Refrat Bipolar

download Refrat Bipolar

of 27

  • date post

    02-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    61
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Refrat Bipolar

Gangguan Bipolar : Sebuah UlasanAmy L. Price, MD, Eastern Virginia Medical School, Norfolk, VirginiaGabrielle R. Marzani-Nissen, MD, University Of Virginia School Of Medicine, Charlottesville, VirginiaAmerican Family Physician, Vol 85 Number 5, Maret 2012

Gangguan bipolar merupakan sebuah kondisi gangguan mental yang sering dijumpai, menimbulkan disabilitas dan dapat terjadi secara berulang dengan derajat keparahan yang berbeda-beda. Onset gangguan tersebut paling sering terjadi pada tahap akhir anak atau remaja awal. Jumlah pasien dengan gangguan bipolar diketahui lebih tinggi dibandingkan gangguan kesehatan mental dan kondisi medis umum lainnya. Deteksi dini dan penanganan gangguan bipolar akan meningkatkan prognosisnya. Penanganan episode mood tergantung pada gejala yang fase gejala yang tampak: mania, hipomania, stadium campuran, depresi, atau tahap pemeliharaan. Psikoterapi dan mood stabilizers, seperti litium, antikonvulsan, dan antipsikotik diberikan sebagai terapi first-line yang selanjutnya dapat diteruskan untuk menghindari kemungkinan terjadinya risiko relaps. Terapi tunggal dengan antidepresan dikontraindikasikan pada stadium campuran, episode manik, dan gangguan bipolar I. Terapi pemeliharaan melibatkan skrining terhadap adanya kemungkinan keinginan untuk bunuh diri atau penyalahgunaan obat, mengevaluasi kepatuhan terhadap pengobatan, dan mengenali komplikasi metabolik dari farmakoterapi. Manajemen aktif dari berat badan dapat menurunkan komplikasi dan meningkatkan kontrol terhadap lemak. Pasien dan pihak yang ikut mendukung mereka harus diberikan edukasi mengenai kambuhnya mood, keinginan bunuh diri, dan keefektifan intervensi segera dalam menurunkan komplikasi. (Am Fam Physician. 2012;85(5):483-493. Copyright 2012 American Academy of Family Physicians).Gangguan bipolar diketahui sering terdiagnosis pertama kali pada masa remaja atau awal dewasa setelah gejala sudah muncul selama beberapa tahun. Gejala yang tampak meliputi periode mania, hipomania, psikosis, atau depresi yang diselingi periode normal relatif. Gejala klinis yang tampak pada gangguan bipolar sangat bervariasi. Pasien jarang hanya memiliki episode tunggal, dan tingkat kekambuhannya lebih dari 70 persen dalam lima tahun. Walaupun gejala bipolar ditandai dengan adanya gejala manik atau hipomanik, kebanyakan pasien umumnya selalu mengalami depresi, sehingga menjadi penyebab utama disabilitas pada pasien.Gangguan bipolar dibagi menjadi beberapa subtipe, yaitu: bipolar I, bipolar II, siklotimia, dan gangguan bipolar yang tidak spesifik (Tabel 1). Kriteria episode mood yang digunakan untuk penentuan diagnosis gangguan bipolar disampaikan pada Tabel 2. Masing-masing subtipe dapat dibagi lagi berdasarkan deskripsi kondisi pasien atau episode yang paling sering muncul. Penggolongan cepat dapat digunakan pada gangguan bipolar I atau bipolar II apabila pasien memiliki setidaknya empat episode mood dalam 12 bulan terakhir, dan episode yang terjadi dipisahkan oleh remisi sebagian atau penuh setidaknya dua bulan atau adanya perubahan episode yang berlawanan (misal: episode depresi mayor menjadi episode manik).Tabel 1. Definisi Gangguan BipolarGangguanDefinisi

Bipolar IEpisode manik atau campuran dengan atau tanpa gejala psikotik dan/atau depresi mayor

Bipolar IIEpisode manik hipomanik dengan depresi mayor; tidak ada riwayat episode manik atau campuran*

SiklotimiaGejala hipomanik dan depresi yang tidak sesuai dengan kriteria bipolar II; tidak ada episode depresi mayor

Gangguan bipolar yang tidak spesifikTidak memenuhi kriteria depresi mayor, bipolar I, bipolar II maupun siklitimia (misal: manik tanpa gejala psikosis kurang dari satu minggu atau tanpa perawatan di rumah sakit)

Catatan: Kriteria episode mood yang digunakan untuk penentuan diagnosis gangguan bipolar disampaikan pada Tabel 2.* Episode campuran dijadikan sebagai ciri diagnosis gangguan bipolar II berdasarkan Diagnosis and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th ed.Tabel 2. Kriteria DSM-IV untuk Episode Mood untuk diagnosis Gangguan BipolarEpisode depresi mayor

A. Lima gejala (atau lebih) berikut yang terjadi dalam waktu 2 minggu dan terlihat adanya perubahan dari kondisi sebelumnya; adanya minimal satu dari gejala berikut (1) mood depresi atau (2) hilangnya keinginan atau kesenanganCatatan: tidak diperbolehkan memasukkan gejala yang sudah jelas didapatkan sebagai akibat dari kondisi medis umum, atau delusi atau halusinasi-tak sejenis mood1. Mood depresi yang terjadi sepanjang hari, hampir setiap hari, yang diketahui dari pengakuan subyektif (misal: rasa sedih atau kosong) atau pihak lain (misal: keluar air mata). Catatan: pada anak dan remaja, dapat pula irritable mood2. Hilangnya keinginan atau kesenangan yang sangat tampak pada hampir semua aktivitas sepanjang hari, hampir setiap hari (bisa didapatkan dari pengakuan subyektif atau pihak lain)3. Berat badan yang turun secara signifikan padahal tidak dalam program diet (misal: perubahan lebih dari 5% berat badan dalam sebulan), atau penurunan atau peningkatan nafsu makan hampir setiap hari.4. Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari5. Agitasi psikomotor atau retardasi hampir setiap hari6. Merasa lelah atau kurang berenergi hampir setiap hari7. Merasa tidak berharga atau rasa bersalah yang berlebihan (yang mungkin berupa delusi) hampir setiap hari8. Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, atau keraguan, hampir setiap hari9. Berulang kali berpikiran tentang kematian, keinginan bunuh diri berulang tanpa rencana, atau keinginan bunuh diri yang terencanaB. Gejala tidak termasuk dalam kriteria episode campuranC. Gejala menyebabkan penderitaan atau gangguan pada kehidupan sosial, pekerjaan, atau kondisi lainnyaD. Gejala tidak disebabkan oleh efek fisiologis langsung dari suatu zat (misalnya: penyalahgunaan obat, atau pengobatan tertentu) atau kondisi medis umum (misalnya: hipotiroidisme)E. Gejala seperti dukacita, misalnya setelah kehilangan orang yang dicintai, gejala tersebut menetap lebih dari 2 bulan atau ditemukan adanya gangguan fungsional, preokupasi morbid dengan merasa tidak berharga, ide bunuh diri, gejala psikotik, atau retardasi psikomotor

Episode Manik

A. Adanya periode mood yang abnormal dan meningkat persisten, ekspansif, atau iritatif, yang berlangsung setidaknya 1 minggu (atau durasi apapun yang membutuhkan rawat inap)B. Selama periode gangguan mood, tiga (atau lebih) gejala berikut muncul (empat gejala jika mood hanya irritable):1. Meningkatnya harga diri atau kebesaran2. Penurunan keinginan untuk tidur (misal: merasa sudah cukup beristirahat walau tidur hanya 3 jam)3. Lebih banyak bicara daripada biasanya atau memaksa untuk terus berbicara4. Flight of ideas atau perasaan racing thoughts5. Distraktibilitas (perhatian terlalu mudah tertarik pada rangsangan eksternal yang tidak terlalu penting atau tidak relevan)6. Meningkatnya aktivitas yang goal-directed (baik dalam kehidupan sosial, di tempat kerja atau sekolah, atau seksual) atau agitasi psikomotor7. Keterlibatan yang berlebihan dalam aktivitas yang berakibat merugikan (misal: gila berbelanja, sexual indiscretions)C. Gejala tidak termasuk dalam kriteria episode campuranD. Gangguan mood yang dapat menyebabkan gangguan yang nyata pada pekerjaan atau kehidupan sosial normal atau hubungan dengan orang lain, atau memerlukan rawat inap untuk mencegah bahaya bagi diri sendiri atau orang lain, atau ada fitur psikotikE. Gejala tidak disebabkan oleh efek fisiologis langsung dari suatu zat (misalnya: penyalahgunaan obat, atau pengobatan tertentu) atau kondisi medis umum (misalnya: hipotiroidisme)Catatan: Episode manik yang sudah jelas disebabkan karena pemberian terapi antidepresan somatik (misal: terapi ECT, terapi cahaya) tidak dapat dimasukkan sebagai diagnosis gangguan bipolar I

Episode Campuran

A. Kriteria terpenuhi baik untuk Episode Manik dan Episode Depresi Mayor (kecuali untuk durasi) hampir setiap hari setidaknya dalam periode 1 mingguB. Gangguan mood yang dapat menyebabkan gangguan yang nyata pada pekerjaan atau kehidupan sosial normal atau hubungan dengan orang lain, atau memerlukan rawat inap untuk mencegah bahaya bagi diri sendiri atau orang lain, atau ada fitur psikotikC. Gejala tidak disebabkan oleh efek fisiologis langsung dari suatu zat (misalnya: penyalahgunaan obat, atau pengobatan tertentu) atau kondisi medis umum (misalnya: hipotiroidisme)Catatan: Episode manik yang sudah jelas disebabkan karena pemberian terapi antidepresan somatik (misal: terapi ECT, terapi cahaya) tidak dapat dimasukkan sebagai diagnosis gangguan bipolar I

HipomanikA. Periode terpisah mood yang secara persisten meningkat, ekspansif, atau irritabel, berlangsung hingga setidaknya empat hari, yang secara nyata, berbeda dari mood non depresi yang biasaB. Selama periode gangguan mood, tiga (atau lebih) gejala berikut telah ada (empat gejala jika mood hanya iritabel) dan signifikan:1. Harga diri yang membumbung atau rasa kebesaran2. Berkurangnya kebutuhan tidur (misalnya merasa telah beristirahat setelah tidur hanya 3 jam)3. Lebih banyak berbicara daripada biasanya atau ada tekanan untuk terus berbicara4. Flight of ideas atau pengalaman subjektif bahwa pikiranya saling berlomba5. Perhatian mudah teralih (yaitu perhatian terlalu mudah ditarik ke stimulus eksternal yang tidak penting dan tidak relevan)6. Meningkatnya aktivitas yang berorientasi tujuan (baik secara sosial, ditempat kerja atau sekolah, atau secara seksual) atau agitasi psikomotor7. Keterlibatan yang berlebihan di dalam aktivitas yang menyenangkan dan berpotensi tinggi memiliki akibat menyakitkan (contoh terlibat dalam kegiatan berbelanja yang tidak bisa ditahan, tindakan seksual yang tidak bijaksana, atau investasi bisnis yang bodoh)C. Episode ini disertai perubahan jelas fungsi yang tidak khas pada orang tersebut ketika tidak bergejalaD. Gangguan mood dan perubahan fungsi dapat diamati orang lainE. Episode ini