referat ler

download referat ler

of 19

  • date post

    13-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    3
  • download

    0

Embed Size (px)

description

gdgdg

Transcript of referat ler

  • 7/13/2019 referat ler

    1/19

    TINJAUAN PUSTAKA

    URTIKARIA DAN ANGIOEDEMA

    Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kepaniteraan Klinik

    di SMF. Ilmu Kesehatan Anak

    oleh:

    ROZA INSANIL HUSNA

    NIM. 062011101057

    Pembimbing:

    dr. H. Ahmad Nuri, Sp.Adr. Gebyar Tri Baskoro, Sp.A

    dr. Ramzi Syamlan, Sp.A

    SMF. ILMU KESEHATAN ANAK RSD dr.SOEBANDI JEMBER

    FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER

    JUNI 2011

  • 7/13/2019 referat ler

    2/19

    1

    URTIKARIA DAN ANGIOEDEMA

    Pendahuluan

    Urtikaria merupakan salah satu bentuk kelainan kulit yang sering terjadi.

    Dapat terjadi secara akut maupun kronik, keadaan ini merupakan masalah untuk

    penderita, maupun untuk dokter. Walaupun patogenesis dan penyebabnya yang

    dicurigai telah ditemukan, ternyata pengobatan yang diberikan kadang-kadang

    tidak memberi hasil seperti yang diharapkan.

    Sekitar 20% individu pernah mengalami urtikaria atau angioedema pada

    suatu waktu di masa hidupnya. Urtikaria yang berlangsung kurang dari 6 minggu

    disebut urtikaria akut dan yang berlangsung (baik secara terus menerus maupun

    berulang) lebih dari 6 minggu disebut urtikaria kronik. Pada anak, kasus urtikaria

    akut lebih banyak terjadi.

    Penyebab urtikaria terbanyak adalah degranulasi sel mast dengan akibat

    munculnya urtika dan kemerahan (flushing) karena lepasnyaperformed mediator,

    histamin, juga newly formed mediatorpada late phase cutaneous response. Pada

    anak, hal ini terutama terjadi akibat paparan terhadap alergen. Sumber utama

    alergen yang mencetuskan urtikaria dengan perantara IgE adalah makanan dan

    obat. Hal lain yang dapat mencetuskan urtikaria/angioedema akut, dan juga

    sebagian urtikaria/angioedema kronik adalah mekanisme non imunologik dan

    tidak melibatkan IgE. Dalam hal ini terjadi pelepasan histamin, baik secara

    langsung, maupun akibat infeksi virus, anafilatoksin, berbagai peptida, dan

    protein serta stimulus fisik. Pada urtikaria kronis penyebab tersering adalah proses

    autoimun

    Definisi

    Urtikaria (kaligata, gidu, nettle rash, hives) adalah erupsi kulit yang

    menonjol, berbatas tegas, berwarna merah, umumnya berbentuk bulat, gatal, dan

    berwarna putih di bagian tengah bila ditekan. Angioedema (giant urticaria,

    angioneurotic edema, quinkes edema) adalah sebuah lesi yang sama dengan

  • 7/13/2019 referat ler

    3/19

    2

    urtikaria tetapi pada angioedema meliputi jaringan subkutan yang lebih dalam ,

    tidak gatal, namun biasanya disertai dengan rasa nyeri dan terbakar.

    Gambar 1. Urtikaria

    Gambar 2. Angioedema

    Epidemiologi

    Urtikaria dan angioedema sering dijumpai pada semua umur, orang

    dewasa lebih banyak mengalami urtikaria dibandingkan dengan usia muda.

    Ditemukan 40% bentuk urtikaria saja, 49% urtikaria bersama-sama dengan

    angioedema dan 11% angioedema saja. Lama serangan berlangsung bervariasi,

    ada yang lebih dari satu tahun bahkan lebih dari 20 tahun.

  • 7/13/2019 referat ler

    4/19

    3

    Penderita atopi lebih mudah mengalami urtikaria dibandingkan dengan

    orang normal. Tidak ada perbedaan frekuensi jenis kelamin, baik laki-laki maupun

    perempuan. Umur, ras, aktivitas, letak geografis dan perubahan musim dapat

    mempengaruhi hipersensitivitas yang diperankan oleh IgE. Penisilin tercatat

    sebagai obat yang lebih sering menimbulkan urtikaria.

    Klasifikasi

    Urtikaria dapat diklasifikasikan berdasarkan durasi atau etiologi dan

    mekanisme patofisiologi.

    A. Durasi

    1. Akut

    Urtikaria akut biasanya terjadi beberapa jam sampai beberapa hari

    (kurang dari 6 minggu) dan umumnya penyebabnya dapat diketahui.

    2. Kronis

    Urtikaria yang berlangsung lebih dari 6 minggu dan urtikaria biasanya

    berulang dan tidak diketahui pencetusnya, serta dapat berlangsung

    sampai beberapa tahun. Urtikaria kronik umumya ditemukan pada

    orang dewasa.

    B. Etiologi dan Mekanisme Imun

    1. Mekanisme imun

    Mekanisme imun dapat diperantarai melalui reaksi hipersensitivitas tipe

    I, II, dan III.

    2. Mekanisme nonimun (anafilaktoid)

    a. Angioedema herediter

    b. Aspirin

    c. Liberator histamin, yaitu zat yang menyebabkan pelepasan histamin

    seperti opiat, pelemas otot, obat vasoaktif, dan makanan (putih telur,

    tomat, dan lobster).

    3. Fisik

    a. Dermatografia (Writting on skin)

  • 7/13/2019 referat ler

    5/19

    4

    b. Urtikaria dingin

    c. Urtikaria kolinergik

    d. Urtikaria solar

    e. Urtikaria panas

    f. Urtikaria dan angioedema tekanan

    g. Angioedema getar

    h. Angioedema akuagenik

    4.Miscellaneous

    a. Urtikaria papular e.c gigitan serangga (nyamuk/lebah)

    b. Urtikaria pigmentosa

    c. Mastositosit sistemik

    d. Infeksi disertai urtikaria

    e. Urtikaria dengan penyakit sistemik yang mendasarinya:

    - Penyakit vaskular kolagen

    - Keganasan

    - Ketidakseimbangan sistem endokrin

    f. Faktor psikogenik

    g. Urtikaria dan angioedema idiopatik

    Etiologi

    Pada penelitian, ternyata hampir 80% tidak diketahui penyebabnya.

    Diduga penyebab urtikaria bermacam-macam, di antaranya: obat, makanan,

    gigitan/sengatan serangga, bahkan fotosensitizer, inhalan, kontaktan, trauma fisik,

    infeksi dan infestasi parasit, psikis, genetik, dan penyakit sistemik.

    1. ObatBermacam-macam obat dapat menimbulkan urtikaria, baik secara

    imunologik maupun non-imunologik. Hampir semua obat sistemik

    menimbulkan urtikaria secara imunologik (Tipe I atau II). Contohnya ialah

    obat-obatan golongan penisilin, sulfonamid, analgesik, pencahar, hormon,

    dan diuretik. Ada pula obat yang secara non-imunologik langsung

  • 7/13/2019 referat ler

    6/19

    5

    merangsang sel mast untuk melepaskan histamin, misalnya kodein, opium,

    dan zat kontras. Aspirin menimbulkan urtikaria karena menghambat

    sintesis prostaglandin dari asam arakidonat.

    2. MakananPeranan makanan ternyata lebih penting pada urtikaria akut, umumnya

    akibat reaksi imunologik. Makanan berupa protein atau bahan lain yang

    dicampurkan ke dalamnya seperti zat warna, penyedap rasa, atau bahan

    pengawet sering menimbulkan urtikaria alergika. Contoh makanan yang

    sering menimbulkan urtikaria adalah telur, ikan, kacang, udang, cokelat,

    tomat, arbei, babi, keju, bawang, dan semangka serta bahan yang

    dicampurkan ke dalam makanan seperti asam nitrat, asam benzoat, dan

    ragi.

    3. Gigitan/sengatan SeranggaGigitan atau sengatan serangga dapat menimbulkan urtikaria setempat. Hal

    ini sering diperantarai oleh IgE (tipe I) dan tipe selular (tipe IV). Tetapi

    venom dan toksin bakteri, biasanya dapat pula mengaktifkan komplemen.

    Nyamuk, kepinding, dan serangga lainnya menimbulkan urtikaria

    berbentuk papular di sekitar tempat gigitan, biasanya sembuh dengan

    sendirinya setelah beberapa hari, minggu, atau bulan.

    4. Bahan fotosensitizerBahan semacam ini, misalnya griseofulvin, fenotiazin, sulfonamid, bahan

    kosmetik, dan sabun germisid sering menimbulkan urtikaria.

    5. InhalanInhalan berupa serbuk sari bunga (polen), spora jamur, debu, bulu

    binatang, dan aerosol umumnya lebih mudah menimbulkan urtikaria

    alergik. Reaksi ini sering dijumpai pada penderita atopi dan disertai

    gangguan pernapasan.

  • 7/13/2019 referat ler

    7/19

    6

    6. KontaktanKontaktan yang sering menimbulkan urtikaria ialah kutu binatang, serbuk

    tekstil, air liur binatang, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, bahan kimia

    seperti insect repelent(penangkis serangga), dan bahan kosmetik. Keadaan

    ini disebabkan bahan tersebut menembus kulit dan menimbulkan urtikaria.

    7. Trauma fisikTrauma fisik dapat disebabkan oleh faktor dingin, yakni berenang atau

    memegang benda dingin; faktor panas misalnya sinar matahari, sinar UV,

    radiasi dan panas pembakaran; faktor tekanan yaitu goresan, pakaian ketat,

    ikat pinggang, atau semprotan air; faktor vibrasi dan tekanan yang

    berulang-ulang contohnya pijatan dapat menyebabkan urtikaria fisik baik

    secara imunologik maupun non-imunologik.

    8. Infeksi dan InfestasiBermacam-macam infeksi dapat menimbulkan urtikaria, misalnya infeksi

    bakteri, virus, jamur, maupun infestasi parasit. Infeksi oleh bakteri

    contohnya infeksi pada tonsil, gigi, dan sinus paranasal. Masih merupakan

    pertanyaan apakah urtikaria muncul karena toksin bakteri atau oleh

    sensitisasi. Infeksi virus hepatitis, mononukleosis, dan infeksi virus

    coxsackie pernah dilaporkan sebagai faktor penyebab. Karena itu pada

    urtikaria yang idiopatik perlu dipikirkan kemungkinan infeksi virus

    subklinis. Infeksi jamur kandida dan dermatofit sering dilaporkan sebagai

    penyebab urtikaria. Infestasi cacing pita, cacing tambang, cacing gelang,

    SchistosomaatauEchinococcusdapat menyebabkan urtikaria.

    9. PsikisTekanan jiwa dapat memacu sel mast atau langsung menyebabkan

    peningkatan permeabilitas dan vasodilatasi kapiler. Ternyata hampir

    11.5% penderita urtikaria menunjukkan gangguan psikis. Penyelidikan

    memperlihatkan bahwa hipnosis dapat menghambat eritema dan urtikaria.

  • 7/13/2019 referat ler

    8/19

    7

    Pada percobaan induksi psikis, ternyata suhu kulit dan ambang rangsang

    eritema meningkat.

    10.GenetikFaktor genetik ternyata berperan penting pada urtikaria dan angioedema,

    walaupun jarang menunjukkan penurunan autosomal dominan.

    Diantaranya ialah angioneurotik edema herediter, familial cold urticaria,

    familial localize