Refrat Stroke

Click here to load reader

  • date post

    27-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    222
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Stroke adalah sindrom yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak (GPDO) dengan awitan akut,disertai manifestasi klinis berupa defisit neurologi klinis dan bukan sebagai akibat tumor, trauma ataupun infeksi susunan saraf pusat.Stroke masih merupakan penyebab kecacatan nomer satu di dunia dan penyebab kematian nomer tiga di dunia. Dua pertigastroke terjadi di negara berkembang.pada masyarakat barat, 80% penderita mengalami stroke iskemik dan 20% mengalami stroke hemoragik. Insiden stroke meningkat seiring pertambahan usia.Tujuan utama dari rehabilitasi medis adalah memungkinkan penderita untuk kembali normal dan mendapatkan kemandirian dan produktivitas seoptimal mungkin. Penderita stroke biasanya memerlukan rehabilitasi yang komplek. Walaupun kemampuan fungsional dapat didapatkan kembali segera setelah serangan stroke, penyembuhan adalah proses yang terus menerus.

Transcript of Refrat Stroke

BAB II

Refrat

ASPEK REHABILITASI MEDIK PADA PASIEN STROKE

Oleh :

Ilma Rizkia R G0004017

Ari Prasetyo NG0004053

Noviana Amurwani P.R G0003142

Mabruratussania MG0004146

Firman Kusuma G0004099

Desi WidiyantiG0004073Andhika Arie PG0003047

Amelya Augustina AG0002030

Ipung Indri H G0004120

Kiki Dwi Qori AyatullohG0004132

LignawatiG0004139

Arif HidayatG0004054

Pembimbing

Dr. dr. Hj. Noer Rachma, Sp.RM

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN REHABILITASI MEDIK

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

RSUD DR MOEWARDI

SURAKARTA

2009

HALAMAN PENGESAHANRefrat ini disusun untuk memenuhi persyaratan Kepaniteraan Klinik Bagian Rehabilitasi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret / RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Refrat ini telah disetujui dan dipresentasikan :

Hari

: Kamis

Tanggal : 17 September 2009

Oleh :

Ilma Rizkia R

G0004017

Ari Prasetyo N

G0004053

Noviana Amurwani P.R

G0003142

Mabruratussania M

G0004146

Firman Kusuma

G0004099

Desi Widiyanti

G0004073

Andhika Arie P

G0003047

Amelya Augustina A

G0002030

Ipung Indri H

G0004120

Kiki Dwi Qori Ayatulloh

G0004132

Lignawati

G0004139

Arif Hidayat

G0004054

Mengetahui dan menyetujui

Pembimbing

Dr. dr. Hj. Noer Rachma, Sp.RM

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayatNya sehingga penulis mampu menyelesaikan refrat sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan kepaniteraan klinik di SMF Rehabilitasi Medik RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

Refrat ini dapat tersusun dengan baik berkat bimbingan, petunjuk, dan bantuan maupun sarana dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada:

1. Dr. dr. Hj. Noer Rachma, Sp.RM., selaku pembimbing sekaligus kepala bagian SMF Rehabilitasi Medik RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

2. Para staf SMF Rehabilitasi Medik selaku pembimbing pada SMF Rehabilitasi Medik

3. semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian refrat ini.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan refrat ini. Semoga saran dan koreksi dapat penulis jadikan masukan. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak.

Surakarta, September 2009

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHANii

KATA PENGANTARiii

DAFTAR ISIiv

BAB I PENDAHULUAN1

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. STROKE

Definisi2

Etiologi2

Jenis Stroke3

Faktor Resiko13

Patofisiologi14

Diagnosa17

Pemeriksaan Penunjang21

Tatalaksana26

Komplikasi28

B. REHABILITASI MEDIS PADA PASIEN STROKE

Tujuan Rehabilitasi Medis30

Progam dan Tim Rehabilitasi Medis Pasien Stroke31

Pola Pendekatan Rehabilitasi Medik Stroke33

Pedoman Dasar Penanganan Post Stroke

34

Program Post Stroke

37

Fisioterapi37

Okupasi terapi39

Speech terapi45

Terapi bladder48

Terapi Bowel49

Terapi ganguan integritas kulit50

Psikoterapi51BAB III KESIMPULAN61

DAFTAR PUSTAKA62

BAB I

PENDAHULUAN

Stroke adalah sindrom yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak (GPDO) dengan awitan akut,disertai manifestasi klinis berupa defisit neurologi klinis dan bukan sebagai akibat tumor, trauma ataupun infeksi susunan saraf pusat.Stroke masih merupakan penyebab kecacatan nomer satu di dunia dan penyebab kematian nomer tiga di dunia. Dua pertigastroke terjadi di negara berkembang.pada masyarakat barat, 80% penderita mengalami stroke iskemik dan 20% mengalami stroke hemoragik. Insiden stroke meningkat seiring pertambahan usia.

Tujuan utama dari rehabilitasi medis adalah memungkinkan penderita untuk kembali normal dan mendapatkan kemandirian dan produktivitas seoptimal mungkin. Penderita stroke biasanya memerlukan rehabilitasi yang komplek. Walaupun kemampuan fungsional dapat didapatkan kembali segera setelah serangan stroke, penyembuhan adalah proses yang terus menerus.BAB II

TINJAUAN PUSTAKAA. STROKEI. Definisi

Stroke menurut WHO tahun 1983 adalah sindroma klinis dengan gejala berupa gangguan fungsi otak secara fokal maupun global, yang dapat menimbulkan kematian atau kecacatan yang menetap lebih dari 24 jam, tanpa penyebab lain kecuali gangguan vaskular. Stroke adalah sindrom klinis yang awal timbulnya mendadak, progresif cepat, berupa defisit neurologis fokal yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian, dan semata-mata disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non traumatic (Arif Manjoer, 2000).

Stroke adalah cedera otak yang berkaitan dengan obstruksi aliran darah otak. Stroke dapat terjadi akibat pembentukan trombus disuatu arteri serebrum akibat embolus yang mengalir keotak dan tempat lain ditubuh atau akibat perdarahan otak (Elizabeth J. Corwin, 2001). Stroke adalah disfungsi neurology yang mempunyai awitan yang mendadak dan berlangsung 24 jam sehari sebagai akibat dari cedera cerebrovaskuler (Huddak and Gallo, 1996). Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh terhentinya supplay darah kebagian otak (Brunner and Suddarth, 2001).II. Etiologi a. Trombosis CerebralTerjadi pada pembuluh darah yang oklusi sehingga menyebabkan iskemik, jaringan otak yang dapat menimbulkan edema dan kongesti disekitarnya, trombosis biasanya terjadi pada orang tua yang tidur / bangun tidur. Hal ini dapat terjadi karena penurunan aktivitas simpatis dan penurunan tekanan darah yang dapat menyebabkan iksemik cerebral, tanda dan gejala neurologis yang memburuk dalam 48 jam setelah trombosis otak : atherosklerosis, buffer coagulasi pada polysitemia, arthiritis (radang pada otak).b. EmboliMerupakan penyumbatan balutan darah otak oleh bekuan darah, lemak, udara pada umumnya emboli berasal dari trombus di jantung yang terlepas dan menyumbat sistem arteri, cerebral emboli tersebut berlangsung cepat dan gejala timbul kurang dari 10-30 detik. Beberapa keadaan yang dapat menimbulkan emboli : katup-katup jantung yang rusak akibat Rhematic Heart Desease (RHO), miocard infark, fibrilasi, endocaditis.c. Hipoxia umum dan Hipoxia setempat

Hipoxia yang parah, cardiac pulmonary arrest, cardiac out put kurang akibat dari aritmia, spasme arteri otak serebral yang disertai sakit kepala, faktor resiko terjadinya stroke adalah DM, perokok, obesitas, peminum alkohol.d. Perdarahan intraserebral

Merupakan perdarahan di dalam jaringan otak

e. Perdarahan subarakhnoidal

Merupakan perdarahan di ruang subarakhnoid, yang disebabkan oleh karena pecahnya suatu aneurisma atau arterio-venous malformation.

III. Jenis Stroke 1. Klasifikasi Berdasarkan Penyebaba. Stroke Iskemik Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah. Penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur arteri yang menuju ke otak. Misalnya suatu ateroma (endapan lemak) bisa terbentuk di dalam arteri karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. Keadaan ini sangat serius karena setiap arteri karotis dalam keadaan normal memberikan darah ke sebagian besar otak. Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil.Arteri karotis dan arteri vertebralis beserta percabangannya bisa juga tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari tempat lain, misalnya dari jantung atau satu katupnya. Stroke semacam ini disebut emboli serebral, yang paling sering terjadi pada penderita yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung (terutama fibrilasi atrium).Emboli lemak jarang menyebabkan stroke. Emboli lemak terbentuk jika lemak dari sumsum tulang yang pecah dilepaskan ke dalam aliran darah dan akhirnya bergabung di dalam sebuah arteri. Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan menyempitnya pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan (misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke. Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak, yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan. Stroke bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. Hal ini terjadi jika seseorang mengalami kehilangan darah yang banyak karena cedera atau pembedahan, serangan jantung atau irama jantung yang abnormal.

Gambar 1. Stroke IskhemikSerangan Iskemik Sesaat (TIA)

Serangan Iskemik Sesaat (Transient Ischemic Attacks, TIA) adalah gangguan fungsi otak yang merupakan akibat dari berkurangnya aliran darah ke otak untuk sementara waktu. TIA lebih banyak terjadi pada usia setengah baya dan resikonya meningkat sejalan dengan bertambahnya umur. Kadang-kadang TIA terjadi pada anak-anak atau dewasa muda yang memiliki penyakit jantung atau kelainan darah.

Penyebabnya biasanya karena serpihan kecil dari endapan lemak dan kalsium pada dinding pembuluh darah (ateroma) bisa lepas, mengikuti aliran darah dan menyumbat pembuluh darah kecil yang menuju ke otak, sehingga untuk sementara waktu menyumbat aliran darah ke otak dan menyebabkan terjadinya TIA. Gejala TIA terjadi secara tiba-tiba dan biasanya berlangsung selama 2-30 menit, jarang sampai lebih dari 1-2 jam, tergantung kepada bagian otak mana yang mengalami kekuranan darah. Jika mengenai arteri yang berasal dari arteri karotis, maka yang paling sering ditemukan adalah kebutaan pada