Refrat Trauma Abdomen, trauma abdomen

download Refrat Trauma Abdomen, trauma abdomen

of 37

  • date post

    29-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    279
  • download

    13

Embed Size (px)

description

refrat trauma abdomen, referat trauma abdomen, trauma abdomen, lapsus trauma abdomen.

Transcript of Refrat Trauma Abdomen, trauma abdomen

REFRAT TRAUMA ABDOMEN

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN 2BAB II TINJAUAN PUSTAKA 32.1 DEFINISI32.2 EPIDEMIOLOGI32.3 ANATOMI42.4 KLASIFIKASI62.5 ETIOLOGI72.6 PATOFISIOLOGI82.7 CEDERA ORGAN ABDOMEN92.8 GEJALA DAN TANDA KLINIK122.9 DIAGNOSIS132.10 PENATALAKSANAAN172.11 KOMPLIKASI192.12 PROGNOSIS20BAB III METODE PENELITIAN22BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 230. Angka Kejadian Trauma Abdomen 230. Distribusi Kasus Trauma Abdomen Berdasarkan Jenis Kelamin230. Distribusi Kasus Trauma Abdomen Berdasarkan Kelompok Umur240. Distribusi Kasus Trauma Abdomen berdasarkan Jenis Trauma250. Keadaan Patologi yang didapatkan Akibat Trauma Abdomen 260. Distribusi Kasus Trauma Abdomen Berdasarkan Penyebab Trauma280. Keadaan Patologi yang Didapatkan Berdasarkan Penyebab Trauma Abdomen390. Angka Mortalitas Trauma Abdomen 30BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 32

BAB IPENDAHULUAN

Insiden trauma abdomen meningkat dari tahun ke tahun. Mortalitas biasanya lebih tinggi pada trauma tumpul abdomen dari pada trauma tembus. Walaupun tehnik diagnostik baru sudah banyak dipakai, misalnya Computed Tomografi, namun trauma tumpul abdomen masih merupakan tantangan bagi ahli klinik.Diagnosa dini diperlukan untuk pengelolaan secara optimal. Evaluasi awal sangat bermanfaat tetapi terkadang cukup sulit karena adanya jejas yang tidak jelas pada area lain yang terkait.Di Eropa, sebagian besar trauma abdomen disebabkan oleh trauma tumpul, terutama karena kecelakaan lalu lintas, terjatuh, kekerasan, kekerasan terhadap diri sendiri. Luka tembus, luka tembak, paling sering terjadi di Amerika Serikat sedangkan luka tusuk lebih umum terjadi di Finlandia dan Afrika Selatan.Pasien mungkin juga memiliki trauma organ abdomen dalam bahkan jika luka tikam atau luka tembak masuk di luar daerah perut depan, seperti di punggung, pinggang, pantat, perineum, paha atas, dada bawah atau setelah lengan.Penatalaksanaan trauma abdomen sampai sekarang masih merupakan bahan diskusi dalam Ilmu Bedah, dari tindakan yang konservatif sampai tindakan yang radikal. Akhir-akhir ini terdapat kecenderungan untuk lebih selektif dalam melakukan tindakan laparotomi pada trauma abdomen. Kematian pada trauma abdomen tidak hanya ditentukan oleh beratnya trauma atau adanya trauma penyerta, tetapi juga oleh keterlambatan dalam menegakkan diagnosis. Kematian biasanya disebabkan oleh perdarahan atau peradangan dalam rongga peritoneum. Angka kematian ini dapat diturunkan melalui upaya pencegahan trauma dan penanggulangan optimal yang diberikan sedini mungkin pada korbannya.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

0. DEFINISITrauma merupakan kekerasan fisik yang mengakibatkan cedera. Trauma abdomen adalah trauma yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada organ abdomen yang dapat menyebabkan perubahan fisiologi sehingga terjadi gangguan metabolisme, kelainan immunologi dan gangguan faal berbagai organ

0. EPIDEMIOLOGIPada tahun 1990, sekitar 5 juta orang meninggal di seluruh dunia karena cedera (trauma). Resiko kematian karena trauma sangat bervariasi tergantung dari daerah, usia, dan jenis kelamin. Kematian karena trauma sekitar 12,5% dari seluruh kematian pada laki-laki dan pada perempuan hanya 7,4%. Pada tahun 2020, diperkirakan angka kematian di dunia akibat trauma akan mencapai 8,4 miliar dan salah satu penyebab tersebut adalah kecelakaan lalu lintas.National Pediatric Trauma Registry (2000) di Amerika Serikat melaporkan 8% pasien (total 25.301 pasien) mengalami trauma abdomen. Delapan puluh tiga persen (83%) dari trauma tersebut adalah karena trauma tumpul dan 59% dari trauma tumpul tersebut diakibatkan oleh cedera karena kecelakaan kendaraan. Penelitian yang serupa dari database trauma pasien dewasa menunjukkan bahwa trauma tumpul merupakan penyebab utama cedera intraabdomen dan kecelakaan kendaraan bermotor merupakan penyebab utama dari cedera tersebut. Trauma tumpul didapatkan sekitar 2/3 dari seluruh trauma tersebut.Dari seluruh kasus trauma abdomen di RSCM, trauma tembus akibat luka tusuk menempati tempat teratas (65%) diikuti oleh trauma tumpul. Lebih dari 50% trauma tumpul disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, biasanya disertai dengan trauma pada bagian tubuh lainnya. Di negara-negara yang mengharuskan penggunaan sabuk pengaman pada kendaraan, dikenal trauma tumpul yang disebabkan oleh sabuk pengaman ini yang disebut seat-belt syndrome. Trauma tumpul terutama terjadi di daerah pedesaan, sementara trauma tembus lebih sering terjadi di daerah perkotaan.0. ANATOMI2. Anatomi Luar 1. Abdomen depan Abdomen depan merupakan bidang yang dibatasi di bagian cranial oleh garis intermammaria, caudal oleh kedua ligamentum inguinale dan simfisis pubis serta di lateral oleh kedua linea axillaris anterior 1. Pinggang Merupakan daerah yang berada di antara linea axillaris anterior dan linea axillaris posterior, dari sela iga ke VI sampai crista iliaca. Di lokasi ini ada dinding otot yang tebal, berlainan dengan dinding otot yang tipis di bagian depan, menjadi pelindung terutama terhadap luka tusuk.1. Punggung Daerah ini berada di posterior dari linea axillaris posterior, dari ujung caudal scapula sampai crista iliaca. Otot-otot punggung dan otot paraspinal menjadi pelindung terhadap trauma tajam.2. Anatomi dalam1. Rongga peritoneum Peritoneum merupakan membran serosa tipis yang melapisi dinding cavitas abdominis dan cavitas pelvis serta meliputi visera abdomen dan pelvis. Peritoneum parietale melapisi dinding cavitas abdominis dan cavitas pelvis, sedangkan peritoneum visceral meliputi organ-organ. Rongga potensial di antara peritoneum parietalis dan visceralis disebut cavitas peritonealis.1. Rongga pelvis Merupakan ruangan yang terletak diantara aperture pelvis superior dan aperture pelvis inferior. Biasanya cavitas pelvis dibagi oleh diafragma pelvis yang terletak di atas dan perineum dibawahnya. Rongga ini terutama berisi organ urogenitalia.1. Rongga retroperitoneum Rongga potensial yang berada di belakang dinding peritoneum yang melapisi abdomen. Cedera pada organ dalam retroperitoneum sulit dikenali karena daerah ini jauh dari jangkauan pemeriksaan fisik dan biasanya cedera awalnya tidak akan menimbulkan gejala peritonitis. Rongga ini termasuk dalam bagian yang diperiksa sampelnya pada diagnostic peritoneal lavage (DPL).Ada dua macam cara pembagian topografi abdomen yang umum dipakai untuk menentukan lokalisasi kelainan, yaitu:1. Pembagian atas empat kuadran, dengan membuat garis vertikal dan horizontal melalui umbilikus, sehingga terdapat daerah kuadran kanan atas, kiri atas, kanan bawah, dan kiri bawah.1. Pembagian atas sembilan daerah, dengan membuat dua garis horizontal dan dua garis vertikal.1. Garis horizontal pertama dibuat melalui tepi bawah tulang rawan iga kesepuluh dan yang kedua dibuat melalui titik spina iliaka anteriorsuperior (SIAS).1. Garis vertikal dibuat masing-masing melalui titik pertengahan antara SIAS dan mid-line abdomen.1. Terbentuklah daerah hipokondrium kanan, epigastrium, hipokondrium kiri,lumbal kanan, umbilical, lumbal kiri, iliaka kanan, hipogastrium atau suprapubik, dan iliaka kiri.

Sumber:www.wikipedia.com

0. KLASIFIKASITrauma pada abdomen disebabkan oleh dua mekanisme yang merusak, yaitu: (1) trauma tumpul: merupakan trauma abdomen tanpa penetrasi ke dalam rongga peitonium. Luka tumpul pada abdomen bisa disebabkan oleh jatuh, kekerasan fisik atau pukulan, keselakaan kendaraan bermotor, cedera akibat berolah raga, benturan, ledakan, deselerasi, kompresi atau sabuk pengaman. Lebih dari 50% disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. (2) Trauma tembus: merupakan trauma abdomen dengan penetrasi ke dalam rongga peritoneum. Luka tembus pada abdomen disebabkan oleh tusukan benda tajam atau luka tembak.Berdasarkan organ yang terkena trauma abdomen dapat dibagi menjadi dua: (1) Trauma pada organ padat, seperti hepar, limpa (lien) dengan gejala utama perdarahan. (2) Trauma pada organ padat berongga seperti usus, saluran empedu dengan gejala utama adalah peritonitis.Trauma tumpul kadang tidak memberikan kelainan yang jelas pada permukaan tubuh tetapi dapat mengakibatkan kontusio atau laserasi jaringan atau organ dibawahnya. Trauma tumpul dapat berupa benda tumpul, perlambatan (deselerasi), dan kompresi. Benturan benda tumpul pada abdomen dapat menimbulkan cedera pada organ berongga berupa perforasi dan organ padat berupa laserasi.Trauma tembus dibagi menjadi luka tusuk dan luka tembak. Trauma tembus akibat peluru dibedakan antara jenis kecepatan rendah (low-velocity) dengan kecepatan tingg (high-velocity). Trauma tembus akibat peluru dengan kecepatan tinggi menimbulkan kerusakan yang lebih besar. Hampir selalu luka tembus akibat peluru mengakibatkan kerusakan pada organ-organ dalam abdomen. Bahkan luka peluru yang tangensial tanpa memasuki rongga abdomen dapat menimbulkan kerusakan organ-organ dalam abdomen akibat efek ledakan.

0. ETIOLOGIBerdasarkan penyebabnya trauma tumpul dibagi menjadai tiga yaitu: benturan karena benda tumpul, cedera kompresi, dan cedera perlambatan (deselerasi). Benturan karena benda tumpul dapat mengakibatkan perforasi pada organ visera berongga dan perdarahan pada organ visera padat. Pada cedera kompresi dapat mengakibatkan robekan dan hematoma pada organ visera padat. Selain itu cedera kompresi juga dapat mengakibatkan ruptur pada organ berongga karena peningkatan tekanan intraluminer. Peregangan dan ruptur pada jaringan ikat atau penyokong diakibatkan karena perlambatan atau deselerasi.Trauma akibat kecelakaan kendaraan sampai saat ini merupakan penyebab utama trauma tumpul abdomen pada populasi masyarakat. Kecelakaan antar kendaraan dan kendaraan dengan pejalan kaki menjadi penyebab pada 50-75% kasus. Penyebab yang jarang dari trauma tumpul abdomen antara lain trauma iatrogenic selama resusitasi cardiopulmonal, melakukan dorongan secara manual untuk membersihkan jalan napas, dan maneuver Heimlich.Trauma tembus dapat desebabkan oleh luka akibat terkena tembakan, luka akibat tikaman benda tajam dan