REFARAT NEFROLITHIASIS

download REFARAT NEFROLITHIASIS

of 32

  • date post

    02-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    31
  • download

    0

Embed Size (px)

description

referat radiologi

Transcript of REFARAT NEFROLITHIASIS

  • BAGIAN RADIOLOGIFAKULTAS KEDOKTERAN Laporan KasusUNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA Juni 2015

    Nefrolithiasis

    Oleh:

    Syahid Gunawan A 1102110073

    Pembimbing :dr. Rahmayanti, Sp. Rad

    DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIKBAGIAN RADIOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN

    UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIAMAKASSAR

    2015

  • HALAMAN PENGESAHAN

    Yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa :

    Nama : Anita Octaviani Lestary

    Stambuk :1102110023

    Judul Laporan Kasus : Ileus Obstruktif

    Telah menyelesaikan tugas dalam rangka Kepaniteraan Klinik pada bagian

    Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia.

    Makassar, Mei 2015

    Pembimbing

    dr. Sri Asriyanti, Sp. Rad

    Penguji

    dr. Shofiyah Latirf, Sp. Rad, M.Kes

  • KATA PENGANTAR

    Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Taala karena

    atas berkat dan rahmat-Nya lah sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan

    penyusunan tulisan ini dapat terlaksana. Tak lupa pula penulis haturkan salawat

    dan salam yang tercurah pada junjungan Nabi Muhammad Shallahu Alaihi

    Wasallam yang telah membimbing manusia dari alam kegelapan menuju ke alam

    yang terang benderang.

    Tulisan ini berjudul LAPORAN KASUS ILEUS OBSTRUKTIF yang

    dibuat dan disusun sebagai tugas kepaniteraan klinik bagian radiologi.Berbagai

    kesulitan dan hambatan penulis temui, namun atas bantuan dan bimbingan dari

    berbagai pihak, akhirnya tulisan ini dapat terselesaikan.

    Makassar, Mei 2015

    Penulis

  • 4BAB IKASUS

    Nama Pasien : Tn. AB

    No. RekamMedik : 113617Umur : 57 tahunJenis Kelamin : Laki-laki

    Alamat : Jl. Trans Papua

    Tempat/Tanggal lahir : Kallan, 7 Februari1958Agama : Islam

    Kebangsaan : IndonesiaPemeriksaan : 11-06-2015Perawatan Bagian : Bedah Urologi Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar

    1.1 Anamnesis- Keluhan utama : Nyeri Pinggang kanan

    - Anamnesis terpimpin: Dialami sejak 2 tahun yang lalu. Nyeri hilang timbul.Riwayat mual dan muntah disangkal. Riwayat kencing berdarah disangkal,riwayat kencing berpasir juga disangkal. Riwayat operasi sebelumnya tidak ada.

    - Anamnesis Sistematis: Sakit kepala (-), pusing (-), demam (-), penglihatankabur (-), nyeri menelan (-), batuk (-), sesak (-), nyeri dada (-), riwayat trauma(-).

    - Riwayat penyakit sebelumnya: riwayat diabetes mellitus tidak ada, hipertensitidak ada

    - Riwayat pengobatan: tidak ada- Riwayat keluarga: Riwayat penyakit yang sama dalam keluarga disangkal.

  • 51.2 Pemeriksaan Fisisa. Status Generalis

    Keadaan umum : Keadaan sakit sedangKesadaran : Compos mentis (GCS 15)

    b. Tanda VitalTekanan darah : 110/70 mmHgNadi : 84 kali/menitPernapasan : 18 kali/ menit

    Suhu : 37 oC

    c. Mata

    Kelopak mata : Edema (-)Konjungtiva : Anemia (-)Sclera : Ikterus (-)Kornea : Jernih

    Pupil : Bulat, isokor

    d. THT : Dalam batas normal

    e. Mulut

    Bibir : Pucat (-), Kering (-)Lidah : Kotor (-), hiperemis (-), kandidiasis oral (-)Faring : Hiperemis (-)Tonsil : T1 T1, Hiperemis (-)

  • 6f. LeherPembesaran kelenjar getah bening (-)Massa tumor (-)Nyeri tekan (-)Pembesaran thyroid (-/-)

    g. Paru paru- Inspeksi: simetris (ka=ki), tidak menggunakan otot-otot bantuan pernapasan,

    hematom (-), luka (-), jaringan sikatrik (-).- Palpasi: massa tumor (-), nyeri tekan (-),vocal fremitus (ka=ki), krepitasi (-)- Perkusi: sonor, batas paru hepar ICS VI dextra, bunyi: pekak ke timpani.- Auskultasi: BP = bronchovesicular

    BT = Wheezing (-/-) Ronchi (-/-)

    h. JantungInspeksi : Iktus kordis tidak tampakPalpasi : Iktus kordis tidak terabaPerkusi : Pekak

    Auskultasi :Bunyi jantung I/II murni regular, bunyi tambahantidak ada

  • 7i. Abdomen- Inspeksi : dalam batas normal, tidak ada pembesaran hepar maupun

    lien. Distensi abdomen (-)- Palpasi : Nyeri tekan (+), massa tumor (-),hepar (tidak teraba), lien

    (tidak teraba)- Perkusi : Timpani, nyeri ketok (+) pada costovertebral kanan- Auskultasi : Peristaltik (+) kesan meningkat

    j. EkstremitasDeformitas (-)Udem (-)Fraktur (-)

    1.3 LaboratoriumLaboratorium (14-05-2015)

    Parameter Hasil Range Unit

    WBC 7.54 4.00 12.0 103/mm3

    RBC 4.99 4.00 4.20 106/dL

    HGB 15.4 11.0 17.0 g/dLHCT 47.5 35.0 55.0 %

    MCV 95.1 80 100.0 m3

    MCH 30.8 26.0 34.0 Pg

    MCHC 32.3 31.0 35.5 g/dL

    RDW-SD 11.7 11.0 - 16.0 fL

    RDW-CV 46.9 35.0 56.0 %

    PLT 182 150 400 103/mm3

    MPV 9.6 7.0 11.0 m3

  • 8PCT 0.175 0.108 0.282 %

    PDW 16.1 9.0 17.0 %

    Kesan: dalam batas normal

    Nama Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan

    Faal GinjalUreum 26 Mg/dL 10 50Kreatinin 0.9 Mg/dL < 1.3

    Faal HatiSGOT 22 U/l

  • 91.4 Pemeriksaan RadiologiFoto AXR (11-06-2015)

    Hasil Pemeriksaan:

    - Tampak bayangan batu radiopak berbentuk staghorn pada sistempelvycocalyces ren dexter setinggi CV L1-L3. Ren sinister dalam batasnormal.

    - Psoas line kiri dan kanan intake

  • 10

    - Tulang-tulang intake

    Kesan: Batu Staghorn pada Ren dextra.

    1.5 DiagnosisBerdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan

    pemeriksaan radiologi, maka diagnosis dari kasus ini adalah batu staghorn Rendextra.

    1.6 Rencanapielolitotomi

  • 11

    BAB 2

    TINJAUAN PUSTAKA2.1. Pendahuluan

    Ileus obstruktif merupakan kegawatan di bidang bedah digestive yang seringdilaporkan. Gangguan saluran cerna ini menduduki 20% dari seluruh kasus nyeri akutabdomen yang tidak tergolong appendicitis akuta. Sekitar 60% penyebab obstruksiileus disebabkan oleh adhesi yang terjadi pasca operasi regio abdominal dan operasidi bidang obstetri ginekologik. Insidensi dari ileus obstruksi pada tahun 2011diketahui mencapai 16% dari populasi dunia yang diketahui melalui studi besar padabanyak populasi.(1)

    Gangguan yang terjadi pada ileus obstruktif bisa meliputi sumbatan sebagian(partial) atau keseluruhan (complete) dari lumen usus, sehingga mengakibatkan isiusus tak dapat melewati lumen itu sendiri. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagaimacam kondisi, paling sering dikarenakan oleh adhesi, hernia, bahkan tumor.(2)

    2.2 Definisi

    Ileus obstruktif adalah hambatan pasase isi usus yang disebabkan olehsumbatan mekanik misalnya oleh strangulasi, invaginasi, atau sumbatan di dalamlumen usus. Terdapat dua jenis obstruksi yaitu, obstruksi sederhana dan obstruksistrangulasi. Obstruksi sederhana adalah obstruksi yang tidak disertai terjepitnyapembuluh darah. Pada obstruksi strangulasi ada pembuluh darah yang terjepitsehingga bisa terjadi iskemia yang akan berakhir dengan nekrosis atau ganggren yangditandai dengan gejala umum berat yang disebabkan oleh toksin dari jaringanganggren. Obstruksi usus yang disebabkan oleh hernia, invaginasi, adhesi, danvolvulus mungkin sekali disertai strangulasi. Sedangkan obstruksi oleh tumor atau

  • 12

    obstruksi oleh cacing askaris adalah obstruksi sederhana yang jarang menyebabkanstrangulasi.(2, 3)

    Foto polos abdomen adalah modalitas pencitraan klasik yang dipakai untukmengkonfirmasi diagnosis dari obstruksi usus; namun, sekitar 1/3 dari pasien yangdiperkirakan mempunyai obstruksi mekanik pada penemuan klinis, foto polosabdomen tidak ditemukan obstruksi. Sebaliknya, sekitar 20 % pasien tersangkapseudobstruksi colon mempunyai obstruksi usus mekanik.(4)

    2.3 Anatomi

    ` Gambar 1. Sistem saluran pencernaan

    Usus halus merupakan tabung yang kompleks, berlipat-lipat yang membentangdari pilorus sampai katup ileosekal. Pada orang hidup panjang usus halus sekitar 12kaki. Usus ini mengisi bagian tengah dan bawah abdomen. Ujung proksimalnyabergaris tengah sekitar 3,8 cm, tetapi semakin kebawah lambat laun garis tengahnyaberkurang sampai menjadi sekitar 2,5 cm.(5)

  • 13

    Gambar 2 Colon dan ileocaecalis

    Usus besar merupakan tabung muskular berongga dengan panjang sekitar 5kaki (sekitar 1,5 m) yang terbentang dari sekum sampai kanalis ani. Diameter ususbesar sudah pasti lebih besar daripada usus kecil. Rata-rata sekitar 2,5 inci (sekitar 6,5cm), tetapi makin dekat anus semakin kecil.(6)

    Usus besar dibagi menjadi sekum, kolon dan rektum. Pada sekum terdapatkatup ileocaecaal dan apendiks yang melekat pada ujung sekum. Sekum menempatisekitar dua atau tiga inci perstama dari usus besar. Katup ileocaecaal mengontrolaliran kimus dari ileum ke sekum. Kolon dibagi lagi menjadi kolon asendens,transversum, desendens dan sigmoid. Kolon ascendens berjalan ke atas dari sekum kepermukaan inferior lobus kanan hati, menduduki regio iliaca dan lumbalis kanan.Setelah mencapai hati, kolon ascendens membelok ke kiri membentuk fleksura kolidekstra (fleksura hepatik). Kolon transversum menyilang abdomen pada regioumbilikalis dari fleksura koli dekstra sampai fleksura koli sinistra.(5)

    Kolon transversum, waktu mencapai daerah limpa, membengkok ke bawah,membentuk fleksura kolisinistra (fleksura lienalis) untuk kemudian menjadi kolondescendens. Kolon sigmoid mulai pada pintu atas panggul. Kolon sigmoid merupakan

  • 14

    lanjutan kolon descendens. Ia tergantung kebawah dalam rongga pelvis dalam bentuklengkungan. Kolon sigmoid bersatu dengan rektum di depan sakrum. Rektummenduduki bagian posterior rongga pelvis. Rektum ke atas dilanjutkan oleh kolonsigmoid dan berjalan turun di depan sekum, meninggalkan pelvis dengan menembusdasar pelvis. Disini rektum melanjutkan diri sebagai anus dalan perineum.(5)

    2.4 KlasifikasiBerdasarkan lokasi obstruksinya, ileus obstruktif atau ileus mekanik dibedakan

    menjadi, antara lain: ( 8 )1. Ileus obstruktif letak tinggi: obstruksi mengenai usus halus (dari gaster sampai ileumterminal).2. Ileus obstruktif letak rendah: obstruksi mengenai usus besar (dari