RENCANA PENGELOLAAN HUTAN JANGKA PANJANG KPH kphl.sim- .Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang

download RENCANA PENGELOLAAN HUTAN JANGKA PANJANG KPH kphl.sim- .Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang

of 178

  • date post

    15-Jun-2019
  • Category

    Documents

  • view

    251
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of RENCANA PENGELOLAAN HUTAN JANGKA PANJANG KPH kphl.sim- .Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang

RENCANA PENGELOLAAN HUTAN

JANGKA PANJANG KPH MODEL LINTAS

(UNIT XXII)

PROVINSI SUMATERA UTARA

PERIODE TAHUN 2015 - 2024

MEDAN, DESEMBER 2014

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

DINAS KEHUTANAN

KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN UNIT XXII Jl. Bukit Barisan No. 19/21 E BALIGE Telp/Fax (0632)..

email :

RENCANA PENGELOLAAN HUTAN

JANGKA PANJANG KPH MODEL LINTAS

(UNIT XXII)

PROVINSI SUMATERA UTARA

PERIODE TAHUN 2015 - 2024

Mengetahui :

KEPALA DINAS KEHUTANAN

PROVINSI SUMATERA UTARA

NIP: ........................................................

Disusun Oleh :

KEPALA

KPH UNIT XXII

..................................................................

NIP:

Disahkan di Jakarta

Tanggal :

An. MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA

KEPALA PUSAT PENGENDALIAN

PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL I,

.........................................................

NIP : .....................................

Rencana Pengelolaan Hutan

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Maksud dan Tujuan

C. Sasaran

D. Dasar Hukum

E. Ruang Lingkup

F. Batasan Pengertian

Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHL Model Lintas Unit XXII Provinsi Sumatera Utara 2015-2024

- 2 -

A. Latar Belakang

Pembangunan Kehutanan diselenggarakan berdasarkan azas manfaat dan lestari,

kerakyatan, kebersamaan, keterbukaan dan keterpaduan dengan tujuan untuk sebesar-

besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan, sebagaimana

diamanahkan dalam Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Salah

satu bentuk konkret kebijakan yang diinisiasi oleh pemerintah pusat melalui

kementerian kehutanan adalah kebijakan mengenai pembentukan Kesatuan Pengelolaan

Hutan (KPH) sebagai sebuah unit pengelolaan hutan ditingkat tapak. Untuk

mewujudkan pengelolaan hutan lestari, maka seluruh kawasan hutan terbagi ke dalam

unit-unit Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang merupakan wilayah pengelolaan hutan

terkecil sesuai fungsi pokok dan peruntukannya yang dapat dikelola secara efisien dan

lestari. Pembentukan wilayah pengelolaan hutan dilakukan pada tingkat provinsi,

kabupaten/kota serta pada tingkat unit pengelolaan.

Untuk melaksanakan misi pengurusan hutan di era otonomi daerah, pemerintah

pusat meluncurkan berbagai kebijakan yang diharapkan dapat mendorong terwujudnya

kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat, serta sekaligus mengakomodir tuntutan

dan kepentingan pemerintah daerah. Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 2007 jo

Peraturan Pemerintah No. 3 tahun 2008 mengamanatkan Pembentukan Kesatuan

Pengelolaan Hutan. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) adalah wilayah pengelolaan

hutan sesuai dengan fungsi pokok dan peruntukkannya yang dapat dikelola secara

efisien dan lestari. KPH bertujuan untuk menyediakan wadah bagi terselenggaranya

kegiatan pengelolaan hutan secara efisien dan lestari. Pembentukan Organisasi

Kelembagaan KPH merupakan Prioritas Pembangunan Nasional dalam Inpres Nomor 3

tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang berkeadilan. Dengan PP tersebut

diatas, maka seluruh pengelolaan hutan di Indonesia diarahkan pengelolaannya

dilaksanakan oleh sebuah organisasi kelembagaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)

yaitu pengelolaan hutan yang sesuai dengan fungsi pokok dan peruntukannya yang

dapat dikelola secara efisien dan lestari sesuai dengan kondisi ekologis, sosial, ekonomi

dan budaya masyarakat sekitar hutan. Keberadaan KPH menjadi semakin kuat dengan

I. PENDAHULUAN

Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHL Model Lintas Unit XXII Provinsi Sumatera Utara 2015-2024

- 3 -

dikeluarkannya Permendagri No. 61/2010 yang mengamanatkan bentuk organisasi

KPH yang sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah, ditetapkan dengan

Peraturan Daerah, dan bertanggung jawab kepada Gubernur atau Bupati/ Walikota

melalui Sekretaris Daerah. Kebijakan sektor kehutanan dalam Rencana Kerja Prioritas

tahun 2013 dalam bidang sumberdaya alam dan lingkungan hidup menyebutkan bahwa

untuk mempercepat penyelesaian persoalan-persoalan dalam pengelolaan hutan maka

harus dilakukan percepatan terhadap operasionalisasi KPH (Bappenas, 2012).

Kegiatan pengelolaan hutan merupakan usaha untuk mewujudkan pengelolaan hutan

lestari berdasarkan tata hutan, rencana pengelolaan, pemanfaatan hutan, rehabilitasi

hutan, perlindungan hutan dan konservasi. Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan

Republik Indonesia Nomor: SK.102/Menhut-II/2010 tanggal 5 Maret 2010 tentang

Penetapan Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) dan Kesatuan

Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Provinsi Sumatera Utara, ditetapkan wilayah

Kesatuan Pengelolaan Hutan di Provinsi Sumatera Utara seluas kurang lebih 3.196.381

ha yang terdiri dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) sebanyak 14 unit

seluas kurang lebih 1.364.497 ha dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP)

sebanyak 19 unit seluas kurang lebih 1.831.884 ha. Selanjutnya, berdasarkan Surat

Keputusan Menteri Kehutanan Nomor. 992/Menhut-II/2013 tentang penetapan wilayah

Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Model Lintas Unit XXII Luasnya kurang

lebih 116.227 ha (Seratus enam belas ribu dua ratus dua puluh tujuh) dengan rincian

HL seluas kurang lebih .............. Ha; HPT seluas kurang lebih ................ Ha; HP

seluas kurang lebih ................... Ha. Luasan tersebut masih mengacu pada SK Menteri

Kehutanan No. 44 Tahun 2005.

Pada tanggal 24 Juni 2014, Menteri Kehutanan RI Mengeluarkan SK Nomor :

SK.579/Menhut-II/2014 mengenai Kawasan Hutan di Sumatera Utara. Berdasarkan SK

tersebut, maka luas KPHL Model Lintas Unit XXII Provinsi Sumatera Utara yang

semula kurang lebih 116.227 ha berdasarkan Peta Penetapan KPHL Model Lintas SK

Nomor SK.992/MENHUT-II/2013, menyesuaikan dengan SK baru Nomor

SK.579/MENHUT-II/2014 tentang kawasan hutan di Sumatera Utara menjadi seluas

kurang lebih 99.508,04 Ha dengan rincian HL seluas kurang lebih .......... Ha, HPT

seluas kurang lebih ............... Ha, dan HP seluas kurang lebih ................... Ha.

Saat ini pengelolaan hutan khususnya kelompok hutan lindung dan produksi

menghadapi persoalan, yaitu terjadinya degradasi dan deforestasi yang disebabkan oleh

Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHL Model Lintas Unit XXII Provinsi Sumatera Utara 2015-2024

- 4 -

aktifitas penebangan liar (illegal logging) karena didorong adanya permintaan yang

tinggi terhadap kayu dan hasil hutan lainnya baik di pasar lokal, nasional dan global,

Perambahan lahan (land occupation) juga menjadi persoalan dengan semakin tingginya

kebutuhan lahan untuk pemukiman dan perkebunan terutama sawit dan karet.

Akibatnya terjadi konversi kawasan hutan secara permanen. Kondisi ini akan

meningkatkan upaya penggunaan kawasan hutan di luar sektor kehutanan melalui

pinjam pakai kawasan hutan. Pengelolaan hutan di masa lalu yang kurang

memperhatikan prinsip-prinsip Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) karena lebih bertumpu

pada aktifitas pemanenan hasil hutan ternyata telah membawa dampak yang besar

terhadap kerusakan hutan. Keberadaan hutan lindung yang merupakan ekosistem

dominan kawasan KPHL Model Lintas Unit XXII Provinsi Sumatera Utara semakin

terancam.

Dengan adanya tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan hutan, maka pada

tingkat tapak diperlukan perencanaan pengelolaan. Perencanaan pengelolaan KPH

memerlukan kuantifikasi dan formulasi strategi dan program kerja, struktur organisasi

dan aspek finansial untuk menyiapkan kondisi pemungkin pelaksanaan agar dapat

dimonitoring, dilaporkan dan diverifikasi dalam suatu basis unit-unit kelestarian yang

permanen. Dengan adanya rencana pengelolaan jangka panjang maka akan

memudahkan penyusunan rencana pengelolaan jangka pendek yang lebih terukur.

RPH-JP KPH harus tepat, handal, luwes, dan mampu menghadapi perubahan/ dinamika

tatanan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat yang sulit diduga. Dalam kerangka

inilah maka perlu disusun Rencana Pengelolaan Jangka Panjang KPHL Model Lintas

Unit XXII Provinsi Sumatera Utara sebagai acuan rencana kerja di tingkat tapak dalam

bentuk unit unit pengelolaan hutan (KPH) yang akan mengelola hutan secara

terintegrasi melalui kaidah-kaidah pengelolaan hutan yang dapat menjamin

keberlangsungan fungsinya (sustainable forest management) sebagaimana yang

dimandatkan dalam peraturan perundang-undangan. RPH-JP ini akan menjadi rencana

induk dan roh penggerak seluruh aspek kegiatan pengelolaan hutan jangka panjang (10

tahunan) untuk periode 2015-2024, yang memuat unsur-unsur tujuan yang akan dicapai,

kondisi yang dihadapi, dan strategi pengembangan pengelolaan hutan, meliputi; tata

hutan, rehabilitasi dan reklamasi hutan, pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan,

serta perlindungan hutan dan konservasi alam KPHL Model Lintas Unit XXII Provinsi

Sumatera Utara. Seluruh kegi