Referat CA Colon

download Referat CA Colon

of 32

  • date post

    10-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    27
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Referat CA Colon

Transcript of Referat CA Colon

TUGAS REFERAT RADIOLOGIKARSINOMA KOLOMDanASPEK RADIOLOGISNYA

DISUSUN OLEH:RAYMOND TANJUNG406148050

FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS TARUMANAGARAKEPANITERAAN RADIOLOGIRS. ROYAL TARUMA2015

KATA PENGANTARPuji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan bimbingan-Nya sehingga referat yang berjudul Karsinoma Kolon dan Aspek Radiologisnya ini dapat selesai tepat pada waktunya. Referat ini disusun dalam rangka memenuhi tugas Kepaniteraan Radiologi di Rumah Sakit Royal Taruma Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara serta agar dapat menambah kemampuan dan ilmu pengetahuan bagi para pembaca.Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan serta bimbingan dari dr. Herman W. Hadiprodjo, Sp.Rad selama menjalani kepaniteraan radiologi.Penulis menyadari referat ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar referat ini dapat disempurnakan di masa yang akan datang. Atas perhatiannya penulis ucapkan terima kasih.

Jakarta, 13 Mei 2015

Penulis

iDAFTAR ISIHalKATA PENGANTARiDAFTAR ISIiiBAB I. PENDAHULUAN1BAB II. KARSINOMA PARU2ANATOMI PARU2DEFINISI2EPIDEMIOLOGI4ETIOLOGI DAN FAKTOR RESIKO5PATOFISIOGI5MANIFESTASI KLINIS6DIAGNOSIS, PEMERIKSAAN & DETEKSI DINI6GEJALA8TATALAKSANA10PROGNOSIS14PENCEGAHAN15BAB III.ASPEK RADIOLOGIS17BAB IVPENUTUP22DAFTAR PUSTAKA24LAMPIRAN25

iiBAB IPENDAHULUAN

Tumor usus halus jarang terjadi,sebaliknya tumor usus besar atau rectum relative umum. Di Amerika Serikat menempati urutan ketiga untuk kanker organ visceral. Selain itu, kanker kolon merupakan kanker penyebab kematian tertinggi kedua di Amerika Serikat. Dari penelitian yang dilakukan olh Harijono Achmad di RSSA Malang, didapatkan bahwa kasus karsinoma kolorektal di Indonesia sebanyak 97 penderita selama 5 tahun,terdiri dari penderita di bawah 30 tahun sebanyak 14 penderita (14,26%).Menurut Petrek, lokasi keganasan kolorektal terbanyak pada rektum (22%), rekto sigmoid (8%), sigmoid (20%), kolon desenden (12%), flexura lienalis (8%), kolon tranversum (6%),flexura hepatika (4%), kolon asenden (6%), cecum (12%),appendix (2%).Karsinoma kolorektal banyak terdapat di Eropa Barat,.Amerika Utara. Di Asia, banyak terdapat di Jepang, diduga karena perbedaan pola hidup dan makanan. Beberapa faktor antara lain lingkungan, genetik dan immunologi merupakan faktor predisposisi tumbuhnya kanker kolon, di samping bahan karsinogen, bakteri dan virus.Gejala klinik karsinoma kolorektal tergantung dari lokasi tumor. Kanker cecum dan kolon asenden biasanya tidak memberikan gejala obstruksi, sedangkan kanker rekto sigmoid dapat menyumbat lumen atau berdarah.Lebih dari 156.000 orang terdiagnosa setiap tahunnya, kira-kira setengah dari jumlah tersebut meninggal setiap tahunnya, meskipun sekitar tiga dari empat pasien dapat diselamatkan dengan diagnosis dini dan tindakan segera. Laporan kasus Lab JUPF Ilmu Penyaki Dalam FK. UNIBRAW RSSA Malang, tangga1 17 Juni 1992.

1BAB IIKARSINOMA KOLON

II.1 ANATOMI KOLONColon merupakan bagian paling distal dari tractus digestivus. Panjangnya kira-kira 1,5 2 m, diameter sekitar 6,5 cm pada daerah caecum, terbagi atas : -Colon Ascendens Colon Tranversum- Colon Descendens - Colon Sigmoid Terdapat 3 flexura: - Flexura Hepatica : Di bawah hati , peralihan dari colon ascendens ke colon transversum. - Flexura Linealis : Di bawah pancreas , peralihan dari colon transversum ke colon descendens.- Flexura Sigmoidea : Peralihan dari colon descendens ke colon sigmoid. Terdapat diverticulum pada caecum yang disebut appendiks.

II.2 DEFINISIColorectal Cancer atau dikenal sebagai Ca. Colon atau Kanker Usus Besar adalah suatu bentuk keganasan yang terjadi pada caecum, kolon, dan rectum. Di negara maju, kanker ini menduduki peringkat ke tiga yang paling sering terjadi, dan menjadi penyebab kematian yang utama di dunia barat. Kebanyakan kanker usus besar berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas atau disebut adenoma, yang dalam stadium awal membentuk polip (sel yang tumbuh sangat cepat). Pada stadium awal, polip dapat diangkat dengan mudah. Tetapi, seringkali pada stadium awal adenoma tidak menampakkan gejala apapun sehingga tidak terdeteksi dalam waktu yang relatif lama dan pada kondisi tertentu berpotensi menjadi kanker yang dapat terjadi pada semua bagian dari usus besar

II.3 EPIDEMIOLOGIDi dunia kanker kolorektal menduduki peringkat ketiga pada tingkat insiden dan mortalitas. Pada tahun 2002 terdapat lebih dari 1 juta insiden kanker kolorektal dengan tingkat mortalitas

2lebih dari 50%. 9,5 persen pria penderita kanker terkena kanker kolorektal, sedangkan pada wanita angkanya mencapai 9,3 persen dari total jumlah penderita kanker. Angka insiden tertinggi terdapat pada Eropa, Amerika, Australia dan Selandia baru; sedangkan angka insiden terendah terdapat pada India, Amerika Selatan dan Arab Israel. Di Eropa, penyakit ini menempati urutan kedua sebagai kanker yang paling sering terjadi pada pria dan wanita pada tingkat insidensi dan mortalitas. Pada tahun 2004 di eropa terdapat 2.886.800 insiden kanker yang terdiagnosa dan 1.711.000 kematian karena kanker. Insiden kanker yang paling sering adalah kanker paru-paru (13,3%), diikuti oleh kanker kolorektal (13,2%) dan kanker payudara (13%). Kanker paru-paru juga merupakan kanker yang tersering menyebabkan kematian (341.800) diikuti oleh kanker kolorektal (203.700), kanker lambung (137.900) dan kanker payudara (129.900). Dengan estimasi 2,9 juta kasus baru (54% muncul pada pria, 46% pada wanita) dan 1,7 juta kematian (56% pada pria, 44% pada wanita) tiap tahunnya. Di Amerika kanker kolorektal merupakan penyebab kematian tersering setelah kanker paru paru dan menduduki peringkat ketiga pada kanker yang terdapat pria dan wanita dengan lebih dari 130.000 kasus baru tiap tahun dan menyebabkan kematian 55.000 orang tiap tahun. Dari data berdasarkan 19 tahun follow up pada insiden kanker kolorektal di Swedia pada tahun 1960 pada 53.377 kasus yang diketemukan (28.003 pria dan 25.374 wanita), Didapatkan suatu hubungan yaitu 1) terdapat perbedaan insiden pada pria dan wanita yang berusia lanjut, yang meningkat seiring dengan usia; 2) meningkatnya insiden kanker kolorektal seiring dengan kepadatan penduduk; 3) rendahnya insiden pada pria yang belum pernah menikah dibandingkan dengan pria lainnya. Perkiraan insiden kanker di Indonesia adalah 100 per 100.000 penduduk. Namun, hanya 3,2% dari kasus kanker yang baru mencari perawatan di Rumah Sakit. Program yang dilaksanakan oleh proyek pengawasan kanker terpadu yang berbasis komunitas di Sidoarjo menunjukkan kenaikan 10-20% dari kasus kanker yang menerima perawatan dari Rumah Sakit. Dewasa ini kanker kolorektal telah menjadi salah satu dari kanker yang banyak terjadi di Indonesia, data yang dikumpulkan dari 13 pusat kanker menunjukkan bahwa kanker kolorektal merupakan salah satu dari lima kanker yang paling sering terdapat pada pria maupun wanita. Gambar 2.3 Insiden Kanker di Indonesia

3Dari berbagai laporan, di Indonesia terdapat kenaikan jumlah kasus kanker kolorektal, meskipun belum ada data yang pasti, namun data di Departemen Kesehatan didapati angka 1,8 per 100 ribu penduduk. Sejak tahun 1994-2003, terdapat 372 keganasan kolorektal yang datang berobat ke RS Kanker Dharmais (RSKD). Berdasarkan data rekam medik hanya didapatkan 247 penderita dengan catatan lengkap, terdiri dari 203 (54,57%) pria dan 169 (43,45%) wanita berusia antara 20-71 tahun.

II.4 ETIOLOGI & FAKTOR RESIKOPenyebab pasti kanker kolorektal masih belum diketahui, tetapi kemungkinan besar disebabkan oleh: Cara diet yang salah, diet makanan tinggi lemak (khususnya lemak hewani) dan rendah kalsium, folat dan rendah serat, jarang konsumsi sayuran dan buah-buahan, sering mengkonsumsi alkohol Obesitas/kegemukan Pernah terkena kanker kolorektal sebelumnya Kelainan genetik. Bentuk paling sering dari kelainan gen yang dapat menyebabkan kanker ini adalah perubahan pada gen hereditary nonpolyposis colon cancer (HNPCC). Pernah memiliki polip di usus Umur (resiko meningkat pada usia diatas 50 tahun) Jarang melakukan aktifitas fisik Radang usus besar, berupa colitis ulceratif atau penyakit Crohn yang menyebabkan inflamasi atau peradangan pada usus untuk jangka waktu lama, akan meningkatkan resiko terserang kanker kolorektal.Untuk menemukannya diperlukan suatu tindakan yang disebut sebagai kolonoskopi, sedangkan untuk terapinya adalah melalui pembedahan diikuti kemoterapi. Insidensnya meningkat sesuai dengan usia (kebanyakan pada pasien yang berusia lebih dari 50 tahun) dan makin tinggi pada individu dengan riwayat keluarga mengalami kanker kolon, penyakit usus inflamasi kronis atau polip. Perubahan pada persentase distribusi telah terjadi pada tahun terakhir. Insidens kanker pada sigmoid dan area rektal telah menurun, sedangkan insidens pada kolon asendens dan desendens meningkat.4Lebih dari 156.000 orang terdiagnosa setiap tahunnya, kira-kira setengah dari jumlah tersebut meninggal setiap tahunnya, meskipun sekitar tiga dari empat pasien dapat diselamatkan dengan diagnosis dini dan tindakan segera. Angka kelangsungan hidup di bawah lima tahun adalah 40% sampai 50%, terutama karena terlambat dalam diagnosis dan adanya metastase. Kebanyakan orang asimtomatis dalam jangka waktu lama dan mencari bantuan kesehatan hanya bila mereka menemukan perubahan pada kebiasaan defekasi atau perdarahan rektal.Dari 201 kasus kanker kolorektal periode 1994-2003 di RS Kanker Dharmais (RSKD) didapatkan bahwa tipe histopatologis yang paling sering dijumpai adalah adenocarcinoma [diferensiasi baik 48 (23,88%), sedang 78 (38,80%), buruk 45 (22,39%)], dan yang jarang adalah musinosum 19 (9,45%) dan signet ring cell carcinoma 11 (5,47%). Jika dari hasil penelitian di RSKD didapatkan bahwa frekuensi terbanyak adalah adenocarcinoma dengan derajat differensiasi sedang