Rangkuman Kuliah

download Rangkuman Kuliah

of 23

  • date post

    29-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    282
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Rangkuman Kuliah

KULIAH - TATAP MUKA I Tanggal : 2 September 2009 Materi : Pendahuluan Industri Konstruksi dan Proyek Konstruksi

Konstruksi secara umum dipahami sebagai segala bentuk pembuatan atau pembangunan infrastruktur baik jalan, jembatan, bendung, jaringan irigasi, gedung dan sebagainya, serta pelaksanaan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur. Sedangkan pengertian industry konstruksi adalah segmen industry yang memproduksi bangunan atau fasilitas atau prasarana untuk menunjang kegiatan ekonomi. Karakteristik dari industry konstruksi ini antara lain: 1. Investasi yang menghasilkan asset yang nilainya sangat besar 2. Produk-produknya selalu unik ( berupa prototype), berdasar pesanan (berbeda dengan industry manufaktur yang memproduksi barang yang dijual) 3. Proses produksi konstruksi sering dilaksanakan dalam lingkungan alam yang tidak terkendali dan menghadapi berbagai pengaruh lingkungan tersebut 4. Proses-proses produksinya terfragmentasi (dilaksanakan oleh berbagai pihak yang berbeda) Industri konstruksi secara luas terdiri dari pelaksanaan kegiatan di lapangan dan melibatkan pihak-pihak seperti kontraktor, konsultan, material supplier, plant supplier, transport supplier, tenaga kerja, asuransi dan perbankan dalam suatu transformasi input menjadi suatu produk akhir yang dipergunakan untuk mengakomodasi kegiatan sosial maupun bisnis dari masyarakat (Bon, 2000). Proyek-proyek konstruksi dan industry konstruksi di Negara berkembang sangatlah berbeda dengan di Negara maju. Perbedaan utamanya adalah berhubungan den gan iklim, populasi, dan sumberdaya manusia, sumber daya material, pembiayaan proyek dan masalah ekonomi, serta factor social budaya. Mengacu pada perbedaan-perbedaan ini, maka diperlukan suatu teknik untuk dapat mengelola proyek di Negara berkembang dengan baik.

KULIAH - TATAP MUKA II Tanggal : 4 September 2009 Materi : Setting Construction Business Objectives Exercises Sebuah bisnis pasti memiliki tujuan atau objectives. Tujuan tersebut merupakan indikasi yang jelas kemana bisnis akan mengarah dan apa saja yang harus dicapai oleh bisnis tersebut. Tujuan bisnis setidaknya memenuhi kriteria (SMART) antara lain keunikan (Specific), dapat diukur (Measurable), dapat dicapai (Achievable), realistis (Realistic), dan adanya batas waktu (Timed). Tujuan bisnis meliputi individu dan tujuan bisnis itu sendiri, dalam jangka waktu pendek (Short Term, 1 tahun), jangka waktu panjang (Long Term, 5 tahun) Tujuan dapat berasal dari perencanaan jangka panjang untuk mencapai level yang lebih tinggi, misalnya: 1. Meningkatkan penjualan 2. Menambah profit 3. Memotong ongkos produksi 4. Memperbaiki website perusahaan menjadi lebih menarik, dll Semua tujuan-tujuan tersebut diatas harus dapat diukut dan memiliki rentang waktu pencapaian yang realistis.

KULIAH - TATAP MUKA III Tanggal : 11 September 2009 Materi : Manajemen Strategi untuk Bisnis Konstruksi Strategic Planning

Manajemen strategi (Strategic Management) adalah sebuah proses yang berkelanjutan yang mengendalikan bisnis dan industri dimana perusahaan terlibat dengan melakukan perancangan, pelaksanaan menetapkan sasaran dan strategi untuk memenuhi semua potensi yang ada, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsional dalam mencapai tujuan jangka panjang. Proses manajemen strategis 1. Perumusan Strategi (Strategy formulation) adalah kombinasi dari tiga proses utama: y Melakukan analisis situasi, evaluasi diri dan analisis pesaing: baik internal maupun eksternal; baik lingkungan mikro dan lingkungan makro. y Menetapkan tujuan meliputi jangka pendek, menengah, dan panjang, mencakup pernyataan visi (pandangan jangka panjang kemungkinan masa depan), pernyataan misi (peranan organisasi yang memberikan diri dalam masyarakat), tujuan perusahaan secara keseluruhan (baik finansial dan strategis), tu juan unit bisnis strategis (baik finansial dan strategis), dan tujuan taktis. y analisis situasi, menyarankan rencana strategis. Rencana memberikan rincian tentang bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. 2. Strategi pelaksanaan (Strategy implementation) y Alokasi dan pengelolaan sumber daya yang cukup (keuangan, personalia, waktu, dukungan teknologi) y Membentuk rantai komando atau struktur alternative y Menetapkan tanggung jawab tugas-tugas tertentu atau proses untuk individuindividu tertentu atau kelompok y mengelola proses, pemantauan hasil, dibandingkan dengan standar dan praktik terbaik, mengevaluasi efektivitas dan efisiensi proses, mengontrol varians, dan membuat proses penyesuaian yang diperlukan. y memperoleh sumber daya yang diperlukan, mengembangkan proses, pelatihan, proses pengujian, dokumentasi, dan integrasi dengan (dan/atau konversi dari) proses. y tingkat konsistensi dari setiap orang dalam sebuah organisasi, termasuk dari manajemen.

3.

Strategi evaluasi (Strategy evaluation) yaitu mengukur efektivitas strategi organisasi untuk melakukan analisa SWOT dari entitas yang bersangkutan dan memerlukan pengambilan keputusan sebagai tindakan pencegahan tertentu atau bahkan untuk mengubah seluruh strategi Kesesuaian (Suitability) merupakan titik kunci untuk dipertimbangkan adalah apakah strategi itu akan membahas isu-isu strategis kunci berdasarkan posisi strategis organisasi. Alat yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kesesuaian meliputi: Ranking Strategic Options (Peringkat pilihan strategis), Decision trees, What-if analysis Kelayakan (Feasibility) berkaitan dengan sumber daya yang diperlukan untuk mengimplementasikan strategi yang tersedia, dapat dikembangkan atau diperoleh yang me, liputi dana, orang, waktu dan informasi. Alat yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kelayakan meliputi: Cash Flow Analysis And Forecasting, Break-Even Analysis, Resource Deployment Analysis Dapat diterima (Acceptability) berkaitan dengan harapan para stakeholder diidentifikasi (terutama pemegang saham, karyawan dan pelanggan) dengan hasil kinerja yang diharapkan, yang dapat kembali, risiko (berkaitan dengan probabilitas dan konsekuensi dari kegagalan suatu strategi) dan reaksi stakeholder (berkaitan dengan mengantisipasi kemungkinan reaksi dari stakeholder), manfaat yang diharapkan oleh para pemangku kepentingan (keuangan dan non-keuangan). Alat yang dapat digunakan : what-if analysis, stakeholder mapping

4.

5.

6.

Perencanaan strategis (Strategic Planning) adalah sebuah proses organisasi menyuun strategi/arah untuk menentukan posisi sebuah organisasi dalam jangka waktu tertentu (1 tahun, biasanya 3 sampai 5 tahun, jangka panjang 20 tahun) dalam menentukan posisi perusahaan, kebutuhan organisasi, menentukan tujuan dan bagaimana cara mencapainya, serta membuat keputusan mengenai alokasi sumber daya untuk mencapai strategi, termasuk modal dan orang. Teknik analisis bisnis antara lain analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats), analisis PEST (Politik, Ekonomi, Sosial, dan Teknologi), analisis Steer (Sosial-budaya, Teknologi, Ekonomi, Ecological , dan faktor Regulatory), dan EPISTEL (Lingkungan, Politik, Informatika, Sosial, Teknologi, Ekonomi dan Hukum). Inovasi strategis harus menjadi strategi dasar bagi suatu organisasi untuk bertahan hidup dalam iklim usaha yang berkaitan.

KULIAH - TATAP MUKA IV Tanggal : 2 Oktober 2009 Materi : Strategi Organisasi Perusahaan -- Business Planning

Rencana bisnis (Business Plan) adalah pernyataan formal dari serangkaian tujuan bisnis, alasan mengapa mereka percaya dicapai, dan rencana untuk mencapai tujuan tersebut, berisi latar belakang informasi tentang organisasi dan usaha mencapai tujuan, juga menargetkan perubahan dalam persepsi dan branding oleh pelanggan, klien, pembayar pajak, atau komunitas yang lebih luas. Tujuan bisnis dapat didefinisikan untuk mencari laba atau untuk organisasi nirlaba, berfokus pada tujuan keuangan, seperti keuntungan atau penciptaan kekayaan. Rencana bisnis organisasi non-profit dan agen pemerintah cenderung berfokus pada misi organisasi yang merupakan dasar bagi pemerintah status atau nirlaba, status bebas pajak, meskipun mungkin juga memfokuskan diri untuk mengoptimalkan pendapatan. Dalam organisasi nirlaba, ketegangan kreatif dapat berkembang dalam upaya untuk menyeimbangkan misi dengan "margin" (atau pendapatan). Sebuah rencana bisnis mengalami perubahan dalam persepsi dan branding sebagai tujuan utama disebut rencana pemasaran. Penyusunan Business Plan : y Executive Summary (Ringkasan Eksekutif) ringkasan elemen-elemen kunci dari seluruh rencana bisnis.y

Business Description (Deskripsi Bisnis) memberikan tinjauan yang luas tentang sifat bisnis, kapan dan mengapa perusahaan itu terbentuk.dilengkapi dengan ringkasan singkat visi dan misi (memproyeksikan tujuan jangka pendek dan jangka panjang), lingkup usaha, strategi pengembangan usaha dan operasi, pihak-pihak terlibat dan skema kerjasama, Analisa SWOT (internal dan eksternal), produk dan jasa Business Environment Analysis / Industry (Analisa Lingkungan Bisnis/Industri) ikhtisar sektor industri dimana bisnis berada, termasuk tren industri, pihak-piahk dalam industri, dan perkiraan penjualan industry, termasuk ringkasan informasi perusahaan Competitive Analysis (Analisa Pesaing) penyelidikan dari pesaing langsung dan tidak langsung, dengan penilaian keunggulan kompetitif mereka dan analisis tentang bagaimana Anda akan mengatasi hambatan masuk ke pasar pilihan Anda.

y

y

y

Market Analysis (Analisa Pasar) tinjauan target pasar utama untuk produk atau jasa, termasuk lokasi geografis, demografi, pasar target kebutuhan dan bagaimana kebutuhan ini terpenuhi saat ini. Marketing Plan (Rencana Pemasaran) penjelasan rinci mengenai strategi penjualan, rencana penetapan harga, mengusulkan kegiatan periklanan dan promosi, produk atau layanan dan manfaat Operations Plan (Rencana Operasi) penjelasan tentang lokasi fisik, fasilitas dan peralatan, jenis karyawan yang diperlukan, persediaan persyaratan dan pemasok, dan setiap rincian operas