Referat Rara Abses Hepar

download Referat Rara Abses Hepar

of 18

  • date post

    04-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    230
  • download

    0

Embed Size (px)

description

referat hepar

Transcript of Referat Rara Abses Hepar

LAPORAN KASUS DAN REFERATABSES HEPAR

OLEH :Habibi1102007132

Pembimbing : dr. Firmansyah, SpB

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAHRUMAH SAKIT UMUM RIDWAN MAUREKSAFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI2016

PENDAHULUANAbses hati adalah bentuk infeksi pada hati yang disebabkan oleh karena infeksi bakteri, parasit, jamur maupun nekrosis steril yang bersumber dari sistem gastrointestinal yang ditandai dengan adanya proses supurasi dengan pembentukan pus yang terdiri dari jaringan hati nekrotik, sel-sel inflamasi atau sel darah di dalam parenkim hati. 1,2Abses hati terbagi 2 secara umum, yaitu abses hati amoebic (AHA) dan abses hati piogenik (AHP/ Hepatic Abcess, Bacterial Liver Abcess). AHA merupakan salah satu komplikasi amoebiasis ekstraintestinal. AHA terutama disebabkan oleh Entamoeba Histolytica. 2AHP dikenal juga sebagai hepatic abscess, bacterial liver abscess, bacterialabscess of the liver, bacterial hepatic abscess. AHP ini merupakan kasus yang relatif jarang. AHP ini tersebar di seluruh dunia, dan terbanyak di daerah tropis dengan kondisi higiene/sanitasi yang kurang. 2Prevalensi yang tinggi sangat erat hubungannya dengan sanitasi yang buruk, status ekonomi yang rendah serta gizi yang buruk. Meningkatnya arus urbanisasi menyebabkan bertambahnya kasus abses hati di daerah perkotaan. Di negara yang sedang berkembang abses hati amuba lebih sering didapatkan secara endemik dibandingkan dengan abses hati piogenik. 2

ANATOMI DAN FISIOLOGI HEPARHati adalah kelenjar terbesar dalam tubuh, berat rata-rata sekitar 1.500gr atau 2 % berat badan orang dewasa normal. Letaknya sebagian besar di regio hipokondria dekstra, epigastrika, dan sebagian kecil di hipokondria sinistra. Hati memiliki dua lobus utama yaitu kanan dan kiri. Lobus kanan dibagi menjadi segmen anterior dan posterior oleh fisura segmentalis kanan. Lobus kiri dibagi menjadi segmen medial dan lateral oleh ligamentum falsiformis. Di bawah peritonium terdapat jaringan ikat padat yang disebut kapsula Glisson yang meliputi seluruh permukaan hati. Setiap lobus hati terbagi menjadi struktur-struktur yang disebut sebagai lobulus, yang merupakan unit mikroskopis dan fungsional organ yang terdiri atas lempeng-lempeng sel hati dimana diantaranya terdapat sinusoid. Selain sel-sel hati, sinusoid vena dilapisi oleh sel endotel khusus dan sel Kupffer yang merupakan makrofag yang melapisi sinusoid dan mampu memfagositosis bakteri dan benda asing lain dalam darah sinus hepatikus. Hati memiliki suplai darah dari saluran cerna dan limpa melalui vena porta hepatika dan dari aorta melalui arteria hepatika. (2,3,4)

Hati mempunyai fungsi yang sangat beraneka ragam. Beberapa di antaranya yaitu: (3,4,5) Pembentukan dan ekskresi empeduDalam hal ini terjadi metabolisme pigmen dan garam empedu. Garam empedu penting untuk pencernaan dan absopsi lemak serta vitamin larut-lemak di dalam usus. Pengolahan metabolik kategori nutrien utama (karbohidrat, lemak, protein) setelah penyerapan dari saluran pencernaana. Metabolisme karbohidrat : menyimpan glikogen dalam jumlah besar, konversi galaktosa dan friktosa menjadi glukosa, glukoneogenesis, serta pembentukan banyak senyawa kimia dari produk antara metabolisme karbohidrat.b. Metabolisme lemak : oksidasi asam lemak untuk menyuplai energi bagi fungsi tubuh yang lain, sintesis kolesterol,fosfolipid,dan sebagian besar lipoprotein, serta sintesis lemak dari protein dan karbohidratc. Metabolisme protein : deaminasi asam amino, pembentukan ureum untuk mengeluarkan amonia dari cairan tubuh, pembentukan protein plasma, serta interkonversi beragam asam amino dan sintesis senyawa lain dari asam amino. Penimbunan vitamin dan mineralVitamin larut-lemak ( A,D,E,K ) disimpan dalam hati, juga vitamin B12, tembaga, dan besi dalam bentuk ferritin. Vitamin yang paling banyak disimpan dalam hati adalah vitamin A, tetapi sejumlah besar vitamin D dan B12 juga disimpan secara normal. Hati menyimpan besi dalam bentuk ferritin Sel hati mengandung sejumlah besar protein yang disebut apoferritin, yang dapat bergabung dengan besi baik dalam jumlah sedikit maupun banyak. Oleh karena itu, bila besi banyak tersedia dalam cairan tubuh, maka besi akan berikatan dengan apoferritin membentuk ferritin dan disimpan dalam bentuk ini di dalam sel hati sampai diperlukan. Bila besi dalam sirkulasi cairan tubuh mencapai kadar rendah, maka ferritin akan melepaskan besi. Hati membentuk zat-zat yang digunakan untuk koagulasi darah dalam jumlah banyakZat-zat yang dibentuk di hati yang digunakan pada proses koagulasi meliputi fibrinogen, protrombin, globulin akselerator, faktor VII, dan beberapa faktor koagulasi lainnya. Vitamin K dibutuhkan oleh proses metabolisme hati, untuk membentuk protrombin dan faktor VII, IX, dan X.

Hati mengeluarkan atau mengekskresikan obat-obatan, hormon, dan zat lainMedium kimia yang aktif dari hati dikenal kemampuannya dalam melakukan detoksifikasi atau ekskresi berbagai obat-obatan meliputi sulfonamid, penisilin, ampisilin, dan eritromisin ke dalam empedu. Beberapa hormon yang disekresi oleh kelenjar endokrin diekskresi atau dihambat secara kimia oleh hati meliputi tiroksin dan terutama semua hormon steroid seperti estrogen, kortisol, dan aldosteron.

Hati berfungsi sebagai gudang darah dan filtrasiHati adalah organ venosa yang mampu bekerja sebagai tempat penampungan darah yang bermakna saat volume darah berlebihan dan mampu menyuplai darah ekstra di saat kekurangan volume darah. Sinusoid hati merupakan depot darah yang mengalir kembali dari vena cava (gagal jantung kanan). kerja fagositik sel Kupffer membuang bakteri dan debris dari darah.

ETIOLOGI DAN PATOGENESISAbses Hati AmubaE. Histolytica mempunyai dua bentuk, yakni trofozoit dan kista..Bentuk kista merupakan sumber penularan dan masuk ke dalam tubuh rnelalui makanan atau minuman. Dalam usus, benruk kista ini berubah meniadi trofozoid. Trofozoit kernudian berkembang, bila menembus mukosa, trofozoit menyebabkan tukak pada mukosa kolon. Abses amuba hati terjadi karena trofozoit E.histolytica dari dinding usus terbawa aliran vena porta ke hati terapi tidak semua amuba yang masuk ke hati dapat menimbulkan abses. Agar terjadi abses,.diperlukan faktor pendukung atau penghalang berkembang biaknya amuba tersebut. Faktor tersebut antara lain adalah riwayat infeksi amuba, tingginya kadar kolesrerol, riwayat pasca trauma hati, dan ketagihan alcohol. Terjadi reaksi radang di hati, yang akhirnya diikuti oleh nekrosis jaringan. proses pencairan jaringan nekrosis multiple yang semakin lama semakin besar ini kemudian bergabung, membentuk abses yang berisi cairan merah coklat (anhchuvy sauce) tak berbau, karena merupakan produk lisis jaringan nekrosis dan perdarahan. Cairan ini terbungkus oleh hyperplasia jaringan ikat yang disebut simpai walaupun bukan berupa simapi sejati. jaringan ikat ini membatasi perusakan lebih jauh, kecuali bila ada infeksi tambahn. Sel hati jauh dari focus infeksi juga mengalami sedikit perubahan meskipun tidak ditemukan amuba. Perubahan ini diduga akibat toksin yang dikeluarkan oleh amuba. Kebanyakan abses hati bersifat soliter, steril, dan terletak di lobus kanan dekat dengan kubah diafragma. jarang ditemukan amuba pada cairan abses, bila ada amuba, biasanya terdapat di daerah dekat dengan simpainya.8Abses PiogenikAbses hati dapat berasal dari radang bilier, dari daerah splanknik melalui vena porra (seperti apendisitis akut dan divertikulitis akut), atau sistemik dari manapun ditubuh melalui arteri hepatika. Sebagian sumber tidak diketahui. Kadang disebabkan oleh trauma atau infeksi langsung hati atau sistem di sekitarnya. Sebelum era antibiorik, sepsis intraabdomen, terutama apendisitis, divertikulitis, disentri basiler, infeksi daerah pelvik, hemoroid yang terinfeksi, dan abses perirektal, merupakan penyebab utama abses hati piogenik. Biasanya berawal sebagai pileflebitis perifer disertai pernanahan dan trombosis yang kemudian menyebar melalui aliran v.porta ke dalam hati. Abses hati dapat rerjadi akibat penyebaran langsung infeksi dari struktur yang berdekatan seperti empiema kandung .pleuritis, ataupun abses perinefrik. Obstruksi saluran empedu karena kolelitiasis atau karsinoma merupakan penyebab utama abses hati piogenik. Kolesistitis akut dan pankreatitis akut juga dapat menyebabkan abses hati piogenik. Infeksi pada saluran empedu yang mengalami obstruksi naik ke cabang saluran empedu intrahepatik menyebabkan kolangitis yang menimbulkan koiangiolitis dengan akibat abses multipel. Trauma tajam atau tumpul dapat mengakibatkan laserasi, perdarahan, dan nekrosis jaringan hati serta ekstravasasi cairan empedu yang mudah rerinfeksi. Hematoma subkapsuler dapat juga mengakibatkan infeksi dan menimbulkan abses yang soliter dan terlokalisasi. Sebagian kecil disebabkan tindakan diagnostik atau terapeutik. Terjadinya abses pasca trauma sangat gantung pada kualitas pembedahan yang dilakukan untuk menanggulangi trauma hati sebelumnya. Sepsis dengan penyebaran melalui a.hepatika menyebabkan abses pada 20-40 % pasien. Abses biasanya multipel dankecil di kedua lobus hati. Abses hati piogenik dapat merupakan penyulit dari keganasan hati, baik primer maupun sekunder. Nekrosis jaringan baik dari tumor maupun jaringan hati akan mudah mengundang infeksi sekunder dan menimbulkan abses yang biasanya soliter. Kista di dalam jaringan hati juga dapat mengalami infeksi sekunder sebagaimana kelainan hati yang iain' seperti sistosomiasis, tuberkulosis, askariasis dan penyakit hidatidosa (kista ekinokokus). Abses hati piogenik dapat timbul sebagai penyulit pankreatitis kronik. Abses hati piogenik multiple terdapat pada 50% kasus. Hati tampak membengkak dan daerah yang mengandung abses menjadi pucat kekuningan, berbeda dengan hati sehat di sekitarnya yang berwarna merah tua. Kebanyakan terdapat pada Iobus kanan dengan perbandingan lima kali lobus kiri. Apabila abses hati piogenik berhubungan dengan pilefebitis, v.porta dan cabangnya tampak