referat polihidramnion

of 27 /27
BAB I PENDAHULUAN Cairan amnion mempunyai peranan penting dalam menunjang proses kehamilan dan persalinan. Di sepanjang kehamilan normal. Kompartemen dari cairan amnion menyediakan ruang bagi janin untuk tumbuh bergerak dan berkembang. Tanpa cairan amnion rahim akan mengerut dan menekan janin, pada kasus-kasus dimana tejadi kebocoran cairan amnion pada awal trimester pertama janin dapat mengalami kelainan struktur termasuk distrorsi muka, reduksi tungkai dan cacat dinding perut akibat kompresi rahim. 1,2 Menjelang pertengahan kehamilan cairan amnion menjadi semakin penting untuk perkembangan dan pertumbuhan janin, antara lain perkembangan paru- parunya, bila tidak ada cairan amnion yang memadai selama pertengahan kehamilan janin akan sering disertai hipoplasia paru dan berlanjut pada kematian. 1

Embed Size (px)

Transcript of referat polihidramnion

BAB I PENDAHULUAN

Cairan amnion mempunyai peranan penting dalam menunjang proses kehamilan dan persalinan. Di sepanjang kehamilan normal. Kompartemen dari cairan amnion menyediakan ruang bagi janin untuk tumbuh bergerak dan berkembang. Tanpa cairan amnion rahim akan mengerut dan menekan janin, pada kasus-kasus dimana tejadi kebocoran cairan amnion pada awal trimester pertama janin dapat mengalami kelainan struktur termasuk distrorsi muka, reduksi tungkai dan cacat dinding perut akibat kompresi rahim.1,2 Menjelang pertengahan kehamilan cairan amnion menjadi semakin penting untuk perkembangan dan pertumbuhan janin, antara lain perkembangan paru-parunya, bila tidak ada cairan amnion yang memadai selama pertengahan kehamilan janin akan sering disertai hipoplasia paru dan berlanjut pada kematian. Selain itu cairan ini juga mempunyai peran protektif pada janin. Cairan ini mengandung agen-agen anti bakteria dan bekerja menghambat pertumbuhan bakteri yang memiliki potensi patogen. Selama proses persalinan dan kelahiran cairan amnion terus bertindak sebagai medium protektif pada janin untuk memantu dilatasi servik.1,2 Cairan amnion berperan sebagai sarana komunikasi anatara janin dan ibu. Kematangan dan kesiapan janin untuk lahir dapat diketahui dari hormon urin janin yang diekskresikan ke dalam cairan amnion. Cairan amnion juga dapat digunakan sebagai alat diagnostik untuk melihat adanya kelainan-kelainan pada proses

1

pertumbuhan dan perkembangan janin dengan melakukan kultur sel atau melakukan spektrometer. Jadi, cairan amnion memegang peranan yang cukup penting dalam proses kehamilan dan persalinan. Cairan amnion yang mengelilingi janin dalam kandungan diperlukan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan janin. Cairan ini merupakan pelindung janin dari trauma fisik, membantu pertumbuhan paru janin, dan memberikan penghalang terhadap infeksi. Volume cairan ketuban yang normal bervariasi. Volume rata-rata meningkat dengan usia kehamilan, memuncak sampai 800-1000 ml, yang bertepatan dengan usia kehamilan 36-37 minggu. Peningkatan abnormal dari cairan ketuban, polihidramnion, dapat memperlihatkan suatu anomali janin yang mungkin terjadi. Volume cairan amniotik tidak cukup, oligohidramnion, menjadikan perkembangan jaringan paru-paru janin tidak sempurna dan dapat menyebabkan kematian janin.4 Pada kehamilan yang dipengaruhi oleh polihidramnion, sekitar 20% dari neonatus lahir dengan anomali kongenital, sehingga proses persalinan pada bayi tersebut lebih dipilih dengan perawatan yang lebih intensif.

2

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

2.1 Fisiologi Cairan Amnion1,2,3 Dua belas hari setelah ovum dibuahi, terbentuk suatu celah yang dikelilingi amnion primitif yang terbentuk dekat embryonic plate. Celah tersebut melebar dan amnion disekelilingnya menyatu dengan mula-mula dengan body stalk kemudian dengan korion yang akhirnya menbentuk kantung amnion yang berisi cairan amnion. Cairan amnion, normalnya berwarna putih, agak keruh serta mempunyai bau yang khas agak amis dan manis. Cairan ini mempunyai berat jenis 1,008 yang seiring dengan tuannya kehamilan akan menurun dari 1,025 menjadi 1,010. Asal dari cairan amnion belum diketahui dengan pasti, dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Diduga cairan ini berasal dari lapisan amnion sementara teori lain menyebutkan berasal dari plasenta. Dalam satu jam didapatkan perputaran cairan lebih kurang 500 ml.

a. Sistem Komunikasi Fetal-Maternal Cairan Amnion merupakan salah satu sistem komunikasi antara janin dan ibu, yang merupakan suatu hal yang essensial dalam menunjang keberhasilan proses implantasi blastosit, pengenalan ibu terhadap kehamilan, penerimaan imunologi hasil konsepsi, menjaga kehamilan, adaptasi ibu terhadap kehamilan,

3

nutrisi janin, pematangan janin dan mungkin untuk inisiasi dari kehamilan.Cairan amnion merupakan suatu hal yang unik yang mempunyai sistem komunikasi langsung antara janin dan ibu. Sistem komunikasi antara janin dan ibu yang disebut Paracrine arm dimungkinkan melalui unsur utama dari cairan amnion seperti urin janin dan sekresi paru-paru janin, hubungan timbal baliknya, produk desidua yang terdapat dalam unsur utama darah ibu memasuki cairan amnion dan masuk ke dalam janin melalui pernafasan janin dan penelanan cairan amnion oleh janin.

b. Proses Menelan Proses menelan pada janin dimulai dari minggu ke 10 sampai minggu 12, dengan kemampuan usus untuk melakukan peristaltik dan transpor glukosa aktif, sebagian cairan amnion yang ditelan diabsorbsi, dan yang tidak diabsorbsi akan dikeluarkan melalui kolon bawah. Tidak jelas apa yang merangsang janin untuk melakukan proses menelan ini, tetapi diduga saraf janin yang analog dengan rasa haus, lambung yang kosong dan perubahan pada komposisi cairan amnion menjadi faktor penyebab. Proses menelan pada janin ini mempunyai efek yang sedikit terhadap volume cairan amnion pada permulaan kehamilan, karena volume cairan amnion yang ditelan sedikit jumlahnya jika dibandingkan dengan volume keseluruhan dari cairan amnion. Pada kehamilan lanjut, volume cairan amnion secara substansial diatur oleh proses menelan oleh janin ini, berdasarkan penelitian jika proses menelan terhenti maka kemungkinan terjadinya hidroamnion besar.

4

Pada janin yang aterm proses menelan berjumlah 200 760 ml per hari sebanding dengan jumlah yang diminum oleh neonatus. Pergerakan cairan amnion melalui traktus digestivus mefasilitasi pertumbuhan dan perkembangan traktus tersebut. Cairan amnion yang ditelan oleh janin memberikan kontribusi kalori pada janin, juga kebutuhan nutrisi essensial. Pada kehamilan lanjut sekitar 0,8 g protein, setengah dari albumin dikonstribusikan pada janin.

c. Volume cairan amnion Volume cairan amnion pada setiap minggu usia kehamilan bervariasi, secara umum volume bertambah 10 ml per minggu pada minggu ke 8 usia kehamilan dan meningkat menjadi 60 ml per minggu pada usia kehamilan 21 minggu, yang kemudian akan menurun secara bertahap sampai volume yang tetap setelah usia kehamilan 33 minggu.. normal volume cairan amnion bertambah dari 50 ml pada saat usia kehamilan 12 minggu sampai 400 ml pada pertengahan gestasi dan 1000 1500 ml pada saat aterm. Pada kehamilan postterm jumlah cairan amnion hanya 100 sampai 200 ml atau kurang. Keadaan dimana jumlah cairan amnion tersebut kurang dari normal disebut olygohidoamnion. Pada keadaan-keadaan tertentu jumlah cairan amnion dapat mencapai 2000 ml hal ini disebut dengan hydramnion atau polihidramnion.

5

2.2 Polihidramion 2.2.1 Definisi2,3 Polihidramnion (hidramnion) adalah kondisi medis pada kehamilan berupa kelebihan cairan ketuban dalam kantung ketuban. Hal ini biasanya didiagnosis jika indeks cairan amnion (AFI) dari pemeriksaan USG lebih besar dari 20 cm ( 20 cm). Di mana volume dari air ketuban > 2000 ml.

Gambar 2.1: Polihidramnion

2.2.2 Patofisiologi5 Integrasi dari aliran cairan yang masuk dan keluar dari kantung ketuban menentukan volume cairan ketuban. Urine janin, produksi cairan paru-paru, proses menelan, penyerapan intramembranous (ke dalam kompartemen vaskuler janin) memberikan kontribusi penting terhadap pergerakan cairan di akhir kehamilan, faktor lain (misalnya, produksi air liur) memberikan kontribusi minimal. Kontribusi relatif dari setiap rute pertukaran cairan bervariasi pada setiap kehamilan. Variasi dalam cairan tubuh janin atau homeostasis endokrin juga

6

mempengaruhi volume produksi urin janin, menelan, dan sekresi paru-paru. Selama trimester terakhir, output urin setara sekitar 30 persen dari berat badan janin, proses menelan sekitar 20 sampai 25 persen, sekresi paru-paru 10 persen (satu-setengah dari sekresi paru-paru tertelan oleh dan setengah lainnya diekskresikan ke dalam cairan ketuban), sedangkan sekresi oral-nasal dan aliran transmembranous (langsung ke dalam kompartemen ibu) mewakili sekitar 2000 ml. Pada polihidramnion, penyebab yang mendasari volume cairan amnion berlebihan bisa diketahui dalam beberapa kondisi klinis dan tidak sepenuhnya dapat diketahui pada beberapa kondisi klinis lainnya.

17

DAFTAR PUSTAKA 1. Hacker and mooree. Essensial Obstetric and Gynaecologi .2/e. Philadelpia: WB saunders company, 1992. 2. Cunningham FG, MacDonald PC, Leveno KJ, Gillstrap LC. Williams Obstetrics. 21ed. Connecticut: Appleton and Lange, 2001 3. Mochtar R. Sinopsis obstetrik, Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC, 2004 4. Brian S Carter, MD, FAAP. Pediatric Polyhydramnios. Available at URL: http://emedicine. medscape.com/article/ 975821, accessed on August 2011. 5. Mayo Clinic Staff. Polyhydramnios. Available at URL: http://www. mayoclinic.com/health/polyhydramnios, accessed on August 2011. 6. Polyhydramnios. http://www.patient.co.uk/doctor/Polyhydramnios.htm

18