Referat mata

download Referat mata

of 30

  • date post

    11-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    215
  • download

    0

Embed Size (px)

description

referat mata

Transcript of Referat mata

Referat

Katarak Senilis Imatur ODS, Presbiopia, Diabetes Melitus Tipe IIOleh:

Rosy Remalya Tambunan

11.2014.256

Pembimbing :

dr Saptoyo Argo Morosidi, Sp.M

Fakultas Kedokteran UKRIDA

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Mata

Periode 4 Mei s/d 6 Juni 2015

RS Family Medical Center (FMC), SentulFAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA

(UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA)

Jl. Terusan Arjuna No.6 Kebon Jeruk Jakarta Barat

KEPANITERAAN KLINIK

STATUS ILMU PENYAKIT MATAFAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA

Hari/Tanggal Ujian/Presentasi Kasus : Mei 2015

SMF ILMU PENYAKIT MATA

Rumah Sakit Family Medical Center-SentulTanda Tangan

Nama

: Rosy Remalya Tambunan

NIM

: 11-2014-256

Dr. Pembimbing: dr Saptoyo A M , Sp.M

------------------- STATUS PASIEN

I. IDENTITAS

Nama

: Tn AHUmur

: 65 tahun

Jenis Kelamin

: laki-lakiAgama

: Islam

Pekerjaan

: PensiunanAlamat

: BogorTanggal Pemeriksaan : 28 Mei 2015

II. ANAMNESIS

Dilakukan Autoanamnesis pada tanggal 28 Mei 2015

Keluhan Utama:

Pandangan kedua mata buram sejak 2 tahun sebelum masuk rumah sakit

Keluhan Tambahan:

Silau jika melihat cahaya. Kadang mata terasa pegal saat membaca.Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien mengeluh pandangan buram secara perlahan sejak 2 tahun sebelum masuk rumah sakit dan semakin memburuk 3 bulan lalu. Keluhan buram seperti ditutupi kabut asap saat melihat jauh maupun dekat. Silau jika melihat cahaya contohnya cahaya dari layar hp, tidak ada melihat melihat warna pelangi saat melihat cahaya silau. Mata tidak sering berair. Kadang mata kering dan gatal tidak dikucek, sudah berobat ke dokter diberi obat tetes mata dan keluhan sudah membaik. Tidak ada rasa mengganjal. Luas pandangan tidak menyempit. Riwayat mata merah dan belek di sangkal. Riwayat trauma pada mata dan rasa nyeri disangkal.

Ada riwayat pemakaian kacamata baca sejak lima tahun lalu, mulai terasa tidak enak dipakai lagi sejak 2 tahun lalu. Ada riwayat kencing manis sejak 12 tahun lalu terkontrol dengan konsumsi obat. Tiga tahun lalu gula darah pernah naik hingga mencapai 450 mg/dl. Riwayat hipertensi disangkal. Riwayat mual muntah dan sakit kepala disangkal.Riwayat Penyakit Dahulu

a. Umum1. Asthma

: tidak ada2. Alergi

: tidak ada

3. DM

: ada

4. Hipertensi

: tidak ada

5. Dislipidemia

: tidak adab. Mata

1. Riwayat sakit mata sebelumnya

: Tidak ada2. Riwayat penggunaan kaca mata

: ada3. Riwayat operasi mata

: Tidak ada

4. Riwayat trauma mata sebelumnya

: Tidak ada

Riwayat Penyakit Keluarga:

Penyakit mata serupa

: tidak ada

Penyakit mata lainnya

: tidak ada

Asthma

: tidak adaAlergi

: tidak ada

Riwayat Kebiasaan:

Sebelumnya suka makan makanan manis tetapi sudah mulai dikurangi sejak 12 tahun lalu. Tidak merokok dan tidak meminum alkohol.

III. PEMERIKSAAN FISIK

A. STATUS GENERALIS

Keadaan Umum: Baik

Kesadaran

: Compos Mentis

Tanda Vital

: Tekanan Darah: 110/70mmHg

Nadi

: 76 x/menit

Respirasi

: 22 x/menit

Suhu

: 36.7oC

Kepala/leher

: Pembesaran KGB tidak ada

Thorax, Jantung: dalam batas normal

Paru

: dalam batas normal

Abdomen

: dalam batas normal

Ekstremitas

: dalam batas normal

B. STATUS OPTHALMOLOGIS

ODPEMERIKSAANOS

0,16 ph 0,25koreksi S -1,50 = 0,25Add +3,00Visus0,16 ph 0,25koreksi S -1,50 = 0,25

Add +3,00

NTION

OrthoforiaPosisi Bola MataOrthoforia

Edema (-), Hiperemis (-) spasme (-)PalpebraEdema (-), Hiperemis (-) spasme (-)

TenangKonjungtivaTenang

JernihCorneaJernih

DalamCOADalam

Bulat, sentral, refleks cahaya langsung dan tak langsung (+), RAPD (-)Iris/PupilBulat, sentral, refleks cahaya langsung dan tak langsung (+), RAPD (-)

Keruh, Shadow test (+)LensaKeruh, Shadow test (+)

JernihVitreusJernih

RF (+), sulit dinilaiFundusRF (+), sulit dinilai

Pergerakan Bola Mata

Tidak ditemukan kelainan pada segala arahKonfrontasi TestTidak ditemukan kelainan pada segala arah

IV. PEMERIKSAAN LAINTidak dilakukan

V. RESUME

AnamnesisPasien mengeluh pandangan buram sejak 2 tahun sebelum masuk rumah sakit dan semakin memburuk 3 bulan lalu. Keluhan buram seperti ditutupi kabut asap saat melihat jauh maupun dekat. Silau jika melihat cahaya contohnya cahaya dari layar hp. Kadang mata kering dan gatal tidak dikucek, sudah berobat ke dokter diberi obat tetes mata dan keluhan sudah membaik. Ada riwayat pemakaian kacamata baca sejak lima tahun lalu, mulai terasa tidak enak dipakai lagi sejak 2 tahun lalu. Ada riwayat kencing manis sejak 12 tahun lalu terkontrol dengan konsumsi obat. Tiga tahun lalu gula darah pernah naik hingga mencapai 450 mg/dl.

Dari status oftalmologis didapatkan :

ODPEMERIKSAANOS

0,16 ph 0,25koreksi S -1,50 = 0,25Add +3,00Visus0,16 ph 0,25

koreksi S -1,50 = 0,25

Add +3,00

Keruh, Shadow test (+)LensaKeruh, Shadow test (+)

RF (+), sulit dinilaiFundusRF (+), sulit dinilai

VI. DIAGNOSIS KERJA

1. Katarak Senilis Imatur ODS2. Presbiopia3. Diabetes Melitus tipe 2VII. DIAGNOSIS BANDING

1a. Katarak ec Diabetes mellitus tipe 2VIII. PEMERIKSAAN ANJURAN

a. Gula darah sewaktu

b. Gula darah puasac. HbA1CIX. PENATALAKSANAAN

Medikamentosa

1. Potasium Iodide + Sodium Iodide 3mg Ed fl no I S 3 dd gtt 1 ODS

2. Glibenklamid tab 5mg no X S 2 dd tab I3. Gliklazid tab 80mg no X S 2 dd tab INon medikamentosa

1. Pemberian kacamata sesuai koreksi setelah pemeriksaan gula darah dan visus diperiksa ulangEdukasi:

1. Konsulkan ke spesialis mata untuk mendapatkan penanganan selanjutnya

2. Konsulkan ke spesialis penyakit dalam untuk pengontrolan diabetes melitus3. Katarak jika sudah mengganggu penglihatan sebaiknya dioperasi jika gula darah terkontrol.IX. PROGNOSIS

1.

OCCULI DEXTRA (OD)OCCULI SINISTRA (OS)Ad Vitam

:Bonam

Bonam

Ad Fungsionam:Dubia ad malam

Dubia ad malam

Ad Sanationam:Dubia ad malam

Dubia ad malam

2.

OCCULI DEXTRA (OD)OCCULI SINISTRA (OS)Ad Vitam

:Bonam

Bonam

Ad Fungsionam:Dubia ad malam

Dubia ad malamAd Sanationam:Dubia ad malam

Dubia ad malam3.Ad Vitam

:BonamAd Fungsionam:Bonam

Ad Sanationam:Dubia ad malamPENDAHULUANMata adalah suatu organ indra yang khusus yang berfungsi untuk meneruskan cahaya sehingga kita dapat melihat. Fungsi mata sendiri adalah untuk melihat. Jika manusia kehilangan indra pengelihatan, maka fungsi manusia akan menurun sangat drastis. Ketika fungsi fisiologisnya terganggu, maka akan timbul penyakit sehingga pasien akan mencari pertolongan untuk mengatasi keluhan-keluhannya tersebut.

Mata sendiri berfungsi jika media refraks dapat meneruskan cahaya untuk ditangkap oleh saraf yang langsung terhubung ke otak. Jika media refraksi terdapat gangguan, maka fungsi pengelihatan sendiri akan terganggu karena cahaya tidak dapat diterukan oleh mata ke otak. Bagian media refraksi sendiri mulai dari air mata, kornea, kamera okuli anterior, kamera okuli posterior lensa, vitreus lalu terakhir adalahretina terutama pada macula. Setelah dari macula akan diteruskan oleh nervus optikus ke otak.

Salah satu gangguan dari pembahasan ini adalah bagian media refraksi dimana lensa menjadi keruh sehingga pengelihatan menjadi tidak baik. Disamping itu, terdapat juga kelaianan dari vitreus atau badan kaca yang menyebabkan pengelihatan juga menjadi gelap akibat cahay tidak dapat melewati badan kaca untuk menangkap rangsang cahaya.

Akan tetapi, kelaianan tidak hanya sebatas pada media refraksi saja, kelaian refraksi juga dapat mengganggu pengelihatan. Kelainan refraksi adalah focus cahaya yang tidak jatuh pada macula sehingga bayangan yang diterima oleh otak tidak jelas atau kabur. Misalnya bayangan jika jatuh di depan retina maka kita akan mengalami rabun jauh dan jika bayangan jatuh di belakang retina maka pengelihatan akan menjadi rabun dekat .

Maka dari itu kita perlu mengetahui bagaimana sebenarnya kelainan yang terjadi apakah merupakan suatu kelainan di media atau hanya bagian refraksi saja.

TINJAUAN PUSTAKAAnatomi

Anatomi dan fisiologi mata sangat rumit dan mengaggumkan. Secara konstan mata menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk, memusatkan perhatian pada objek yang dekat dan jauh serta menghasilkan gambaran yang kontinu yang dengan segera dihantarkan ke otak.

Mata memiliki struktur sebagai berikut :

Sklera : merupakan lapisan luar mata yang bewarna putih dan relatif kuat.

Konjungtiva : selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian sclera.

Kornea : struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan cahaya.

Pupil : daerah hitam ditengah-tengah iris.

Iris : jaringan bewarna yag berbentuk cincin, menggantung di belakang kornea dan di depan lensa, berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara merubah ukuran pupil.

Lensa : struktur cembung ganda yang tergantung diantara humor aquos dan vitreus, berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke retina.

Retina : lapisan jaringan peka cahaya yang terletak dibagian belakang bola mata, berfungsi mengirimkan pesan visual melalui saraf optikus k