Referat Fix

download Referat Fix

of 23

  • date post

    29-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    106
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Referat Fix

REFERATDIARE TERKAIT PENGGUNAAN ANTIBIOTIK

Disusun Oleh :Yeni Nur Ikwal MusainiJ 500 080 093

Pembimbing :Dr.Asna Rosida, Sp. PD

STASE ILMU PENYAKIT DALAM RSUD DR. HARJONO PONOROGOFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA2013

REFERATDIARE TERKAIT PENGGUNAAN ANTIBIOTIK

OlehYeni Nur Ikwal Musaini, S. KedJ 500 080 093

Telah disetujui dan disahkan oleh bagian Program Pendidikan Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta13 Februari 2013

Pembimbing:dr. Asna Rosida, Sp.PD(.............................................)

Dipresentasikan dihadapan:dr. Asna Rosida, Sp.PD(.............................................)

Disahkan Ka. Program Pendidikan Profesi FK UMS:dr. Yuni Prasetyo, M.M.Kes(.............................................)

DAFTAR ISI

Pengesahan iiDaftar Isi 1Bab 1 Pendahuluan 2A. Latar Belakang 2B. Tujuan 3Bab 2 Tinjauan Pustaka 4A. Definisi 4B. Epidemiologi 4C. Faktor risiko 5D. Etiologi 5E. Patofisiologi 8F. Manifestasi klinis 9G. Diagnosis 10H. Penatalaksanaan 10I. Pencegahan 12J. Komplikasi 12K. Prognosis 13Bab 3 Simpulan 14Daftar Pustaka 15

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangPenyakit infeksi merupakan masalah yang sering muncul di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Penyakit infeksi disebabkan oleh bakteri atau jamur yang masuk ke dalam tubuh melalui udara, air, tanah dan makanan. Penyakit infeksi tersebut sering diobati dengan menggunakan antibiotik. Diare merupakan infeksi akut intestinum yang disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit, akan tetapiberbagai penyakit lain juga dapat menyebabkan diare akut, termasuk sindroma malabsorbsi. Diare merupakan frekuensi defekasi melebihi frekuensi normal dengan konsistensi feses encer, penyebab kesakitan dan kematian serta malnutrisi yang paling sering terjadi terutama di negara berkembang. Diare merupakan salah satu penyebab kematian dan kesakitan tertinggi, terutama usia dibawah 5 tahun.1,2 Menurut hasil survei Departemen Kesehatan, angka kejadian diare nasional tahun 2006 masih tinggi yaitu sebesar 423 per 1.000 pendudukpada semua umur. Perkiraan konservatif menempatkan angka kematian global dari penyakit diare sekitar dua juta kematian pertahun (1,7 juta - 2,5 juta kematian) merupakan peringkat ketiga diantara semua penyebab kematian penyakit menular di seluruh dunia. (Johnston, 2011)Sebagai gambaran 17% kematian anak di dunia disebabkan oleh diare sedangkan di Indonesia hasil Riskesdas 2007 diperoleh bahwa diare masih merupakan penyebab kematian bayi yang terbanyak yaitu 42% dibanding pneumonia 24%, untuk golongan 1-4 tahun penyebab kematian karena diare 25,2% dibanding pneumonia 15,5% (Ciesla WP, 2003). Dari daftar urutan penyebab kunjungan Puskesmas/Balai pengobatan, hampir selalu termasuk dalam kelompok 3 penyebab utama ke puskesmas. Angka kesakitannya adalah sekitar 200-400 kejadian diare diantara 1000penduduk setiap tahunnya. Dengan demikian di Indonesia diperkirakan ditemukan penderita diare sekitar 60 juta kejadian setiap tahunya, sebagian besar (70-80%) dari penderita ini adalah anak dibawah umur 5 tahun (+ 40 juta kematian). Kelompok ini setiap tahunnya mengalami lebih dari satu kejadian diare. Sebagian dari penderita (1-2%) akan jatuh dalam dehidrasi dan kalau tidak segera ditolong 50-60% diantaranya dapat meninggal. (Johnston, 2011)Oleh karena itu, perlu penatalaksanaan yang dini dan tepat. Dalam hal ini termaksud Penggunaan antibiotik yang diharapkan dapat berdampak positif, akan tetapi penggunaan yang tidak rasional dapat berdampak negatif, antara lain muncul dan berkembangnya resistensi bakteri. Selain itu, penggunaan antibiotik spektrum luas dapat menyelamatkan seseorang saat menghadapi infeksi berat. Namun, spektrum yang luas dapat menimbulkan masalah tersendiri. Dapat membunuh bakteri jahat, bakteri baik penghuni usus (flora usus) kita pun ikut mati. Akibatnya, muncul diare akibat antibiotik. Hal ini, dapat menyebabkan infeksi yang lebih berat sehingga pengobatan menjadi lebih lama,biaya pengobatan lebih mahal dan dapat menurunkan kualitas pelayanan rumah sakit.(Widodo, 2010)

B. TujuanMengingat bahaya yang dapat terjadi karena diare, maka penting bagi kita sebagai tenaga medis khususnya dokter untuk mengetahui tentang diare, terutama diare terkait antibiotik.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

1. DefinisiDiare (Diarrheal disease) adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat), kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 g atau 200 ml/24 jam dengan frekuensi, yaitu buang air besar encer lebih dari 3 kali per hari. Buang air besar encer tersebut dapat/tanpa disertai lendir dan darah. (Zein, 2003)Diare terkait antibiotik antibiotic-associated diarrhea (aad) adalah diare yang terjadi akibat antibiotik yang mengganggu keseimbangan antara bakteri baik dan buruk (flora) dalam saluran pencernaan, sehingga menyebabkan bakteri yang berbahaya dapat tumbuh melebihi jumlah seharusnya sehingga menyebabkan diare. (Widodo, 2010)

2. EpidemiologiDiare akut merupakan masalah umum ditemukan diseluruh dunia. Di Amerika Serikat keluhan diare menempati peringkat ketiga dari daftar keluhan pasien pada ruang praktekdokter, sementara di beberapa rumah sakit di Indonesia data menunjukkan diare akut karena infeksi terdapat peringkat pertama sampai ke empat pasien dewasa yang datang berobat ke rumah sakit. (Lung, 2003)Di negara maju diperkirakan insiden sekitar 0,5-episode/orang/tahun sedangkan dinegara berkembang lebih dari itu. Di USA dengan penduduk sekitar 200 juta diperkirakan 99juta episode diare akut pada dewasa terjadi setiap tahunnya. (Isaulauri, 2003)WHO memperkirakan ada sekitar 4 miliar kasus diare akut setiap tahun dengan mortalitas 3-4 juta pertahun (Manatsathit, 2002). Bila angka itu diterapkan di Indonesia, setiap tahun sekitar 100 juta episode diare pada orang dewasa per tahun (Nelwan RHH, 2001). Dari laporan surveilan terpadu tahun 1989 jumlah kasus diare didapatkan 13,3 % di Puskesmas, di rumah sakit didapat 0,45% pada penderita rawat inap dan 0,05 % pasien rawat jalan. Penyebab utama disentri di Indonesia adalah Shigella, Salmonela, Campylobacter jejuni, Escherichia coli, dan Entamoeba histolytica. Disentri berat umumnya disebabkan oleh Shigella dysentery, kadang-kadang dapat juga disebabkan oleh Shigella flexneri, Salmonella dan Enteroinvasive E.coli (EIEC). http://www.depkes.go.id/downloads/SK1216-01.pdfBeberapa faktor epidemiologis penting dipandang untuk mendekati pasien diare akut yang disebabkan oleh infeksi (Guerrand, 2001). Makanan atau minuman terkontaminasi, berpergian, penggunaan antibiotik, HIV positif atau AIDS, merupakan petunjuk penting dalam mengidentifikasi pasien beresiko tinggi untuk diare infeksi. (Ciesla WP, 2003)

3. Faktor risikoSiapa pun yang menjalani terapi antibiotik berisiko mengalami diare karena antibiotik. Tetapi yang lebih berisio adalah :a. orang lanjut tuab. memiliki riwayat operasi pada saluran pencernaan riwayat baru dirawat di rumah sakit atau panti jompoc. memiliki penyakit yang serius, seperti kanker atau penyakit peradangan usus (inflammatory bowel disease ) seperti kolitis ulserativa atau penyakit Crohn. (Tjaniadi, 2003)

4. EtiologiPenyebab diare akut adalah sebagai berikut ini http://www.depkes.go.id/downloads/SK1216-01.pdf :1) Infeksi: virus, bakteri, dan parasit.a) Golongan virus: Rotavirus, Adenovirus, Virus Norwalk, Astrovirus, Calicivirus, Coronavirus, Minirotavirusb) Golongan bakteri: Shigella spp., Salmonella spp., Escherecia coli, Vibriocholera, Vibrio parahaemoliticus, Aeromonas hidrophilia, Bacillus cereus, Campylobacter jejuni, Clostridium difficile, Clostridium perfringens, Staphylococcus aureus, Yersinia enterocoliticac) Golongan parasit, protozoa : Entamoeba histolytica, Giardia lamblia, Balantidium coli; cacing peru: Ascariasis, Trichuris truchiura, Strongiloides stercoralis ; jamur : Candida spp.2) Malabsorpsi: karbohidrat (intoleransi laktosa), lemak terutama trigliserida rantai panjang, atau protein seperti beta-laktoglobulin.3) Makanan: makanan basi, makanan beracun. Diare karena keracunan makanan terjadi akibat dua hal yaitu makanan mengandung zat kimia beracun atau makanan mengandung mikroorganisme yang mengeluar kantoksin, antara lain Clostridium perfringens, Staphylococcus.4) Alergi terhadap makanan: terutama disebabkan oleh Cows milk protein sensitive enteropathy (CMPSE), dan juga dapat disebabkan oleh makanan lainnya.5) Imunodefisiensi diare akibat imunodefisiensi ini sering terjadi pada penderita AIDS.6) Psikologis : rasa takut dan cemas.7) Antibiotik Penyebab diare terkait antibiotik adalah dimana saluran pencernaan merupakan rumah bagi jutaan mikroorganisme (flora usus), termasuk lebih dari 500 jenis bakteri. Banyak bakteri ini bermanfaat bagi tubuh, melakukan fungsi-fungsi penting, seperti menghasilkan vitamin tertentu, merangsang sistem kekebalan tubuh, dan membantu melindungi dari virus dan bakteri berbahaya. Tapi beberapa bakteri yang biasanya menghuni saluran pencernaan ada yang berpotensi berbahaya. Namun jumlah mereka biasanya dikontrol oleh jumlah bakteri lain yang menguntungkan di usus. Keseimbangan diantara keduanya dapat terganggu oleh penyakit, obat atau faktor lainnya. Antibiotik dapat sangat mengganggu flora usus, bakteri yang biasanya hidup di usus besar karena mereka menghancurkan bakteri yang menguntungkan bersama bakteri yang potensial berbahaya. Tanpa jumlah yang cukup dari bakteri yang baik maka bakteri yang buruk yang resisten terhadap antibiotik yang diminum dapat tumbuh di luar kendali, menghasilkan racun yang dapat merusak dinding usus dan memicu peradangan. Antibiotik telah menyelamatkan jutaan nyawa. Namun seperti semua obat-obatan, ant