Rangkuman Materi SBMPTN

download Rangkuman Materi SBMPTN

of 18

  • date post

    09-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    178
  • download

    12

Embed Size (px)

description

Trik menjawab soal SBMPTN

Transcript of Rangkuman Materi SBMPTN

  • Rangkuman Materi

    SBMPTN 2013 SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI

    Disertai Teori Ringkas dan Pembahasan Soal

    Tes Potensi Akademik

    (TPA)

    Disusun Oleh :

    Pak Anang

  • Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 1

    Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Ringkasan Materi SBMPTN Tes Potensi Akademik (TPA)

    Penalaran Deduktif (Penarikan Kesimpulan) By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

    B. PENALARAN DEDUKTIF

    Pada penalaran deduktif adik-adik dituntut kemampuan untuk menarik sebuah kesimpulan (konklusi) dari fakta-fakta yang telah disediakan pada soal. Fakta-fakta tersebut berupa premis, pernyataan atau proposisi.

    1. KONKLUSI (Penarikan Kesimpulan)

    Pada tes konklusi atau penarikan kesimpulan yang perlu ditekankan adalah tes ini bukan menguji kemampuan berbahasa Indonesia. Akan tetapi lebih dari itu, tes konklusi atau penarikan kesimpulan ini menguji kemampuan anda dalam mengolah fakta yang tersedia pada soal untuk kemudian menarik kesimpulan yang tepat.

    Disini, kemampuan adik-adik dalam memahami premis dan menarik kesimpulan sangat diutamakan. Silahkan diingat kembali pada pelajaran Matematika SMA kelas X tentang Logika Matematika pada subbab penarikan kesimpulan. Bagaimana cara menarik kesimpulan yang benar. Itu adalah dasar yang diperlukan dalam menarik kesimpulan pada tipe soal SBMPTN.

    Ups, tapi tidak cukup itu saja yang diperlukan. Kemampuan adik-adik dalam memanipulasi informasi tanpa merubah maknanya dan mengambil kesimpulan secara logis (bukan secara perasaan) juga merupakan salah satu hal penting yang perlu dipelajari lagi.

    Di kelas X SMA tentunya adik-adik masih ingat tentang penarikan kesimpulan berikut:

    1. Modus Ponens

    Jika hujan turun maka Sinta memakai payung. Sinta memakai payung.

    Maka kesimpulannya adalah hujan turun.

    2. Modus Tollens

    Jika saya lulus tes SBMPTN maka saya akan dibelikan sepeda motor. Saya tidak dibelikan sepeda motor.

    Maka kesimpulannya adalah saya tidak lulus tes SBMPTN.

    3. Silogisme (Silogisme Hipotesis)

    Jika saya belajar giat maka saya akan wisuda tepat waktu. Jika saya wisuda tepat waktu maka saya akan cepat menikah.

    Maka kesimpulannya adalah jika saya belajar giat maka saya akan cepat menikah.

  • Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 2

    Nah selain ketiga jenis penarikan kesimpulan tersebut masih ada lagi bagaimana cara penarikan kesimpulan yang lain, yaitu:

    4. Silogisme Kategorial (Akan di bahas lebih lanjut di halaman berikutnya). = = =

    Tipe 1 Tipe 2 Tipe 3 Tipe 4

    Silogisme Kategorik Tipe 1 Semua tumbuhan memerlukan air. Akasia adalah tumbuhan

    Maka kesimpulannya adalah akasia memerlukan air. Silogisme Kategorik Tipe 2 Tidak ada pemain AC Milan yang berasal dari Indonesia. Semua pemaian Timnas berasal dari Indonesia.

    Maka kesimpulannya adalah tidak ada permain Timnas yang bermain di AC Milan. Silogisme Kategorik Tipe 3 Semua koruptor adalah penjahat. Semua koruptor harus ditangkap oleh KPK.

    Maka kesimpulannya adalah beberapa yang ditangkap KPK adalah penjahat. ( !) Silogisme Kategorik Tipe 4 Tidak ada koruptor yang mau ditangkap KPK. Semua yang ditangkap KPK harus diperiksa di pengadilan.

    Maka kesimpulannya beberapa yang diperiksa di pengadilan adalah bukan koruptor.

    5. Silogisme Disjungtif Tipe 1 Tipe 2

    Silogisme Disjungtif Tipe 1 Penjahat itu lari ke Solo atau Yogyakarta. Penjahat itu tidak lari ke Solo

    Maka kesimpulannya adalah penjahat itu lari ke Yogyakarta Silogisme Disjungtif Tipe 2 Penjahat itu lari ke Solo atau Yogyakarta. Penjahat itu lari ke Yogyakarta

    Maka kesimpulannya adalah penjahat itu tidak lari ke Solo.

  • Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 3

    6. Silogisme Alternatif Tipe 1 Tipe 2

    Silogisme Alternatif Tipe 1 Heru berbaju putih atau tidak putih Heru berbaju putih

    Maka kesimpulannya adalah Heri bukan tidak berbaju putih. Silogisme Alternatif Tipe 2 Heru berbaju putih atau tidak putih Heru bukan tidak berbaju putih

    Maka kesimpulannya adalah Heri berbaju putih.

    7. Dilema Konstruktif

    Jika hari minggu maka saya jogging. Jika lulus ujian maka saya senang. Hari minggu atau lulus ujian.

    Maka kesimpulannya adalah saya joging atau saya senang.

    8. Dilema Destruktif

    Jika hari minggu maka saya jogging. Jika lulus ujian maka saya senang. Saya tidak joging atau saya tidak senang.

    Maka kesimpulannya adalah bukan hari minggu atau saya tidak lulus ujian.

    9. Dilema Dua Arah

    Jika hari minggu maka saya jogging. Jika lulus ujian maka saya senang. Hari minggu atau saya tidak senang.

    Maka kesimpulannya adalah saya joging atau saya tidak lulus ujian.

  • Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 4

    10. Simplifikasi Konjungtif Tipe 1 Tipe 2

    Simplifikasi Konjungtif Tipe 1 Sinta anak pandai dan kreatif.

    Maka kesimpulannya adalah Sinta anak pandai. Simplifikasi Konjungtif Tipe 2 Sinta anak pandai dan kreatif.

    Maka kesimpulannya adalah Sinta anak kreatif.

    11. Penjumlahan Disjungtif

    Cynthia adalah gadis yang cantik.

    Maka kesimpulannya adalah Cynthia adalah gadis yang cantik atau memiliki tubuh seksi.

    12. Konjungsi

    Yusuf mengambil kuliah jurusan Matematika. Yusuf mengulang mata kuliah Kalkulus Peubah Banyak.

    Maka kesimpulannya adalah Yusuf mengambil kuliah jurusan Matematika dan mengulang mata kuliah Kalkulus Peubah Banyak.

  • Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 5

    13. Komposisi

    ( )

    Jika saya lulus ujian maka saya akan dibelikan sepeda motor baru. Jika saya lulus ujian maka saya akan senang.

    Maka kesimpulannya adalah jika saya lulus ujian maka saya akan senang dan dibelikan sepeda motor baru.

    14. Teorema De Morgan ( )

    Tidak benar bahwa saya malas dan saya nakal.

    Maka kesimpulannya adalah saya tidak malas atau saya tidak nakal.

    Nah, jadi sekarang adik-adik sudah memiliki dasar logika untuk mengerjakan soal-soal SBMPTN pada bagian Tes Potensi Akademik. Sekarang mari kita lanjutkan pembahasan lebih detail pada Proposisi dan Silogisme Kategorik pada pembahasan SMART SOLUTION TPA SBMPTN di halaman berikutnya....

  • Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 6

    PROPOSISI

    Proposisi adalah pernyataan yang terdiri dari dua term yaitu subyek dan predikat dan dapat dinilai benar atau salahnya. Dalam logika, proposisi hanya bisa benar atau salah, tetapi tidak kedua-duanya. Artinya tidak mungkin setengah benar atau setengah salah.

    Benar salahnya proposisi tergantung pada hal yang dibicarakan. Jika membicarakan tentang benda alamiah, maka kebenarannya adalah harus sesuai dengan kenyataannya (teori korespondensi), dan jika yang dibicarakan adalah tentang kesepakatan atau persetujuan bersama, maka kebenarannya adalah harus sesuai dengan hasil kesepakatan atau persetujuan tersebut (teori koherensi).

    Proposisi tersusun dari empat bagian penting, yaitu:

    Kuantor + Subyek + Kopula + Predikat

    + + + - + + +

    Dua bagian utama dari proposisi adalah:

    1. Term sebagai Subyek : hal yang diterangkan dalam proposisi, berhubungan dengan kuantitas proposisi. Ada dua jenis subjek: a. Subyek universal : mencakup semua yang dimaksud oleh subyek. Subyek universal ini

    disertai dengan kuantor universal. b. Subyek partikular : mencakup hanya sebagian dari keseluruhan yang disebutkan oleh

    subyek. Subyek partikular ini disertai dengan kuantor eksistensial.

    2. Term sebagai Predikat : hal yang menerangkan dalam proposisi, berhubungan dengan kualitas proposisi. Ada dua jenis predikat: a. Predikat afirmatif : sifat mengiyakan hubungan antara predikat dengan subyek. b. Predikat negatif, mengingkari adanya hubungan antara predikat dengan subyek atau

    meniadakan hubungan subyek dengan predikat.

    Dua bagian lain yang menyertai proposisi:

    3. Kopula : hal yang mengungkapkan hubungan antara subyek dan predikat. Kata yang biasa digunakan sebagai kopula adalah, ialah, bukan, tidak. Kopula kadang dituliskan dalam kalimat, kadang tersembunyi, tetapi harus selalu ditulis bila mengingkarkan.

    4. Kuantor : pembilang yang menunjukkan lingkungan yang dimaksud oleh subjek. Ada dua jenis kuantor: a. Kuantor Universal : berlaku untuk semua anggota himpunan. Kata yang sering

    digunakan adalah semua atau setiap. b. Kuantor Eksistensial : berlaku untuk setidaknya ada satu anggota himpunan. Kata yang

    sering digunakan adalah ada, sebagian, beberapa, atau sementara.

  • Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 7

    JENIS PROPOSISI

    Apabila proposisi dilihat berdasarkan hubungan antara kuantitas pada term subyek dan kualitas pada term predikat, maka proposisi dapat dibedakan menjadi tujuh buah proposisi seperti yang terlihat pada diagram di bawah ini:

    Ekuivalen

    Afirmatif

    Implikasi

    Universal

    Negatif Eksklusif

    Proposisi

    Inklusif

    Afirmatif

    Implikasi

    Partikular

    Inklusif

    Negatif

    Implikasi

  • Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspo