Rangkuman Struktur Perilaku Organisasi

of 12/12
PERBEDAAN INDIVIDU KUNCI DAN JALAN MENUJU SUKSES Kelompok: Oscar Kokonugroho Lumban Tobing - 27 Radifany Rizqa - 29 Vindy Agatha Breinskilla - 40
  • date post

    29-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    15
  • download

    6

Embed Size (px)

description

Bab 5 / chapter 5 struktur perilaku organisasi. Ini merupakan rangkuman sebagai tugas sekolah untuk presentasi menjelaskan bab 5.

Transcript of Rangkuman Struktur Perilaku Organisasi

PERBEDAAN INDIVIDU KUNCI DAN JALAN MENUJU SUKSES

Kelompok:Oscar Kokonugroho Lumban Tobing - 27Radifany Rizqa - 29Vindy Agatha Breinskilla - 40

STRUKTUR DAN PERILAKU ORGANISASIPROGRAM PENDIDIKAN AKUNTANSI BCAANGKATAN 32SELF-CONCEPT (Konsep Diri)Self concept (konsep diri) adalah konsep yang dimiliki oleh individu tentang dirinya sebagai makhluk fisik, sosial, dan spiritual atau moral. Untuk memahami mengenai self concept diperlukan cognition. Cognition adalah pengetahuan, pendapat, atau keyakinan yang dimliki individu mengenai lingkungannya, dirinya sendiri, atau perilaku orang lain.

Terdapat 3 hal yang tidak dapat dipisahkan dari self concept:1. Self-esteem (harga diri)2. Self-efficacy (rasa kompeten)3. Self-monitoring (pemantauan diri)

1. Self-Esteem (harga diri)Self-esteem adalah keyakinan seseorang mengenai harga dirinya sendiri berdasarkan evaluasi diri secara menyeluruh. Seseorang yang memiliki self-esteem tinggi akan melihat dirinya sebagai seseorang yang berguna, memiliki kemampuan, dan dapat diterima oleh lingkungan. Sedangkan seseorang yang memiliki self-esteem rendah akan melihat dirinya secara negatif, mereka merasa dirinya tidak sebaik orang lain dan akan dibatasi oleh keraguan dirinya sendiri. Pekerjaan dan Harga DiriPara peneliti menilai bahwa pekerjaan merupakan faktor penentu utama harga diri seseorang, karena seseorang menghabiskan separuh waktu hidupnya untuk bekerja. Selain itu, pertanyaan yang paling sering ditanyakan ketika pertama kali bertemu adalah mengenai pekerjaan. Seseorang yang memiliki pekerjaan akan lebih menghargai dirinya sendiri apabila dibandingkan dengan seseorang yang tidak memiliki pekerjaan (pengangguran). Harga Diri dapat ditingkatkan dengan mempelajari Bardens Six Pillars of Self-Esteem, yaitu: 1. Life consciously (hidup dengan sadar)Menjadi aktif dan terlibat dengan apa yang dikerjakan dan dengan siapa anda berinteraksi.2. Be self-accepting (menerima diri sendiri)Jangan terlalu megkritik atau menilai buruk pemikiran anda.3. Take personal responsibility (bertanggung jawab pribadi)Bertanggung jawab terhadap tindakan dan keputusan yang dilakukan dalam hidup.4. Be self assertive (menjadi orang yang tegas)Tetap menjadi diri sendiri dan tetap mempertahankan kepercayaan ketika berinteraksi daripada mengikuti kemauan orang lain hanya untuk diterima atau disukai oramg.5. Life purposefully (memiliki tujuan hidup)Memiliki tujuan jangka panjang dan jangka pendek dengan jelas dan rencana yang realistik untuk mencapai tujuan tersebut agar dapat mengonrol hidup.6. Have personal integrity (berintegritas)Memilki kata-kata dan tindakan yang dipercaya.

Harga Diri di Berbagai BudayaBudaya barat lebih cenderung bersifat individualis (me culture) yang orang-orangnya berfokus kepada diri sendiri. Sedangkan, budaya timur (we culture) lebih kolektivis yang orang-orangnya disosialisasikan untuk masuk dan menyatu ke komunitasnya. Manajer global harus memperhatikan tempat ia melakukan bisnisnya dan menyesuaikan dengan budaya setempat; misalnya dengan menekankan self-esteem di negara dengan budaya individualis dan tidak menekankannya di negara kolektivis.

2. Self-efficacy (rasa kompeten) Self-efficacy adalah kepercayaan diri seseorang bahwa ia mampu untuk melakukan suatu pekerjaan dengan baik. Rasa kompeten terbentuk dari kognitif, sosial, kemampuan berbahasa, dan/atau kemampuan fisik melalui pengalaman. Orang yang memiliki rasa kompeten tinggi cenderung memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi dari pada yang memiliki rasa kompeten rendah.Efek dari Rasa Kompeten tinggi

Efek dari Rasa Kompeten rendah

Implikasi Rasa Kompeten terhadap Manajer Perekrutan lebih hati-hati Memberi tugas yang lebih menantang Pelatihan dan bimbingan Penetapan tujuan Kepemimpinan dan mentoring yang mendukung Hadiah atas suatu kemajuan (improvement)

3. Self-Monitoring (pemantauan diri)Self-monitoring adalah kondisi dimana seseorang mengamati perilakunya sendiri dan beradaptasi ke dalam situasi yang sedang terjadi. Orang yang memiliki self-monitoring tinggi akan mengatur perilaku mereka sesuai dengan keinginan publik, cepat tanggap dalam sosial dan memiliki pedoman kinerja yang sesuai dengan situasi. Sedangkan orang yang memiliki self-monitoring rendah akan kurang peka dengan orang lain dan lingkungannya. Self monitoring mempunyai hubungan yang erat dengan kesuksesan pekerjaan. Namun tak selamanya memiliki self monitiring tinggi merupakan kelebihan. Self monitoring berlebih dapat dianggap tidak tulus, tidak jujur, palsu dan tidak dapat dipercaya.

Contoh Self-Monitoring:Jika Anda bekerja dibagian Marketing, lalu Anda mencapai penjualan yang besar dan ingin memberitahukannya kepada atasan anda. Kemudian saat Anda memulai memberitahukannya, atasan Anda tidak menoleh dan tetap serius mengerjakan sesuatu di komputernya.Apa yang anda lakukan ?a. Tetap melanjutkan untuk memberitahunya karena dia pasti ingin mengetahuinya.b. Bertanya maaf, apakah saya datang di waktu yang salah?

KepribadianDefinisi: Seperangkat karakteristik dan kecenderungan yang stabil, yang menentukan keumuman dan perbedaan tingkah laku psikologi dari seseorang dalam waktu yang panjang dan tidak dapat dipahami secara sederhanaDimensi KepribadianKarakteristik

EkstraversiRamah, pandai berbicara, mudah bersosialisasi, assertif

KeramahanMudah dipercaya, baik, mudah bekerja sama, tulus

Sifat berhati-hatiDapat diandalkan, bertanggung jawab, berorientasi pada pencapaian, tekun

Kestabilan emosionalSantai, kokoh, tidak mudah cemas

Terbuka terhadap hal-hal baruIntelektual, imajinatif, rasa ingin tau, pemikiran yang luas

Perilaku Proaktif Perilaku proaktif merupakan perilaku yang secara langsung dapat mengubah lingkungan di sekitar mereka. Dimensi perilaku proaktif merupakan akar dari kebutuhan-kebutuhan individu untuk memanipulasi dan mengendalikan lingkungan. Orang yang sangat proaktif dapat mengenali peluang dan bertindak atas peluang tersebut, menunjukkan inisiatif dan gigih memperjuangkan perubahan yang berarti.

Locus of Control:Internal Locus of Control Memperlihatkan motivasi kerja yang tinggi Memiliki ekspektasi yang tinggiExternal Locus of Control Sesuatu yang timbul karena pengaruh lingkungan Cenderung lebih mudah cemas daripada internalIsu Bagaimana tentang adanya tes kepribadian di tempat kerja? Tes Kepribadian sebagai suatu alat untuk pengambilan keputusan dalam perekrutan, pelatihan, dan promosi adalah hal yang lumrah dilakukan.Kemampuan dan Kinerja Kemampuan (ability): karakteristik umum dan tidak berubah yang dimiliki oleh seseorang yang menentukan kinerja (mental dan fisik) maksimum dari orang tersebut. Keterampilan (skill): kecakapan khusus untuk melakukan sesuatu secara fisik.Kinerja ditentukan oleh kombinasi yang tepat antara kemampuan, usaha, dan keterampilan.Keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan dalam organisasi:1. Komunikasi lisan dan tulisan2. Inisiatif / prakarsa3. Membuat keputusan4. Toleransi / daya tahan5. Memecahkan masalah6. Adaptasi7. KeuletanMasalah kurang tidur:Hanya 49% orang dewasa di AS yang tidur cukup setiap hariKurang tidur dapat mengakibatkan: Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah kurang efektif Produktivitas memburuk Lebih stress/tertekan Lebih rentan kepada masalah kesehatanSolusi: Tidur siang 20 menit. Penyediaan ruang istirahat di kantor

Kecerdasan dan Kemampuan KognitifKecerdasan: kecakapan untuk berpikir, mempertimbangkan, dan memecahkan masalah dengan konstruktif. Kecerdasan dapat diturunkan secara genetik maupun lingkungan.

Ada 2 tipe kemampuan yaitu kemampuan mental untuk melakukan semua tugas-tugas kognitif dan kemampuan khusus untuk mengerjakan tugas tertentu.

Ada 7 jenis kemampuan mental yaitu Pemahaman verbal Kefasihan kata-kata Angka-angka Ruang Hafalan Laju perepsi Pertimbangan induktifKonsep kecerdasan majemuk (Multiple Intelligence) mengatakan manusia memiliki kecerdasan-kecerdasan berikut: Kecerdasan bahasa Kecerdasan matematika-logika Kecerdasan music Kecerdasan tubuh-kinestetik Kecerdasan ruang Kecerdasan antar pribadi Kecerdasan dalam diri pribadi Kecerdasan lingkunganMasih ada pro dan kontra mengenai konsep ini. Kelebihan: konsep ini menjelaskan tidak hanya IQ (ada yang IQ rendah tapi berbakat di bidang lain). Kelemahan: konsep ini dianggap terlalu subjektif dan kurang terintegrasiEmosi di Tempat KerjaIdealnya, pegawai berusaha mencapai tujuan organisasi secara logis dan rasional. Namun emosi juga berperan.Emosi: reaksi manusia yang kompleks terhadap apa yang ia capai atau yang ia derita; dapat dirasakan dan ditunjukkan ke orang lainEmosi ada yang positif (goal congruence) dan negatif (goal incongruence) Contoh emosi negatif adalah marah, takut atau gugup, bersalah atau malu, sedih, iri atau dengki, dan jijik atau muak. Contoh emosi positif adalah gembira atau riang, bangga, kasih atau sayang, dan lega.Kecerdasan EmosionalDefinisi: kemampuan mengelola diri sendiri dan hubungan dengan orang lain dengan cara yang dewasa dan konstruktif.4 Komponen: Kesadaran diri Pengelolaan diri Kesadaran sosial Pengelolaan hubunganKesadaran diri dan pengelolaan diri termasuk kompetensi personal sedangkan kesadaran sosial dan pengelolaan hubungan merupakan kompetensi sosial.

Penularan emosiEmosi, suasana hati yang baik maupun buruk, dapat ditularkan kepada orang lain yang berinteraksi dengan kita. Karena itulah, misalnya, teller diharapkan menampilkan ekspresi emosi yang positif agar pelanggan lebih puas.Pekerja emosionalPekerja dituntut untuk berekspresi emosi positif walaupun hatinya sedang gundah. Hal ini mungkin menyebabkan pekerja tertekan secara emosional.

4 Modal Menuju Kesuksesan Modal PsikologisFokus pada kelebihan Anda. Yakinlah bahwa Anda bisa dan tetaplah optimis, berharap, dan ulet Berlatih tekunBerlatih, berlatih, berlatih. Berlatih lebih, lebih keras. KeberuntunganKeberuntungan bukanlah sebuah kebetulan. Kita dapat meningkatkan keberuntungan dengan 4 cara berikut: Aktif dan selalu terlibat Mendengarkan kata hati Selalu yakin akan beruntung, walau kondisi sulit Ubahlah nasib buruk menjadi baik Rendah hatiMengakui kontribusi orang lain dan keberuntungan dalam kesuksesan kita

KESIMPULANKonsep diri terdiri dari harga diri, rasa kompeten, dan pemantauan diri. Kita harus mengembangkan konsep diri kita untuk lebih baik agar lebih sukses dalam pekerjaan.Kepribadian setiap orang berbeda-beda sehingga membutuhkan lingkungan kerja yang berbeda untuk dapat sukses. Manajer harus menyeleksi, melatih, dan membuat keputusan lain di bidang SDM dengan berhati-hati, termasuk dengan menggunakan tes kepribadian.Kemampuan manusia sangat beragam dan mempengaruhi kinerja seseorang. Emosi, yang dijelaskan dengan EQ, juga turut berperan menentukan cara karyawan mencapai tujuan organisasi.Untuk mencapai kesuksesan, kita harus memiliki modal psikologis yang baik, berlatih dengan tekun, mengasah keberuntungan, dan rendah hati.