Referat Osteoporosis

Click here to load reader

  • date post

    22-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    331
  • download

    112

Embed Size (px)

description

referat osteoporosis

Transcript of Referat Osteoporosis

REFERAT

FRAKTUR OSTEOPOROSIS

Disusun oleh:

Liana Anggara Rizkia

030.10.160

Pembimbing:

dr. Radi Muharris, Sp.OT

KEPANITRAAN KLINIK ILMU BEDAH

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BEKASI

PERIODE 13 MARET 2015 - 23 MEI 2015 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan referat dengan judul Fraktur Osteoporosis. Referat ini ditulis untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai Fraktur Osteoporosis dan merupakan salah satu syarat dalam mengikuti Kepaniteraan Klinik di Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti.

Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada pembimbing dr. Radi Muharris, Sp.OT yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dan memberikan pengarahan dalam penyusunan referat ini hingga selesai.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa referat ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritikan yang membangun dan saran demi perbaikan dimasa yang akan datang. Semoga referat ini dapat berguna bagi kita semua.

Jakarta, Mei 2015

Liana Anggara Rizkia

LEMBAR PENGESAHAN

Nama

: Liana Anggara Rizkia

NIM

: 030.10.160

Fakultas

: Kedokteran

Universitas

: Trisakti Jakarta

Tingkat

: Program Pendidikan Profesi Dokter

Bidang Pendidikan : Ilmu bedah

Periode

: 15 Maret 2015 23 Mei 2015

Judul makalah

: Fraktur Osteoporosis

Pembimbing

: dr. Radi Muharris, Sp.OT

TELAH DIPERIKSA DAN DISAHKAN PADA TANGGAL :.

Pembimbing

dr. Radi Muharris, Sp.OT

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

ii

LEMBAR PENGESAHAN

iiiDAFTAR ISI

ivBab I PENDAHULUAN

1

Bab IITINJAUAN PUSTAKA2

II.1. Definisi osteoporosis2

II.2. Epidemiologi

3

II.3. Klasifikasi

....3

II.4. Patofisiologi

5

II.5. Faktor risiko

5

II.6. Diagnosis

6

II.7. Fraktur

11

II.8. Tatalaksana

13

Bab III KESIMPULAN

17

Bab IV DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUANOsteoporosis adalah berkurangnya densitas dan penipisan korteks tulang yang disebabkan oleh berkurangnya pembentukan dan atau meningkatnya resorpsi tulang. Menurut World Health Organization (WHO), osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai oleh penurunan densitas massa tulang dan perburukan mikroarsitektur tulang sehingga tulang mudah rapuh dan patah, yang biasanya melibatkan pergelangan tangan, tulang belakang, tulang panggul, tulang rusuk, pelvis, dan humerus.1Seiring bertambahnya usia, orang tua mengalami penurunan massa tulang dan peningkatan risiko patah tulang sehingga osteoporosis merupakan masalah kesehatan utama di dunia. Beban sosial dan ekonomi dari osteoporosis terus meningkat karena populasi usia tua yang terus meningkat.2Penatalaksanaan osteoporosis sejak awal mempunyai prognosis lebih baik sehingga dilakukan pemeriksaan skrining pada kelompok berisiko. Pemeriksaan radiologi merupakan salah satu modalitas untuk mengukur massa tulang yang berkurang pada osteoporosis.2BAB II

TINJAUAN PUSTAKA2.1. Anatomi Tulang

Secara anatomi, tulang dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu tulang panjang (contoh : femur), tulang pendek atau kuboid (contoh : tulang karpal), dan tulang pipih (contoh skapula).2 Sebagaimana jaringan ikat lainnya, tulang terdiri dari matriks dan sel. Matriks tulang terdiri serat-serat kolagen dan protein non kolagen, sedangkan sel tulang terdiri dari osteoblas, osteoklas, dan osteosit.3Osteoblas adalah sel tulang yang bertanggung jawab terhadap proses formasi tulang yang berfungsi dalam sintesis matriks tulang. Osteoblas berperan dalam memulai proses resorpsi tulang dan pada permukaan osteoblas terdapat berbagai reseptor permukaan untuk berbagai mediator metabolisme tulang. Osteoklas adalah sel tulang yang bertanggung jawab untuk resorpsi tulang. Osteosit merupakan sel tulang yang terbenam dalam matriks tulang. Fungsi osteosit diduga berperan pada transmisi sinyal dan stimuli dari satu sel ke sel lainnya.32.2 Definisi OsteoporosisMenurut World Health Organization (WHO), osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai oleh penurunan densitas massa tulang dan perburukan mikroarsitektur tulang sehingga tulang mudah rapuh dan patah, yang biasanya melibatkan pergelangan tangan, tulang belakang, tulang panggul, tulang rusuk, pelvis, dan humerus. Definisi osteoporosis menurut National Institute of Health (NIH) adalah penyakit yang mengganggu kekuatan tulang yang menyebabkan peningkatan risiko terjadinya fraktur.1

Gambar 1. Tulang normal dan tulang keropos

2.3 Epidemiologi

Pada tahun 2003 WHO mencatat lebih dari 75 juta orang di Eropa, Amerika dan Jepang menderita osteoporosis dan penyakit tersebut mengakibatkan 2,3 juta kasus patah tulang per tahun di Eropa dan Amerika. Sedang di Cina tercatat angka kesakitan sebesar 7% dari jumlah populasi.1Osteoporosis mempengaruhi lebih dari 10 juta orang di Amerika Serikat dan pada tahun 2020 osteoporosis diperkirakan akan berdampak pada sekitar 14 juta orang dewasa di atas usia 50 tahun. Di seluruh dunia, kira-kira 200 juta perempuan telah menderita osteoporosis. Meskipun kemungkinan penyebaran osteoporosis saat ini terbesar di Amerika Utara dan Eropa, hal ini juga meningkat di negara-negara berkembang seiring bertambahnya usia populasi.22.4 KlasifikasiOsteoporosis dibagi dua, yaitu:

Osteoporosis primer Osteoporosis sekunderOsteoporosis primer adalah osteoporosis yang tidak diketahui penyebabnya sedangkan osteoporosis sekunder adalah osteoporosis yang diketahui penyebabnya.4

Tabel 1. Etiologi Osteoporosis5,6Osteoporosis PrimerOsteoporosis Sekunder

Anak dan remaja :

(1) Idiopathic juvenile osteoporosis

(2) Heritable disorders of connective tissue

Osteogenesis imperfecta

EhlerDanlos syndrome

Bruck syndrome

Marfan syndrome

Osteoporosis pseudoglioma syndrome

HomocystinuriaDewasa :

(1) Osteoporosis tipe I (post menopause)

(2) Osteoporosis tipe II (senilis)(1) Gangguan neuromuskular

Cerebral palsy

Duchenne muscular dystrophy

Imobilisasi lama

(2) Penyakit Kronik

Leukemia

Diffuse connective tissue diseases

Fibrosis Kistik

Inflammatory bowel diseases

Sindroma malabsorbsi (celiac disease)

Talasemia

Sirosis bilier primer

Sindroma nefrotik

Anoreksia nervosa

TransplantasioOrgan

Infeksi HIV

(3) Gangguan endokrin Pubertas terlambat

Hipogonadisme

Turner syndrome

Defisiensi hormon pertumbuhan

Hipertiroidisme

Diabetes mellitus

Hiperprolaktinemia

Cushing syndrome

(4) Inborn errors of metabolism

Intoleransi protein

Gangguan Penyimpanan Glikogen

Galaktosaemia

Penyakit Gaucher(5) Obat-obatan

Glukokortikoid

Methotrexate

Siklosporin

Heparin

Radioterapi

Obat antikonvulsan

2.5 PatofisiologiProses remodeling tulang normal melibatkan keseimbangan pada proses resorpsi dan formasi dimana osteoklas meresorpsi tulang dengan asidifikasi dan proteolitik dan osteoblas mensekresikan osteoid pada kavitas osteoklas. Pada wanita menopause, proses remodeling tulang meningkat secara drastis menyebabkan kehilangan massa tulang progresif. Hal ini dikarenakan umur osteoblas yang lebih pendek sedangkan umur osteoklas lebih lama.2 Selain itu estrogen berperan menurunkan produksi dari berbagai sitokin oleh bone marrow stem cells dan sel-sel mononuklear seperti IL-1, IL-6, dan TNF- yang berperan meningkatkan kerja osteoklas.4

Gambar 2. Patogenesis Osteoporosis pasca menopauseDefisiensi kalsium dan vitamin D sering didapat pada orang tua disebabkan oleh asupan kalsium dan vitamin D yang kurang, anoreksia, malabsorbsi, dan paparan sinar matahari yang rendah. Akibat defisiensi kalsium, akan timbul hiperparatiroidisme sekunder yang persisten sehingga akan meningkatkan resorpsi tulang dan kehilangan massa tulang.5 Aspek nutrisi yang lain adalah defisiensi protein yang akan menyebabkan penurunan sintesis IGF-1. Defisiensi vitamin K juga akan menyebabkan osteoporosis karena akan meningkatkan karboksilasi protein tulang, misalnya osteokalsin.4

Gambar 3. Patogenesis Osteoporosis tipe II dan fraktur

2.6 Faktor Risiko

Beberapa faktor risiko yang menyebabkan osteoporosis adalah sebagai berikut :1. Umur

Risiko osteoporosis meningkat 1,4-1,8 kali setiap penambahan umur 1 dekade.

2. Genetik

Etnis : kaukasia dan oriental lebih berisiko menderita osteoporosis dibandingkan kulit hitam dan polinesia.

Jenis kelamin : Perempuan lebih berisiko daripada laki-laki.

Riwayat keluarga

3. Lingkungan

Penduduk yang tinggal di negara 4 musim perlu memperhatikan defisiensi vitamin D dan kalsium karena kurangnya kedua zat tersebut dapat menyebabkan osteoporosis.

Gaya hidup : kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok dan minum alkohol, serta mengkonsumsi obat-obatan.

Mengkonsumsi obat-obatan seperti steroid, heparin, dan antikonvulsan.

Risiko jatuh yang meningkat (gangguan keseimbangan, licin, dan gangguan penglihatan).

4. Hormonal dan Penyakit Kronik

Hormonal : Defisiensi estrogen, androgen, tirotoksikosis, hiperparatiroidisme primer, hiperkortisolisme

Penyakit kronik : sirosis hepatis, gagal ginjal, gastrektomi