Referat TB Anak

download Referat TB Anak

of 19

  • date post

    13-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    224
  • download

    11

Embed Size (px)

description

TB anak

Transcript of Referat TB Anak

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi(1)Tuberculosis merupkan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis (sangat jarang disebabkan oleh Mycobacterium avium). Mycobacterium tuberculosis ditemukan oleh Robert Koch pada tahun 1882. Basil tuberculosis dapat hidup dan dapat virulen beberapa minggu dalam keadaan kering, tetapi dalm cairan mati pada suhu 600C dalm waktu 15-20 menit. Fraksi protein basil tuberculosis menyebabkan nekrosis jaringan, sedangkan lemaknya menyebabkan sifat tahan asam dan merupakan faktor penyebab terjadinya fibrosis dan terbentuknya sel epiteloid dan tuberkel.

Basil tuberculosis tidak membentuk toksin (baik endotoksin maupun eksotoksin). Penularan Micobacterium tuberculosis biasanya melalui udara, hingga sebagian fokus primer terdapat dalam paru. Selain melalui udara penularannya dapat peroral misalnya minum susu yang mengandung basil tuberculosis, biasanya Mycobacterium bovis. Dapat juga terjadi dengan kontak langsung misalnya melalui luka atau lecet dikulit. Tuberculosis kongenital sangat jarang dijumpai. Selain Mycobacterium tuberculosis perlu juga dikenal golongan Mycobacterium lain yang dapat menyebabkan kelainan yang menyerupai tuberculosis. Golongan ini disebut Mycobacterium atipic atau disebut juga Unclassified Mycobacterium.Runyon (1959) membagi Mycobacterium atipic menjadi 4 golongan :

1. Golongan fotokromogrn, misalnya M. kansasii yang dapat menyebabkan penyakit didalam dan diluar paru seperti tuberculosis.

2. Golongan skotokromogen, misalnya M. scrofulacean yang dapat menyebabkan adenitis servikalis pada anak.

3. Golongan nonfotokromogen, misalnya M. intracellulare (Battey strains), yang dapat menyebabkan penyakit paru seperti tuberculosis.

4. Golongan rapid growers, misalnya M. fortuitum yang dapat menyebabkan abses. M. smegmantes merupakan saprofitb pada smegma.

Patogenesis dan patologi

Masuknya basil tuberculosis dalam tubuh tidak selalu menimbulkan penyakit. Terjadi infeksi dipengaruhi oleh virulensi dan banyaknya basil serta daya tahan tubuh manusia.Infeksi primer biasanya terjadi dalam paru. Ghon dan Kudlich (1930) menemukan bahwa 95,93% dari 2.114 kasus mereka mempunyai fokus primer didalam paru. Hal ini disebakn sebagian besar melalui udara dan mungkin juga jaringan paru mudah terkena infeksi tuberkulosis (susceptible).

Lokalisasi fokus primer pada 2.114 kasus Ghon dan Kudlich ialah :

Paru 95,93%

usus1,14%

kulit0,14%

hidung0,09%

Tonsil0,09%

Telinga tengah0,09%

Kelnjar parotis0,05%

Konjungtiva0,05%

Tidak diketahui2,41%

Basil Tuberkulosis masuk kedalam paru melalui udara dan dengan masuknya basil tuberculosis maka terjadi eksudasi dan konsolidasi yang terbatas yang disebut fokus primer. Basil tuberculosis akan cepat menyebar melalui saluran getah bening menuju kelenjar regional yang kemudian akan mengadakan reaksi eksudasi. Fokus primer, limfangitis dan kelenjar getah bening regional yang membesar, membentuk kompleks primer. Kompleks primer terjadi 2-10 minggu (6-8 minggu) setelah infeksi. Bersamaan dengan terbentuknya kompleks primer terjadi hipersensitifitas terhadap tuberkuloprotein yang dapat dikeahui dari uji tuberkulin. Waktu antar terjadinya infeksi sampai terbentuk kompleks primer disebut masa inkubasi.

Pada anak lesi diparu dapat terjadi dimana pun, terutama diperifer dekat pleura. lebih banyak terjadi pada lpangan bawah paru dibandingkan lapangan atas paru, sedangkan pada dewasa lapangan atas paru merupakan tempat predileksi. Pembesaran kelenjar regional lebih sering terjadi pada dibandingkan orang dewasa. Pada anak penyembuhan kea rah kalsifikasi, sedangkan pada dewasa ke arah fibrosis. Penyebaran hematogen lebih sering terjadi pada bayi dan anak kecil.Tuberkulosis primer cenderung sembuh sendiri, tetapi sebagian akan menyebar lebih lanjut dan dapat menimbulkan komplikasi. Tuberculosis dapat meluas dalam jaringan paru sendiri. Selain itu basil tuberculosis dapat masuk kedalam aliran darah secara langsung atau melalui kelenjar getah bening. Basil tuberculosis dalam aliran darah dapat mati, tetapi dapat juga berkembang terus; hal ini tergantung pada keadaan penderita dan virulensi kuman. Melalui aliran darah basil tuberculosis dapat mencapai alat tubuh lain seperti bagian paru lain, selaput otak, otak, tulang, hati, ginjal dan lain-lain. Dalam alat tubuh tersebut basil tuberculosis dapat segera menimbulkan penyakit, tetapi dapat pula tenang terlebih dahulu dan setelah beberapa waktu menimbulkan penyakit atau dapat pula tidak pernah menimbulkan penyakit sama sekali.Klasifikasi

Ada beberapa klasifikasi tuberkulosis (1)Ranke membagi tuberkulosis dalam 3 stadium yaitu:

1. Staduim pertama : komplek primer dengan penyebaran limfogen.

2. Stadium kedua : pada waktu terjadi penyebaran hematogen

3. Stadium ketiga : tuberkulosis paru menahun (cronik pulmonery tuberculosis) (1)Kalsifikasi lain dari TB adalah : (1)1. Tuberculosisis primer merupan infeksi pertama dari tuberculosis.

2. Tuberculosis subprimer merupakan komplikasi tubrculosis primer.

3. Tuberculosis pascaprimer merupakan reinfeksi yang dapat terjadi endogen dan eksigen setelah infeksi primer sembuh. (1) Diagnosis

Gambaran klinis tuberkulosis pada manusia tergantung pada jenis organ yang terinfeksi kuman ini. Infeksi pada paru paru (tuberkulosis paru) akan menimbulkan gejala batuk batuk pembentukan dahak dan dapat menimbulkan hemoptisis. Meskipun demikian tidak jarang penderita yang tidak menunjukkan gejala atau keluhan selama bertahun tahun (asimtomatis). Namun gejala umum sering terjadi adalah anoreksia dan penurunan berat badan, lelah dan lesu, demam dan sering kedinginan. (5) Anamnesa Gejala utama pada penderita TB adalah : (4) Batuk berdahak lebih dari 3 minggu Batuk berdarah

Sesak nafas

Nyeri dada (4)Gejala umum dari penyakit tb pada anak tidak khas, meliputi :(2) Nafsu makan kurang

Berat badan sulit naik, menetap atau malah turun( kemungkinan masalah gizi sebagai penyebab harus di singkirkan dulu dengan tatalaksana yang adekuat selama minimal 1 bulan)

Demam subfebris berkepanjangan ( etiologi demam kronikyang lain perlu di singkirkan dahulu, seperti infeksi saluran kemih ISK tifus atau malaria)

Pempesaran kelenjar superfisial di daerah lehar, aksila, anguinal, atau tempat lain.

Keluhan respiratorik berupa batuk kronik lebih dari 3 minggu atau nyeri dada. Gejala gastrointestinal seperti diare persisten yang tidak sembuh dengan pengobatan baku atau perut membesar karena cairan atau teraba masa dalam perut. (2)Keluhan spesifik organ dapat terjadi bila TB mengenai organ ektrapulmonal, seperti : (2) Benjolan di punggung (gibus), sulit membungkuk, pincang atau pembengkakan sendi.

Bila mengenai susunan saraf pusat (SSP) dapat terjadi gejala iritabel, leher kaku, muntah muntah dan kesadaran menurun.

Gambaran kelainan kulit yang khas yaitu skrofuloderma.

Limfadenopati multipel di daerah coli, aksila, atau inguinal.

Lesi flikten di mata. (2) Pemeriksaan Fisik

Pada sebagian besar kasus TB, tidak di jumpai kelainan fisik yang khas

Antropometri gizi kurang dengan grafikberat badan dan berat badan pada posisi di daerah bawah atau di bawah p5

Suhu subfebris dapat di temukan pada sebagian pasien (2)Kelainan pada pemeriksaan fisik baru di jumpai jika TB mengenai organ tertentu. (2) TB vertebre ; gibus, kifosis, paraparesis, atau garaplegia.

TB koksae atau TB genue ; jalan pincang, nyeri pada pangkal paha atau lutut

Pembesaran kelenjar getah bening (KGB) multipel, tidak nyeri tekan dan konfluens ( saling menyatu).

Meningitis TB kaku kuduk dan tanda rangsangan meningeal lain.

Skrofuloderma ulkus kulit dengan skinbridge biasanya terjadi di daerah leher axila dan inguinal.

Konjungtifitis fliktenularis yaitu yaitu bintik putih di limbus kornea yang sangat nyeri. (2) Score TB pada anak (3)Parameter0123skor

Kontak dengan pasien TbTidak jelasLaporan keluarga,kontak dengan BTA negative atau tidak tahu,atau BTA tidak jelasKontak dengan pasien BTA positif

Uji TuberculinNegatifPositif (> 10 mm,atau > 5 mm pada keadaan imunosupresi)

Berat badan /keadaan gizi (dengan KMS atau tabel )Gizi Kurang: BB/TB1cm

Jumlah > 1,tidak nyeri

Pembengkakan tulang /sendi panggul,lutut,falangAda pembengkakan

Foto dadaNormal /tidak jelasSugestif TB

Catatan :

1. Diagnosis dengan sistem scoring ditegakkan oleh dokter.2. jika dijumpai skrofuloderma(TB pada kelenjar dan kulit ),pasien dapat didiagnosis tuberculosis.3. Berat badan dinilai pada saat pasien datang.4. Demam dan batuk tidak respons terhadap terapi sesuai baku puskesmas.5. Foto dada bukan alat diagnostic utama pada tb.

6. Semua anak dengan reaksi BCG(reaksi lokal timbul < 7 hari setelah7. penyuntikan)harus dievaluasi dengan sistem scoring TB anak.8. Anak didiagnosis TB jika jumlah skor > 6 (skor maksimal 13 )9. Pasien usia balita yang mendapat skor > 5,dirujuk ke RS untuk evaluasi lebih lanjut.(3)Pemeriksaan penunjang

Uji tuberkulin

Uji tuberkulin dengan cara mantoux yatu penyuntikan 0,1 ml tuberkulin PPD secara intra kutan di bagian volar lengan dengan arah suntikan memanjang lengan (longitudinal). Reaksi di ukur 48 72 jam sentelah penyuntikan. Indurasi tranversal di ukur dan di laporak dalam mm berapapun ukurannya. Termasuk cantumkan 0 mm jika tidak ada indurasi sama sekali. Indurasi 10 mm ke atas di nyatakan positif. Indurasi