Referat BPH

download Referat BPH

of 41

  • date post

    08-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    283
  • download

    15

Embed Size (px)

description

Koas bedah

Transcript of Referat BPH

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangPembesaran prostat jinak atau lebih dikenal sebagai BPH Benign Prostatic Hyperplasia merupakan penyakit pada pria tua dan jarang ditemukan pada usia yang kurang dari 40 tahun. Keadaan ini dialami oleh sekitar 70% pria di atas usia 60 tahun. Angka ini akan meningkat hingga 90% pada pria berusia di atas 80 tahun.1Istilah BPH sebenarnya merupakan istilah histopatologis, yaitu terdapat hiperplasia sel-sel stroma dan sel-sel epitel kelenjar prostat.1Prostat hipertrofi merupakan kelainan yang sering dijumpai di klinik urologi di Indonesia. Di Jakarta prostat hipertrofi merupakan kelainan kedua tersering setelah batu saluran kemih. Di Rumah sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), subbagian urologi setiap tahun ditemukan antara 200- 300 penderita baru dengan prostat hipertrofi.2Prostat normal pada pria mengalami peningkatan ukuran yang lambat dari lahir sampai pubertas. Pada waktu itu ada peningkatan cepat dalam ukuran, yang kontinyu sampai usia akhir 30-an. Pertengahan dasawarsa kelima, prostat dapat mengalami perubahan hipertropi. Pembesaran kelenjar prostat mengakibatkan terganggunya aliran urin sehingga menimbulkan gangguan miksi.3Banyak sekali faktor yang diduga berperan dalam proliferasi atau pertumbuhan jinak kelenjar prostat, tetapi pada dasaranya BPH tumbuh pada pria yang menginjak usia tua dan masih mempunyai testis yang masih berfungsi normal menghasilkan testosteron. Di samping itu pengaruh hormon lain (estrogen, prolaktin), diet tertentu, mikrotrauma, dan faktor-faktor lingkungan diduga berperan dalam proliferasi sel-sel kelenjar prostat secara tidak langsung.1Dari latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk mengetahui tentang penyakit BPH.1.2 TujuanAdapun tujuan referat ini diantaranya adalah untuk memberikan gambaran mengenai BPH beserta penanganannya.

1.3 ManfaatReferat ini diharapkan dapat menambah pengetahuan penulis serta pembaca mengenai BPH. Selain itu, referat ini juga akan dijadikan untuk melengkapi persyaratan Kepaniteraan Klinik di bagian Bedah FK Umum Universitas Malahayati.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 DefinisiHipertropi prostat adalah hiperplasia dari kelenjar periurethral yang kemudian mendesak jaringan prostat yang asli ke perifer dan menjadi simpai bedah.Benign Prostat Hipertrofi (BPH) adalah pembesaran jinak kelenjar prostat, disebabkan oleh karena hiperplasi beberapa atau semua komponen prostat, meliputi jaringan kelenjar atau jaringan fibromuskuler yang menyebabkan penyumbatan urethra pars prostatika.4

2.2 Anatomi dan FisiologiProstat adalah organ genitalia pria yang terletak di sebelah inferior vesica urinaria, di depan rectum dan membungkus uretra posterior. Bentuknya seperti buah kemiri, pada dewasa muda berukuran 3-4 cm di bagian yang paling lebar dan panjangnya 4-6 cm dengan ketebalannya kira-kira 2-3cm dan beratnya 20 gram. Kelenjar ini terdiri atas jaringan fibromuskular 30-50% dan glandular 50-70%, bagian fibromuskular terletak sebagian besar di daerah anterior, sedang yang glanduler di posterior.3 Letak kelenjar prostat ialah dimulai dengan dasar kerucut (basis) sebagai terusan dari leher vesika sedang puncak kerucut yang disebut apeks terletak diatas fascia diaphragma urogenitalis. Urethra yang berjalan dari leher vesika menembus prostat dan untuk memudahkan menggambarkannya, seperti buah apel yang dilubangi dengan membuat terowongan yang menembus daging buah apel.5Otot dinding vesika pada leher vesika sedikit menebal yang sering juga disebut sfingter internus, yang terdiri dari serat otot polos, sedangkan lapisan otot polos superfisial dari trigonum meneruskan diri sampai ke verumontanum. Bagian urethra yang menembus prostat dari bladder neck sampai sphincter externus, yaitu bangunan yang terletak pada apeks prostat

Gambar 1. Anatomi prostat dan sistem urinaria

Gambar 2. Anatomi prostatYang terdiri dari otot serabu lurik yang kira-kira berada pada membran urogenitalis, disebut urethra posterior atau urethra pars prostatika.5Kemudian urethra ini meneruskan diri ke distal dari membran urogenitalis dan dimulai dari bulbus urethra sampai orificium urethra eksternus disebut urethra anterior, yang kadang dibedakan menjadi regio penoscrotal dan kemudian urehtra pars pendulans5.Menurut Mc Neal (1976) prostat dibagi menjadi 5 zona, yaitu:a. Zona Anterior atau Ventral . Sesuai dengan lobus anterior, tidak punya kelenjar, terdiri atas stroma fibromuskular. Zona ini meliputi sepertiga kelenjar prostat. b. Zona Perifer Sesuai dengan lobus lateral dan posterior, meliputi 70% massa kelenjar prostat.Zona ini rentan terhadap inflamasi dan merupakan tempat asal karsinoma terbanyak.c. Zona Sentralis. Lokasi terletak antara kedua duktus ejakulatorius, sesuai dengan lobus tengah meliputi 25% massa glandular prostat.Zona ini resisten terhadap inflamasi.

Gambar 3. Zona-zona prostatd. Zona Transisional. Zona ini bersama-sama dengan kelenjar periuretra disebut juga sebagai kelenjar preprostatik. Merupakan bagian terkecil dari prostat, yaitu kurang lebih 5% tetapi dapat melebar bersama jaringan stroma fibromuskular anterior menjadi benign prostatic hyperpiasia (BPH). e. Kelenjar-Kelenjar Periuretra Bagian ini terdiri dan duktus-duktus kecil dan susunan sel-sel asinar abortif tersebar sepanjang segmen uretra proksimal.Sebagian besar hiperplasia prostat terdapat pada zona transisional yang letaknya proximal dari spincter externus di kedua sisi dari verumontanum dan di zona periuretral. Kedua zona tersebut hanya merupakan 2% dari seluruh volume prostat. Sedangkan pertumbuhan karsinoma prostat berasal dari zona perifer.6Kelenjar prostat terbagi atas 5 lobus :6a. Lobus mediusb. Lobus lateralis (2 lobus)c. Lobus anteriord. Lobus posterior

Gambar 3. Penampang Prostat

Sekret kelenjar prostat adalah cairan seperti susu yang bersama-sama sekret dari vesikula seminalis merupakan komponen utama dari cairan semen. Semen berisi sejumlah asam sitrat sehingga pH nya agak asam (6,5). Selain itu dapat ditemukan enzim yang bekerja sebagai fibrinolisin yang kuat, fosfatase asam, enzim-enzim lain dan lipid. Sekret prostat dikeluarkan selama ejakulasi melalui kontraksi otot polos. kelenjar prostat juga menghasilkan cairan dan plasma seminalis, dengan perbandingan cairan prostat 13-32% dan cairan vesikula seminalis 46-80% pada waktu ejakulasi.6

2.3 EpidemiologiPembesaran prostat dianggap sebagai bagian dari proses pertambahan usia, seperti halnya rambut yang memutih. Oleh karena itulah dengan meningkatnya usia harapan hidup, meningkat pula prevalensi BPH. Office of Health Economic Inggris telah mengeluarkan proyeksi prevalensi BPH bergejala di Inggris dan Wales beberapa tahun kedepan. Pasien BPH bergejala yang berjumlah sekitar 80.000 pada tahun 1991, diperkirakan akan meningkat menjadi satu setengah kalinya pada tahun 2031.Prevalensi BPH yang bergejala pada pria berusia 40-49 tahun mencapai hampir 15%. Angka ini meningkat dengan bertambahnya usia, sehingga mencapai angka sekitar 43%. Angka kejadian di Indonesia yang pasti belum pernah diteliti, tetapi sebagai gambaran hospital prevalence di dua rumah sakit besar di Jakarta yaitu RSCM dan Sumberwaras selama 3 tahun (1994-1997) terdapat 1040 kasus.6

2.4 EtiologiHingga sekarang masih belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya hiperplasia prostat, tetapi beberapa hipotesis menyebutkan bahwa hiperplasia prostat erat kaitannya dengan peningkatan kadar dihidrotestosteron (DHT) dan proses aging (menjadi tua). Beberapa hipotesis yang diduga sebagai penyebab timbulnya hiperplasia prostat jinak adalah:7(1) Teori Dihidrotestosteron(2) Adanya ketidakseimbangan antara estrogen-testosteron(3) Interaksi antara sel stroma dan sel epitel prostat(4) Berkurangnya kematian sel (apoptosis)(5) Teori Stem sela. Teori dihidrotestosteronDihidrotestosteron atau DHT adalah metabolit androgen yang sangat penting pada pertumbuhan sel-sel kelenjar prostat. Dibentuk dari testosteron di dalam sel prostat oleh enzim 5-reduktase dengan bantuan koenzim NADPH. DHT yang telah terbentuk berikatan dengan reseptor androgen (RA) membentuk kompleks DHT-RA pada inti dan sel selanjutnya terjadi sintesis protein growth factor yang menstimulasi pertumbuhan sel prostat.Pada berbagai penelitian dikatakan bahwa kadar DHT pada BPH tidak jauh berbeda dengan kadarnya pada prostat normal, hanya saja pada BPH, aktivitas enzim 5-reduktase dan jumlah reseptor androgen lebih banyak pada BPH. Hal ini menyebabkan pada BPH lebih sensitif terhadap DHT sehingga replikasi sel lebih banyak terjadi dibandingkan dengan prostat normal.7b. Ketidakseimbangan antara estrogen testosteronePada usia yang semakin tua, kadar testosterone menurun, sedangkan kadar estrogen relatif tetap sehingga perbandingan antara estrogen: testosterone relatif meningkat. Telah diketahui bahwa estrogen di dalam prostat berperan dalam terjadinya proliferasi sel- sel kelenjar prostat dengan cara meningkatkan sensitifitas sel- sel prostat terhadap rangsangan hormon androgen, meningkatkan jumlah reseptor androgen, dan menurunkan jumlah kematian sel- sel prostat (apoptosis). Hasil akhir dari semua keadaan ini adalah, meskipun rangsangan terbentuknya sel- sel baru akibat rangsangan testosterone menurun, tetapi sel sel prostat yang telah ada mempunyai umur yang lebih panjang sehingga massa prostat menjadi lebih besar.7c. Interaksi Stroma-EpitelCunha (1973) membuktikan bahwa diferensiasi dan pertumbuhan sel epitel prostat secara tidak langsung dikontrol oleh sel-sel stroma melalui suatu mediator (growth factor) tertentu. Setelah sel-sel stroma mendapatkan stimulasi dari DHT dan estradiol, sel-sel stroma mensintesis suatu gowth factor yang selanjutnya mempengaruhi sel-sel epitel secara parakrin. Stimulasi itu menyebabkan terjadinya proliferasi sel-sel epitel maupun sel stroma.d. Berkurangnya kematian sel prostatProgram kematian sel (apoptosis) pada sel prostat adalah mekanisme fisio