Referat Adrian Fix (2)

download Referat Adrian Fix (2)

of 20

  • date post

    22-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    6
  • download

    2

Embed Size (px)

description

referat

Transcript of Referat Adrian Fix (2)

BAB IPENDAHULUANSistem muskuloskeletal manusia merupakan jalinan berbagai jaringan, baik itu jaringan pengikat, tulang maupun otot yang saling berhubungan, sangat khusus, dan kompleks.Fungsi utama sistem ini adalah sebagai penyusun bentuk tubuh dan alat untuk bergerak. Oleh karena itu, jika terdapat kelainan pada sistem ini maka kedua fungsi tersebut juga akan terganggu.Infeksimuskuloskeletal merupakan penyakit yang umum terjadi; dapat melibatkan seluruh strukturdari sistem muskuloskeletal dan dapat berkembang menjadi penyakit yang berbahaya bahkanmembahayakan jiwa.Osteomielitis adalah infeksi tulang dan sumsum tulang.Osteomielitis akut terutama ditemukan pada anak-anak. Tulang yang sering terkena ialah femur bagian distal, tibia bagian proksimal, humerus, radius dan ulna bagian proksimal dan distal, serta vertebra.1Mikroorganisme memasuki tulang dengan cara penyebarluasan secara hematogen, secara penyebaran dari fokus yang berdekatan dengan infeksi, atau pun melalui luka penetrasi.Osteomielitis sering ditemukan pada usia dekade I-II, tetapi dapat pula ditemukanpada bayi dan neonatus. Insiden di amerika 1 dari 5000 anak, dan 1 dari 1000 pada neonatal. Pada keseluruhan insiden terbanyak pada negara berkembang. Osteomyelitis pada anak sering bersifat akut dan menyebar secara hematogen, sedangkan osteomyelitis pada orang dewasa merupakan infeksi subakut atau kronik yangberkembang secara sekunder dari fraktur terbuka dan meliputi jaringan lunak.5,6Kejadian pada anak laki-laki lebih sering dibandingkan dengan anak perempuan dengan perbandingan 4:1. Lokasi yang tersering ialah tulang-tulang panjang, misalnya femur, tibia, humerus, radius, ulna dan fibula. Namun tibia menjadi lokasi tersering untukosteomielitis post trauma karena pada tibia hanya terdapat sedikit pembuluh darah.5,6Faktor-faktor pasien seperti perubahan pertahanan netrofil, imunitas humoral, danimunitas selular dapat meningkatkan resiko osteomielitis.6Organisme spesifik yang diisolasi dari ostemielitis serngkali dihubungkan dengan usia pasien atau keadaan-keadaan tertentu yang menyertainya (trauma atau riwayat operasi) Staphylococcus aureus terlibat pada kebanyakan pasien dengan osteomyelitis hematogenous akut dan bertanggung jawab atas 90% kasus pada anak-anak yang sehat. Selain disebabkan bakteri piogenik, osteomielitisjuga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri granulomatosa seperti tuberkulosis dan siphilis melalui proses spesifik,oleh jamur seperti aktinomikosis yang pada awalnya seringkali bersifat kronik. Selain itu juga dapat disebabkan oleh virus.4,7,9Beberapa sistem klasifikasi telah digunakan untuk mendeskripsikan ostemielitis. Sistem tradisional membagi infeksi tulang menurut durasi dari timbulnya gejala : akut, subakut, dan kronik. Osteomielitis akut diidentifikasi dengan adanya onset penyakit dalam 7-14 hari.Durasi dari osteomielitis subakut adalah antara 14 hari sampai 3 bulan. Sedangkan osteomielitis kronik merupakan infeksi tulang yang perjalanan klinisnya terjadi lebih dari 3 bulan. Untuk lebih mengenal dan mengetahui lebih dalam mengenai penyakit osteomyelitis, maka pada makalah ini akan dibahas mengenai definisi hingga tatalaksana osteomyelitis.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1DefinisiOsteomielitis (osteo-berasal dari kata Yunani yaitu osteon, berarti tulang, myelo artinya sumsum, dan-itis berarti peradangan) secara sederhana berarti infeksi tulang atau sumsum tulang.5Berdasarkan kamus kedokteran Dorland, osteomielitis ialah radang tulang yang disebabkan oleh organisme piogenik, walaupun berbagai agen infeksi lain juga dapat menyebabkannya. Ini dapat tetap terlokalisasi atau dapat tersebar melalui tulang, melibatkan sum-sum, korteks, dan periosteum.10

2.2Insidens Osteomielitis sering ditemukan pada usia dekade I-II, tetapi dapat pula ditemukanpada bayi dan neonatus. Insiden di amerika 1 dari 5000 anak, dan 1 dari 1000 pada neonatal. Pada keseluruhan insiden terbanyak pada negara berkembang. Osteomyelitis pada anak sering bersifat akut dan menyebar secara hematogen, sedangkan osteomyelitis pada orang dewasa merupakan infeksi subakut atau kronik yangberkembang secara sekunder dari fraktur terbuka dan meliputi jaringan lunak.5,6Kejadian pada anak laki-laki lebih sering dibandingkan dengan anak perempuan dengan perbandingan 4:1.Lokasi yang tersering ialah tulang-tulang panjang, misalnya femur, tibia, humerus, radius, ulna dan fibula. Namun tibia menjadi lokasi tersering untukosteomielitis post trauma karena pada tibia hanya terdapat sedikit pembuluh darah.5,6Faktor-faktor pasien seperti perubahan pertahanan netrofil, imunitas humoral, danimunitas selular dapat meningkatkan resiko osteomielitis.6Penyebab osteomielitis pada anak-anak adalah kuman Staphylococcus aureus (89-90%), Streptococcus (4-7%), Haemophilus influenza (2-4%), Salmonella typhii dan Eschericia coli (1-2%).

2.3 EtiologiOrganisme spesifik yang diisolasi dari ostemielitis serngkali dihubungkan dengan usia pasien atau keadaan-keadaan tertentu yang menyertainya (trauma atau riwayat operasi) Staphylococcus aureus terlibat pada kebanyakan pasien dengan osteomyelitis hematogenous akut dan bertanggung jawab atas 90% kasus pada anak-anak yang sehat. Penyebab osteomyelitis pada anak-anak ialah Staphylococcus aureus (89-90%), Streptococcus (4-7%), Haemophillus influenza (2-4%), Salmonella typhi dan Escherichia coli (1-2%).Bakteri penyebab osteomyelitis kronik terutama adalah Staphylococcus aureus, E coli, Proteus atau Pseudomonas aeruginosa.Pada kasus-kasus operasi ortopedi yang menggunakan implan, bakteri terbanyak menyebabkan osteomyelitis kronik adalah S epidermidis.5,6,9Selain disebabkan bakteri piogenik, osteomielitisjuga dapat disebabkan olehinfeksi bakteri granulomatosa seperti tuberkulosis dan siphilis melalui proses spesifik,oleh jamur seperti aktinomikosis yang pada awalnya seringkali bersifat kronik. Selain itu juga dapat disebabkan oleh virus.4,7,9

2.4 Patogenesis

Infeksi dapat terjadi secara :1. Hematogen, dari fokus yang jauh seperti kulit, tenggorok.2. Kontaminasi dari luar yaitufraktur terbuka dan tindakan operasi pada tulang3. Perluasan infeksi jaringan ke tulang di dekatnya.11Mikroorganisme memasuki tulang bisa dengan cara penyebarluasan secara hematogen, bisa secara penyebaran dari fokus yang berdekatan dengan infeksi, atau karena luka penetrasi. Trauma, iskemia, dan benda asing meningkatkan kerentanan tulang akan terjadinya invasi mikroba pada lokasi yang terbuka (terekspos) yang dapat mengikat bakteri dan menghambat pertahananhost. Fagosit mencoba untuk menangani infeksi dan, dalam prosesnya, enzim dilepaskan sehingga melisiskan tulang. Bakteri melarikan diri dari pertahanan host dengan menempel kuat pada tulang yang rusak, dengan memasuki dan bertahan dalam osteoblast, dan dengan melapisi tubuh dan lapisan yang mendasari tubuh mereka sendiri dengan pelindung biofilm yang kaya polisakarida. Nanah menyebar ke dalam saluran pembuluh darah, meningkatkan tekanan intraosseous dan mempengaruhi aliran darah. Disebabkan infeksi yang tidak diobati sehingga menjadi kronis, nekrosis iskemik tulang menghasilkan pemisahan fragmen devaskularisasi yang besar (sequester). Ketika nanah menembus korteks, subperiosteal atau membentuk abses pada jaringan lunak, dan peningkatan periosteum akan menumpuk tulang baru (involucrum) sekitar sequester.12Mikroorganisme, infiltrasi neutrofil, dan kongesti atau tersumbatnya pembuluh darah merupakan temuan histologis utama osteomielitis akut.Fitur yang membedakan dari osteomielitis kronis, yaitu tulang yang nekrosis, dicirikan oleh tidak adanya osteosit yang hidup.Terdapat sel mononuklear yang dominan pada infeksi kronis, dan granulasi dan jaringan fibrosa menggantikan tulang yang telah diserap kembali oleh osteoklas. Pada tahap kronis, organisme mungkin terlalu sedikit untuk dilihat pada pewarnaan.12Jumlah infeksi secara hematogen terjadi sekitar 20% dari kasus osteomielitis dan terutama menyerang anak-anak, pada tulang panjang yang terinfeksi, dan orang dewasa yang lebih tua dan pengguna narkoba secara intavena, dan pada tulang belakang yang merupakan tempat yang paling umum terjadinya infeksi.12Infeksi sering hanya melibatk3an satu tulang, paling sering tibia, femur, atau humerus pada anak-anak dan pada badan vertebra pada pengguna narkoba suntik dan orang dewasa yang lebih tua. Bakteri menetap pada metafisis yang memiliki perfusi yang baik, jaringan sinusoid vena memperlambat aliran darah, dan fenestrasi dalam kapiler memungkinkan organisme untuk melarikan diri menuju ruang extravascular. Disebabkan terjadi perubahan anatomi vaskular seiring dengan bertambahnya usia, infeksi pada tulang panjang secara hematogen jarang terjadi pada orang dewasa dan, ketika itu terjadi, biasanya melibatkan diafisis dari tulang.12Manifestasi klinisnya, anak dengan osteomielitis biasanya muncul secara akut, dengan demam, menggigil, nyeri lokal, dan dalam banyak kasus terjadi pembatasan gerak atau kesulitan menopang badan.Eritema dan bengkak menunjukkan perluasan nanah melewati korteks.Selama masa bayi dan setelah pubertas, infeksi dapat menyebar melalui epiphysis ke ruang sendi. Pada anak-anak usia lain, perluasan infeksi melewati korteks menghasilkan keterlibatan sendi jika metafisis intracapsular. Jadi, arthritis septik pada siku, bahu, dan pinggul dapat mempersulit osteomielitis pada radius proksimal, humerus, dan femur, masing-masing.Pada anak-anak, sumber bakteremia biasanya tidak jelas.Riwayat yang sering diperoleh adalah adanya trauma tumpul yang terjadi baru-baru ini, diduga, hasil dari kondisi ini terjadi hematoma intraosseous yang kecil atau penyumbatan pembuluh darah yang mempengaruhi terjadinya infeksi. Orang dewasa dengan osteomielitis hematogen dapat terjadi baik disebabkan predisposisi dari infeksi tempat lain (misalnya, saluran pernafasan atau kemih, katup jantung, atau sebuah situs kateter intravaskuler) atau bakteremia tanpa sumber yang jelas.12

KeadaanInfantAnak-AnakOrang Dewasa

Lokalisas