Resin Komposit Flow

12
RESIN KOMPOSIT Pencapaian estetik dan tidak dipakainya merkuri merupakan karakteristik yang dihasilkan dari restorasi resin komposit, sebuah restorasi yang paling digemari dan terkenal diantara para dokter gigi. Saat ini terdapat banyak jenis resin komposit. Resin komposit tersebut dikelompokkan berdasarkan jenis dan ukuran bahan pengisi serta kandungannya yang dapat mempengaruhi prosedur perawatan dan sifat fisik bahan-bahan resin komposit. Definisi dan Perkembangan Resin komposit merupakan sebuah bahan tumpatan warna, yang dikenal dengan tambalan putih. Resin komposit diperkenalkan pertama kali pada tahun 1957, dimana resin komposit dibatasi hanya digunakan pada gigi depan karena resin komposit tidak kuat untuk menerima tekanan dari gigi posterior. Sejak saat itu, resin komposit dikembangkan secara signifikan dan sukses digunakan pada gigi posterior. Resin komposit tidak hanya digunakan untuk menutup karies, tetapi juga digunakan sebagai bahan kosmetik untuk memperbaiki senyum dengan mengubah warna gigi atau membentuk anatomi gigi. 1

description

Resin Komposit Flow

Transcript of Resin Komposit Flow

Page 1: Resin Komposit Flow

RESIN KOMPOSIT

Pencapaian estetik dan tidak dipakainya merkuri merupakan karakteristik

yang dihasilkan dari restorasi resin komposit, sebuah restorasi yang paling digemari

dan terkenal diantara para dokter gigi. Saat ini terdapat banyak jenis resin komposit.

Resin komposit tersebut dikelompokkan berdasarkan jenis dan ukuran bahan pengisi

serta kandungannya yang dapat mempengaruhi prosedur perawatan dan sifat fisik

bahan-bahan resin komposit.

Definisi dan Perkembangan

Resin komposit merupakan sebuah bahan tumpatan warna, yang dikenal dengan

tambalan putih. Resin komposit diperkenalkan pertama kali pada tahun 1957, dimana resin

komposit dibatasi hanya digunakan pada gigi depan karena resin komposit tidak kuat untuk

menerima tekanan dari gigi posterior. Sejak saat itu, resin komposit dikembangkan secara

signifikan dan sukses digunakan pada gigi posterior.

Resin komposit tidak hanya digunakan untuk menutup karies, tetapi juga digunakan

sebagai bahan kosmetik untuk memperbaiki senyum dengan mengubah warna gigi

atau membentuk anatomi gigi.

Komposisi dan Klasifikasi

Secara umum, komposisi resin komposit terdiri dari tiga bagian besar,

yakni :

a. Matriks resin, terdiri dari :

-Monomer (Bis-GMA / bisphenol A-Glycidil methacrylate).

-Urethane Dimethacrylate.

b. Partikel pengisi, terdiri dari:

-Glass / kaca

-Quartz

-Koloid silika

c. Bahan Coupling, seperti organo silanes yang berperan dalam pembentukan ikatan kimia

antara partikel pengisi dan matriks resin. Bahan ini berfungsi untuk memperbaiki sifat fisik

dan mekanik resin dan mempertahankan stabilitas hidrolitik resin dengan cara mencegah air

masuk ke dalam ruang yang terdapat antara partikel pengisi dan resin.

1

Page 2: Resin Komposit Flow

d. Bahan tambahan lainnya, seperti:

-Inhibitor seperti hidrokuinon yang berfungsi untuk mencegah polimerisasi yang

prematur pada saat penyimpanan resin komposit.

-UV absorber yang berfungsi untuk mempertahankan stabilitas warna resin komposit.

-Pigmen warna yang membuat resin komposit memiliki warna yang menyerupai gigi.

-Opacifiers seperti titanium dioksida dan aluminium oksida yang berfungsi membuat

warna resin komposit terlihat opak.

Resin komposit dapat diklasifikasikan ke berbagai jenis. Berdasarkan ukuran partikel bahan

pengisi, jenis resin komposit dibagi empat, yakni :

• Traditional/makrofiller

• Mikrofiller

• Partikel kecil

• Hibrid

Disamping klasifikasi berdasarkan ukuran partikel bahan pengisi, resin

komposit juga dapat diklasifikasikan menurut mekanisme polimerisasi, yakni:

a. Resin yang diaktifkan secara kimia.

Resin jenis ini terdiri dari dua pasta yakni base paste berupa benzyl peroxide initiator

dan catalyst paste berupa tertiary amine activator.

Pengunaanya : saat kedua pasta di atas dicampurkan, tertiary amine

activator akan bereaksi dengan benzyl peroxide initiator sehingga radikal bebas akan

menyebabkan reaksi polimerisasi.

b. Resin yang diaktifkan dengan sinar.

Ada dua jenis sinar yang dipakai pada resin ini, yakni:

Sistem aktivasi dengan menggunakan sinar ultra violet (UV). Sinar UV digunakan

untuk merangsang pembentukan radikal bebas yang dibutuhkan untuk memulai

polimerisasi. Sinar UV memiliki penetrasi yang kurang baik sehingga tidak efektif

pada resin komposit yang tebal.

Sistem aktivasi dengan menggunakan cahaya tampak. Cahaya tampak memiliki

panjang gelombang 468 nm dan mampu penetrasi sampai ketabalan 2 cm. Sistem ini

2

Page 3: Resin Komposit Flow

terdiri dari pasta yang mengandung photo inisiator berupa camphoroquinone 0,25 %

dan amine accelerator berupa diethyl amino ethyl methacrylate 0,15 %.

Biokompatibilitas

Bahan resin komposit termasuk bahan yang aman digunakan. Reaksi alergi yang

dilaporkan akibat penggunaan bahan resin komposit sangat sedikit. Sensitifitas setelah

pembuatan restorasi gigi dengan bahan resin komposit jarang ditemui. Namun, perlekatan

monomer resin pada beberapa individu dapat menyebabkan reaksi alergi. Selain itu, beberapa

laporan menyebutkan bahwa sering terjadi reaksi alergi berupa dermatitis pada jari dokter

gigi yang berkontak langsung dengan monomer yang tidak bereaksi.

Hal lain yang berhubungan dengan keamanan bahan resin komposit dilaporkan pada

pertengahan tahun 1990-an, dimana beberapa peneliti mendeteksi

adanya bisphenol A pada saliva pasien yang dilakukan restorasi pada pit dan fissur yang dapat

mengganggu hormon estrogen. Adanya bisphenol A pada restorasi pit dan fissur diketahui

berasal dari pemecahan bisphenol A glisidil dimetakrilat (BIS-DMA) yaitu suatu monomer

yang biasa digunakan dalam formula komposit dan bahan sealant.

Keuntungan dan Kerugian

Pencapaian estetik yang bagus merupakan kelebihan utama dari resin komposit.

Ikatan antara resin komposit dan gigi mendukung struktur gigi yang tersisa dimana dapat

mencegah kerusakan dan melindungi gigi dari perubahan temperatur yang berlebihan. Untuk

menambah sifat mekanik resin komposit seperti: kekuatan, ketahanan terhadap abrasi, dan

estetik dapat dilakukan dengan menambah bahan pengisi.

Namun, kekurangan resin komposit juga ada. Setelah prosedur perawatan selesai, gigi pasien

dapat mengalami sensitif. Sensitifitas yang dihubungkan dengan restorasi resin komposit

dilaporkan sekitar 10 % dari total keseluruhan restorasi. Hal ini disebabkan oleh adanya celah

mikro / microleakage yang dapat menyebabkan bakteri yang merangsang internal stress.

Sensitifitas tersebut dapat diatasi dengan cara melakukan prosedur inkremental, isolasi yang

baik, dan menggunakan basis untuk melindungi pulpa. Disamping itu, warna resin komposit

dapat berubah secara perlahan jika pasien minum teh, kopi ataupun makanan yang

mengandung zat pewarna.

3

Page 4: Resin Komposit Flow

Beberapa sifat resin komposit yang menguntungkan, antara lain:

a. Shrinkage polimerisasi yang rendah.

b. Penyerapan air yang rendah

c. Koefisian pemuaian panas yang sama dengan struktur gigi.

d. Ketahanan terhadap fraktur yang tinggi

e. Radiopak yang tinggi

f. Berikatan dengan baik terhadap enamel atau dentin

g. Sewarna dengan gigi

h. Manipulasi yang mudah

i. Finishing dan polishing yang mudah.

Indikasi restorasi resin komposit, antara lain restorasi gigi anterior dan

posterior sedangkan kontraindikasinya yakni pada restorasi kavitas yang besar, pasien

dengan kebiasaan buruk bruxism dan isolasi gigi yang sulit dilakukan.

Flowable Resin Komposit

Flowable resin komposit memiliki viskositas yang rendah dan daya alir yang tinggi

sehingga menghasilkan modulus elastisitas yang rendah sehingga dapat mengurangi

ketegangan saat pengerutan akibat polimerisasi dan menghasilkan integrasi ikatan yang baik

dengan struktur gigi. Dari penelitian Lyons dan Rodda dihasilkan bahwa penggunaan

flowable resin komposit tidak terjadi mikroleakage dan perubahan bond strength apabila

terjadi perubahan tekanan atmosfir, sedangkan pada penggunaan glass ionomer dan zinc

phosphate semen akan terjadi mikroleakage dan perubahan bond strength. Dari sifat flowable

resin komposit yang baik ketahanannya terhadap mikroleakage dibandingkan dengan beberapa

bahan restorasi lain. Membuat bahan ini sebagai bahan yang paling baik dalam pemilihan dan

perawatan terhadap barodontalgia, yang mana bahan ini dapat mengurangi salah satu faktor

resiko dari barodontalgia yaitu adanya celah kecil pada bahan restorasi dengan dinding kavitas.

Komposisi

Flowable resin komposit tersusun atas bahan pengisi yang berukuran hampir sama

dengan hibrid komposit, tetapi mengalami pengurangan konsentrasi bahan pengisi anorganic

dan peningkatan volume matriks resin. Flowable resin komposit memiliki viskositas yang

rendah, karakteristik penanganan yang berbeda serta wetting ability yang cukup baik.

4

Page 5: Resin Komposit Flow

Pengurangan kandungan pengisi pada flowable komposit menghasilkan modulus elastisitas

yang rendah daripada komposit hibrid. Bahan flowable mempunyai kemampuan flow yang

tinggi karena bahan ini mengurangi kandungan bahan pengisinya atau dengan meningkatkan

jumlah dari diluents monomer (TEGDMA) dalam dimethacrylate komposit. Flowable resin

komposit memiliki presentase kandungan bahan pengisi 50%-70% berat yang lebih sedikit

dibanding resin komposit hibrid (70-80%) dengan ukuran partikel bahan pengisinya yang

kecil, yang berukuran 0,7-1μm sehingga bahan ini mudah dipolis. Bahan pengisi yang

berukuran kecil meliputi barium silicate, barium glass, barium borosilicate glass, barium

fluorosilicate, synthetic silica, colloidal silica, quartz, trimethynol propane trimethacylate,

urethane dimethacrylate.6 Flowable resin komposit lebih banyak mengandung resin

dibanding tradisional komposit menyebabkan flowable resin komposit memiliki nilai

kekuatan yang lebih baik dan lebih tahan terhadap fraktur karena nilai elastic moduli yang

lebih rendah.

Karakteristik Sifat

Pengurangan kandungan pengisi pada flowable resin komposit menghasilkan modulus

elastisitas yang rendah dibanding komposit hibrid. Modulus elastisitas yang rendah dan

fleksibilitas yang tinggi pada flowable resin komposit dapat mengurangi ketegangan saat

pengerutan akibat polimerisasi dan menghasilkan integrasi ikatan yang baik dengan struktur

gigi. Modulus elastisitas yang rendah juga menghasilkan kemampuan regang yang cukup

tinggi sehingga dapat mengurangi ketegangan yang terjadi akibat pengerutan pada saat

polimerisasi, serta dapat menghasilkan margin restorasi yang lebih kuat. Selain itu flowable

resin komposit memiliki ketahanan terhadap fraktur ( fraktur thougness) yang lebih tinggi

karena modulus elastisitasnya yang rendah. Flowable resin komposit memiliki kelebihan

dibandingkan dengan restorasi lain, yaitu warna dapat disesuaikan dengan warna gigi asli,

dari segi pertimbangan biologis iritasi pulpa rendah dan kelarutan bahan komposit rendah.

Kelebihan lain dari flowble resin komposit, yaitu dengan adanya sistem bonding yang

memungkinkan adanya ikatan mekanis antara flowable resin komposit dengan struktur gigi.

Sifat fisis dan mekanis flowable resin komposit cukup baik. Berikut ini akan dijelaskan

karakteristik bahan flowable resin komposit berdasarkan daya tahan terhadap mikroleakage

dan daya tahan terhadap pemakaian.

5

Page 6: Resin Komposit Flow

Daya Tahan Terhadap Mikroleakage

Mikroleakage adalah suatu celah berukuran mikro antara bahan restorasi dengan

struktur gigi, margin restorasi terbuka serta adaptasi yang buruk menyebabkan masuknya

cairan oral, bakteri maupun toksinnya sehingga menyebabkan karies sekunder,

hipersensitifitas dentin, dan perubahan warna pada restorasi.2

Dari penelitian Lyons dan Rodda dihasilkan bahwa apabila terjadi perubahan tekanan

atmosfir pada penggunaan komposit resin untuk cement for crown tidak terjadi mikroleakage

dan bond strength. Kekuatan ikatan adesif semen resin memiliki ikatan yang lebih kuat

apabila dibandingkan semen glass ionomer maupun semen pospat. Kekuatan ikatan semen

glass ionomer hampir sama dengan semen zinc phosphate yaitu sebesar 3 MN/m2, sedangkan

pada semen resin sebesar 4,1 MN/m2.2 Beberapa produk dilengkapi dengan monomer/primer

sehingga dapat berikatan dengan alloy atau porselin. Flowable resin komposit sebagai semen

untuk restorasi terbukti memiliki sifat mekanis yang lebih kuat dibanding semen berbahan

dasar lainnya. Flowable resin komposit memiliki adaptasi marginal yang baik terhadap

struktur gigi hal ini dapat menurunkan resiko perubahan warna marginal gigi, karies

sekunder, peningkatan sensitifitas, dan iritasi pulpa akibat mikroleakage. Penelitian yang

dilakukan oleh Luis Guilherme dkk menunjukkan bahwa penggunaan flowable resin

komposit meningkatkan perlekatan marginal pada tumpatan dan dinding kavitas.

Salah satu perhatian klinis utama terhadap ketahanan resin komposit adalah terjadinya

mikroleakage pada permukaan gigi dan restorasi. Mikroleakage merupakan adaptasi buruk

terhadap dinding kavitas yang diakibatkan oleh konstraksi bahan selama polimerisasi dan

perbedaan koefisien thermal ekspansi bahan restorasi dengan gigi yang dapat menggagalkan

perlekatan antara sistem adhesi dan dinding kavitas sehingga membentuk celah. Kekurangan

ini dapat menyebabkan masuk dan terperangkapnya gas pada saat terjadinya perubahan

tekanan udara ke gigi dan tubulus - tubulus dentin sehingga dapat mengakibatkan

terangsangnya reseptor yang ada di pulpa. Beberapa penelitian mengenai mikroleakage yang

membandingkan bahan flowable dengan nonflowable komposit menunjukkan hasil yang

lebih baik dengan bahan flowable baik ketika digunakan sebagai bahan penumpat seluruh

kavitas atau sebagai bahan liner. Flowable resin komposit memiliki sifat yang lebih mudah

mengalir karena persentase bahan pengisi inorganik yang lebih rendah dan persentase matriks

yang lebih tinggi dibanding dengan komposit hibrid biasa.

Flowable resin komposit merupakan bahan yang relatif hidrophobik dan

penggunaannya sebagai lining pada restorasi komposit atau sebagai bahan tambalan telah

6

Page 7: Resin Komposit Flow

secara luas dipakai. Material ini terdiri dari partikel yang memiliki ukuran partikel-partikel

komposit yang sama dan sebagian besar diklasifikasikan sebagai minifilled atau microhibrid.

Penurunan dari filler content dan peningkatan dari matriks resin menyebabkan bahan ini

memiliki viskositas yang lebih rendah dari pada restoratif komposit lainnya sehingga

material-material ini juga dikenal dengan sebutan resin komposit dengan viskositas rendah.

Salah satu sifat dari flowable resin komposit yang berkaitan ialah modulus elastisitas, yang

secara signifikan lebih rendah dari tradisional hibrid resin komposit ( 30-50%). Selain itu

modulus elastisitas dari flowable resin komposit berada pada range rendah sampai sedang,

sedangkan hibrid komposit memiliki nilai modulus elastisitas tertinggi dan microfilled

terendah.

Daya Tahan Terhadap Pemakaian

Daya tahan terhadap pemakaian (wear resistance) dan daya tahan terhadap fraktur

(fracture thoughness). Daya tahan terhadap abrasi serta daya tahan terhadap fraktur

menyebabkan pemakaian komposit resin lebih baik dibandingkan glass ionomer, karena glass

ionomer cenderung mudah rapuh. Flowable resin komposit memiliki viskositas rendah dan

fleksibilitas yang tinggi sehingga dapat mengurangi ketegangan yang terjadi akibat

pengerutan saat polimerisasi, serta dapat menghasilkan margin restorasi yang kuat. Flowable

resin komposit juga mempunyai ketahanan terhadap fraktur yang tinggi akibat modulus

elastisitasnya yang rendah. Oleh karena itu akibat dari polymerization shringkage yaitu karies

sekunder, peningkatan sensitifitas dentin, kontak proksimal yang kurang baik, dan lepasnya

restorasi dapat diminimalisasikan.

Resin komposit yang direkomendasikan untuk penumpatan kavitas abrasi servikal

adalah resin komposit flowable. Kandungan fillernya 42-53% dari volume, modulus

elastisitas rendah dan viskositas juga rendah. Bahan ini mempunyai kemampuan pembasahan

yang tinggi, jadi meskipun tingkat pengkerutannya tinggi akan tetapi bahan ini akan melekat

dengan erat terhadap lapisan bonding.

Radiopasitas

Syarat bahan restorasi yang baik adalah radiopasitas yang adekuat yang dapat

memberikan kemampuan dalam mengevaluasi integritas restorasi, membedakan karies dari

bahan restorasi pada gambaran radiografi secara jelas dan memeriksa kekosongan,

overhanging dan margin yang terbuka.

7

Page 8: Resin Komposit Flow

DAFTAR PUSTAKA

1. Mardewi S. Endodontologi. Jakarta: Hafizh, 2003 :82-91

2. Sularsih, Sarianoferni. Penggunaan resin komposit untuk mengurangi resiko

barodontalgia. Jurnal Kedokteran Gigi 2007;1(2):100-5.

3. Nugrohowati, Wianto D. Penggunaan bahan flowable untuk restorasi. Jurnal Ilmiah

dan Teknologi Kedoteran Gigi 2003 ; 1(2);146-7.

4. Anusavice KJ. Philips’ Science of Dental Material. Edisi X. Alih Bahasa: Johan

AB, Susi P. Jakarta: EGC, 2003: 227-49

5. Prabhakar AR, Madan M, Raju S. The marginal seal of a flowable komposit, an

injectable resin modified glass ionomer and a compomer in primary molars-an in vitro study.J

Indian Soc Pedo Prev Dent 2003;21(2):45-8.

6. De Goes MF, Giamini M, Hipolito FD, Carrilho MRO, Daronch M, Rueggeberg

FA. Microtensile bond strength of adesif sistem to dentin with or without application of an

intermediate flowable resin layer. Braz Dent J 2008; 19(1):1-9

7. Attar N, Tam LE, McComb D. Flow, strength, stiffness and radiopacity of flowable

resin komposits. J Can Dent Assoc 2003;69(8):516-21.

8