Referat Anastesi Fix

download Referat Anastesi Fix

of 23

  • date post

    02-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Referat Anastesi Fix

  • 8/10/2019 Referat Anastesi Fix

    1/23

    1

    REFERAT

    TATALAKSANA CAIRAN

    Oleh:

    Primarini Kusuma Dewi Astuti

    110.2009.218

    Pembimbing:

    Dr. Hj. Hayati Usman, Sp.An

    Dr. Dhadi, Sp.An

    KEPANITERAAN KLINIK ILMU ANASTESI

    RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SLAMET GARUT

    FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI

    JAKARTA

    2014

  • 8/10/2019 Referat Anastesi Fix

    2/23

    2

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Fisiologi Cairan Tubuh

    Air merupakan unsur vital untuk makhluk hidup. Kira-kira 55-60% dari berat

    badan orang dewasa terdiri atas air, dan pada bayi dan anak total air tubuh lebih tinggi

    lagi yakni 80% pada bayi baru lahir dan 70% pada anak.

    Dalam keadaan sehat, tubuh memiliki mekanisme keseimbangan atau

    homeostasis yang mengatur asupan dan pengeluaran air. Sebagai contoh, jika kita

    kurang minum air maka produksi air kemih akan berkurang untuk menjaga kadar air

    tubuh dalam batas-batas normal. Juga, jika tubuh kekurangan air setelah olah raga

    maka kita akan merasa haus dan minum. Ini adalah mekanisme kompensasi tubuh.

    Terapi cairan adalah suatu tindakan pemberian air dan elektrolit dengan atau

    tanpa zat gizi kepada pasien-pasien yang mengalami dehidrasi dan tidak bisa dipenuhi

    oleh asupan oral biasa melalui minum atau makanan. Pada pasien-pasien yang

    mengalami syok karena perdarahan juga membutuhkan terapi cairan untuk

    menyelamatkan jiwanya. Untuk dehidrasi ringan, umumnya digunakan terapi cairan

    oral. Sedangkan pada dehidrasi sedang sampai berat, atau asupan oral tidak

    memungkinkan, misal jika ada muntah-muntah atau pasien tidak sadar, biasanya

    diberikan cairan melaui infus.

    Terapi cairan melalui infus dikerjakan mulai dari Rumah Sakit yang paling

    canggih sampai kunjungan rumah (home visit) yang diberikan oleh Paramedis s/d

    Dokter ahli. Ini merupakan bagian manajemen pasien dan salah satu tindakan yang

    paling banyak dilakukan untuk menolong pasien.

    Khusus untuk Indonesia, dimana insiden demam berdarah dan diare yang

    tinggi dan semakin banyak penduduk yang terancam dari tahun ke tahun, pemahaman

    tentang produk infus dan terapi cairan tentunya sangat penting.

  • 8/10/2019 Referat Anastesi Fix

    3/23

    3

    1.2 Proses Pergerakan Cairan Tubuh

    Perpindahan air dan zat terlarut di antara bagian-bagian tubuh melibatkan mekanisme

    transpor pasif dan aktif. Mekanisme transpor pasif tidak membutuhkan energy sedangkan

    mekanisme transpor aktif membutuhkan energi. Difusi, filtrasi dan osmosis adalah

    mekanisme transpor pasif. Sedangkan mekanisme transpor aktif berhubungan dengan pompa

    Na-K yang memerlukan ATP.

    Proses pergerakan cairan tubuh antar kompertemen dapat berlangsung secara:

    a. Osmosis

    Osmosis adalah bergeraknya molekul (zat terlarut) melalui membran semipermeabel

    (permeabel selektif) dari larutan berkadar lebih rendah menuju larutan berkadar lebih

    tinggi hingga kadarnya sama.1 Tekanan osmotik mencegah perembesan atau difusi

    cairan melalui membran semipermeabel ke dalam cairan yang memiliki konsentrasi

    lebih tinggi. Tekanan osmotik plasma darah ialah 285+ 5 mOsm/L. Larutan isotonik,

    yaitu larutan yang memiliki tekanan osmotik sesuai plasma adalah NaCl 0,9 %,

    Dextrosa 5 %, dan Ringer laktat.

    b. Difusi

    Difusi ialah proses bergeraknya molekul lewat pori-pori. Larutan akan bergerak dari

    konsentrasi tinggi ke arah larutan berkonsentrasi rendah. Tekanan hidrostatik

    pembuluh darah juga mendorong air masuk berdifusi melewati pori-pori tersebut. Jadi

    difusi tergantung kepada perbedaan konsentrasi dan tekanan hidrostatik.

    c.

    Pompa Natrium Kalium

    Pompa natrium kalium merupakan suatu proses transpor yang memompa ion natrium

    keluar melalui membran sel dan pada saat bersamaan memompa ion kalium dari luar

    ke dalam. Tujuan dari pompa natrium kalium adalah untuk mencegah keadaan

    hiperosmolar di dalam sel.

    1.3 Patofisiologi keseimbangan cairan

    Perubahan cairan tubuh yaitu :

    Perubahan volume

    a. Defisit volume ( dehidrasi )

    Defisit volume cairan ekstraselular merupakan perubahan cairan tubuh yang paling

    umum terjadi pada pasien bedah.

    1)

    Dehidrasi Isotonis (isonatremik130-150 mEq/L) terjadi ketika kehilangan

    cairan hampir sama dengan konsentrasi natrium terhadap darah. Kehilangan

  • 8/10/2019 Referat Anastesi Fix

    4/23

    4

    cairan dan natrium besarnya relatif sama dalam kompartemen intravaskular

    maupun kompartemen ekstravaskular.5

    2)

    Dehidrasi hipotonis (hiponatremik150 mEq/L) secara garis besar terjadi

    kehilangan air yang lebih banyak dibandingkan natrium yang hilang. Karena

    kadar natrium tinggi, air di kompartemen ekstraskular berpindah ke

    kompartemen intravaskular, sehingga meminimalkan penurunan volume

    intravaskular.

    Yang dinilai

    SKOR 1 2 3

    Keadaan umum Baik Lesu/haus Gelisah, lemas,

    mengantuk hingga

    syok

    Mata Biasa Cekung Sangat cekung

    Mulut Biasa Kering Sangat kering

    Pernapasan < 30 x/menit 30-40 x/menit > 40 x/menit

    Turgor Baik Kurang Jelek

    Nadi < 120 x/menit 120-140 x/menit > 140 x/menit

    Interpretasi :

    Skor: 6 : tanpa dehidrasi

    712 : dehidrasi ringan-sedang

    13 : dehidrasi berat

    Derajat Dehidrasi Dewasa Anakanak

    Ringan 4 % 4 % - 5 %

    Sedang 6 % 5 % - 10 %

    Berat 8 % 10%15 %

  • 8/10/2019 Referat Anastesi Fix

    5/23

    5

    Cara rehidrasi :

    A.Nilai status rehidrasi (sesuai tabel di atas), banyak cairan yang diberikan (D) = derajat

    dehidrasi (%) x BB x 1000 cc

    B. Hitung cairan rumatan (M) yang diperlukan

    C. Pemberian cairan :

    a.

    6 jam I = D + M atau 8 jam I = D + M

    b. 18 jam II = D + M atau 16 jam II = D + M 11Berat badan

    Kcal/hari atau mL/hari Kcal/jam atau mL/jam

    Kebutuhan Cairan per jam

    Berat badan Kebutuhan cairan per jam

    010 kg 4 ml/kgBB/jam

    1020 kg 2 ml/kgBB/jam

    > 20 kg 1 ml/kgBB/jam

    b.

    Kelebihan volume ( overhidrasi )

    Kelebihan volume cairan ekstraselular merupakan suatu kondisi akibat

    iatrogenic (pemberian cairan intravena seperti NaCl yang menyebabkan kelebihan air

    dan NaCl ataupun pemberian cairan intravena glukosa yang menyebabkan kelebihan

    air) ataupun dapat sekunder akibat insufisiensi renal (gangguan pada GFR),sirosis,

    ataupun gagal jantung kongestif.

    Gejala overhidrasi:

    Nadi tak teratur Edema (menetap) di ekstremitas bawah

    Tensi meningkat Edema disekitar periorbital

    Meningkatnya BB

    Sesak nafas

    Penurunan Hb dan Hematokrit

    Moist cracles

    Rhonki

    Gejala tambahan lainnya yang banyak ditemukan saat pemeriksaan pasien adalah

    level kesadaran yang menurun, bingung (karena oksigenasi ke otak berkurang),

    kelemahan otot rangka, dan peningkatan bising usus.

  • 8/10/2019 Referat Anastesi Fix

    6/23

    6

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Terapi Cairan Perioperatif

    Terapi cairan ialah tindakan untuk memelihara, mengganti cairan tubuh dalam batas-

    batas fisiologis dengan cairan infus kristaloid (elektrolit) atau koloid (plasma ekspander)

    secara intravena. Tujuan utama terapi cairan perioperatif adalah untuk menyediakan jumlah

    cairan yang cukup untuk mempertahankan volume intravaskuler yang adekuat agar system

    kardiovaskuler dalam keadaan optimal.Gangguan dalam keseimbangan cairan oleh kombinasi dari faktor faktor preoperatif,

    perioperatif dan postoperatif.

    Faktor-faktor preoperatif :

    1) Kondisi yang telah ada

    Diabetes mellitus, penyakit hepar, atau insufisiensi renal dapat diperburuk oleh stres

    akibat operasi.

    2) Prosedur diagnostik

    Arteriogram atau pyelogram intravena yang memerlukan marker intravena dapat

    menyebabkan ekskresi cairan dan elektrolit urin yang tidak normal karena efek diuresis

    osmotik.

    3) Pemberian obat

    Pemberian obat seperti steroid dan diuretik dapat mempengaruhi eksresi air dan elektrolit.

    4) Preparasi bedah

    Enema atau laksatif dapat menyebabkan peningkatan kehilangan air dan elekrolit dari

    traktus gastrointestinal.

    5) Restriksi cairan preoperative

    Selama periode 6 jam restriksi cairan, pasien dewasa yang sehat kehilangan cairan sekitar

    300-500 mL. Kehilangan cairan dapat meningkat jika pasien menderita demam atau

    adanya kehilangan abnormal cairan.

    6) Defisit cairan yang telah ada sebelumnya

    Harus dikoreksi sebelum operasi untuk meminimalkan efek dari anestesi.

  • 8/10/2019 Referat Anastesi Fix

    7/23

    7

    Faktor Perioperatif:

    1)

    Induksi anestesi.

    Dapat menyebabkan terjadinya hipotensi pada pasien dengan hipovolemia preoperatif

    karena hilangnya mekanisme kompensasi seperti takikardia dan vasokonstriksi.

    2)

    Kehilangan darah yang abnormal

    3) Kehilangan abnormal cairan ekstraselular ke third space

    4) Kehilangan cairan akibat evaporasi dari luka operasi

    Faktor postoperatif:

    1) Stres akibat operasi dan nyeri pasca operasi

    2)

    Peningkatan katabolisme jaringan

    3) Penurunan volume sirkulasi yang efektif

    4) Risiko atau adanya ileus postoperative

    2.2 Dasar-Dasar Terapi Cairan Perioperatif

    Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dan menjadi pegangan dalam pemberian cairan

    perioperatif, yaitu :

    1)

    Kebutuhan normal cairan harian.

    Orang dewasa rata-rata membutuhkan cairan 30-35 ml/kgBB/hari dan Secara umum

    kebutuhan cairan rumatan dapat