RENCANA PERDAMAIAN KOPERASI SIMPAN PINJAM LIMA

Click here to load reader

  • date post

    16-Oct-2021
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of RENCANA PERDAMAIAN KOPERASI SIMPAN PINJAM LIMA

(Dalam PKPU) SURACHMAT SUNJOTO (Dalam PKPU)
Berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga Pada
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 285/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst
Tanggal 16 Maret 2021
I. GAMBARAN UMUM A. Latar Belakang
Koperasi Simpan Pinjam LiMa Garuda (KSP LiMa Garuda) memiliki dasar hukum Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia Nomor 759/BH/MENEG.I/V/2008 yang berkedudukan di Kota Bekasi, Jawa Barat. Koperasi Simpan Pinjam LiMa Garuda memiliki 1.453 anggota pada Tahun 2018 dan telah memiliki 12 kantor cabang di lima Provinsi di Indonesia.
Selama tahun 2018 -2019 telah terjadi penarikan dana secara masif (rush money) di industri keuangan non-bank, seperti asuransi dan perusahaan investasi yang menyebabkan terjadinya kasus gagal bayar. Kejadian tersebut diperparah dengan pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal tahun 2020, yang berdampak terhadap lesunya dunia usaha.
Hal ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi negatif di Triwulan-2 dan Triwulan-3 tahun 2020 sebesar -5,32% dan -3,24% yang menyebabkan Indonesia berada dalam resesi (dua periode berturut-turut pertumbuhan ekonomi negatif). Kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional KSP LiMa Garuda dan mengakibatkan tidak dapat melakukan kewajibannya secara maksimal kepada para anggotanya.
Koperasi Simpan Pinjam LiMa Garuda adalah salah satu koperasi besar di Indonesia yang dinilai berprestasi. Penghargaan dan sertifikat yang didapatkan antara lain:
1. Best Improvement Cooperative Of The Year 2015 dari Indonesian Creativity and Best Leader Award.
2. The Best Company of The Year 2016 dari Indonesia Business Award. 3. Indonesia Best of The Best Award 2019 dari Indonesia Achievement Award 2019. 4. Sertifikat Sehat Koperasi dari Kementrian Negara Koperasi dan UKM Republik
Indonesia Tahun 2012, 2016, 2017 dan 2018. 5. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik setiap tahun.
Berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 285/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst, tanggal 2 November 2020 Koperasi Simpan Pinjam LiMa Garuda telah dinyatakan dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
Kami memahami dan menyadari bahwa semangat dan azas yang tertuang dalam Undang- Undang Nomor 37 tahun 2004 Tentang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang dan Kepailitan sangat mengedepankan kelangsungan usaha dari Debitur. Selain itu diupayakan
perdamaian yang sesuai dengan tujuan dari Debitur PKPU yang memiliki itikad baik dan tekad yang kuat untuk menyelesaikan seluruh kewajiban kepada para krediturnya.
Oleh karena itu, kami bermaksud mengajukan Rencana Perdamaian kepada seluruh Kreditur Koperasi dengan tatacara yang akan akan kami uraikan dibawah ini. B. Penyelesaian Masalah Keuangan
Rencana pengembalian dana Anggota dapat terwujud jika kondisi tersebut dibawah dapat
terpenuhi:
1. Sumber dana pengembalian berasal dari pertumbuhan organik bisnis KSP LiMa
Garuda, dan untuk itu KSP LiMa Garuda harus tetap hidup dan berjalan, dengan
bisnis yang tumbuh dan berkembang sesuai strategi pengembangan usaha dan
rencana / proyeksi keuangan
2. Pengembalian piutang dari bisnis LiMa Group (property, modal ventura & logistik)
3. Pembayaran kembali dan penyelesaian bertahap atau restrukturisasi atas
pinjaman yang diberikan kepada pihak-pihak terkait
4. Adanya “standby guarantee”, berupa komitmen pribadi Bpk Surachmat Sunjoto
sebagai Ketua KSP LiMa Garuda, untuk membantu penyelesaian / pembayaran
dana Anggota dengan bantuan dana yang bersumber dari perusahaan yang dimiliki
termasuk penjualan saham
C. Optimalisasi Arus Kas 1. Pengaktifkan kembali dan memperbaiki kinerja operasional KSP LiMa Garuda
Seperti kita ketahui bersama, sejak beberapa bulan lalu KSP LiMa Garuda belum dapat beroperasi, baik untuk melakukan penghimpunan dana maupun meminjamkan dana kepada anggota dan masyarakat. Apabila kondisi telah membaik sehingga memungkinkan KSP LiMa Garuda membuat persiapan yang cukup, maka kegiatan operasinal akan segera dilaksanakan. Pengaktifan kembali kegiata operasional juga akan diikuti dengan serangkaian program perbaikan dan pengembangan usaha.
2. Menyertakan group usaha yang dimiliki Surachmat Sunjoto untuk ikut serta dalam skema pengembalian dana anggota Sebagai Ketua Pengurus KSP LiMa Garuda Surachmat Sunjoto menyatakan bertanggungjawab terhadap kondisi koperasi saat ini. Karena itu berbagai upaya maksimal akan dilakukan, termasuk mengoptimalkan pendapatan dari PT Lima Rachmat Sejahtera, grup perusahaan yang 90% sahamnya tercatat atas nama Surachmat Sunjoto, kecuali untuk PT. LoGan Ahwaya Nusatara.
Beberapa badan usaha dibawah PT LiMa Rachmat Sejahtera berpotensi dapat dikembangkan dengan baik dan dapat membantu menyelesaikan masalah keuangan KSP LiMa Garuda. Badan usaha yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. PT LiMa Ventura adalah perusahaan keuangan yang bergerak di bidang usaha modal ventura dengan pengawasan penuh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). pada saat ini kegiatan yang dilakukan perusahaan meliputi penyertaan modal pada pasangan usaha yang potensial dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham maupun pendapatan deviden; kegiatan lain adalah mendukung pemodalan usaha bagi badan usaha dengan skema pengembalian secara periode dalam bentuk pinjaman modal kerja.
Penyertaan saham PT Lima Ventura mengelola empat Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) yang
memiliki kinerja cukup baik, yakni Voyej, Gorry Gourmet, Velospace dan Zicare. Selain pengembalian pinjaman dengan jumlah lima miliar kepada Koperasi Simpan Pinjam LiMa Garuda, potensi usaha PT LiMa Ventura berpotensi dikembangkan sehingga dapat menopang kewajiban Koperasi kepada krediturnya.
PenyertaanSaham di PT. Gorry Gourmet Indonesia masing-masing untuk saham seri
B sebesar Rp. 6.501.000.000 sebanyak 704 saham dan seri C Rp. 4.650.000.234 sebanyak 363 saham. Berdasarkan akta notaris Ivan Lazuardi Suwana, SH. M.Kn no 34 pada tanggal 29 Maret 2019
Pada tanggal 8 Juli 2019 perusahaan melakukan penyertaan saham pada PT. Santomas Velo Intikarya terdiri dari 35 saham seri A sebesar Rp. 35.000.000 atau 26% dan 33 saham seri B sebesar Rp. 6.897.000.000 atau 24,81%. Pada tanggal 18 Januari 2019 perusahaan mengalihkan saham PT. Santomas Velo Intikarya kepada Koperasi Simpan Pinjam LiMa Garuda sebesar Rp. 2.711.519.656
PT. Jejaring Tiga Artha. Berdasarkan Perjanjian Pemegang Saham tanggal 23 September 2019, perusahaan melakukan investasi saham kepada PT. Jejading Tiga Artha terdiri atas saham seri A dan saham seri B masing-masing dengan nilai nominal dan jumlah saham tersebut adalah sebesar Rp. 1.000.000 saham seri A dan 250 saham seri B. Perusahaan mengambil bagian pada saham seri B sebanyak 250 saham dari total 1.000 saham atau sebesar Rp. 7.500.000.000 dengan kepemilikan sebesar 25%, pada tanggal 31 Desember 2019 jumlah yang disetor sebesar Rp. 5.049.108.313
PT. Lima Mahakarya Abadi merupakan produsen aksesori fashion berbasiskan bahan kulit dengan segment pasar kelas menengah atas. Pada perusahaan ini, LiMa Ventura telah investasi dengan pemilikan saham sebesar 45% dengan nilai Rp. 2.958.000.000 . Daftar kepemilikan saham pada perusahaan pasangan usaha adalah sebagai berikut:
2. PT. Hawari LiMa Investama (HLI) merupakan perusahaan di bawah PT. LiMa Rachmat
Sejahtera yang bergerak dalam bidang investasi. Perusahaan yang berada di bawah HLI yang dapat berkontribusi untuk mendukung penyelesaian kewajiban pada anggota KSP LiMa Garuda adalah PT. Lima Augrah Asetindo, PT. Logan Ahwaya Nusantara, dan PT. LiMa Widya Aditama
3. PT LiMa Anugerah Assetindo (LAA) tujuan awal dibentuknya untuk membantu KSP LiMa Garuda dalam menyelesaikan penanganan atau likuiditas dari jaminan aset pinjaman bermasalah. Dengan berjalannya waktu, LAA berkembang menjadi kelompok usaha yang bergerak dalam bidang properti yang memiliki kegiatan Aset management dan developer yang memiliki anak usaha anak usaha PT Griya Lima Garuda dan PT Bumi Runting Lestari. LAA Group masih berjalan membangun perumahan bersubsidi mapun kelas menengah. Lokasi perumahan terletak di Kabupaten Subang dan sekitar Kota Pati.
PPU Nilai Saham Awal (Investasi) Nilai Saham Valuasi Lembar saham (Akte) Kepemilikan LV Total Nilai saham LV (Akte)
PT LIMA MAHAKARYA ABADI (VOYEJ) 2.958.000.000 3.750.000.000 4.500 45% 225.000.000
6.501.000.000 - 704 9,4% 6.501.000.000
4.650.000.234 - 363 4,9% 4.650.000.234
21.000.000 - 21 16% 21.000.000
4.180.000.000 - 20 15% 4.180.000.000
PT JEJARING TIGA ARTHA (ZI CARE) 7.500.000.000 - 250 25% 7.500.000.000
PT GORRY GOURMET INDONESIA (GORRY)
PT SANTOMAS VELO INTIKARYA (VELOSPACE)
Di kota Pati lahan dalam proses penggarapan adalah sebesar 2.7 ha yang rencananya akan dibangun 227 rumah kelas menengah. Sementara di Kabupaten Subang, dengan lahan seluas 5 ha dapat dibangun rumah sebanyak 468 unit bersubsidi dan kelas menengah. Dengan melajutkan pembangunan yang sudah dimulai dan kemungkinan perluasan ke depan, PT LiMa Anugrah Assetindo sangat optimis untuk dapat mengembalikan hutang kepada Koperasi Simpan Pinjam LiMa Garuda ataupun membantu mengembalikan hutang para kreditur Koperasi.
4. PT Logan Ahwana Nusantara, adalah sebuah perusahaan dibidang IT di bawah PT Lima Rachmat Sejahtera. Usaha yang dijalankan adalah sebagai pihak penghubung untuk mempertemukan pengguna usaha logistik dan pemilik armada atau sebagai menyedia platform mobile digital di bidang logistik. Paltform logistik seperti ini, tidak memiliki pesaing yang berarti di Indonesia. Beberapa produsen besar telah menjadi pelanggan tetap seperti Garuda food, Inaco, Philips dan Top 1. Dengan modal pelanggan tetap yang ada, perusahaan ini sangat bisa untuk dikembangkan lebih lanjut agar dapat membantu membayar kewajiban kreditur KSP LiMa Garuda.
5. PT. LiMa Widya Aditama. LiMa Widya Aditama adalah perusahaan yang dibentuk
untuk bidang pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia atau tenaga kerja. Perusahaan ini sudah memiliki ijin untuk sebagai Lembaga Pendidikan dan Kursus yang disahkan pemerintah serta juga memiliki ijin untuk pengerahan tenaga kerja lokal. Dengan pertumbuhan ekonomi ke depan yang makin meningkat serta adanya bonus demografi, peluang usaha dalam pengembangan sumber daya manusia serta penyalurannya menjadi sangat baik.
D. Prospek Kelangsungan Usaha Lima Group
Untuk lebih jelasnya, dibawah ini adalah struktur grup usaha di bawah PT LiMa Rachmat Sejahtera, dimana Surachmat Sunjoto memiliki saham lebih dari 90%. Untuk selanjutnya grup usaha ini di sebut “LiMa Grup”. Dengan mempertimbangkan hasil tinjauan dokumen perusahaan secara singkat, dapat disarikan bahwa pada prinsipnya prospek kelangsungan usaha akan dilaksanakan dengan:
1. Tidak menjual asset tetap, aset tidak tetap maupun saham, kecuali asset tersebut sudah tidak produktif dan/atau hanya menjadi beban.
2. Melakukan kolaborasi dengan partner strategis, baik untuk kepastian pasar bagi produk-produk yang diproduksi LiMa Group, maupun mendapatkan tambahan modal dari pasar uang atau pasar modal.
E. Posisi Neraca Keuangan Lima Group
Neraca Keuangan LiMa Group terbagi atas dua bagian, yakni Neraca Keuangan KLG LiMa Garuda dan Neraca Keuangan LiMa Group. Neraca Keuangan ini menjelaskan harta yang dimiliki perusahaan dan koperasi dalam bentuk aset, serta kewajiban perusahaan dan koperasi dalam bentuk hutang dan modal (untuk perusahaan) atau simpanan wajib dan pokok anggota (untuk koperasi).
Laporan keuangan KLG LiMa Garuda hasil RAT pada bulan Agustus 2020 menunjukkan: 1. Kekayaan koperasi sebesar Rp. 629.412.818.772,08,- dalam bentuk uang kas, giro,
simpanan di bank, kredit pinjaman, inventarisasi kantor, dan uang muka. 2. Kewajiban koperasi berupa hutang dan modal (simpanan anggota baik wajib maupun
pokok) sebesar Rp. 699.492.481.318,30,- diluar kewajiban kepada afiliasi. 3. Berdasarkan data di atas, maka selisih kerugian koperasi adalah sebesar Rp.
(68.643.372.597,22),- 4. Pinjaman yang disalurkan oleh KSP LiMa Garuda sebesar Rp. 508.219.352.747,90 yang
tidak semuanya dalam katagori pinjaman lancer, khususnya pada saat pandemi dan penurunan kegiatan ekonomi seperti saat ini.
5. Kerugian ini menjadi bagian yang harus diselesaikan oleh LIma Group melalui pengelolaan keuangan group perusahaan.
Sementara itu berdasarkan laporan Keuangan per November 2020 dari LRS (LV, HLI, LAA, GLG, BRL), serta per Oktober 2020 dari LV, maka posisi keuangan LiMa Group adalah sebagai berikut: 1. Posisi Neraca perusahaan diluar piutang dan penyertaan perusahaan afiliasi
menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki aset dalam bentuk persediaan sebesar Rp. Rp 424.303.863.556,-,-
2. Disisi lain, total kewajiban kepada pihak luar, pajak, dan bank adalah sebesar Rp. 694.439.009.211,-.
3. Berdasarkan data ini, dapat disimpulkan bahwa perusahaan masih dapat menyelesaikan kewajiban pihak luar dengan aset yang dimiliki.
Posisi aset tersebut belum sepenuhnya berada pada kontrol LiMa Group. Perlu mekanisme pengumpulan dan penyelesaian aset akan dilakukan dengan : 1. Penjadwalan kembali pembayaran piutang, khususnya piutang non-afiliasi. 2. Pengumpulan dan penilaian kembali aset perusahaan untuk mengetahui nilai aset yang
tersedia, serta meperoleh informasi mengenai aset yang akan dioptimalisasi untuk menyelesaikan masalah keuangan perusahaan
3. Melakukan negosiasi dengan PT Logan Ahwaya Nusantara dan Perusahaan Pasangan Usahan terkait dengan keuntungan investasi dan menjual Sebagian saham.
4. Melakukan pengawasan terhadap lalu lintas uang (cash flow) dalam bentuk cash maupun non-cash untuk meminimalisir kerugian.
5. Melakukan efisiensi terhadap sejumlah biaya, khususnya biaya kantor.
Sebagai catatan: 1. Penyelesaian hutang dan kewajiban afiliasi dapat dilakukan setelah hutang dan
kewajiban pihak luar diselesaikan. Sedangkan hutang pajak dan bank, dilakukan dengan menggunakan metode penjadwalan ulang.
2. Khusus untuk Koperasi Lima Group, upaya penyelesaian dilakukan dengan menempatkan Koperasi Lima Group sebagai cost center.
3. Penyelesaian hutang dan restrukturisasi keuangan dari 5 (lima) perusahaan (HLI, LAA BRL, GLG, dan LV) dilakukan dengan cara menjadikan kelima perusahaan ini sebagai profit center untuk menutupi penyelesaian keuangan group.
F. Asset Disclosure Berdasarkan Laporan keuangan kelompok usaha di bawah LRS (LV, HLI, LAA, GLG, BRL) hingga akhir bulan November dan Oktober tahun 2020 (LV) LiMa Group memiliki total aset sebesar Rp 424.303.863.556,- yang terdiri dari :
1. Cash 2. Simpanan di bank 3. Penyertaan 4. Piutang 5. Uang muka yang sudah dibayarkan oleh perusahaan kepada pihak ketiga (non-
afiliasi) 6. Aset berwujud 7. Persediaan kantor 8. Jaminan jangka panjang 9. Aset tak berwujud
Untuk pengelolaan keuangan berdasarkan data-data di atas, maka:
1. Aset perusahaan berupa piutang dan penyertaan dapat dijadikan sumber cash bagi upaya penyelesaian keuangan. Penjadwalan penarikan piutang dan manajemen piutang menjadi sangat penting untuk mengembalikan struktur keuangan group.
2. Aset berwujud serta persediaan kantor, perlu dilakukan revaluasi untuk mendapatkan nilai akhir, yang jika memungkikan dan perusahaan tidak dapat mengoptimalisasikannya, dapat dilakukan penjualan sesuai harga terbaik.
3. Khusus untuk uang muka yang telah dibayarkan, dapat dilakukan negosiasi penyelesaian baik berupa penarikan kembali, atau meminta pihak penerima untuk memenuhi kewajiban yang memberikan nilai terbaik bagi pihak perusahaan pembayar dan penerima.
G. Rencana Perbaikan
KSP LiMa Garuda telah menjalankan prinsip pengelolaan koperasi yang baik demi tercapainya Good Corporate Governance. Dan untuk menunjang pelaksanaan GCG tersebut, maka koperasi telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai berikut :
a. SOP Kredit b. SOP Collection c. SOP Simpanan Berjangka dan Harian d. SOP Lelang e. SOP Internal Audit f. SOP Finance & Accounting g. SOP Human Resources h. SOP Information Technology i. SOP Teller j. SOP General Affair
Agar peningkatan kinerja ke depannya lebih baik lagi, KSP LiMa Garuda mencanangkan Rencana Perbaikan yang perlu dilakukan.
Adapun pokok-pokok strategi pengembangan usaha KSP LiMa Garuda adalah sebagai berikut:
1. Bidang Sumber daya manusia a. Perbaikan dan peningkatan kualitas rekrutmen pegawai dengan penetapan
standar karakter dan kompetensi (pengetahuan dan ketrampilan), disemua
tingkat dan fungsi jabatan
kompetensi relevan lainnya , melalui pelatihan dan sertifikasi secara
berkelanjutan
c. Penerapan prinsip-prinsip “know your employee”
2. Bidang Jaringan Dan Akses Kantor
a. Penambahan jaringan kantor KSP LiMa Garuda, dibatasi hanya pada wilayah
yang memiliki potensi dan risiko yang terukur dan dapat dimitigasi
b. Penutupan kantor-kantor yang tidak produktif dan/atau memiliki tingkat
pinjaman bermasalah yang signifikan
pengembangan kantor layanan virtual / digital
3. Bidang Usaha Pembiayaan
yang sesuai prinsip-prinsip koperasi dan disalurkan pada sektor yang
menguntungkan dengan risiko terukur
c. Melakukan pendekatan kemitraan atau komunitas dalam pengembangan
anggota dan penyaluran pembiayaan
yang hati-hati, wajar, layak serta sesuai prinsip umum pinjaman dan
ketentuan yang berlaku
maupun Pinjaman yang seimbang dengan kebutuhan pinjaman dan arus kas
KSP LiMa Garuda
b. Pengembangan produk pendanaan yang sesuai dengan minat pasar serta
tidak melanggar prinsip atau ketentuan perkoperasian
c. Pertumbuhan dana dengan imbal hasil (bunga) yang wajar namun tetap
kompetitif
penghimpunan dana Anggota
dipercaya
termasuk penerapan disiplin transaksi dan pencatatan keuangan yang
sesuai dengan ketentuan perkoperasian dan prinsip-prinsip akuntansi yang
berlaku
termasuk adminstrasi dokumen, persetujuan, otorisasi transaksi dan aplikasi
/ system pencatatan transaksi
c. Disiplin Implementasi system budget dan rencana keuangan sebagai acuan
kerja keuangan termasuk mengukur kinerja keuangan
d. Implementasi & optimalisasi laporan kinerja keuangan sebagai alat
pemantau dan pengendali jalannya usaha dan mitigasi risiko
6. Bidang Operasional Dan Tekhnologi
a. Perbaikan dan peningkatan kualitas proses dan pengendalian operasional ,
termasuk perbaikan dengan pengembangan SOP sesuai dengan kebutuhan
usaha dan keterkinian kebijakan perkoperasian
b. Peningkatan kualitas layanan dan tata kelola administrasi
c. Peningkatan dan pengembangan “core system” operasional dan keuangan
sesuai dengan keterkinian proses / layanan dan prinsip pencatatan dan
akuntansi
d. Pengembangan system layanan digital dan akses virtual KSP LiMa Garuda
dalam menumbuhkan jumlah Anggota maupun edukasi produk, baik
pegembangan sendiri maupun bermitra dengan pihak lain
e. Penerapan prinsip efektiftas dan efisiensi operasional, yang mampu
mendukung peningkatan keuntungan KSP LiMa Garuda
f. Penerapan “4 eyes principle”
7. Bidang Manajemen Risiko & Kepatuhan
a. Menerapkan system manajemen risiko disemua aspek pengeloaan dan
operasional KSP LiMa Garuda ( 8 aspek risiko : operasional, kredit, likuiditas,
hukum, reputasi, kepatuhan, pasar dan stratejik)
b. Meningkatkan disiplin ketaatan dan kepatuhan dengan pembentukan unit
kerja kepatuhan yang bertanggung jawab memantau dan mengawasi
operasional KSP LiMa Garuda , termasuk pemenuhan komitmen sesuai hasil
Audit Kemenkop
c. Meningkatkan kualitas tata kelola koperasi yang baik, melalui komitmen
disemua tingkat organisasi dan disiplin penegakan serta penerapannya
8. Bidang Pengawasan & Pengendalian
Pengawas Koperasi sesuai ketentuan perkoperasian
b. Meningkatkan peran dan fungsi auditor internal KSP LiMa Garuda, tidak
hanya bersifat ex-post namun juga ex-ante
c. Menerapkan prinsip “three lines of defense”, untuk mencegah potensi fraud
Rencana Perbaikan operasional dan kinerja usaha, tidak hanya menyangkut KSP LiMa Garuda, namun melibatkan semua perusahaan yang terafiliasi yang termasuk dalam kelompok usaha LiMa Rachmat Sejahtera (LRS). Dengan demikian diharapkan ke depan koperasi ini dapat memenuhi kewajiban kepada seluruh kreditur KSP LiMa Garuda, dengan rencana sebagai berikut:
PT Lima Anugerah Assetindo (LAA), selain melanjutkan pembangunan dan penjualan seanyak 585 unit rumah sebagaimana tercantum dalam tabel dibawah, juga akan berekspansi untuk menyediakan perumahan karyawan pabrik di sekitar lokasi lahan, instansi negara yang memerlukan perumahan untuk karyawanya. Untuk target pasar karyawan pabrik maupun instansi pemerintah, LAA sudah memiliki kandidat yang dapat ditindaklanjuti.
PT Lima Ventura (LV), bersama Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) akan fokus untuk mendapatkan dana investasi, baik melalui pencatatan di papan akselerasi, maupun dana dari penjualan saham Seri B ataupun Seri C. Selain mendapatkan keuntungan investasi dari kenaikan nilai saham PPU, LiMa Ventura juga akan meningkatkan kapasitasnya untuk penyaluran kredit usaha serta pertukaran portfolio investasi agar dapat menghasilkan arus kas yang lebih baik serta kinerja investasi yang lebih menguntungkan. Dapat lebih kami jelaskan PPU, sebagai berikut:
1. Velospace, melayani solusi menyeluruh untuk design interior, arsitektur hingga pelaksanaan pembangunan maupun renovasi, dengan perencanaan kedepan: a. Target pasar untuk mencapai 15 kota, dengan area fokus pada Jabodetabek b. Kolaborasi baik dengan penyedia material bangunan serta furnitur
(persegi.co.id) c. Melengkapi layanan dengan menambahkan jasa arsitektur
d. Melakukan langkah untuk mendapatkan partner strategis baik dengan pengembang, pemilik tanah maupun perusahaan pemelihara bangunan
e. Melengkapi sertifikasi perusahaan SIUJK, agar bisa mengikuti tender resmi, baik proyek pemerintah maupun swasta
f. Penguatan brand, dengan melakukan kampanye di media sosial lebih masif
2. Gorry Gourmet, adalah penyedia makanan sehat, dengan kelezatan makanan yang terjaga serta nutrisi yang terkandung sangat bermanfaat. Langkah-langkah yang akan dilakukan kedepan adalah: a. Memperkuat “ekosistem” didalamnya termasuk; petunjuk & pemantauan pola
hidup sehat, konsultasi pakar, katalog makanan sehat, program kesehatan pekerja
b. ekspansi ke berbagai kota di Indonesia c. Memperluas cakupan pelatihan; psikolog, mindfullness coach, personal trainer d. Menggunakan gawai untuk memantau pola hidup sehat (jam tanagn pintar) e. Menambah layanan dengan broker asuransi f. Dengan analisa data yang ada, dapat membuat produk makanan kesehatan
3. Voyej, produsen aksesoris kulit, dengan design yang sangat ekslusif, perencanaan kedepan adalah sebagai berikut: a. Perombakan organisasi menjadi lebih efisien dan efektif b. Melakukan fokus pasar ke pasar A & B, sehingga dapat menaikan harga jual c. Mencari bahan baku dalam negeri yang baik d. Membuat produk baru e. Kampanye media sosial lebih ditingkatkan, serta penambahan outlet bila
diperlukan
4. Zicare, adalah system informasi manajemen pelayanan kesehatan, mencanangkan rencana kedepan sebagai berikut: a. Membuat ekosistem yang berkenaan dibidang pelayanan kesehatan b. Sebagai badan manajemen & pantauan Covid-19 c. Analisa data diri ekosistem d. Manajemen data rekaman kesehatan e. Menggunakan gawai & IOT sebagai alat monitor kesehatan f. Mengelola data kesehatan secara nasional g. IPO
PT Logan Ahwaya Nusantara (LAN), memiliki empat pelanggan tetap yang sudah dilayani dalam waktu yang cukup lama dan kerjasama akan segera dikembangkan agar menjadi lebih besar. Untuk itu, beberapa kandidat partner strategis yang dapat bersama-sama mengembangkan LAN, sudah teridentifikasi. Perencanaan kedepan dapat terlihat dalam grafik dibawah ini.
H. Target Penerimaan
Untuk mempercepat dan memaksimalkan pembayaran, KSP LiMa Garuda mengoptimalisasi target penerimaan sesuai dengan rencana bisnis ke depan, antara lain: 1. Untuk mempercepat dan memaksimalkan pembayaran, KSP LiMa Garuda akan
mengoptimalisasi target penerimaan sesuai dengan rencana bisnis KSP LiMa Garuda, antara lain:
a. Memaksimalkan bisnis utama sebagai Koperasi Simpan Pinjam (organik) dengan penambahan anggota baru dan penambahan simpanan anggota lama.
b. Penambahan mitra untuk penyaluran pinjaman bagi anggota dan umkm baik dengan Bank maupun lembaga keuangan pemerintah non bank
c.…