Referat Skizofrenia

download Referat Skizofrenia

of 30

  • date post

    08-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    437
  • download

    7

Embed Size (px)

description

Skizofrenia

Transcript of Referat Skizofrenia

REFERATSkizofrenia

PEMBIMBING: Dr.Hubertus Kasan Hidayat, SpKJ

Oleh:Jessica Lawrence 11-2013-128

Departemen Ilmu Penyakit JiwaFakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana2014

KATA PENGANTARPuji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat yang diberikannya, sehingga referat ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam menyusun referat ini, penulis banyak menghadapi kesulitan-kesulitan baik dari penelitian sumber data maupun penyusunan kata yang tepat. Namun, karena beberapa bantuan dari beberapa sumber, maka penulis dapat menghadapi berbagai kesulitan yang ada sehingga referat ini dapat diselesaikan dengan baik. Demikian kata pengantar ini saya buat sedemikian rupa. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan Terima Kasih.

Jakarta, 28 Agustus 2014

Jessica L

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................2DAFTAR ISI.................................................................................3BAB I PENDAHULUAN.................................................................................4BAB II PEMBAHASAN.................................................................................4BAB III PENUTUP.................................................................................29DAFTAR PUSTAKA.................................................................................30

BAB I PENDAHULUANSalah satu gangguan jiwa yang merupakan permasalahan kesehatan di seluruh dunia adalah skizofrenia. Para pakar kesehatan jiwa menyatakan bahwa semakin modern dan indsutrial suatu masyarakat, semakin besar pula stressor psikososialnya, yang pada gilirannya menyebabkan orang jatuh sakit karena tidak mampu mengatasinya. Salah satu penyakit itu adalah gangguan jiwa skizofrenia. Gangguan jiwa merupakan gangguan pada pikiran, perasaan, atau perilaku yang mengakibatkan penderitaan dan terganggunya fungsi sehari-hari. Skizofrenia adalah sekelompok gangguan psikotik dengan distorsi khas proses pikir, kadang-kadang mempunyai perasaan bahwa dirinya sedang dikendalikan oleh kekuatan dari luar dirinya, waham yang kadang-kadang aneh, gangguan persepsi, afek abnormal yang terpadu dengan situasi nyata atau sebenarnya, dan autisme. Meskipun demikian, kesadaran yang jernih dan kapasitas intelektual biasanya tidak terganggu. Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang paling sering. Hampir 1% penduduk di dunia menderita skizofrenia selama hidup mereka. Gejala skizofrenia biasanya muncul pada usia remaja akhir atau dewasa muda. Onset pada laki-laki biasanya antara 15-25 tahun dan pada perempuan antara 25-35 tahun. Prognosis biasanya lebih buruk pada laki-laki bila dibandingkan dengan perempuan. Onset setelah umur 40 tahun jarang terjadi.1

BAB II PEMBAHASANDefinisiSkizofrenia berasal dari bahasa Yunani, shizein yang berarti terpisah atau pecah, dan phren yang artinya jiwa. Pada skizofrenia terjadi pecahnya atau ketidakserasian antara afeksi, kognitif, dan perilaku. Secara umum, gejala skizofrenia dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu gejala positif, gejala negatif, dan gangguan dalam hubungan interpersonal.Skizofrenia adalah diagnosis kejiwaan yang menggambarkan gangguan mental dengan karakter abnormalitas dalam persepsi atau gangguan mengenai realitas. Abnormalitas persepsi dapat berupa gangguan komunikasi sosial yang nyata. Sering terjadi pada dewasa muda, ditegakkan melalui pengalaman pasien dan dilakukan observasi tingkah laku, serta tidak dibutuhkan adanya pemeriksaan laboratorium.Berdasarkan PPDGJ III, skizofrenia adalah suatu deskripsi sindrom dengan variasi penyebab (banyak belum diketahui) dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis atau deteriorating) yang luas, serta sejumlah akibat yang tergantung pada perimbangan pengaruh genetik, fisik, dan sosial budaya. Pada umumnya ditandai oleh penyimpangan yang fundamental dan karakteristik dari pikiran dan persepsi, serta oleh afek yang tidak wajar (inappropriate) atau tumpul (blunted), kesadaran yang jernih (clear consciousness) dan kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara, walaupun kemunduran kognitif tertentu dapat berkembang kemudian. Skizofrenia merupakan suatu gangguan psikotik yang kronik, sering mereda, namun hilang timbul dengan manifestasi klinis yang amat luas variasinya. Menurut Eugen Bleuler, skizofrenia adalah suatu gambaran jiwa yang terpecah belah, adanya keretakan atau disharmoni atara proses pikir, perasaan, dan perbuatan.EpidemiologiJohn McGrath PhD dari Pusat Penelitian Kesehatan Mental Queensland, Wacol, Australia, dalam simposium bertema Psychosis Round the World, yang membahas data terbaru epidemiologi skizofrenia, memberikan presentasi sistematik untuk memandang kejadian skizofrenia. Ia mengatakan, kejadian skizofrenia pada pria lebih besar daripada wanita. Kejadian tahunan berjumlah 15,2% per 100.000 penduduk, kejadian pada imigran dibanding penduduk asli sekitar 4,7%, kejadian pada pria 1,4% lebih besar dibandingkan wanita. Di indonesia, menurut dr.Irmasyah, hampir 70% mereka yang dirawat di bagian psikiatri karena skizofrenia. Angka di masyarakat berkisar 1-2% dari seluruh penduduk pernah mengalami skizofrenia dalam hidup mereka.2EtiologiSkizofrenia merupakan suatu bentuk psikosis yang sering dijumpai sejak dulu. Meskipun demikian pengetahuan tentang faktor penyebab dan patogenesisnya masih minim diketahui. Adapun beberapa faktor etiologi yang mendasari terjadinya skizofrenia, antara lain:

GenetikDapat dipastikan bahwa ada faktor genetik yang turut menentukan timbulnya skizofrenia. Hal ini telah dibuktikan dengan penelitian tentang keluarga-keluarga penderita skizofrenia dan terutama anak-anak kembar satu telur. Angka kesakitan bagi saudara tiri adalah 0,9-1,8%; bagi saudara kandung 7-15%; bagi anak dengan salah satu orang tua yang menderita skizofrenia 7-16%; bila kedua orang tua menderita skizofrenia 40-68%; bagi kembar dua telur (heterozigot) 2-15%; bagi kembar satu ttelur (monozigot) 61-86%.Diperkirakan bahwa yang diturunkan adalah potensi untuk mendapatkan skizofrenia (bukan penyakit itu sendiri) melalui gen yang resesif. Potensi ini mungkin kuat, mungkin juga lemah, tetapi selanjutnya tergantung pada lingkungan individu itu apakah akan terjadi manifestasi skizofrenia atau tidak.Endokrin Dahulu dikira bahwa skizofrenia mungkin disebabkan oleh gangguan endokrin. Teori ini dikemukakan karena skizofrenia sering timbul pada waktu pubertas, waktu kehamilan atau puerperium dan waktu klimakterium. Tetapi hal ini tidak dapat dibuktikan. Metabolisme Ada orang yang menyangka bahwa skizofrenia disebabkan oleh gangguan metabolisme, karena penderita dengan skizofrenia tampak pucat dan tidak sehat. Ujung extremitas agak sianotik, nafsu makan berkurang dan berat menurun. Hipotesis ini tidak dibenarkan oleh banyak sarjana. Belakangan ini teori metabolisme mendapat perhatian lagi karena penelitian dengan memakai obat halusinogenik, seperti meskalin dan asam lisergik diethilamide (LSD-25). Obat-obat ini dapat menimbulkan gejala-gejala yang mirip dengan gejala-gejala skizofrenia, tetapi reversibel. Mungkin skizofrenia disebabkan oleh suatu inborn error of metabolism, tetapi hubungan terakhir belum ditemukan.Teori-teori tersebut di atas ini dapat dimasukkan ke dalam kelompok teori somatogenik, yaitu teori yang mencari penyebab skizofrenia dalam kelainan badaniah. Kelompok teori lain adalah teori psikogenik, yaitu skizofrenia diaggap sebagai suatu gangguan fungsional dan penyebab utama adalah konflik, stress psikologis dan hubungan antarmanusia yang mengecewakan. Kemudian muncil teori lain yang menganggap skizofrenia sebagai suatu sindrom yang dapat disebabkan oleh bermacam-macam penyebab, antara lain keturunan, pendidikan yang salah, maladaptasi, tekanan jiwa, penyakit badani seperti lues otakm atherosclerosis otak dan penyakit lain yang belum diketahui.Akhirnya timbul pendapat bahwa skizofrenia itu suatu gangguan psikosomatis, gejala-gejala pada badan hanya sekunder karena gangguan dasar yang psikogenik, atau merupakan manifestasi somatic dari gangguan psikogenik. Tetapi pada skizofrenia justru kesukarannya adalah untuk menentukan mana yang primer dan mana yang sekunder, mana yang merupakan penyebab dan mana yang hanya akibat saja.NeurokimiaHipotesis dopamin menyatakan bahwa skizofrenia disebabkan oleh overaktivitas pada jaras dopamine mesolimbik. Hal ini didukung oleh temuan bahwa amfetamin, yang kerjanya meningkatkan pelepasan dopamine, dapat menginduksi psikosis yang mirip skizofrenia; dan obat antipsikotik (terutama antipsikotik generasi pertama atau antipsikotik tipikal/klasik) bekerja dengan memblok reseptor dopamine, terutama reseptor D2.2,3Pemeriksaan Fisik1. Status fisikSifat keluhan pasien penting untuk menentukan dibutuhkan atau tidaknya suatu pemeriksaan fisik lengkap. Gejala fisik seperti nyeri kepala dan palpitasi memerlukan pemeriksaan medis yang menyeluruh untuk menentukan bagian dari proses somatik. Bila ada, yang berperan menyebabkan penderitaan tersebut. Hal yang sama dapat digunakan pada gejala mental misalnya depresi, ansietas, halusinasi, dan waham kejar, yang bisa jadi merupakan ekspresi dan proses somatik. Terkadang keadaan menyebabkan kita perlu menunda pemeriksaan medis lengkap. Misalnya, pasien dengan waham atau panik dapat menunjukkan perlawanan sikap bertahan atau keduanya. Pada keadaan ini, riwayat medis harus diperoleh dari anggota keluarga bila memungkinkan. Namun, kecauali ada alasan mendesak untuk melanjutkan pemeriksaan fisik, hal itu sebaiknya ditunda sampai pasien menurut.

Pemeriksaan NeurologisSelama proses anamnesis pada kasus tersebut, tingkat kesadaran dan atensi pasien terhadap detil pemeriksaan, pemahaman, ekspresi wajah, cara bicara, postur, dan cara berjalan perlu diperhatikan. Pemeriksaan neurologis dilakukan untuk dua tujuan. Tujuan pertama dicapai melalui pemeriksaa