Referat Intoksikasi CO UNEJ2 Edit

download Referat Intoksikasi CO UNEJ2 Edit

of 26

  • date post

    11-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    79
  • download

    8

Embed Size (px)

description

referat

Transcript of Referat Intoksikasi CO UNEJ2 Edit

REFERATINTOKSIKASI KARBON MONOKSIDA

Penyusun:KELOMPOK UNEJ IIPERIODE 21 Juli 2014 31 Agustus 2014

Pembimbing:Drs. Putu Sudjana, Apt. SH.

DEPARTEMEN / INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK & MEDIKOLEGALFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGARSUD Dr. SOETOMO SURABAYA2014HALAMAN PENGESAHAN

Referat dengan judul Keracunan Karbon Monoksida telah disetujui dan disahkan oleh Departemen Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK Universitas Airlangga RSUD dr. Soetomo Surabaya, pada: Hari : Tanggal: 2014Tempat : Departemen / Instalasi Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya / RSUD Dr. Soetomo Surabaya Pembimbing : Drs. Putu Sudjana, Apt., SH. Departemen / SMF Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSU Dr. Soetomo Surabaya Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Penyusun :1. Anre Hernadia Inas, S.Ked0920111010492. Imas Ayu Arjianti Putri, S.Ked 0920111010183. Dafista Diyantika, S.Ked0920111010094. Muti Arizka Rani P.M, S.Ked0920111010725. Siti Julaikha, S.Ked0920111010146. Ayu Budhi Trisna Dewi., S.Ked082011101026

Pembimbing, Koordinatir Pendidikan,

Drs. Putu Sudjana, Apt., SH. drg.Wieke Lutviandari, DFM

DAFTAR ISI

Daftar Isi.iiiDaftar Tabel....ivDaftar Gambar....ivKata Pengantar.....vBab I Pendahuluan..11.1Latar Belakang..11.2Tujuan21.3Manfaat..2Bab II Tinjauan Pustaka..42.1Gas Karbon Monoksida.....42.1.1 Sifat...42.1.2 Sumber..42.2Patofisiologi dan Proses Terjadinya Keracunan Gas KarbonMonoksida..62.3Gejala dan Tanda Keracunan Karbon Monoksida92.4Cara Kejadian Keracunan...112.5Pemeriksaan TKP....122.6Pemeriksaan jenazah13 Bab III Kesimpulan....18Daftar Pustaka20

Daftar Tabel

Tabel I.I Hubungan % saturasi Hb oleh CO (%CO-Hb) dan akibatnya..10Tabel I.2 Hubungan konsentrasi CO di udara, waktu pajanan dan akibatnya.....11

Daftar Gambar

Gambar 1. Oksihemoglobin dan karboksihemoglobin......4Gambar 2. Alur masuk CO..7

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan berkat-Nya tugas referat kami yang berjudul Intoksikasi Karbon Monoksida sebagai syarat dalam mengikuti kepaniteraan klinik di Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga / RSUD dr. Soetomo Surabaya dapat terselesaikan dengan baik. Atas selesainya penyusunan referat ini, penyusun menyampaikan banyak terima kasih kepada: Dr.dr.Ahmad Yudianto, SpF, SH, M.Kes sebagai Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr. Soetomo Surabaya. Dr. Hoediyanto, SpF (K) sebagai Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.Prof. dr. H. Soedjari Soelichin, Sp.F(K) sebagai Guru Besar pada Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.Prof. Dr. Med. Dr. H. M. Soekry Erfan Kusuma, Sp.F(K), DFM sebagai Guru Besar Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.Drs. Putu Sudjana, Apt., SH., selaku Dosen Pembimbing dan Pembuatan Referat.Seluruh dosen dan dokter PPDS I dan PPDS II Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga / RSUD Dr. Soetomo Surabaya atas ilmu yang telah diberikan kepada kami. Rekan-rekan dan pihak-pihak yang telah memberikan pinjaman kepustakaan, dukungan, motivasi dan semangat sehingga referat ini dapat selesai pada waktunya. Demi kesempurnaan penyusunan referat selanjutnya, saran dan kritik terhadap referat ini sangat kami harapkan. Semoga referat ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.Surabaya, Agustus 2014Penyusun21

BAB 1PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Racun ialah suatu zat yang bekerja pada tubuh secara kimiawi dan faali, yang dalam dosis toksik selalu menyebabkan gangguan fungsi tubuh, hal ini dapat berakhir dengan penyakit atau kematian. Racun dapat masuk ke dalam tubuh melalui ingesti, inhalasi, injeksi, penyerapan melalui kulit dan pervaginam atau perektal. Intoksikasi merupakan suatu keadaan dimana fungsi tubuh menjadi tidak normal yang disebabkan oleh suatu jenis racun atau bahan toksik lain. Salah satu contohnya pada intoksikasi karbon monoksida dimana terjadi keadaan toksik sebagai akibat dari terhirup dan terserapnya gas karbon monoksida, dimana karbon monoksida berikatan dengan hemoglobin dan menggantikan oksigen dalam darah. Karbon monoksida (CO) adalah salah satu jenis gas yang berbahaya. Gas ini tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa dan tidak mengiritasi, mudah terbakar dan sangat beracun. Karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna dari senyawa organik yang umumnya terjadi dalam mesin berbahan bakar fosil seperti bensin dan batubara. Selain itu merupakan hasil pembakaran tidak sempurna dari kendaraan bermotor, alat pemanas, asap dari kereta api, pembakaran gas, asap tembakau. Di samping itu, dari kegiatan rumah tangga juga turut menyumbang produksi gas CO dari kegiatan masak memasak. Hal lainnya yang sangat sering ditemukan di masyarakat, yaitu kegiatan merokok. Setiap korban kebakaran api harus dicurigai adanya intoksikasi gas CO. Intoksikasi gas CO merupakan akibat yang serius dari kasus inhalasi asap dan diperkirakan lebih dari 80% penyebab kefatalan yang disebabkan oleh trauma inhalasi. Di luar kematian akibat kebakaran, ada sekitar 2700 kematian yang disebabkan oleh karbon monoksida setiap tahunnya di Amerika Serikat. Sekitar 2000 dari kasus ini adalah bunuh diri dan 700-nya adalah kecelakaan. Pada kenyataannya seluruh kasus bunuh diri tersebut melibatkan penghirupan gas buangan mobil.Cara kejadian keracunan gas karbon monoksida bisa terjadi karena kecelakaan, bunuh diri, maupun karena pembunuhan. Disinilah pentingnya bidang toksikologi forensik dalam menangani kasus-kasus keracunan fatal maupun non fatal, terutama dalam penentuan sebab kematian korban, karena pengambilan kesimpulan sebab kematian korban akibat keracunan tidak dapat diambil tanpa melakukan analisa toksikologi. Maka dari itulah dalam referat kami ini, kami hendak menjelaskan apa itu gas CO secara umum. Mulai dari bagaimana strukturnya, bagaimana patofisiologi terjadinya keracunan gas CO, serta kaitannya dengan aspek forensik terutama dibidang toksikologi forensik.Dalam referat ini, kami hendak memberikan contoh mengenai beberapa kasus keracunan gas CO yang menyebabkan kematian dan dapat terjadi dimana saja.

1.2 TujuanAdapun tujuan dari referat yang kami susun, yaitu:1. Menjelaskan definisi, struktur, sifat, dan sumber gas karbon monoksida.2. Menjelaskan tanda-tanda dan gejala serta patofisiologi keracunan gas karbon monoksida. 3. Menjelaskan cara kejadian keracunan (sebab kematian) tersering yang bisa terjadi pada kasus keracunan karbon monoksida.4. Menjelaskan pemeriksaan TKP pada kasus keracunan gas CO5. Menjelaskan tanda-tanda seseorang yang meninggal karena keracunan karbon monoksida.6. Menjelaskan cara melakukan pemeriksaan atau tes-tes untuk mengetahui adanya gas karbon monoksida dalam tubuh. 1.3 ManfaatAdapun manfaat dari referat ini, diantaranya: 1. Mampu mengetahui gejala dan patofisiologi keracunan gas karbon monoksida.2. Mampu mengenali tanda-tanda yang ditinggalkan orang yang meninggal karena keracunan karbon monoksida.3. Mampu mengetahui pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui adanya gas karbon monoksida dalam tubuh. 4. Kita dapat mencegah atau memberi penyuluhan mengenai bahaya dari gas karbon monoksida.

BAB 2TINJAUAN PUSTAKA

2.1Gas Karbon Monoksida (CO) (4,5)2.1.1. Sifat----Karbon monoksida (CO) adalah racun yang tertua dalam sejarah manusia. Sejak di kenal cara membuat api, manusia senantiasa terancam oleh asap yang mengandung CO. Karbon monoksida merupakan senyawa yang tidak berbau, tidak berasa dan pada suhu udara normal berbentuk gas yang tidak berwarna dan sedikit lebih ringan dari udara.(4) Keberadaan gas CO akan sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia karena gas itu akan menggantikan posisi oksigen yang berikatan dengan hemoglobin dalam darah. Afinitas CO yang 200-250 kali lebih besar dari afinitas oksigen terhadap Hb dan karboksihemoglobin yang terbentuk lebih stabil dibandingkan dengan oksihemoglobin. Seperti ilustrasi gambar dibawah ini:

Gambar 1. Oksihemoglobin dan Karboksihemoglobin (4,5)

2.1.2. SumberKarbon monoksida yang berasal dari alam termasuk dari lautan, oksidasi metal di atmosfir, pegunungan, kebakaran hutan dan badai listrik alam. Walaupun dapat terbentuk secara alamiah, tetapi sumber utamanya adalah dari kegiatan manusia.Sumber CO buatan antara lain kendaraan bermotor, terutama yang menggunakan bahan bakar bensin. Berdasarkan estimasi, jumlah CO dari sumber buatan diperkirakan mendekati 60 juta ton per tahun. Separuh dari jumlah ini berasal dari kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar bensin dan sepertiganya berasal dari sumber tidak bergerak seperti pembakaran batubara dan minyak dari industri dan pembakaran sampah domestik. Didalam laporan WHO (1992) dinyatakan paling tidak 90% dari CO diudara perkotaan berasal dari emisi kendaraan bermotor. Selain itu asap rokok juga mengandung CO, sehingga para perokok dapat memajan dirinya sendiri dan asap rokok yang sedang dihisapnya.Sumber CO dari dalam ruang (indoor) termasuk dari tungku dapur rumah tangga dan tungku pemanas ruang. Dalam beberapa penelitian ditemukan kadar CO yang cukup tinggi didalam kendaraan sedan maupun bus.Kadar CO diperkotaan cukup bervariasi tergantung dari kepadatan kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar bensin dan umumnya ditemukan kadar CO yang bersamaan dengan jam-jam sibuk pada pagi dan malam hari. Selain cuaca, variasi dari kadar CO juga dipengaruhi oleh topografi jalan dan bangunan disekitarnya. Pemajanan CO dari udara ambien dapat direfleksikan dalam bentuk kadar karboksi-harmoglobin (HbCO) dalam darah yang berbentuk dengan sangat pelahan karena butuh waktu 4-12 jam untu