Referat Anak - TB Pada Anak

download Referat Anak - TB Pada Anak

of 39

  • date post

    06-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    28
  • download

    8

Embed Size (px)

description

Departemen Anak RS Marinir Cilandak

Transcript of Referat Anak - TB Pada Anak

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh

    Mycobacterium tuberculosis. Umumnya TB menyerang paru-paru, sehingga

    disebut dengan TB paru. Tetapi kuman TB juga bisa menyebar ke bagian atau

    organ lain dalam tubuh, dan TB jenis ini lebih berbahaya dari TB paru.1

    Tuberkulosis anak mempunyai permasalahan khusus yang berbeda dengan orang

    dewasa. Pada TB anak, permasalahan yang dihadapi adalah masalah diagnosis,

    pengobatan, pencegahan serta TB dengan keadaan khusus.2

    Akhir tahun 1990-an, World Health Organization memperkirakan bahwa

    sepertiga penduduk dunia (2 miliar orang) telah terinfeksi oleh M. tuberculosis,

    dengan angka tertinggi di Afrika, Asia dan Amerika Latin. Tuberkulosis, terutama

    TB paru, merupakan masalah yang timbul tidak hanya di negara berkembang

    tetapi juga di negara maju. Tuberkulosis tetap merupakan salah satu penyebab

    tingginya angka kesakitan dan kematian, baik di negara berkembang maupun di

    negara maju. Menurut perkiraan WHO pada tahun 1999, jumlah kasus TB baru di

    Indonesia adalah 583.000 orang per tahun dan menyebabkan kematian sekitar

    140.000 orang per tahun.3

    Berbeda dengan TB dewasa, gejala TB anak sering kali tidak khas.

    Diagnosis pasti ditegakkan dengan menemukan kuman TB. Pada anak, sulit

    didapatkan spesimen diagnostik yang dapat dipercaya. Karena sulitnya

    mendiagnosis TB pada anak, sering terjadi overdiagnosis yang diikuti

    overtreatment. Di lain pihak, ditemukan juga underdiagnosis dan undertreatment.

    Hal tersebut terjadi karena sumber penyebaran TB umumnya adalah orang dewasa

    dengan sputum basil tahan asam positif sehingga penanggulangan TB ditekankan

    pada pengobatan pengobatan TB dewasa. Akibatnya penanganan TB anak kurang

    diperhatikan.2

  • 2

    BAB II

    TINJAUAN UMUM

    II. 1 Anatomi dan Fisiologi

    Anatomi dan Fisiologi Pernapasan Anak

    Anak-anak bukan miniatur orang dewasa sehingga kita memerlukan

    pengetahuan mengenai isu-isu yang berhubungan dengan usia dan perkembangan

    anak yang berdampak pada perawatan anak-anak, termasuk pemahaman tentang

    perbedaan anatomis dan fisiologis di seluruh kelompok usia.

    Pertumbuhan Paru-Paru Pada Anak

    5 Fase Perkembangan Paru

    Perkembangan paru-paru dibagi menjadi lima tahap, empat di antaranya terjadi

    saat di kandungan.

    A. Fase embrio paru melibatkan pertumbuhan saluran udara utama dan

    selesai pada 6 minggu kehamilan.

    B. Fase pseudoglandular (6-16 minggu): percabangan jalan napas dan acinus

    (yang akan menjadi tempat pertukaran udara) mulai berkembang.

    C. Fase canalicular (16-28 minggu): meliputi vaskularisasi dari mesenkim

    distal dan pengembangan acinus. Pada fase ini kapiler mendekati epitel

    saluran napas, sehingga berpotensi untuk pertukaran gas.

    D. Fase sakular (26-36 minggu): sakulus membentuk alveoli.

    E. Fase alveolar dimulai pada 36 minggu kehamilan dan berlanjut sampai

    periode postnatal.

    Jalan Napas

  • 3

    Setelah percabangan jalan napas selesai, diperkirakan terdapat 25.000 bronkiolus

    terminal. Setelah kelahiran, pertumbuhan saluran napas terus berlanjut dengan

    peningkatan panjang dan diameter.

    Alveoli

    Setelah kelahiran, diperkirakan ada 20 juta alveoli. Penggandaan alveoli

    meningkat mencapai 200 juta alveoli hingga usia 3 tahun setelah itu penggandaan

    akan menurun.

    Saluran Agunan Ventilasi

    Dalam paru-paru orang dewasa gas dapat melewati pori-pori Kohn (lubang antara

    alveoli) dan kanal Lambert (saluran antara terminal bronchioles dan alveoli yang

    berdekatan) sedangkan agunan saluran ventilasi pada paru-paru bayi yang baru

    lahir lebih sedikit bahkan tidak ada.

    Ruang Jaringan Ikat

    Ruang interstisial mengandung kolagen dan elastin yang sedikit saat lahir,

    sehingga ruang udara lebih rentan terhadap cedera akibat tekanan tinggi

    (barotrauma) atau peregangan paru. Elastin akan meningkatkan seiring

    bertambahnya alveoli.

    Paru-paru janin terisi oleh cairan sampai saatnya dilahirkan. Ketika bayi melewati

    vagina, secara bertahap paru-paru akan menekan cairan ini keluar. Meskipun

    demikian suction mungkin perlu dilakukan untuk mengeluarkan mukus residual

    dari hidung dan mulut sebelum tertelan. Cairan sisa kemudian akan diabsorbsi

    melalui kapiler paru ke kelenjar limfe. Kurangnya oksigen, meningkatnya karbon

    dioksida serta stimulus lainnya mengaktifkan kemoreseptor arteri pusat dan

    perifer sehingga bayi akan menghirup udara untuk pertama kalinya. Setelah ini,

    paru-paru akan menggunakan udara dan tidak akan menghasilkan cairan.

    Bayi mengalami hipoksia saat lahir dan pernapasan menunjukkan struktur

    biphasic peralihan. Menurut Merenstein dan Gardner (1998) dalam Introduction to

    the Anatomy and Physiology of Children, pada dua sampai dua belas minggu

  • 4

    pertama kehidupan ekstra-rahim otot-otot di arteri paru menjadi lebih tipis,

    membesar, bertambah panjang dan bercabang, yang kemudian akan mengurangi

    resistensi pembuluh darah paru dan tekanan darah di sisi kanan jantung.

    Hingga usia empat minggu bayi bernapas melalui hidung dan tidak beradaptasi

    dengan baik untuk pernapasan melalui mulut. Mereka memiliki saluran udara

    kecil yang akan bertambah sempit saat bengkak atau terhalang sekresi, sehingga

    mereka harus bekerja lebih keras untuk bernapas. Bayi yang memiliki kesulitan

    bernapas menjadi kurang mendapat asupan nutrisi sehingga terjadi penurunan

    berat badan dengan cepat. Bayi memiliki saluran pernapasan yang pendek

    sehingga risiko masuknya bahan infektif tinggi dan rentan terhadap infeksi virus

    dan bakteri.

    II.2 Anatomi dan Fisiologi Paru Anak

    Anatomi

    Saluran pengantar udara hingga mencapai paru-paru adalah hidung, faring,

    laring, trakea, bronkus, dan bronkiolus. Ketika udara masuk ke dalam rongga

    hidung, udara tersebut disaring, dilembabkan dan dihangatkan oleh mukosa

    respirasi, udara mengalir dari faring menuju ke laring, laring merupakan

    rangkaian cincin tulang rawan yang dihubungkan oleh otot dan mengandung pita

    suara. Trakea disokong oleh cincin tulang rawan yang berbentuk seperti sepatu

    kuda yang panjangnya kurang lebih 5 inci. Struktur trakea dan bronkus

    dianalogkan dengan sebuah pohon oleh karena itu dinamakan Pohon

    trakeabronkial. Bronkus utama kiri dan kanan tidak simetris, bronkus kanan lebih

    pendek dan lebih lebar dan merupakan kelanjutan dari trakea yang arahnya

    hampir vertikal, sebaliknya bronkus kiri lebih panjang dan lebih sempit dan

    merupakan kelanjutan dari trakea dengan sudut yang lebih tajam. Cabang utama

    bronkus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronkus lobaris dan bronkus

    segmentalis, percabangan sampai kecil sampai akhirnya menjadi bronkus

    terminalis. Setelah bronkus terminalis terdapat asinus yang terdiri dari bronkiolus

    respiratorius yang terkadang memiliki kantong udara atau alveolus, duktus alveoli

  • 5

    seluruhnya dibatasi oleh alveolus dan sakus alveolaris terminalis merupakan

    struktur akhir paru. Alveolus hanya mempunyai satu lapis sel saja yang

    diameternya lebih kecil dibandingkan diameter sel darah merah, dalam setiap

    paru-paru terdapat sekitar 300 juta alveolus (Price dan Wilson, 2006). Anatomi

    pernafasan dapat dilihat pada gambar seperti di bawah ini:

    Paru adalah struktur elastik yang dibungkus dalam sangkar toraks, yang

    merupakan suatu bilik udara kuat dengan dinding yang dapat menahan tekanan.

    Ventilasi membutuhkan gerakan dinding sangkar toraks dan dasarnya yaitu

    diafragma. Bagian terluar paru-paru dikelilingi oleh membran halus, licin, yang

    meluas membungkus dinding anterior toraks dan permukaan superior diafragma.

    Mediastinum adalah dinding yang membagi rongga toraks menjadi dua bagian,

    mediastinum terbentuk dari dua lapisan pleura. Semua struktur kecuali paru-paru

    terletak antara kedua lapisan pleura. Setiap paru dibagi menjadi lobus-lobus. Paru

    kiri terdiri dari lobus bawah dan atas, sementara paru kanan mempunyai lobus

    atas, tengah, dan bawah. Setiap lobus lebih jauh dibagi lagi menjadi dua segmen

    yang dipisahkan oleh fisuram yang merupakan perluasan pleura. Terdapat

    beberapa divisi bronkus di dalam setiap lobus paru. Pertama adalah bronkus

  • 6

    lobaris yaitu tiga ada paru kanan dan dua pada paru kiri. Bronkus lobaris dibagi

    menjadi bronkus segmental kemudian dibagi lagi menjadi subsegmental, bronkus

    ini dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki arteri, limfatik dan saraf. Bronkus

    segmental membentuk percabangan menjadi bronkiolus yang tidak mempunyai

    kartilago pada dindingnya, bronkus dan bronkiolus juga dilapisi oleh sel-sel yang

    permukaannya dilapisi oleh rambut pendek yang disebut silia.

    Bronkiolus kemudian membentuk percabangan yaitu bronkiolus

    terminalis, kemudian bronkus terminalis menjadi bronkus respiratori, dari

    bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus

    alveolar kemudian alveoli. Paru terbentuk dari 300 juta alveoli, yang tersusun

    dalam kluster antara 15-20 alveoli, begitu banyaknya alveoli sehingga jika mereka

    bersatu untuk membentuk satu lembar, akan menutupi area 70 meter persegi yaitu

    seukuran lapangan tenis. Penjelasan tentang anatomi paru-paru yang telah

    dipaparkan diatas akan lebih jelas pada gambar berikut: