dibawakan dan hasil diskusi serta evaluasi dari peserta seminar.

    Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya workshop tersebut, diucapkan terima kasih. Kritik dan saran untuk perbaikan dimasa datang sangat diharapkan. Semoga Prosiding ini dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan kehutanan untuk mendukung penyelamatan hutan melalui rehabilitasi lahan bekas tambang batubara khususnya di wilayah Kalimantan. Samarinda, Desember 2009 Kepala Balai Besar Penelitian Dipterokarpa, Ir. Herry Prijono, MM NIP. 19560425 198203 1 010

  • vi

    DAFTAR ISI

    Hal. Kata Pengantar .. iii

    Rumusan Hasil Wokshop IPTEK Penyelamatan Hutan Melalui Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang Batu Bara .

    iv

    Daftar Isi ................................................................................................... vi

    Laporan Kepala Balai Besar Penelitian Dipterokarpa . ix

    Sambutan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan .. xii

    Arahan Kepala Badan LITBANG Kehutanan Pada Workshop IPTEK Penyelamatan Hutan Melaui Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang Batu Bara ................................................................................................

    xv

    MAKALAH UTAMA

    1. Kesesuaian Jenis Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang Batubara di PT. Kitadin Embalut, Kabupaten Kutai Kartanegara Kaltim

    Maming Iriansyah dan Adi Susilo .............................................

    1

    2. Peranan Satwaliar Dalam Reklamasi Lahan Bekas Tambang

    Chandradewana Boer ..............................................................

    8

    3. Reklamasi Lahan Bekas Tambang Batubara di PT. Berau Coal, Kalimantan Timur

    Agus Darmawan dan M. Aditya Irawan ....................................

    17

    4. Potensi Perdagangan Karbon Pada Lahan Bekas Tambang

    Kirsfianti Ginoga dan Nur Merispatin .......................................

    27

    5. Kebijakan Pertambangan Dalam Pencegahan Penanggulangan Kerusakan Pencemaran Lingkungan

    Dinas Pertambangan dan Energi .............................................

    41

    6. Upaya Reklamasi Lahan Bekas Tambang Batubara di Kalimantan Selatan

    Dony Rachmanadi .......................................................................

    46

    7. Pemanfaatan Mikroorganisme Dalam Memperbaiki Lahan Bekas Tambang; Prosfek, Kendala dan Alternatif

  • vii

    Gunawan .................................................................................. 53

    8. Pemilihan Jenis-jenis Pohon Potensial Untuk Mendukung Kegiatan Restorasi Lahan Tambang Melalui Pendekatan Ekologis

    Ishak Yassir dan R. Mulyana Omon ............................................

    64

    9. Pelaksanaan Reklamasi Batubara di PT. Adaro Kalimantan Selatan

    Agus Subandrio, Sukarman dan Ronny P. Tambunan ............

    77

    10. Tata Ruang Reklamasi Tambang Batubara di PT. Kaltim Prima Coal Kalimantan Timur

    M. Bismark ...............................................................................

    94

    MAKALAH PENUNJANG

    1. Keragaman Jenis dan Sifat Kimia Tanah Pada Areal Tambang Emas di PT. KEM Kalimantan Timur

    Amiril Saridan ...........................................................................

    106

    2. Cara Memproduksi Bibit Jenis Nyatoh (Palaquium sp) dapat Dijadikan Salah Satu Alternatif Untuk Penanaman Areal Bekas Tambang Melalui Ujicoba Stek Pucuk Dengan Perlakukan Zat Perangsang Akar di Rumah Kaca

    Rayan .......................................................................................

    120

    3. Pertumbuhan Shorea balangeran Burch Pada Umur 3 Tahun Sebagai Salah Satu Tanaman Alternatif Pada Lahan Bekas Tambang

    Ayi Suyana dan Abdurachman ....................................................

    131

    4. Model Hubungan Kelembagaan Reklamasi Lahan Bekas Tambang Batubara

    M. Fajri dan Lidya Suastati ..........................................................

    138

    5. Uji Jenis-jenis Dipterokarpa pada Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang di PT. Berau Coal, Kalimantan Timur

    Amiril Saridan ...........................................................................

    145

    6. Restorasi Lahan Bekas Tambang Batubara

    Wahyu Catur Adinugroho dan Kade Sidiyasa ..........................

    151

    7. Kandungan Mikroorganisme Pada Lahan Pasca Tambang Batubara

  • viii

    Dina Naemah ... 158

    8. Metoda Pengadaan Bibit Jenis Sungkai (Peronema canescens) dapat Dijadikan Salah Satu Alternatif Untuk Penanaman Areal Bekas Tambang Melalui Pembiakan Vegetatif Stek Batang Dengan Perlakuan Sungkup di Persemaian

    Rayan .......................................................................................

    164

    9. Teknik Penyimpanan Benih Aquilaria microcarpa Terhadap Persen Kecambah Sebagai Alternatif Pemilihan Jenis untuk Penanaman pada Areal Eks Tambang Batubara

    Massofian Noor ........................................................................

    171

    10. Uji Coba Reklamasi Tambang Batubara Dengan Jenis-jenis Dipterokarpa di PT. Kitadin, Kalimantan Timur

    Amiril Saridan ...........................................................................

    180

    11. Cara Memproduksi Semai Jenis Pohon Banggeris (Kempassia exelsa) di Persemaian dapat Dijadikan Salah Satu Alternatif untuk Penanaman Areal Bekas Tambang dengan Perlakuan Media Sapih yang Berbeda

    Rayan .......................................................................................

    187

    12. Reklamasi Tambang Berbasis Kehutanan Sosial

    Hamdani Fauzi dan Normela Rachmawati ..

    197

    13. Prospek Tanaman Gaharu Pada Lahan Bekas Tambang Batubara

    Ayi Suyana dan Abdurachman ............