Responsi Limfadenits

download Responsi Limfadenits

of 37

  • date post

    18-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    251
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Limfadenitis dan pengangannyaFK UHTBedah RS HAJI

Transcript of Responsi Limfadenits

REFRAT

RESPONSILIMFADENITIS

Pembimbing : Dr. dr. Koernia Swa Oetomo, SpB.FINACS(K)TRAUMA. FICSDisusun oleh:

Michael Prayogo (2009.04.0.0012)

Findrilia Sanvira S (2009.04.0.0014)

SMF BEDAH RSU HAJI SURABAYA

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HANG TUAH

SURABAYA

2015

LEMBAR PEGESAHAN

RESPONSI LIMFADENITIS

Responsi kasus dengan judul LIMFADENITIS telah diperiksa dan disetujui sabagai salah satu tugas dalam rangka menyelesaikan studi program pendidikan profesi dokter di bagian Ilmu Bedah yang dilakukan di RSU Haji Surabaya.

Surabaya, Februari 2015 Pembimbing

Dr. dr. Koernia Swa Oetomo, SpB.FINACS(K)TRAUMA. FICSKATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan hadirat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas respons kasusi yang berjudul Lymphadenitis.Penulis tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembimbing, terutama kepada Dr. dr. Koernia Swa Oetomo, SpB.FINACS(K)TRAUMA. FICS terima kasih atas bimbingan, saran, petunjuk dan waktunya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini.

Penulis menyadari bahwa hasil penulisan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis terbuka untuk menerima kritik dan saran yang membangun demi perbaikan penulisan selanjutnya.

Akhir kata, penulis mengharapkan tugas ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Penulis, Februari 2015DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHANiKATA PENGANTARiiDAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN1

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2

2.1. Kelenjar Getah Bening Normal 2

2.2 Definisi4

2.3 Etiologi6

2.4 Epidemiologi13

2.5 Patofisiologi 142.6 Manifestasi Klinis142.7 Diagnosis 16

2.8 Penatalaksanaan22BAB III. TINJAUAN KASUS.....................................24BAB IV PEMBAHASAN29DAFTAR PUSTAKA32BAB IPENDAHULUAN

Kelenjar getah bening/KGB adalah organ berbentuk oval dari sistem limfatik, didistribusikan secara luas ke seluruh tubuh termasuk ketiak dan perut dan dihubungkan oleh pembuluh limfatik. Fungsi utama KGB adalah sebagai penyaring (filtrasi) dari berbagai mikroorganisme asing dan partikel-partikel akibat hasil dari degradasi sel-sel atau metabolisme (Sutoyo,2010).Pembesaran KGB dapat dibedakan menjadi pembesaran KGB lokal (limfadenopati lokalisata) dan pembesaran KGB umum (limfadenopati generalisata). Limfadenopati lokalisata didefinisikan sebagai pembesaran KGB hanya pada satu daerah saja, sedangkan limfadenopati generalisata apabila pembesaran KGB pada dua atau lebih daerah yang berjauhan dan simetris (Sutoyo,2010).Limfadenitis merupakan peradangan pada kelenjar limfe atau getah bening, sedangkan limfadenitis tuberkulosis (TB) merupakan peradangan pada kelenjar limfe atau getah bening yang disebabkan oleh basil tuberkulosis. Apabila peradangan terjadi pada kelenjar limfe di leher disebut dengan scrofula. Limfadenitis pada kelenjar limfe di leher inilah yang biasanya paling sering terjadi (Sutoyo, 2010).Penatalaksanaan limfadenopati KGB leher didasarkan kepada penyebabnya. Banyak kasus dari pembesaran KGB leher sembuh dengan sendirinya dan tidak membutuhkan pengobatan apapun selain observasi (Sutoyo,2010).

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kelenjar Getah Bening Normal Kelenjar getah bening/KGB adalah organ berbentuk oval dari sistem limfatik, didistribusikan secara luas ke seluruh tubuh termasuk ketiak dan perut dan dihubungkan oleh pembuluh limfatik (Wikipedia,2015).

Gambar 1. Lokasi kelenjar getah bening (KGB).Dikutip darii: Sahai S. 2013, Lymphadenopathy.Pediatrics in Review 2013;34;216

Secara anatomi aliran getah bening aferen masuk ke dalam KGB melalui simpai (kapsul) dan membawa cairan getah bening dari jaringan sekitarnya dan aliran getah bening eferen keluar dari KGB melalui hilus. Cairan getah bening masuk kedalam kelenjar melalui lobang-lobang di simpai. Di dalam kelenjar, cairan getah bening mengalir dibawah simpai di dalam ruangan yang disebut sinus perifer yang dilapisi oleh sel endotel (Sutoyo,2010).

Gambar 2. Skema kelenjar getah bening (KGB).

Dikutip dari: http://www.droid.cuhk.edu.hk/web/specials/lymph_nodes/lymph_nodes. htmJaringan ikat trabekula terentang melalui sinus-sinus yang menghubungkan simpai dengan kerangka retikuler dari bagian dalam kelenjar dan merupakan alur untuk pembuluh darah dan syaraf (Sutoyo,2010).

Dari bagian pinggir cairan getah bening menyusup kedalam sinus penetrating yang juga dilapisi sel endotel. Pada waktu cairan getah bening di dalam sinus penetrating melalui hilus, sinus ini menempati ruangan yang lebih luas dan disebut sinus meduleri. Dari hilus cairan ini selanjutnya menuju aliran getah bening eferen (Sutoyo,2010).Pada dasarnya limfosit mempunyai dua bentuk, yang berasal dari sel T (thymus) dan sel B (bursa) atau sumsum tulang. Fungsi dari limfosit B dan sel-sel turunanya seperti sel plasma, imunoglobulin, yang berhubungan dengan humoralimmunity, sedangkan T limfosit berperan terutama pada cell-mediated immunity (Sutoyo,2010).

Terdapat tiga daerah pada KGB yang berbeda: korteks, medula, parakorteks, ketiganya berlokasinya antara kapsul dan hilus. Korteks dan medulla merupakan daerah yang mengandung sel B, sedangkan daerah parakorteks mengandung sel T (Sutoyo,2010).

Dalam korteks banyak mengandung nodul limfatik (folikel), pada masa postnatal, biasanya berisi germinal center. Akibatnya terjadi stimulasi antigen, sel B didalam germinal centers berubah menjadi sel yang besar, inti bulat dan anak inti menonjol. Yang sebelumnya dikenal sebagai sel retikulum, sel-selnya besar yang ditunjukan oleh Lukes dan Collins (1974) sebagai sel noncleaved besar, dan sel noncleaved kecil. Sel noncleaved yang besar berperan pada limfopoiesis atau berubah menjadi immunoblas, diluar germinal center, dan berkembang didalam sel plasma (Sutoyo,2010).

Fungsi utama KGB adalah sebagai penyaring (filtrasi) dari berbagai mikroorganisme asing dan partikel-partikel akibat hasil dari degradasi sel-sel atau metabolisme (Sutoyo,2010).

2.2. Definisi

Limfadenitis merupakan peradangan pada kelenjar limfe atau getah bening, sedangkan limfadenitis tuberkulosis (TB) merupakan peradangan pada kelenjar limfe atau getah bening yang disebabkan oleh basil tuberkulosis. Apabila peradangan terjadi pada kelenjar limfe di leher disebut dengan scrofula. Limfadenitis pada kelenjar limfe di leher inilah yang biasanya paling sering terjadi. Istilah scrofula diambil dari bahasa latin yang berarti pembengkakan kelenjar. Infeksi M.tuberculosis pada kulit disebabkan oleh perluasan langsung tuberkulosis ke kulit dari struktur dasarnya atau terpajan langsung melalui kontak dengan M.tuberkulosis yang disebut dengan scrofuloderma (Sutoyo,2010).Pembesaran KGB dapat dibedakan menjadi pembesaran KGB lokal (limfadenopati lokalisata) dan pembesaran KGB umum (limfadenopati generalisata). Limfadenopati lokalisata didefinisikan sebagai pembesaran KGB hanya pada satu daerah saja, sedangkan limfadenopati generalisata apabila pembesaran KGB pada dua atau lebih daerah yang berjauhan dan simetris. Ada sekitar 300 KGB di daerah kepala dan leher, gambaran lokasi terdapatnya KGB pada daerah kepala dan leher adalah sebagai berikut: (Sutoyo,2010)

Dikutip darii: Sahai S. 2013, Lymphadenopathy. Pediatrics in Review 2013;34;216

SHAPE \* MERGEFORMAT

Gambar 3. Skema kelenjar LimfadenipatiDikutip dari: Sutoyo, 2010

2.3. Etiologi

Penyebab yang paling sering limfadenopati adalah (Sutoyo,2010).:

2.3.1 Infeksi

Infeksi virus

Infeksi yang disebabkan oleh virus pada saluran pernapasan bagian atas seperti Rinovirus, Parainfluenza Virus, influenza Virus,Respiratory Syncytial Virus (RSV), Coronavirus, Adenovirus ataupun Retrovirus (Sutoyo,2010).Virus lainnya Ebstein Barr Virus (EBV), Cytomegalo Virus (CMV), Rubela, Rubeola, Varicella-Zooster Virus, Herpes Simpleks Virus, Coxsackievirus, dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) (Sutoyo,2010).Infeksi HIV sering menyebabkan limfadenopati servikalis yang merupakan salah satu gejala umum infeksi primer HIV. Infeksi primer atau akut adalah penyakit yang dialami oleh sebagian orang pada beberapa hari atau minggu setelah tertular HIV. Gejala lain termasuk demam dan sakit kepala, dan sering kali penyakit ini dianggap penyakit flu (influenza like illness) (Sutoyo,2010).

Segera setelah seseorang terinfeksi HIV, kebanyakan virus keluar dari darah. Sebagian melarikan diri ke sistem limfatik untuk bersembunyi dan menggandakan diri dalam sel di KGB, diperkirakan hanya sekitar 2% virus HIV ada dalam darah. Sisanya ada pada sistem limfatik, termasuk limpa, lapisan usus dan otak (Sutoyo,2010).

Pada penderita HIV positif, aspirat KGB dapat mengandung immunoblas yang sangat banyak. Pada beberapa kasus juga tampak sel-sel imatur yang banyak. Pada fase deplesi, pada aspirat sedikit dijumpai sel folikel, immunoblas dan tingible body macrophage, tetapi banyak dijumpai sel-sel plasma (Sutoyo,2010).

Limfadenopati generalisata yang persisten (persistent generalized Lymphadenopathy/ PGL) adalah limfadenopati pada lebih dari dua tempat KGB yang berjauhan, simetris dan bertahan lama. PGL adalah gejala khusus infeksi HIV yang timbul pada lebih dari 50% Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan PGL ini sering disebabkan oleh infeksi HIV-nya itu sendiri (Sutoyo,2010). PGL biasanya dialami waktu tahap infeksi HIV tanpa gejala, dengan jumlah CD4 di atas 500, dan sering hilang bila kadar CD4 menurun hingga kadar CD4 200. Kurang lebih 30% orang dengan PGL juga mengalami splenomegali (Sutoyo,2010). Batasan limfadenopati pada infeksi HIV adalah sebagai berikut (Sutoyo,2010).:

Melibatkan sedikitnya dua kelompok kelenjar getah bening

Sedikitnya dua kelenjar yang simetris berdiameter lebih dari 1 cm dalam setiap kelompok

Berlangsung