REFERAT GANGGUAN CEMAS

download REFERAT GANGGUAN CEMAS

of 51

  • date post

    24-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    19
  • download

    1

Embed Size (px)

description

lopololpokimifgfjkki bgbhg

Transcript of REFERAT GANGGUAN CEMAS

Gangguan Cemas

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat-Nya,pembuatan karya tulis berupa referat bidang ilmu kesehatan jiwa yang berjudulGangguan anxietasdapat terselesaikan tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan karya tulis referat ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas kepaniteraan ilmu kesehatan jiwa di RS POLRI said Sukanto periode 27 Oktober-29 November 2014 agar dapat menerima kelulusan pada bidang kepaniteraan yang bersangkutan.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan referat ini.Terutama pembimbing kepada dr.Henny Riana,Sp.KJ,dr.Suhendro,Sp.KJ sebagai pembimbing utama referat ini,serta para perawat bagian jiwa,rekan-rekan koas psikiatri FK Yarsi dan semua pihak yang memberi arahan dan dukungan dalam proses penyelesaian referat ini.Penulis menyadari bahwa referat ini masih jauh dari sempurna dan memiliki banyak kekurangan.Oleh karena itu,penulis dengan senang hati menerima segala kritik dan masukan yang diberikan agar referat ini menjadi lebih sempurna.Akhir kata,semoga referat ini dapat berguna bagi penulis dan pembacanya.Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta, November 2014Penulis

Daftar IsiHalaman judul.......................................................................................0Kata Pengantar......................................................................................1

Daftar Isi................................................................................................2

Bab I Pendahuluan................................................................................3

Bab II Definisi Gangguan Anxietas......................................................4Bab III Klasifikasi.................................................................................5Bab IV Diagnosis..................................................................................6III.1 Gangguan Panik............................................................................9III.2 Fobia............................................................................................16III.3 Gangguan Cemas Menyeluruh....................................................30III.4 Gangguan Obsesif Kompulsif.....................................................36Daftar Pustaka.....................................................................................47BAB IPENDAHULUAN

Sensasi ansietas dapat dialami oleh hampir setiap manusia.Perasaan tersebut ditandai oleh rasa ketakutan yang difus,tidak menyenangkan dan samar-samar,seringkali disertai oleh gejala otonomik.Gejala-gejala yang ditemukan selama terjadinya ansietas cenderung bervariasi dari orang ke orang.Ansietas merupakan suatu sinyal yang memperingatkan adanya bahaya yang mengancam dan memungkinkan seseorang mengambil tindakan untuk mengatasi ancaman tersebut.Hampir semua individu pernah mengalami ansietas meskipun hal itu hanya sekali dalam hidupnya.Selama individu masih dapat mengatasi stresor yang ada,maka ansietas tersebut masih bersifat normal.Jika individu tidak mampu mengatasi stresornya,maka akan timbul ansietas patologik yang merupakan respons ancaman yang sumbernya tidak diketahui,bersifat internal,samar-samar atau konfliktual.BAB IIGANGGUAN CEMASDEFINISI GANGGUAN CEMASCemas didefinisikan sebagai suatu sinyal yang menyadarkan; ia memperingatkan adanya bahaya yang mengancam dan memungkinkan seseorang mengambil tindakan untuk mengatasi ancaman. Rasa tersebut ditandai dengan gejala otonom seperti nyeri kepala, berkeringat, palpitasi, rasa sesak di dada, tidak nyaman pada perut, dan gelisah.Rasa cemas dapat datang dari eksternal atau internal. Masalah eksternal umumnya terkait dengan hubungan antara seseorang dengan komunitas, teman, atau keluarga. Masalah internal umumnya terkait dengan pikiran seseorang sendiriTANDA DAN GEJALA GANGGUAN CEMASGejala-gejala cemas pada dasarnya terdiri dari dua komponen yakni, kesadaran terhadap sensasi fisiologis ( palpitasi atau berkeringat ) dan kesadaran terhadap rasa gugup atau takut. Selain dari gejala motorik dan viseral, rasa cemas juga mempengaruhi kemampuan berpikir, persepsi, dan belajar. Umumnya hal tersebut menyebabkan rasa bingung dan distorsi persepsi. Distorsi ini dapat menganggu belajar dengan menurunkan kemampuan memusatkan perhatian, menurunkan daya ingat dan menganggu kemampuan untuk menghubungkan satu hal dengan lainnya.

Aspek yang penting pada rasa cemas, umumnya orang dengan rasa cemas akan melakukan seleksi terhadap hal-hal disekitar mereka yang dapat membenarkan persepsi mereka mengenai suatu hal yang menimbulkan rasa cemas.BAB IIIKLASIFIKASI GANGGUAN CEMASBerdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders ( DSM-IV), gangguan cemas terdiri dari :

(1) Serangan panik dengan atau tanpa agoraphobia;

(2) Agoraphobia dengan atau tanpa Serangan panik;

(3) Fobia spesifik;

(4) Fobia sosial;

(5) Gangguan Obsesif-Kompulsif;

(6) Post Traumatic Stress Disorder ( PTSD );

(7) Gangguan Stress Akut;

(8) Gangguan Cemas Menyeluruh (Generalized Anxiety Disorder).

Berdasarkan Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III, gangguan cemas dikaitkan dalam gangguan neurotik, gangguan somatoform dan gangguan yang berkaitan dengan stress (F40-48).

BAB VDIAGNOSIS

Kriteria diagnostik Gangguan Cemas Menyeluruh menurut DSM IV-TRA. Kecemasan atau kekhawatiran yang berlebihan yang timbul hampir setiap hari,sepanjang hari,terjadi selama sekurangnya 6 bulan,tentang sejumlah aktivitas kejadian(seperti pekerjaan atau aktivitas sekolah).

B. Penderita merasa sulit mengendalikan kekhawatiran.

C. Kecemasan dan kekhawatiran disertai tiga atau lebih dari enam gejala berikut ini(dengan sekurangnya beberapa gejala lebih banyak terjadi dibandingkan tidak terjadi selama 6 bulan terakhir).Catatan:hanya satu nomer yang diperlakukan pada anak.

1.Kegelisahan

2.Merasa mudah lelah

3.Sulit berkonsentrasi atau pikiran menjadi kosong

4.Iritabilitas

5.Ketegangan otot

6.Gangguan tidur(sulit tertidur atau tetap tidur,atau tidur gelisah,dan tidak memuaskan)

D. Fokus kecemasan dan kekhawatiran tidak terbatas pada gangguan aksis I.misalnya,kecemasan atau ketakutan adalah bukan tentang menderita suatu serangan panik(seperti pada gangguan panik),merasa malu pada situasi umum(seperti pada fobia sosial),terkontaminasi(seperti pada gangguan obsesif kompulsif),merasa jauh dari rumah atau sanak saudara dekat(seperti gangguan cemas perpisahan),penambahan berat badan(seperti pada anoreksia nervosa),menderita keluhan fisik berganda(seperti pada gangguan somatisasi),atau menderita penyakit serius(seperti pada hipokondriasis)serta kecemasan dan kekhawatiran tidak terjadi semata-mata selama gangguan stres pasca trauma.E. Kecemasan,kekhawatiran,atau gejala fisik menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis,atau gangguan pada fungsi sosial,pekerjaan,atau fungsi penting lainF. Gangguan yang terjadi adalah bukan karena efek fisiologis langsung dari suatu zat(misalnya penyalahgunaan zat,medikasi) atau kondisi medis umum(misalnya hipertiroidesme dan tidak terjadi semata-mata selama suatu gangguan mood,gangguan psikotik,atau gangguan perkembangan pervasif).

F40F48 GANGGUAN NEUROTIK, GANGGUAN SOMATOFORM DAN GANGGUAN YANG BERKAITAN DENGAN STRES

F40 Gangguan Anxieta Fobik

F40.0 Agorafobia

.00 Tanpa gangguan panik

.01 Dengan gangguan panik

F40.1 Fobia sosial

F40.2 Fobia khas (terisolasi)

F40.8 Gangguan anxietas fobik lainnya

F40.9 Gangguan anxietas fobik YTT

F41 Gangguan Anxietas Lainnya

F41.0 Gangguan panik (anxietas paroksismal episodik)

F41.1 Gangguan anxietas menyeluruh

F41.2 Gangguan campuran anxietas dan depresif

F41.3 Gangguan anxietas campuran lainnya

F41.8 Gangguan anxietas lainnya YDT

F41.9 Gangguan anxietas YTT

F42 Gangguan Obsesif-Kompulsif

F42.0 Predominan pikiran obsesional atau pengulangan

F42.1 Predominan tindakan kompulsif (obsesional ritual)

F42.2 Campuran tindakan dan pikiran obsesional

F42.8 Gangguan obsesif kompulsif lainnya

F42.9 Gangguan obsesif kompulsif YTT

F43 Reaksi Terhadap Stres Berat dan Gangguan Penyesuaian (F43.0-F43.9)

F44 Gangguan Disosiatif (Konversi) (F44.0-F44.9)

F45 Gangguan Somatoform (F45.0-F45.9)

F48 Gangguan Neurotik Lainnya (F48.0-F48.9)

IV.1 GANGGUAN PANIK

Definisi Gangguan Panik

Gangguan panik ditandai oleh serangan anxietas atau ditandai oleh serangan anxietas anxietas atau teror yang berkala.Setiap episode berlangsung sekitar 15-30 menit,meskipun efek sisa dapat berlangsug lebih lama.Epidemiologi Gangguan PanikPenelitian epidemiologi telah melaporkan prevalensi seumur hidup untuk gangguan panik adalah 1,5-5% dan untuk serangan panik adalah 3-5,6%. Sebagai contohnya, satu penelitian terakhir pada lebih dari 1.600 orang dewasa yang dipilih secara acak di Texas menemukan bahwa angka prevalensi seumur hidup adalah 3,8% untuk gangguan panik, 5,6% untuk serangan panik dan 2,2% untuk serangan panik dengan gejala yang terbatas yang tidak memenuhi kriteria diagnostik lengkap

Jenis kelamin wanita 2-3 kali lebih sering terkena dibandingkan laki-laki. Faktor sosial satu-satunya yang dikenali berperan dalam perkembangan gangguan panik adalah riwayat perceraian atau perpisahan yang belum lama. Gangguan paling sering berkembang pada dewasa muda, usia rata-rata timbulnya adalah kira-kira 25 tahun, walaupun dapat berkembang pada setiap usia.Etiologi Gangguan PanikFaktor Biologis

Gejala gangguan panik dapat disebabkan oleh berbagai k