Referat Radiologi Print

download Referat Radiologi Print

of 17

  • date post

    04-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    215
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Referat Radiologi Print

  • 7/21/2019 Referat Radiologi Print

    1/17

    Referat

    Gambaran Radiologi pada Osteoid Osteoma

    Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Dalam Menjalankan Kepaniteraan Klinik

    Senior di Bagian/SMF Radiologi Fakultas Kedokteran Unsyiah/

    RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh

    Disusun Oleh :

    Arinda Calvine Santoso 0907101010038

    Muhammad Sidiq 0907101010161

    Yudi Pratama 0907101010065

    Pembimbing

    dr. Iskandar Zakaria, Sp.Rad

    BAGIAN/SMF RADIOLOGI

    FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA

    RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH

    2013

  • 7/21/2019 Referat Radiologi Print

    2/17

    ii

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan

    hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan referat ini dengan judul

    Gambaran Radiologi Pada Osteoid Osteoma Adapun tujuan penulisan

    referat ini adalah sebagai salah satu tugas dalam menjalani kepaniteraan klinik

    senior di Bagian/SMF Radiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala,

    Rumah Sakit Umum dr.Zainoel Abidin Banda Aceh.

    Untuk dapat menyelesaikan referat ini, penulis telah banyak mendapatkan

    bantuan dan bimbingan secara langsung maupun tidak langsung dari berbagaipihak. Penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada:

    1. dr. Iskandar Zakaria, Sp.Rad selaku dosen pembimbing referat yang telah

    memberikan bimbingan kepada penulis

    2. Teman-teman sejawat yang tengah menjalani kepaniteraan klinik senior di

    Rumah Sakit Umum dr.Zainoel Abidin Banda Aceh.

    Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam referat ini.

    Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari

    pembaca sekalian demi kesempurnaan referat ini.

    Banda Aceh, 15 Desember 2013

    Penulis

    i

  • 7/21/2019 Referat Radiologi Print

    3/17

    ii

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR ..................................................................................... ii

    DAFTAR ISI .................................................................................................... iii

    BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1

    1.1 Pendahuluan .................................................................................................. 1

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................................... 3

    2.1.Osteoid Osteoma........................................................................................ 3

    2.1.1 Definisi .............................................................................................. 3

    2.1.2 Patofisiologi ....................................................................................... 3

    2.1.3 Patologi .............................................................................................. 3

    2.1.4 Lokasi ................................................................................................ 4

    2.1.5 Gejala Klinis ...................................................................................... 4

    2.1.6 Diagnosis Banding ............................................................................. 5

    2.1.7 Terapi ................................................................................................. 5

    2.2.Aspek Radiologis Osteoid Osteoma.......................................................... 5

    2.2.1 Temuan Khas Pencitraan .................................................................... 5

    2.2.2 Intraarticular Osteoma Osteoid .......................................................... 6

    2.2.3 Temuan pencitraan yang tidak lazim ................................................. 8

    2.2.4 Roentgen (X-Ray) .............................................................................. 8

    2.2.5 CT Scan .............................................................................................. 9

    2.2.6 MRI .................................................................................................... 9

    BAB III KESIMPULAN................................................................................... 12

    3.1. Kesimpulan ................................................................................................. 12

    DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 13

  • 7/21/2019 Referat Radiologi Print

    4/17

    1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Pendahuluan

    Osteoid osteoma adalah tumor jinak tulang dengan keluhan nyeri hebat yang

    biasanya diderita pada usia muda. Osteoid osteoma adalah tumor jinak tulang

    dengan angka kejadian ketiga terbanyak. Insidensinya sekitar 11% dari seluruh

    tumor jinak tulang dan 3% dari seluruh tumor tulang primer. Osteoid osteoma

    sering diderita oleh dewasa muda usia dekade dua dan tiga.

    Osteoid osteoma ditandai dengan nidus intracortical dengan sejumlah

    variabel kalsifikasi, serta penebalan korteks, sclerosis, dan edema sumsum tulang.

    Ketika temuan ini hadir, diagnosis osteoid osteoma mudah dibuat (Lee et al.,

    2004). Namun, osteoid osteoma dapat menampilkan temuan pencitraan yang dapat

    menyesatkan, dan bisa sulit untuk membedakan osteoid osteoma dari kondisi lain

    seperti infeksi, arthritis inflamasi, dan tumor lainnya. Selain itu, fraktur, abses

    intracortical, hemangioma intracortical, chondroblastoma, osteoblastoma, dan

    hipertrofi kompensasi dari pedikel dapat meniru osteoid osteoma. Untuk membuat

    diagnosis yang benar, perlu untuk mengidentifikasi nidus, dan itu penting untukterbiasa dengan temuan radiologis osteoid osteoma dan hal yang serupa dengan itu

    (Papathanassiou et al., 2008).

    Osteoid osteoma adalah tumor jinak tulang yang paling sering terjadi pada

    pria dan anak laki-laki antara 7 dan 25 tahun. Kebanyakan pasien mengalami sakit

    yang memburuk pada malam hari dan segera lega oleh pemberian salisilat. Istilah

    Nidus, yang digambarkan sebagai inti atau niduslike oleh Jaffe pada tahun

    1953, mengacu pada tumor itu sendiri dan terdiri dari tulang di berbagai tahap

    kedewasaan dalam stroma sangat vaskularisasi dan bayak jaringan ikat. Pusat

    nidus biasanya adalah bagian yang paling sangat mineralisasi, dan itu mungkin

    menampilkan berbagai jumlah mineralisasi. Ada dua skema klasifikasi untuk

    osteoid osteoma, yang kedua yang menggambarkan lokasi tumor di tulang.

    Dengan skema pertama, tumor diklasifikasikan sebagai kortikal, meduler

    (kanselus), atau subperiosteal berdasarkan temuan radiografi. Metode ini lebih

    tradisional dan lebih sering digunakan daripada klasifikasi skema lain. Dengan

  • 7/21/2019 Referat Radiologi Print

    5/17

    2

    skema ini, kortikal osteoid osteomas adalah yang paling umum. Mereka biasanya

    terjadi di poros tulang panjang, terutama tulang paha dan tibia. Subperiosteal

    osteoid osteomas adalah yang paling umum. Dengan skema klasifikasi lain, baru-

    baru ini disarankan, tumor dikategorikan sebagai subperiosteal, intracortical,

    endosteal, atau intramedullary berdasarkan pada temuan dasar tomografi (CT) dan

    magnetic resonance (MR) imaging. Dengan menggunakan cross sectional

    imaging telah diusulkan bahwa subperiosteal osteoid osteomas lebih umum

    daripada temuan pertama.

    Dalam referat ini, akan dibahas temuan pencitraan khas intracortical

    osteoma osteoid, termasuk lesi yang terjadi di lokasi yang tidak biasa;

    intraarticular osteoid osteoma, terkait perubahan inflamasi yang parah yang dapat

    mengacaukan diagnosis; dan kondisi yang mirip osteoid osteoma, termasuk stres

    fraktur, abses intracortical, tumor dan pseudotumors.

  • 7/21/2019 Referat Radiologi Print

    6/17

    3

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Osteoid Osteoma

    2.1.1 Definisi

    Osteoid Osteoma adalah tumor yang sangat kecil, yang biasanya tumbuh di

    lengan atau tungkai, tetapi dapat terjadi pada semua tulang. Didapatkan terutama

    pada kaum pria muda berumur antara 10-25 tahun dengan keluhan utama nyeri

    pada tulang yang bersangkutan (Papathanassiou et al., 2008). Nyeri bersifat

    menetap yang tidak hilang oleh istirahat dan makin terasa pada malam hari.

    Nyerinya dapat bersifat ringan sampai hebat, ciri istimewa nyerinya ialah nyeri

    dapat hilangkan dengan pengobatan aspirin. Kadang otot di sekitar tumor akan

    mengecil (atrofi) dan keadaan ini akan membaik setelah tumor diangkat (Lee et

    al., 2004).

    2.1.2` Patofisiologi

    Osteosid osteoma dibedakan melalui tampilannya yang bergranular

    bersemu merah jambu, yang dihasilkan dari proliferasi osteoblas. Tidak seperti

    tumor lainnya, lesi tunggalnya berdiameter kurang dari 0,4 inci (1 cm) (Lee et al.,

    2004). Setiap tulang dapat terkena, tapi femur dan tibia adalah yang paling sering.

    Bila osteoid osteoma terjadi pada kolumna spinalis dan sakrum, manisfestasi

    klinis yang muncul menyerupai sindrom diskus lumbalis. Pasien mengeluhkan

    nyeri yang terputus-putus, mungkin disertai oleh peningkatan kadar prostaglandin

    yang diasosiasikan dengan tumor. Insidens/Prevalensi kira-kira 10% dari semua

    tumor benigna adalah osteoid osteoma. Lesi terjadi pada anak dan dewasa mudadengan predominan pada pria (Papathanassiou et al., 2008).

    2.1.3 Patologi

    Didapat sebagai jaringan yang seluler, banyak vaskularisasinya. Jika nidus

    diangkat, terlihat gambaran lingkaran merah tulang trabekular biasanya kurang

    dari 1 cm. Kelainan terdiri atas jaringan seluler dengan tingkat vaskularisasi yang

    tinggi dari jaringan tulang yang belu