REFERAT Sindrom Kompartemen Fix !

download REFERAT Sindrom Kompartemen Fix !

of 36

  • date post

    20-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    196
  • download

    37

Embed Size (px)

description

kompartemen sindrome

Transcript of REFERAT Sindrom Kompartemen Fix !

gulam

33

REFERAT

SINDROME KOMPARTMENPembimbing :dr. Willy Yulianto Sp.BDisusun Oleh:

Eva Maris Sahara (030.09.080)

Ratiya Primanita (030.09...)KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH

RSUD DR. SOESELO SLAWI

Periode 9 Januari 15 Maret 2014KATA PENGANTAR

Pertama-tama kami panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Kuasa karena atas rahmat dan karunia-Nyalah kami dapat menyelesaikan penyusunan referat yang berjudul Sindrome Kompartmen.Referat ini disusun untuk memenuhi tugas kepaniteraaan di Departemen Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soeselo Slawi periode 9 januari 15 Maret 2014 serta untuk menambah wawasan kami sebagai coass di bagian Bedah dan sebagai calon dokter umum mengenai kompartmen sindrome.Kami ucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan masukan dan bantuan dalam penyusunan referat ini. Terimakasih kepada para dokter konsulen yang banyak membantu kami selama kepaniteraan di bagian bedah, Dr sebagai pembimbing dalam penyusunan referat ini. Terimakasih juga kepada teman sejawat kami dan kepada siapapun yang telah membantu kami.

Harapan kami, semoga referat ini dapt berguna bagi kami khususnya sebagai penyusun dan bagi siapapun yang membacanya.

Jakarta, 20 Februari 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

Bab I Pendahuluan.4

Bab II Tinjauan Pustaka5

A. Definisi5

B. Anatomi .6

C. Epidemiologi...11

D. Etiologi.13

E. Patofisiologi..14

F. Manifestasi Klinis 17

G. Penegakan Diagnosa.....18

H. Diagnosis Banding...I. Pemeriksaan Penunjang .J. Terapi ..K. Komplikasi ...L. Prognosis ...1921232930

Bab III Kesimpulan .31

Daftar pustaka 32

BAB I

PENDAHULUAN

Sindroma kompartemen adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan intertisial di dalam ruangan yang terbatas, yaitu di dalam kompartemen osteofasial yang tertutup. Ruangan tersebut berisi otot, saraf, dan pembuluh darah. Ketika tekanan intrakompartemen meningkat, perfusi darah ke jaringan akan berkurang dan otot di dalam kompartemen akan menjadi iskemik. Tanda klinis yang umum adalah nyeri, parestesia, paresis, disertai denyut nadi yang hilang.

Sindroma kompartemen dapat diklasifikasikan menjadi akut dan kronik, tergantung dari penyebab peningkatan tekanan kompartemen dan lamanya gejala. Penyebab umum terjadinya sindroma kompartemen akut adalah fraktur, trauma jaringan lunak, kerusakan arteri, dan luka bakar. Sedangkan sindroma kompartemen kronik dapat disebabkan oleh aktivitas yang berulang, misalnya lari.

Di Amerika, ekstremitas bawah distal anterior adalah yang paling banyak dipelajari untuk sindroma kompartemen. Dianggap sebagai yang kedua paling sering untuk trauma sekitar 2-12%. Dari penelitian McQueen (2000), sindroma kompartemen lebih sering didiagnosa pada pria daripada wanita, tapi hal ini memiliki bias, dimana pria lebih sering mengalami luka trauma. McQueen memeriksa 164 pasien yang didiagnosis sindroma kompartemen, 69% berhubungan dengan fraktur dan sebagian adalah fraktur tibia. Menurut Qvarfordt, sekelompok pasien dengan nyeri kaki, 14% pasien dengan sindroma kompartemen anterior. Sindroma kompartemen ditemukan 1-9% fraktur pada kaki.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

SINDROM KOMPARTEMEN

A. DefinisiSindromkompartemen adalah sebuah kondisi di mana tekanan dalam kompartemen otot menjadi begitu tinggi, sehingga suplai darah ke daerah tersebut terganggu. Kondisi ini bisa kronis, karena otot terlalu berkembang atauakutakibat trauma dan perdarahan ke dalam kompartemen. Sindrom kompartemen akut adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan segera dalam waktu 12 jam.

B. Anatomi

Kompartemen osteofascial merupakan ruangan yang berisi otot, saraf, dan pembuluh darah yang dibungkus oleh tulang dan fascia serta otot-otot yang masing-masing dibungkus oleh epimisium. Fascia merupakan serabut otot dalam satu kelompok, berfungsi untuk mencegah jaringan yang rusak membengkak dan meningkatkan tekanan, lalu membuat isinya menjadi tidak berfungsi dengan baik.

Secara anatomi, sebagian besar kompartemen terletak di anggota gerak. Berdasarkan letaknya, kompartemen terdiri dari beberapa macam, antara lain:

1. Anggota gerak atas

Lengan atas : terdapat kompartemen anterior dan posterior

Lengan bawah : terdapat tiga kompartemen , yaitu flexor superfisial, fleksor profundus dan ekstensor

2. Anggota gerak bawah

Tungkai atas; terdapat tiga kompartemen, yaitu : anterior, medial dan posterior

Tungkai bawah : tedapat empat kompartemen, yaitu : kompartemen anterior, lateral, posterior superfisial, dan posterior profundus

1. Anggota Gerak Atas

a. Lengan atas: terdapat kompartemen anterior/ventral/fleksor dan posterior/dorsal/ekstensor : Kompartemen anterior/ventral/ fleksor terdiri dari nervus medianus dan ulnaris, arteri radialis dan ulnaris

Kompartemen posterior/dorsal/ekstensor terdiri dari nervus interosseous posterior

b. Pergelangan tangan: dibagi menjadi 6 bagian, yaitu:

Kompartemen I: otot abductor pollicis longus dan otot ekstensor pollicis brevis

Kompartmen II: otot ekstensor carpi radialis brevis, otot ekstensor carpi radialis longus

Kompartemen III: otot ekstensor pollicis longus

Kompartemen IV: otot ekstensor digitorum communis, otot ektensor indicis

Kompartemen V: otot ekstensor digiti minimi

Kompartemen VI: otot ekstensor carpi ulnaris

2. Anggota Gerak Bawah

Sindrom kompartemen paling sering terjadi pada daerah tungkai bawah (yaitu kompartemen anterior, lateral, posterior superfisial, dan posterior profundus) serta lengan atas (kompartemen volar dan dorsal).

C. EpidemiologiInsidensi dari sindrom kompartemen akut tergantung dari trauma yang terjadi. DeLee dan Stiehl mengatakan 6% dari fraktur terbuka tibial akan berujung dengan sindrom kompartemen dibandingkan dengan fraktur tertutup tibia sekitar 1.2% akan berujung menjadi sindroma kompartemen. Rorabeck dan Macnab melaporkan keberhasilan dekompresi untuk perbaikan perfusi adalah 6 jam. Hasil penelitian studi kasus oleh McQueen, sindrom kompartemen didiagnosa lebih sering pada laki-laki disbanding perempuan. Hal ini dikarenakan kebanyakan pasien trauma adalah laki-laki. Selain itu, ditemukan insidens terjadinya sindroma kompartemen akut setiap tahun sekitar 7,3 per 100.000 untuk pria dan 0,7 per 100.000 untuk wanita. McQueen memeriksa 164 pasien yang didiagnosis sindroma kompartemen, dari penelitian McQueen ditemukan penyebab yang paling sering menyebabkan sindroma kompartemen akut adalah fraktur. Dalam hal ini, fraktur yang paling sering terjadi, yaitu fraktur diafisis os tibia dan fraktur os radius distal.

Di Amerika, prevalensi sesungguhnya dari sindroma kompartemen belum diketahui. Namun, sebuah penelitian menunjukkan angka kejadian Chronic Exertional Compartment Syndrome (CECS) sebesar 14% pada individu yang mengeluh nyeri tungkai bawah. Laki-laki dan perempuan presentasinya adalah sama dan biasanya bilateral meskipun dapat juga unilateral. Chronic Exertional Compartment Syndrome (CECS) biasanya terjadi pada atlet yang sehat dan lebih muda dari 40 tahun.

D. Etiologi

Terdapat berbagai penyebab yang dapat meningkatkan tekanan jaringan lokal yang kemudian memicu timbulnya sindrom kompartemen, yaitu antara lain:1. Penurunan volume kompartemen kondisi ini disebabkan oleh: Traksi internal berlebihan pada fraktur ekstremitas

Penutupan defek fascia

2. Peningkatan tekanan eksternal:

Prolonged compression pada ekstremitas Balutan yang terlalu ketat

Berbaring di atas lengan

Pemasangan gips

3. Peningkatan tekanan pada struktur komparteman, beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini antara lain:

Perdarahan atau trauma vaskuler

Peningkatan permeabilitas kapiler

Penggunaan otot yang berlebihan/extremely vigorous exercise, terutama gerakan yang eksentrik/aneh, seperti extension under pressure Luka bakar

Operasi

Gigitan ular

Obstruksi vena, misalnya karena terdapat blood clot pada vaskular ekstremitas.Sejauh ini penyebab sindroma kompartemen yang paling sering adalah cedera, dimana 45% kasus terjadi akibat fraktur, dan 80% darinya terjadi di anggota gerak bawah.E. Patofisiologi

Sindrom kompartemen melibatkan hemostasis jaringan lokal normal yang menyebabkan peningkatan tekanan jaringan, penurunan aliran darah kapiler, dan nekrosis jaringan lokal yang disebabkan hipoksia.

Sindroma kompartemen merupakan hasil dari peningkatan tekenan intrakompartemen. Peningkatan tekanan intrakompratemen ini bergantung dari kejadian yang menyebabkannya. Terdapat 2 macam sindroma kompartemen. Tipe yang pertama adalah tipe akut yang berhubungan erat dengan trauma dan yang kedua adalah tipe kronik akibat aktivitias yang repetitif biasanya berhubungan dengan mikrotrauma yang biasanya berhubungan dengan aktivitas sehari-hari.

Perfusi jaringan sebanding dengan perbedaan antara tekanan perfusi kapiler (Capillary Perfussion Pressure/CPP) interstisial, yang dinyatakan dengan rumus LBF = (PA - PV)/R, dimana LBF = local blood flow/aliran darah lokal, PA = arterial pressure/tekanan arteri, PV = venous pressure/tekanan vena, R = local vascular resistance/resistensi vaskular lokal.Miosit normal membutuhkan oksigen bertekanan 5-7 mmHg untuk metabolisme. Tekanan ini dapat dicapai dengan CPP (capillary perfusion pressure) 25 mmHg dan tekanan jaringan interstisial 4-6 mmHg.. Ketika ada cairan yang masuk ke dalam kompartemen yang memiliki volume yang tetap, ini akan membuat peningkatan tekanan jaringan dan tekanan vena juga meningkat. Ketika tekanan interstisial melebihi CPP, maka akan membuat arteri dan otot menjadi kolaps dan