restorasi komposit

download restorasi komposit

of 30

  • date post

    21-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    551
  • download

    19

Embed Size (px)

description

restorasi plastis komposit

Transcript of restorasi komposit

STEP 11. Restorasi plastis:Teknik preparasi dan restorasi dengan bahan tumpatan komposit yang dikerjakan 1 kali kunjungan tidak memakai fasilitas laboratorium. Bahan dapat dibentuk dengan sifat plastis dan menjadi setting di dalam kavitasnya. Restorasi plastis digunakan apabila sisa jaringan keras gigi masih cukup untuk mendukung tumpatan. Jika jaringan gigi yang tersisa tidak cukup kuat, maka digunakan restorasi rigid.2. Resin KompositResin komposit merupakan resin akrilik yang sudah ditambah dengan bahan lain, misalnya quartz, untuk membentuk struktur komposit. Resin komposit juga merupakan restorasi adhesive yang dapat berikatan dengan jaringan keras gigi melalui dua sistem bonding, yaitu ikatan enamel dan ikatan dentin.3. Electric Pulp Test (EPT):Suatu alat yang dirancang untuk memberikan arus listrik untuk menstimulasi serabut-serabut syaraf gigi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kevitalan suatu gigi. Pada saat dilakukan test kevitalan menggunakan EPT, gigi yang diperiksa harus dalam keadaan kering dan tidak ada restorasi logam.4. Karies media klas I Black:Karies media merupakan karies yang kedalamannya sudah mencapai setengah dentin, namun belum mencapai pulpa. Karies klas 1 Black merupakan karies pada pit dan fissure yang terjadi pada: (1) oklusal posterior; (2) 2/3 oklusal pada bagian bukal, lingual/palatal; (3) palatal incisive 1 atas.

STEP 21. a. Apa saja klasifikasi dan sifat-sifat resin komposit ?b. Resin komposit jenis apakah yang sesuai untuk kasus pada skenario ?2. Apa saja indikasi dan kontraindikasi dari penggunaan resin komposit ?3. a. Apa saja kelebihan dan kekurangan dari resin komposit ?b.Mengapa dokter gigi pada skenario lebih memilih untuk menggunakan resin komposit dibandingkan bahan yang lain ? 4. Bagaimana desain preparasi kavitas kelas 1 Black dan seberapa dalam kavitas yang dibutuhkan ?5.Bagaimana prosedur menumpat dengan menggunakan resin komposit ?6. Apa saja faktor-faktor keberhasilan dalam penggunaan resin komposit ?

STEP 31. A. Macam-macam resin komposit dan sifatnya Berdasarkan bahan pengisinya: Resin Komposit KonvensionalPartikel pengisi yang paling sering digunakan untuk jenis ini adalah quartz. Ukuran rata-rata partikelnya adalah 8-12 m, sesekali partikel sebesar 50 m juga bisa terdapat di dalamnya. Ukuran partikel yang besar membuat resin komposit jenis ini terlihat kasar. Banyaknya bahan pengisi umumnya 70-80% berat atau 60-65% volume. Resin Komposit MikrofillerPartikel pengisi yang digunakan untuk resin komposit jenis ini adalah koloidal silica. Ukuran dari partikelnya adalah 0,04-0,4 m, jauh lebih kecil 200-300 kali dibandingkan resin komposit tradisional. Kelemahan dari resin komposit ini adalah ikatan antara partikel komposit dan matriksnya lemah sehingga mempermudah pecahnya restorasi. Resin Komposit HibridaPartikel pengisi pada komposit hibrida adalah koloidal silica dan partikel kaca yang dihaluskan dan mengandung logam berat, yang mengisi kandungan bahan pengisi sebesar 75-80% berat. Resin komposit jenis ini memiliki karakter mekanis dan fisik yang lebih baik dari jenis konvensional, tetapi permukaannya halus seperti jenis resin komposit mikrofiller.B. Resin komposit hibrida merupakan tipe resin komposit yang paling sesuai dengan kasus di skenario. Selain karena kekuatannya, resin komposit hibrida memiliki permukaan yang halus, lalu juga dapat terhindar dari stain.

2. Indikasi dan kontraindikasi resin komposit Indikasi: Restorasi kavitas kecil dan sedang (misal: karies pada gigi P atau M1 klas I Black) Daerah yang akan direstorasi tidak memiliki kontak oklusal yang berat Daerah operasi dapat diisolasi saat dilakukan prosedur kerja Dapat memperkuat sisa struktur gigi Untuk gigi anterior (misal: fraktur pada insisal, restorasi tidak akan mengganggu estetik karena sewarna dengan gigi) Pit dan fissure sealant Pasien yang alergi terhadap logam

Kontraindikasi: Daerah operasi yang tidak bisa diisolasi Daerah yang akan direstorasi memiliki tekanan oklusal berat sehingga restorasi mudah pecah OH buruk Lesi proksimal yang sulit dilakukan penumpatan Pasien alergi terhadap komposit Jaringan gigi yang tersisa tidak mendukung restorasi Insidensi karies tinggi Pasien dengan kebiasaan buruk seperti bruxism

3. Kelebihan dan kekurangan resin komposit Kelebihan restorasi komposit: Estetik baik Kekuatan cukup Preparasi mudah, tidak membuang banyak jaringan Biokompatibel Dapat bertahan minimal 3 tahun, sekitar 3-10 tahun Lebih ekonomis dibandingkan dengan pembuatan crown yang membutuhkan prosedur laboratorium Mudah polishingnya Kekurangan restorasi komposit: Memerlukan kemampuan sensitivitas dan ketelitian operator yang tinggi Lebih mahal dibandingkan restorasi plastis lainnya Microleakage Waktu yang dibutuhkan untuk prosedur kerja lebih banyak Menyerap air sehingga harus diisolasi dengan baik, jika terkontaminasi maka restorasi mudah terlepasi Iritatif terhadap pulpa apabila ada komposit yang tidak terpolimerisasi Elastisitas rendah Dapat mengalami diskolorisasi setelah pemakaian jangka panjang

4. Tidak terjawab pada step 3, dibahas pada step 7.5. Prosedur menumpat menggunakan resin komposit:a. Menyiapkan alat dan bahan sebagai berikut: 30

Handpiece high speed Mata bur bulat, inverted, dan silindris Sonde Excavator Syringe Kuas Plastis Filling Instrument Burnisher

Alat curing Saliva Ejector Alat poles komposit Bahan etsa Bahan bonding Tampon Cotton roll Cotton palate Bahan tumpat komposit

b. Isolasi daerah kerja (menggunakan saliva ejector, tampon, dan cotton roll).c. Pembersihan gigi dari debris, kalkulus, dll.d. Preparasi kavitas Pada saat preparasi kavitas, harus memperhatikan prinsip-prinsip di bawah ini:- Convinience : membentuk kavitas sedemikian rupa untuk akses alat dan bahan.- Resistence : membentuk kavitas sedemikian rupa agar bahan tumpatan dan jaringan gigi yang tersisa kuat untuk menahan beban kunyah.- Retention : perlu atau tidaknya dibuat bevel. Namun pada karies klas I Black tidak perlu dibuat bevel.- Extention for Prevention : perluasan kavitas dengan tujuan untuk mencegah terjadinya karies sekunder.e. Irigasi kavitas, lalu dikeringkan.f. Pemberian liner/basis menggunakan Ca(OH)2g. Irigasi, lalu dikeringkan.h. Pemberian etsa asam menggunakan asam fosfat 30-50% selama 20-30 detik.i. Irigasi dengan aquadest 20cc, lalu dikeringkan.j. Setelah dilakukan pengetsaan, enamel akan berwarna putih.k. Aplikasi bahan bonding menggunakan BIS-GMAl. Penumpatan resin komposit, dimasukkan selapis demi selapis. Pada setiap lapisan dilakukan penyinaran selama 15-20 detik.m. Cek oklusin. Pemulasan tumpatan

6. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan restorasi plastis: Teknik isolasi yang baikJika daerah kerja terkontaminasi dengan cairan maka perlekatan bahan tumpatan dengan enamel dan dentin akan terganggu. Kontak oklusal yang normal Kemampuan operatorDiperlukan kehati-hatian dan ketelitian yang tinggi dalam melakukan prosedur restorasi. Pemilihan bahan tumpatan yang tepat Desain kavitas yang sesuaiDesain kavitas yang baik hendaknya mempertimbangkan segi retensi, resistensi, convenience, dan extention for prevention. Apabila keempat hal tersebut terpenuhi, maka karies sekunder sulit sekali timbul, dan daya tahan restorasi akan menjadi semakin lama. Karies sekunder biasanya disebabkan oleh preparasi yang tidak memenuhi kriteria extention for prevention, yaitu pit dan fissure yang dalam harus diikutsertakan pada preparasi walaupun tidak terkena karies. Juga kriteria removal of caries, yaitu penghilangan jaringan yang terinfeksi. Apabila kedua kriteria tersebut tidak terpenuhi maka akan terjadi karies sekunder. Teknik manipulasi bahan restorasiCara manipulasi bahan restorasi plastis berbeda-beda untuk tiap bahan, dengan berbagai ketentuan tertentu. Apabila hal ini tidak diikuti dengan baik, maka akan berpengaruh terhadap kekuatan sifat mekanisnya, ekspansifnya, dan dikhawatirkan akan menyebabkan mikroporositas yang menjadi penyebab karies sekunder. Pengetahuan akan teknik manipulasi beserta cara pengaplikasian bahan menjadi syarat utama dalam keberhasilan restorasi yang dilakukan Ketepatan dalam menentukan indikasi Teknik polishing dan finishingJika hasil polishing dan finishing kasar, maka sisa makanan akan mudah menumpuk sehingga menjadi asam yang dapat menyebabkan karies. Alat yang digunakan harus baik.Misal: jika alat curing yang digunakan memiliki baterai lemah, panjang gelombang sinar yang dikeluarkan tidak akan sesuai sehingga proses pengerasan juga tidak sempurna.

STEP 4

KariesMapping:

Restorasi

RigidPlastis

KompositAmalgamGIInlayCrownOnlay

Tahap restorasiTahap preparasiDesain kavitasKelebihan dan kekuranganKlasifikasiIndikasi dan kontraindikasi

STEP 51. Mampu memahami dan menjelaskan klasifikasi resin komposit serta indikasinya2. Mampu memahami dan menjelaskan kekurangan dan kelebihan restorasi komposit3. Mampu memahami dan menjelaskan tahapan preparasi kavitas restorasi komposit4. Mampu memahami dan menjelaskan tahapan penumpatan restorasi komposit

STEP 6MANDIRI

STEP 7PEMBAHASAN1. Klasifikasi resin komposita. 3 jenis resin komposit berdasarkan aktivasi polimerisasi yang berbeda, yaitu:1- Visible-light-activated systems Resin komposit yang tersedia di pasaran sekarang biasanya memakai sistem ini. Visible-light-activated systems mengandung dua komponen initiator sistem, terdiri dari di-ketone dan tertiary amine. Di-ketone yang fotosensitif, biasanya 0,2-0,7% champhorquinone, menyerap energi radiasi dengan panjang gelombang 450-475 nm yang dipancarkan dari quartz halogen, laser, plasma arc dan yang paling baru Light Emitting Diodes (LED). Energi minimum yang dibutuhkan untuk curing yang adekuat adalah 300 mW/cm2 tetapi peneliti menunjukkan bahwa dengan intensitas cahaya 100 mW/cm2 kedalaman curing dan perubahan dari monomer resin jauh lebih baik menggunakan LED daripada dengan menggunakan halogen d