Responsi Sdenomiosis Van

download Responsi Sdenomiosis Van

If you can't read please download the document

  • date post

    11-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    153
  • download

    10

Embed Size (px)

Transcript of Responsi Sdenomiosis Van

RESPONSI KASUS

ADENOMIOSISPembimbing: dr. Primandono, SpOG

Oleh: Van Satrio Wibowo 20121040101130

SMF OBSTETRI DAN GYNECOLOGY RSU HAJI SURABAYA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG APRIL 2013

DEFINISIsuatu keadaan dimana jaringan endometrium yang merupakan lapisan bagian dalam rahim, ada dan tumbuh di dalam dinding (otot) rahim.

ETIOLOGIPenyebab masih belum diketahui

Jaringan endometrium yang menyusup ke dinding rahim

Teori Pertumbuhan

Peradangan rahim akibat proses persalinan faktor risiko terkena adenomiosis adalah persalinan baik cesar maupun normal.

ETIO-PATOLOGIPada adenomiosis uterus umumnya membesar difus dan berlobus dikarenakan hipertrofi dan hyperplasia dari otot polos yang melekat pada kelenjar ektopik.Didapat penebalan dinding uterus dengan dinding posterior biasanya lebih tebal. Uterus umumnya berbentuk simetrik dengan konsistensi padat, dan tidak menjadi lebih besar dari tinju atau uterus yang gravid 12 minggu. Adenomiosis sering terdapat bersama-sama dengan mioma uteri. Walaupun jarang, adenomiosis dapat ditemukan tidak sebagai tumor difus melainkan sebagai tumor dengan batas yang nyata.

Pategenesis

Perkembangan dan pertumbuhan adenomiosis

FAKTOR RESIKO

Sebelum operasi rahim, seperti bagian-C atau penghapusan fibroid

Melahirkan

Trauma pembedahan

Kebisaan kesehatan

Menstruasi

Manifestasi klinis

Menurut Azziz (1989), gejala yang timbul termasuk pembesaran uterus yang difus dan soft disertai dengan menoragi (40+50%), dismenore (10+30%),metroragia (10+12%),disparenuia, dan diskesia.

Umumnya, gejala akan muncul 1 minggu sebelum menstruasi. Infertilitas merupakan keluhan yang jarang diutarakan sebab biasanya adenomiosis didiagnosis pada usia 40 tahunan keatas.

Namun bagaimanapun juga semenjak wanita lebih sering menunda kehamilan sampai usia 30 tahun atau 40 tahunan, adenomiosis lebih sering ditemukan pada klinik fertilitas pada waktu pemeriksaan. Dari pemeriksaan 26 pasien dengan keluhan infertilitas dan menoragi atau dismenore, adenomiosis didapatkan pada 14 pasien (53,8%)(de Souza et al., 1995)

Diagnosis

hanya dengan pemeriksaan mikroskopis dari specimen, jarang dari biopsy, paling sering melalui histerektomi.

Diagnosis adenomiosis dapat diduga apabila pada wanita berumur sekitar 40 tahun dengan banyak anak, keluhan menoragia dan dismenorea makin menjadi, dan ditemukan uterus yang membesar simetrik dan berkonsistensi padat.

Akan tetapi diagnosis yang pasti baru dapat dibuat setelah pemeriksaan uterus pada waktu uterus atau sesudah diangkatnya pada operasi itu

PEMERIKSAAN PENUNJANG

USG

USG TRANSVAGINAL

Gambaran ultrasonografi dari adenomiosis adalah massa irregular, miometrial, ruangan massa kistik yang sebagian besar meliputi dinding uterus posterior dengan pembesaran uterus dengan dinding posterior yang melebar, ruangan endometrial yang nyata dan penurunan ekogenitas uterus dengan lobus, kontur yang tidak normal atau adanya massa.

PENATALAKSANAAN1. Embolisasi pembuluh darah

3. Kombinasi operasi dan terapi hormonal

2. Terapi Hormonal

Embolisasi pembuluh darah

Penggunaan teknik intervensi radiologi untuk mengembolisasi pembuluh darah uterus pada kasus adenomiosis telah dijelaskan baru-baru ini.

Laporan tentang penggunaan teknik ini masih sedikit dan sejauh ini tidak ada kehamilan yang berhasil yang dijelaskan pada penggunaan teknik embolisasi pada adenomiosis ini.

Terapi Hormonaladenomyosis presents the typical characteristics of oestrogen-dependent diseases. The medical treatment of adenomyosis is based on the hormonal dependency of the disease and its strongly debated similarities with endometriosis. Meskipun dua penyakit tersebut memiliki distinct epidemiological features, mereka memiliki target tissue yang sama untuk hormonal terapi, disebut ectopic endometrium.

Pada kenyataannya terapi yang dilakukan untuk endometriosis berhasil dilakukan pada adenomiosis.

GnRH Agonis

LHRH Analog

Danazol

IUD Hormonal

GnRH agonistGonadotropin-releasing hormone agonist : depoLupron dan Synarel

GnRH agonist atau danazol menurunkan enzim aromatase di endometrium.Endocrine therapy normalized in part the impaired hormonal expression of the eutopic endometrium. GnRH agonist reduced aromatase cytochrome P450 expression mainly by promoting a hypoestrogenic state, whereas danazol reduced aromatase cytochrome P450 in part by direct action on the eutopic endometrium.

DanazolPreparat sintetik ethisterone (mirip dengan hormon testosteron)

Efek menurunkan pengeluaran estradiol dan sedikit meningkatkan hormon androgen

Mechanism of LHRH AnalogueLuteinising hormone-releasing hormone analogues

Penelitian selanjutnya diperlukan untuk mencari mekanisme pasti. bagaimanapun juga diketahui bahwa fungsinya induce hypo-oestrogenism menurunkan aliran darah di uterus

IUD HORMONAL

IUD hormonal secara perlahan mengeluarkan progesterone. mengehentikan perdaharan uterus yang abnormal dan mencegah hysterectomy.

Kombinasi operasi dan terapi hormonalHuang dan Wang pengangkatan dengan operasi kecil (microsurgical) pada daerah adenomiosis yang terlihat yang kemudian diikuti dengan terapi menggunakan agonis GnRH (Goserelin Acetate) 3,6 mg, 2 sampai 6 kali sehari berakhir dengan kelahiran bayi yang sehat pada 4 kasus (Huang et al., 1998; Wang et al., 2000)

OPERATIF

HISTEREKTOMI

Parsial Total + salfingoooforektomi Radikal

OSADA PROCEDURE

KomplikasiMeskipun tidak berbahaya, rasa sakit dan perdarahan yang berlebihan berhubungan dengan adenomiosis dapat memiliki efek negatif pada gaya hidup Anda.

PrognosisTidak ada resiko yang mengarah keganasan. Karena kondisinya berkaitan dengan kadar estrogen, maka keadaan menopause akan menyebabkan kesembuhan alami. Tindakan histerektomi dapat dilakukan apabila keluhan sangat menganggu dan mengancam

RESPONSI KASUS

IDENTITAS PASIEN RM Nama Usia Alamat Pendidikan Pekerjaan Agama Suku MKB : 790214 : Ny. Fitri Yetti : 43 tahun : Semolowaru : SMEA : Ibu Rumah Tangga : Islam : Jawa : 26-03-2013

AnamnesisKeluhan utama: keluar darah dari jalan lahir Riwayat Penyakit Sekarang: Keluar darah dari kemaluan sejak 10 hari sebelum masuk RS, berbongkah-bongkah, warna merah terang, membasahi 4-5 ganti duk/hari. Keluhan ini dirasakan sejak 10 hari terakhir ini, nyeri (-). Perdarahan diluar siklus haid (-).Keluhan bengkak pada perut sebelumnya disangkal.Pasien berobat ke mantri. Riwayat berurut di perut sebelumnya disangkal. HPHT = 07 mei 2012.

Riwayat post coital bleeding (-), dyspareunia (-) Riwayat demam (-), trauma (-), keputihan (-). Pasien sudah menikah 20 tahun, anak hidup 2 orang, paling kecil usia 16 tahun. Sudah cerai dengan suami. Riwayat kontrasepsi hormonal ataupun IUD disangkal. Tidak ada penurunan nafsu makan maupun berat badan. BAK dan BAB tidak ada keluhan.

Riwayat Penyakit Dahulu : Tidak pernah menderita penyakit jantung, paru, hati, ginjal, DM dan hipertensi. Riwayat alergi obat (-). Riwayat kista sebelumnya atau keganasan sebelumnya (-). Riwayat Penyakit Keluarga : DM (-), HT (-)

Riwayat menikah: 1x (15 th)

Riwayat obstetri: Laki-laki/SC/Ibu/RS Bersalin/3100gr/19 tahun Perempuan/SC/Ibu/RS Bersalin/3000gr/16 tahun

Riwayat Menarche HPHT : 07-02-2013 Pertama kali menarche : 12 tahun Siklus haid : 28 hari, teratur Disminorhoe : (+), selaama haid

Riwayat Keputihan Keputihan (-)

Riwayat KB Tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi

Pemeriksaan Fisik :Status Umum : Keadaan umum Tekanan darah Frekuensi nadi Frekuensi nafas Suhu Status gizi TB BB : Cukup/ CM : 110/70 mmHg : 80 x/menit, reguler. : 20 x/menit, reguler. : afebris : baik : 155 cm : 50 kg

Mata

Leher Thorak Ekstremitas

: Konjungtiva anemis, Sklera tidak ikterik. : Kelenjar getah bening tidak teraba. : Cor dan Pulmo dbn. : akral hangat, perfusi perifer cukup, edema pretibial (-/-).

Status Ginekologi.Abdomen Inspeksi : Tampak tidak membuncit, Sikatrick (-). Palpasi : teraba massa setinggi pertengahan pusat, sebesar kepala bayi, permukaan rata, massa mudah digerakkan, konsistensi kenyal padat. Perkusi : Timpani. Auskultasi : BU (+) normal.

Inspekulo : Vagina : Tumor(-), Fluksus (+), laserasi (-), tampak darah merah terang, menumpuk di forniks posterior. Portio : MP, ukuran sebesar jempol kaki dewasa, tumor (-), laserasi (-), fluksus (+), tampak darah mengalir dari OUE, merah terang, OUE 1 cm, Sondase uterus 7 cm, curretage bump (-).

VT Bimanual : Vagina : tumor (-) Portio : MP, ukuran dan bentuk dbn, nyeri goyang (-). CUT : Uterus sebesar 10-12 mgg, permukaan rata, mudah digerakkan, konsistensi kenyal-padat, nyeri (-). Adneksa & parametrium : lemas kanan = kiri Cavum Douglasi : tidak menonjol, nyeri (-).

Hasil Laboratorium : Hemoglobin Ht Trombosit Leucosit : 7,2 (12-14 gr%). : 23 (37-43%) : 340.000 (150-400.000/mm3) : 9.500 (5-10 ribu/mm3)

Kimia Darah GD Sewaktu Na/K/Ca/Cl Ureum Creatinin SGOT SGPT

: 91 (74-106 mg/dL) : 138/3,6/8,6/104 : 22 (15-40 mg/dL) : 0,9 (0,6-1,2 mg/dL) : 14 (0-31 u/L) : 17 (0-34 u/L)

Hasil pemeriksaan USG : Uterus besar dari normal, ukuran 12 x 10 x 8 cm. Tampak gambaran hiperechoic pada corpus dengan batas tidak tegas ukuran 6,7 x 5 cm. dan gambaran hipoechoic dengan batas tegas ukuran 4,2 x 3,7 cm. Kedua adneksa tidak tampak kelainan. Kesan : Adenomiosis + Mioma Uteri.

Diagnosis :AUB et causa Adenomiosis +Mioma Uteri + anemia

Planning:

Terapi: Progesteron 400 mg 2x1 10 hari Transfusi PRC 2 kolf Rencana: histerektomi

Monitoring: Vital sign