Regresi Linear dan Non Linear

download Regresi Linear dan Non Linear

of 19

  • date post

    02-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    568
  • download

    31

Embed Size (px)

Transcript of Regresi Linear dan Non Linear

  • 8/10/2019 Regresi Linear dan Non Linear

    1/19

    1

    REGRESI LINEAR DAN NON LINEAR

    Disusun untuk Melengkapi Tugas Individu Mata Kuliah

    Metode Kuantitatif

    Disusun oleh:

    Fika Andita Riani 115040100111186

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    FAKULTAS PERTANIAN

    PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

    MALANG

    2014

  • 8/10/2019 Regresi Linear dan Non Linear

    2/19

    2

    I. PENDAHULUAN

    1.1.Latar Belakang

    Beras merupakan salah satu padi-padian paling penting di dunia untuk konsumsimanusia. Beras merupakan makanan pokok di Indonesia. Sebanyak 75% masukan kalori

    harian masyarakat di negara-negara Asia tersebut berasaldari beras. Mengingat perannya

    sebagai komoditas pangan utama masyarakat Indonesia, tercapainya kecukupan produksi

    beras nasional sangat penting sebagai salah satu faktor yang meproduk marjinalengaruhi

    terwujudnya ketahanan pangan nasional. Beras sebagai bahan makanan pokok

    tampaknya tetap mendominasi pola makan orang Indonesia. Hal ini terlihat dari tingkat

    partisipasi konsumsi di Indonesia yang masih diatas 95% (Fajar Andi Marjuki, 2008).

    Untuk produksi padi, di Indonesia memiliki beberapa provinsi yang menjadi

    kantong-kantong penyedia padi, salah satunya adalah propinsi Jawa Tengah. Sebagai

    kantong produksi padi nasional, produktivitas lahan di Jawa Tengah untuk komoditas

    beras sangat tinggi. Selain itu Jawa Tengah maproduk marjinalu surplus produksi,

    dimana kebutuhan beras di Jawa Tengah tercukupi dan bahkan maproduk marjinalu

    memasok kekurangan beras nasional. Produksi padi Jawa Tengah memberikan kontribusi

    antara 15-17% terhadap produksi beras nasional, sehingga perubahan yang terjadi dalam

    kuantitas produksinya akan meproduk marjinalengaruhi secara signifikan ketersediaan

    beras di tingkat nasional (Rizal Zulmi, 2011).

    Lahan adalah bagian dari bentang alam (landscape) yang mencakup pengertian

    lingkungan fisik (iklim, topografi, hidrologi, bahkan keadaan fegetasi alami) yang

    semuanya secara potensial akan berpengaruh terhadap penggunaan lahan. Penggunaan

    lahan dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan besar yaitu penggunaan lahan

    pertanian dan penggunaan lahan bukan pertanian. Pengunaan lahan yang paling luas

    adalah untuk sektor pertanian yang meliputi penggunaan untuk pertanian tanaman

    pangan pertanian tanaman keras untuk kehutanan maupun untuk padang penggembalaan

    dan perikanan. Oleh karna itu lahan memiliki nilai ekonomis dan nilai pasar yang tinggi

    karena menghasilkan barang-barang pemuas kebutuhan manusia akibat semakin

    meningkatnya jumlah penduduk dan perkembangan dibidang ekonomi (Arsyad, 1989).

    Menurut Swastika et al (2007), salah satu penyebab berfluktuasinya produksi

    padi nasional antara lain yaitu konversi lahan (sawah irigasi dan tadah hujan) menjadi

    areal pemukiman terus berlangsung di Pulau Jawa mengakibatkan pertumbuhan produksi

    padi cenderung menurun. Ironisnya, laju konversi lahan pertanian tidak bisa dikurangi,

  • 8/10/2019 Regresi Linear dan Non Linear

    3/19

    3

    bahkan terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini sejalan dengan pesatnya urbanisasi

    yang didorong oleh peningkatan pendapatan per kapita dan imigrasi dari pedesaan ke

    perkotaan serta industrialisasi.

    Luas lahan sangat mempengaruhi produksi beras. Apabila luas lahan semakinluas maka produksi beras akan semakin meningkat. Sebaliknya apabila luas lahan

    semakin seproduk marjinalit maka produksi beras akan semakin sedikit. Keberadaan

    lahan sangat penting dalam menunjang kegiatan produksi hasil pertanian. Oleh karena

    itu, dalam praktikum metode kuantitatif ini akan membahas sebaran data luas lahan dan

    produksi total beras serta seberapa besar pengaruh luas lahan terhadap produksi total

    beras.

    1.2.Tujuan

    1. Untuk mengetahui tingkat distribusi normalitas data produksi total beras

    2. Untuk mengetahui hubungan dan seberapa besar pengaruh hubungan antara luas lahan

    dengan produksi total beras

  • 8/10/2019 Regresi Linear dan Non Linear

    4/19

    4

    II. METODE

    2.1.Uji Normalitas

    Uji normalitas adalah uji untuk mengukur apakah data yang didapatkan

    memiliki distribusi normal sehingga dapat dipakai dalam statistik parametrik (statistik

    inferensial). Dengan kata lain, uji normalitas adalah uji untuk mengetahui apakah data

    eproduk marjinalirik yang didapatkan dari lapangan itu sesuai dengan distribusi teoritik

    tertentu. Uji Kolmogorov Smirnov adalah pengujian normalitas yang banyak dipakai,

    terutama setelah adanya banyak program statistik yang beredar. Kelebihan dari uji ini

    adalah sederhana dan tidak menimbulkan perbedaan persepsi di antara satu pengamat

    dengan pengamat yang lain, yang sering terjadi pada uji normalitas dengan menggunakan

    grafik (Ilham Guntara, 2013).

    Konsep dasar dari uji normalitas Kolmogorov Smirnov adalah dengan

    membandingkan distribusi data (yang akan diuji normalitasnya) dengan distribusi normal

    baku. Seperti pada uji beda biasa, jika signifikansi di bawah 0,05 berarti terdapat

    perbedaan yang signifikan atau terdistribiusi tidak normal. Sedangkan jika signifikansi di

    atas 0,05 maka tidak terjadi perbedaan yang signifikan signifikan antara data yang akan

    diuji dengan data normal baku, artinya data yang diuji bernilai normal (Ilham Guntara,

    2013).

    2.2.Analisis Korelasi

    Menurut Walpole (1995), analisis korelasi adalah metode statistika yang

    digunakan untuk mengukur besarnya hubungan linear antara dua variabel atau lebih.

    Korelasi dilambangkan dengan r dengan ketentuan nilai r berkisar antara -1 r 1.

    Artinya, jika nilai korelasi mendekati 1 atau -1 berarti hubungan antara 2 variabel

    semakin kuat, sebaliknya jika nilai korelasi mendekati nol berarti hubungan antara 2

    variabel semakin lemah. Nilai positif menunjukkan hubungan yang searah yang

    menunjukkan jika variabel x naik maka variabel y juga akan naik dan nilai negatif

    menunjukkan hubungan terbalik yang menunjukkan jika variabel x naik maka variabel y

    akan turun.

  • 8/10/2019 Regresi Linear dan Non Linear

    5/19

    5

    Tabel 1. Tingkat Hubungan Koefisien Korelasi

    Interval Koefisien Tingkat Hubungan

    0,8001,000 Sangat Kuat

    0,6000,799 Kuat

    0,4000,599 Cukup Kuat0,2000,399 Lemah

    0,0000,199 Sangat Lemah

    Sumber: Sugiyono, 2007

    Dasar pengambilan keputusan dalam analisis korelasi adalah sebagai berikut:

    a. Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas Sig (0,05

    Sig) maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak signifikan.

    b. Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar dengan nilai probabilitas Sig (0,05 > Sig) maka

    H0 ditolak dan H1 diterima, artinya signifikan.

    2.3.Analisis Regresi

    Analisis regresi merupakan alat statistik yang banyak digunakan dalam berbagai

    bidang. Analisis tersebut bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen

    dan variabel independen. Ada tiga macam tipe dari analisis regresi. Tipe yang pertama

    adalah regresi linier sederhana yang berfungsi untuk mengetahui hubungan linier antara

    dua variabel, satu variabel dependen dan satu variabel independen. Tipe kedua adalah

    regresi linier berganda yang merupakan model regresi linier dengan satu variabel

    dependen dan lebih dari satu variabel independen. Tipe ketiga adalah regresi non linier

    yang berasumsi bahwa hubungan antara variabel dependen dan variabel independen tidak

    linier pada parameter regresinya (Jurnal Universitas Diponogoro, 2011).

    2.3.1.Regresi Linear

    Regresi linear adalah alat statistik yang dipergunakan untuk mengetahui

    pengaruh antara satu atau beberapa variabel terhadap satu buah variabel. Variabelyang mempengaruhi sering disebut variabel bebas, variabel independen atau

    variabel penjelas. Variabel yang dipengaruhi sering disebut dengan variabel terikat

    atau variabel dependen (Gujarati, 1995).

    Secara umum regresi linear terdiri dari dua, yaitu regresi linear sederhana

    yaitu dengan satu buah variabel bebas dan satu buah variabel terikat; dan regresi

    linear berganda dengan beberapa variabel bebas dan satu buah variabel terikat.

    Analisis regresi linear merupakan metode statistik yang paling jamak dipergunakan

    dalam penelitian-penelitian sosial, terutama penelitian ekonomi. Program komputer

  • 8/10/2019 Regresi Linear dan Non Linear

    6/19

    6

    yang paling banyak digunakan adalah SPSS (Statistical Package For Service

    Solutions).

    2.3.2.Regresi Non Linear

    Regresi non linier ialah bentuk hubungan atau fungsi di mana variabel

    bebas X dan atau variabel tak bebas Y dapat berfungsi sebagai faktor atau variabel

    dengan pangkat tertentu. Selain itu, variabel bebas X dan atau variabel tak bebas Y

    dapat berfungsi sebagai penyebut (fungsi pecahan), maupun variabel X dan atau

    variabel Y dapat berfungsi sebagai pangkat fungsi eksponen atau fungsi

    perpangkatan (Vihyuga, 2011).

    2.4.Metode dalam SPSS

    2.4.1.Uji Normalitas

    Tabel 2. Metode Uji Normalitas pada SPSS

    Masukkan datayang akan

    dianalisis dalamSPSS

    Klik VariabelView lalu ubahnama menjadinama variabel

    yang digunakan

    Klik AnalyzeKlik

    Descriptivestatistic

    Klik Explore

    Masukkanvariabel

    produksi danluas lahan kedalam kotak

    Dependent List

    Klik plotsKlik normalityplots with test

    Klik continue Klik OK

  • 8/10/2019 Regresi Linear dan Non Linear

    7/19

    7

    2.4.2.Analisis Korelasi

    Tabel 3. Metod