REKONSEPTUALISASI KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM ...

download REKONSEPTUALISASI KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI   KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM ...

of 170

  • date post

    09-Apr-2019
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of REKONSEPTUALISASI KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM ...

1

REKONSEPTUALISASI KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI

DALAM UPAYA MEMAKSIMALKAN FUNGSI MAHKAMAH

KONSTITUSI SEBAGAI THE GUARDIAN OF CONSTITUTION

TESIS

Disusun Dalam Rangka Memenuhi Persyaratan Program Magister Ilmu

Hukum

Oleh:

Heru Setiawan, S. H.

11010116410086

PEMBIMBING :

Dr. Fifiana Wisnaeni, S.H., M. Hum.

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU HUKUM

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS DIPONEGORO

2017

2

LEMBAR KEASLIAN TESIS

Dengan pernyataan ini saya menyatakan bahwa tesis yang saya tulis dengan judul

REKONSEPTUALISASI KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI

DALAM UPAYA MEMAKSIMALKAN FUNGSI MAHKAMAH KONSTITUSI

SEBAGAI THE GUARDIAN OF CONSTITUTION adalah benar merupakan hasil

karya intelektual mandiri, diselesaikan tanpa menggunakan bahan-bahan yang tidak

diijinkan dan bukan merupakan karya pihak lain yang saya akui sebagai karya sendiri.

Semua sumber referensi yang dikutip dan yang dirujuk telah ditulis dengan lengkap

pada Daftar Pustaka.

Apabila di kemudian hari diketahui terjadi penyimpangan dari pernyataan

yang saya buat, maka saya siap menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Semarang, 22 November 2017

Heru Setiawan

3

Motto

Hidup Hanya Sekali, Harus Berarti, karena Sesudahnya

Mati

Tesis ini Kupersembahkan Untuk:

Agamaku sebagai penerang hidupku

Para Pejuang Keadilan Untuk Kaum Marjinal

Almamaterku Tercinta

4

KATA PENGANTAR

Puji syukur peneliti ucapkan kedirat Allah SWT, atas limpahan rahmad,

karunia serta hidayah Nya. Peneliti akhirnya dapat menyelesaikan tesis dengan

judul REKONSEPTUALISASI KEWENANGAN MAHKAMAH

KONSTITUSI DALAM UPAYA MEMAKSIMALKAN FUNGSI

MAHKAMAH KONSTITUSI SEBAGAI THE GUARDIAN OF

CONSTITUTION. Tesis ini ditulis sebagai persyaratan untuk mendapatkan gelar

Magister Hukum. Program Hukum Kenegaraan Magister Ilmu Hukum Universitas

Diponegoro. Shalawat beserta salam penulis sampaikan untuk Rasulullah

Muhammad SAW, yang telah membawa ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi

umatnya dan dijadikan sebagai tauladan dalam menjalani hidup untuk meraih

kesuksesan dunia dan akhirat.

Terima Kasih yang tak terhingga penulis sampaikan kepada kedua orang tua,

Ayahanda Zulkifli, Ibunda Marliyus, adik penulis Cici Andhika Putri, S.KH atas dorongan

semangat, cinta, doa dan kasih sayang tak pernah henti dicurahkan bagi penulis. Terima

Kasih sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada ibu Dr. Fifiana Wisnaeni, S.H., M.

Hum. pembimbing yang telah banyak masukan dan arahan dalam penulisan tesis serta

meluangkan waktu serta tenaga untuk membimbing penulis. Selain itu dengan selesainya

tesis ini penulis juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

1. Prof. Dr.Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. sebagai Rektor Universitas Diponegoro.

2. Prof. Dr. Suteki, S.H., M.Hum. Sebagai Ketua Program Magister Ilmu Hukum

Universitas Diponegoro.

3. Bapak dan Ibu Dosen Program Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas

Diponegoro. Serta seluruh staf biro Program Magister Ilmu Hukum Fakultas

Hukum Universitas Diponegoro atas pelayanannya selama ini.

4. Novia Mungawanah, S.H. yang menjadi sumber semangat dan inspirasi penulis

5

5. Sahabat-Sahabat Penulis di Magister Ilmu Hukum Program Hukum Kenegaraan:

bg tingkir, Adhi, Acep, Mas Miftah, Rambol, Mbak Amrina, Soer, Prista, Oskar, bg

beruk, Paul, Rois, Mas Eka, Mael, Julio, Edo, Satya dan bg Dimas, yang banyak

memberikan pelajaran hidup kepada penulis.

6. Sahabat-Sahabat di Lembaga Bantuan Hukum (LBH-YLBHI) Semarang: Pak Dir

Jaynal, bg Rizki, Bg Ivan, Etik, Mbak Irna, Niko, Samuel, Indah, Mbak Yuli, Mas

Yuyun, Mas Slamet dengan semangat memberikan bantuan hukum struktural.

7. Sahabat-Sahabat Serikat Pravolunter: Gerry, Meilani, Takim, Herdin, Ananta,

Julio, Paus, Teot, Riza di Lembaga Bantuan Hukum (LBH-YLBHI) Semarang

Persahabatan kita akan tetap abadi walaupun kita sudah berpisah jalan.

8. Saudara-Saudarku Alumni MPM KM Unand Periode 2015/2017: Kak Fia, Bg Arga,

Bg Wiky, Gita, Ferdian, Ryan, Fitra, Yusra, Bobby, Nanu, Rafben, Ary, Nofry, Putri,

Relvi, Rani, Dini,Kiki, Gita, Wira, Wisnu dan Ody

9. Sahabat Grup FKSS: Aulia, Ripo,Romel,Desi, Febrika, Mustika, Suci, Muthia, Arif

Rahman, Zikra, Ambara yang telah memberikan banyak hiburan melalui candaan

ataupun nasehat sesekali kepada penulis.

10. Teman-Teman Fakir Asmara: Ayu, Eka, Kiki, Ijen, Frendi, Dini, Ina, Reyhan,

Vandra, Vira yang terus berjuang tanpa lelah mencari jodoh.

11. Last, but not least untuk keluarga besar Penulis: Tek Ef, Tek Peri, Tek Yanti,

Pakwo Am, Pektek Win, Da Indang, Da Alis, Da Imam

. Karenanya, kepada mereka semualah tesis ini secara khusus didedikasikan.

Semoga Tesis ini dapat memberi manfaat bagi perubahan bangsa ini dan terkhusus

ketatanegaraan Indonesia. Amin. Wasslam.

Semarang, 22 November 2017

Heru Setiawan

6

ABSTRAK

Mahkamah Konstitusi memliki fungsi sebagai The Guardian Of Constitution

atau sebagai penjaga dari konstitusi. Usaha menjaga konstitusi berarti melindungi

konstitusi dari segala macam upaya untuk melanggar konstitusi. Dalam

mewujudkan fungsi ini dijabarkan kedalam tugas dan kewenangan dari

Mahkamah Konstitusi. Namun dalam perkembangan ketatatanegaraan terbaru,

upaya menjaga konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 24C ayat (1) UUD

1945 masih belum mewadahi seluruh jenis pelanggaran terhadap konstitusi

terutama terhadap hak konstitusional. Pelanggaran hak konstitusional yang belum

terwadahi adalah pelanggaran oleh lembaga publik akibat tindakan hukumnya

terhadap hak konstitusional warga negara yang lazim disebut constitutional

complaint. Selanjutnya upaya pelanggaran yang belum terwadahi adalah

mengenai pertanyaan tentang konstitusionalnya penerapan suatu hukum oleh

hakim dan perbuatan lembaga negara yang lazimnya disebut dengan constitutional

question. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis

pentingnya constitutional complaint dan constitutional question diterapkan oleh

Mahkamah Konstitusi Indonesia dan untuk menganalisis tatacara perubahan

kewenangan Mahkamahg Konstitusi.

Penulisan hukum ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif.

Untuk memperoleh data digunakan studi kepustakaan. Data yang digunakan

merupakan data sekunder seperti literatur, artikel dan tulisan para ahli hukum tata

negara. Bahan Hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer seperti

aturan-aturan tertulis yang diberlakukan negara meliputi Undang-Undang,

Keputusan Presiden, dan Putusan Mahkamah Konstitusi yang berlaku di

Indonesia. Adapun bahan hukum tersier yang digunakan untuk menunjang

penulisan hukum seperti surat kabar, kamus, internet dan sebagainya. Untuk

melengkapi bahan hukum tersebut, adapun wawancara sebagai bahan pendukung.

Sudah Selayaknya Mahkamah Konstitusi membuka kewenangan untuk

menyelesaikan sengketa constitutional complaint dan constitutional question. Hal

ini didasarkan akan kebutuhan akan pelaksanaan fungsi Mahkamah Konstitusi

sebagai pengawal konsitusi. Banyaknya perkara-perkara berkaitan dengan

constitutional complaint dan constitutional question menjadi permasalahan

tersendiri jika belum ada wadah untuk menyelesaikannya di Mahkamah Konstitusi

dalam memaksimalkan fungsi sebagai The Guardian Of Constitution atau sebagai

penjaga dari konstitusi. Perubahan kewenangan Mahkamah Konstitusi dapat

dilakukan dengan Perubahan UUD 1945 Pasal 24C ayat (1), bisa juga perubahan

melalui UU Mahkamah Konstitusi, UU Kekuasaan Kehakiman Pasal 29 ayat (1)

huruf e dengan menambahkan kewenangan mengadili perkara constitutional

complaint dan constitutional question.

Kata Kunci: Mahkamah Konstitusi, constitutional complaint dan constitutional

question

7

ABSTRACT

The Constitutional Court has the function of The Guardian of

Constitution or as the guardian of the constitution. The effort to safeguard the

constitution means protecting the constitution from all sorts of attempts to violate

the Constitution. In realizing this function is translated into the duties and

authorities of the Constitutional Court. However, in the development of the latest

law, the effort to safeguard the constitution as set forth in Article 24C Paragraph

(1) of the 1945 Constitution has not yet accommodated all types of violations

against the Constitution, especially on constitutional rights. A violation of

unconstrained constitutional rights is a violation by a public institution due to its

legal action against the constitutional rights of a citizen commonly called

constitutional complaint. Furthermore, the unlawful violation effort is about the

question of the constitution