RDTR Zonasi & Blok.pdf

download RDTR Zonasi & Blok.pdf

of 81

  • date post

    03-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    3.404
  • download

    82

Embed Size (px)

Transcript of RDTR Zonasi & Blok.pdf

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: xx/PRT/M/2011 tentang

PEDOMANPENYUSUNAN RENCANA DETAIL TATA RUANG DAN PERATURAN ZONASI KABUPATEN/KOTA

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMD I R E K T O R A T J E N D E R A L P E N A TA A N R U A N G

PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA DETAIL TATA RUANG DAN PERATURAN ZONASI KABUPATEN/KOTA

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMD I R E K T O R A T J E N D E R A L P E N A TA A N R U A N G

DAFTAR ISIDAFTAR ISI ......................................................................................................................... i DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................. ii DAFTAR TABEL ................................................................................................................... iii DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................................... iv BAB I KETENTUAN UMUM 1.1 Istilah dan Definisi ......................................................................................................... 5 1.2 Kedudukan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi .................................... 9 1.3 Fungsi dan Manfaat Rencana Detail Tata Ruang .......................................................... 11 1.4 Kriteria dan Lingkup Wilayah Perencanaan Rencana Detail Tata Ruang berikut Peraturan Zonasi ............................................................................................................................ 12 1.5 Masa Berlaku Rencana Detail Tata Ruang ................................................................... 16 BAB II MUATAN RDTR KABUPATEN/KOTA 2.1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Perencanaan ........................................................... 2.2 Rencana Pola Ruang .................................................................................................... 2.3 Rencana Jaringan Prasarana ........................................................................................ 2.4 Penetapan Bagian dari Wilayah Perencanaan yang Diprioritaskan Penanganan nya ................................................................................................................................. 2.5 Arahan Pemanfaatan Ruang ......................................................................................... 17 18 25 29 33

BAB III PERATURAN ZONASI KABUPATEN/KOTA 3.1 Komponen Materi Peraturan Zonasi ............................................................................. 37 3.2 Pengelompokan Materi ................................................................................................. 37 BAB IV PROSEDUR PENYUSUNAN RENCANA DETAIL TATA RUANG DAN PERATURAN ZONASI KABUPATEN/KOTA 4.1 Proses dan Jangka Waktu Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota ................................................................................................ 46 4.2 Pelibatan Peran Masyarakat dalam Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota ................................................................................ 62 4.3 Pembahasan Rancangan RDTR dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota .................... 65 BAB V KELENGKAPAN DOKUMEN ................................................................................... 66

DAFTAR GAMBARGambar 1.1 Gambar 1.2 Gambar 1.3 Gambar 1.4 Gambar 1.5 Gambar 1.6 Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 2.3 Gambar 2.4 Gambar 2.5 Gambar 2.6 Gambar 4.1 Kedudukan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota dalam Sistem Penataan Ruang dan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional .... Lingkup Wilayah Rencana Detail Tata Ruang Berdasarkan Batas Administrasi Kecamatan dalam Wlayah Kota ......................................... Lingkup Wilayah Rencana Detail Tata Ruang Berdasarkan Kawasan Fungsional (wilayah perencanaan) dalam Wlayah Kota ......................... Lingkup Wilayah Rencana Detail Tata Ruang Berdasarkan Fungsi Kawasan yang Memiliki Ciri Perkotaan dalam Wilayah Kabupaten ........ Lingkup Wilayah Rencana Detail Tata Ruang Berdasarkan Kawasan Strategis Kabupaten/Kota yang Memiliki Ciri Kawasan Perkotaan ........ Lingkup Wilayah Rencana Detail Tata Ruang Berdasarkan Fungsi Kawasan yang Direncanakan Menjadi Kawasan Perkotaan dalam Wilayah Kabupaten ................................................................................ Ilustrasi Pembagian Wilayah Perencanaan ke Sub Wilayah Perencanaan .......................................................................................... Ilustrasi Pembagian Wilayah Perencanaan ke Sub Wilayah Perencanaan kemudian Blok .................................................................. Ilustrasi Pembagian Wilayah Perencanaan langsung ke Blok ................ Ilustrasi Pembagian Sub Zona di dalam Blok dan Sub Blok pada satu Sub Wilayah Perencanaan ..................................................................... Ilustrasi Peta Pola Ruang (zoning map) .................................................. Ilustrasi Kawasan Koridor Utama Wilayah Perencanaan ......... Alur Proses Penyusunan Peraturan Zonasi yang berisi zoning text dan zoning map (apabila Rencana Detail Tata Ruang tidak disusun atau telah ditetapkan sebagai Perda) .............................................................

11 13 14 14 15 15 21 22 22 23 24 32 61

DAFTAR TABELTabel 4.1 Jangka Waktu Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota ....... 49

DAFTAR LAMPIRANLampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Kriteria Pengklasifikasian Zona Dan Sub Zona ...................................... L1 Ilustrasi Peta Rencana Jaringan Prasarana Di Wilayah Perencanaan ... L2 Matriks Susunan Tipikal Program Utama dalam Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota ........................................................................... L3 Contoh Zoning Text beserta Matriks Penulisan Ketentuan Kegiatan dan Pemanfaatan Ruang Zonasi ................................................................... L4 Contoh Perhitungan Intensitas Pemanfaatan Ruang .............................. L5 Penentuan Sempadan Bangunan ........................................................... L6 Rincian Analisis dalam Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota .......................................................... L7 Rincian Perumusan Substansi Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota .......................................................... L8 Keterkaitan Substansi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota dan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota .................................... L9 Sistematika Penyajian Buku Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota ........................................................................... L10 Keterkaitan Substansi, Tahapan dan Keterlibatan Pihak-pihak dalam Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota .................... L11 Sistematika Penyajian Album Peta .......................................................... L12

BAB KETENTUAN UMUM

1

BAB I KETENTUAN UMUM1.1 Istilah dan Definisi Dalam pedoman ini yang dimaksud dengan: a. Bagian dari wilayah kabupaten/kota adalah satu kesatuan wilayah dari kabupaten/kota yang bersangkutan yang merupakan wilayah yang terbentuk secara fungsional dan administratif dalam rangka pencapaian daya guna pelayanan fasilitas umum kabupaten/kota; Bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus; Blok adalah sebidang lahan yang dibatasi sekurang-kurangnya oleh batasan fisik yang nyata (spt jaringan jalan, sungai, selokan, saluran, irigasi, saluran udara tegangan (ekstra) tinggi, dan pantai) atau yang belum nyata (rencana jaringan jalan dan rencana jaringan prasarana lain yang sejenis sesuai dengan rencana kota) Sub Blok adalah pembagian fisik di dalam satu blok berdasarkan perbedaan sub zona. Daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya; Daya tampung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya; Garis Sempadan Bangunan (GSB) adalah garis yang tidak boleh dilampaui oleh denah bangunan ke arah GSJ yang ditetapkan dalam rencana kabupaten/kota; Garis Sempadan Jalan (GSJ) adalah garis rencana jalan yang ditetapkan dalam rencana kabupaten/kota; Intensitas ruang adalah besaran ruang untuk fungsi tertentu yang ditentukan berdasarkan pengaturan koefisien lantai bangunan, koefisien dasar bangunan dan ketinggian bangunan tiap bagian kawasan kabupaten/kota sesuai dengan kedudukan dan fungsinya dalam pembangunan kabupaten /kota;

b.

c.

d. e. f. g. h. i.

> Ketentuan Umum

> Muatan RDTR Kabupaten/Kota

> Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota

> Prosedur Penyusunan RDTR dan PZ Kabupaten/Kota

> Kelengkapan Dokumen

5

Izin pemanfaatan ruang adalah izin yang dipersyaratkan dalam kegiatan pemanfaatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; k. Jaringan adalah keterkaitan antara unsur yang satu dan unsur yang lain (network) l. Kabupaten/kota adalah wilayah otonomi daerah yang dikepalai oleh Bupati/Walikota, yang merupakan bagian langsung dari wilayah provinsi dan terdiri atas beberapa kecamatan; m. Kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung atau budidaya; n. Kawasan budi daya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayak