Rahimah J1E109209 - Tugas Biokimia

download Rahimah J1E109209 - Tugas Biokimia

of 37

  • date post

    27-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    17
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Rahimah J1E109209 - Tugas Biokimia

  • [TYPE THE COMPANY NAME] II

    TUGAS BIOKIMIA

    Resume Lipid, Karbohidrat, Asam Amino & Peptida, Protein, Enzim & Kinetika Enzim, Teknik Pemurnian Enzim

    OLEH :

    RAHIMAH

    J1E109209

  • Biokimia merupakan salah satu cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang

    makhluk hidup. Secara tidak langsung biokimia merupakan salah satu disiplin

    ilmu dari kimia organik dan sains biologi. Biokimia mempelajari seluruh proses

    kimia yang berhubungan dengan makhluk hidup. Lebih dari 40 tahun biokimia

    berhasil menjelaskan proses hidup yang merupakan bahasan khusus dalam bidang

    ilmu botani sampai kedokteran. Biokimia diusulkan pertama kali oleh Corl

    Neuberg pada tahun 1903. Biokimia adalah sains yang menjelaskan struktur dan

    fungsional makhluk hidup dalam lingkup kimia. Biokimia mengarahkan bidang

    penelitiannya pada struktur, fungsi, dan interaksi biologi pada makromolekul

    seperti karbohidrat, lipida (lemak), protein, asam nukleat yang berperan dalam

    kehidupan (Poedjiadi, 2009).

    LIPID

    Lipid adalah senyawa organik berminyak atau berlemak yang tidak larut

    didalam air, namun dapat diekstrak dari sel dan jaringan oleh pelarut non polar,

    seperti kloroform, atau eter. Istilah lipid kadang-kadang diartikan sama dengan

    lemak, dan yang dikenal sebagai bahan makanan adalah mentega, minyak

    tumbuhan, minyak daging sapi, kulit ayam, lemak yang terdapat dalam susu,

    kuning telur, daging, kacang-kacangan dan lain-lain (Poedjiadi, 2009).

    Secara umum dapat dikatakan bahwa lipid berfungsi sebagai :

    1. Menjadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak.

    2. Lemak mempunyai fungsi seluler dan komponen struktural pada membran sel

    yang berkaitan dengan karbohidrat dan protein demi menjalankan aliran air,

    ion, dan molekul air, keluar dan masuk sel.

    3. Menopang fungsi senyawa organik sebagai penghantar sinyal, seperti pada

    prostaglandin dan steroid hormon serta kelenjar empedu.

    4. Menjadi suspensi bagi vitamin A, D, E, K yang berguna untuk proses biologis.

  • 5. Sebagai penahan goncangan demi melindungi organ vital dan melindungi

    tubuh dari suhu luar yang kurang bersahabat.

    Sifat Lipid

    1. Tidak larut didalm air

    2. Larut didalam pelarut organik seperti benzena, eter, aseton, kloroform, dan

    karbontetraklorida.

    3. Mengandung unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen, kadang-kadang juga

    mengandung nitrogen dan fosfor.

    4. Bila terhidrolisis akan menghasilkan asam lemak.

    5. Berperan dalm metabolisme tumbuhan dan hewan.

    Penggolongan Lipid

    Lipid berdasarkan struktur dan karakteristik non polar :

    1. Lemak (fat)

    2. Lilin

    3. Fosfolipid

    4. Lipoprotein

    5. Glikolipid

    6. Spingolipid

    7. Vitamin

    8. Eikosanoat

    9. Steroid

    Lipid berdasarkan hasil hidrolisinya:

    Lipid sederhana adalah yaitu ester asam lemak dengan berbagi alkohol,

    misalnya: minyak dan lemak.

    Lipid majemuk atau kompleks adalah ester asam lemak yang mempunyai

    gugus tambahan, misalnya: fosfolipid dan glikolipid

    Derivat lipid adalah senyawa yang dihasilkan oleh nproses hidrolisis lipid,

    misalnya: sterol (kolesterol dan fitosterol)

    Lipid berdasarkan gugus polar dan non polar:

    Lipid non polar ( lipid netral ) adalah lipid yang mengandung gugus non polar,

    contoh: kelompok lemak (fat)

    Berfungsi: berperan dalm metabolisme sebagi cadangan energi.

  • Lipid yang mengandung gugus polar dan non polar, contoh: fosfolipid

    Berfungsi : berperan dalm membran sel dan organel untuk melindungi isi sel

    dan organel sel untuk melindungi isi sel dan organel sel dari lingkungan luar

    sel.

    Lipid berdasarkan struktur kimianya:

    Triasilgliserol

    Triasilgliserol adalah ester asam lemak dari gliserol

    Triasilgliserol adalah ester dari alkohol gliserol dengan tiga molekul asam

    lemak. Triasilgliserol adalah komponen utama dari lemak penyimpan atau depot

    lemak pada sel tumbuhan dan hewan, tetapi umumnya tidak dijumpai pada

    membran. Triasilgliserol adalah molekul hidrofobik nonpolar, karena molekul ini

    tidak mengandung muatan listrik atau gugus fungsional dengan polaritas tinggi.

    Triasilgliserol yang terdapat di alam bersifat tidak larut didalam air, namun mudah

    larut dalam pelarut non polar, seperti kloroform, benzena atau eter yang sering

    digunakan untuk ekstraksi lemak dari jaringan.

    Senyawa yang mengandung satu jenis asam lemak pada ketiga posisi disebut

    triasilgliserol sederhana, contohnya asam stearat, asam palmitat, dan asam oleat.

    Triasilgliserol yang mengandung dua atau lebih asam lemak yang berbeda di sebut

    triasilgliserol campuran, contohnya kebanyakan lemak alami, seperti minyak

    olive, mentega dan lemak makanan lainnya merupakan campuran dari

    triasilgliserol sederhana dan campuran yang mengandung berbagai jenis sam

    lemak yang berbeda dalam panjang rantai dan derajat kejenuhan.

    Triasilgliserol adalah Lipida Penyimpan

    Triasilgliserol terutama berfungsi sebagai lemak penyimpan. Pada hampir

    semua hewan dan tumbuhan, triasilgliserol terdapat sebagi tetes minyak

    mikroskopi, terdispersi dan teremulsi di dalam sitosol dengan halus. Pada adiposit

    atau sel lemak, yaitu hewan sel khusus pada jaringan pengikat hewan, sejumlah

    triasilgliserol disimpan sebagi tetes lemak, yang hampir mengisi seluruh volume

    sel. Pada beberapa hewan, triasilgliserol yang tersimpan di bawah kulit

    mempunyai fungsi ganda, keduanya adalah sebagai depot penyimpan energi yang

    penting dan sebagai insulasi terhadap suhu yang amat rendah. Misalnya anjing

  • laut, burung pinguin yang berdarah panas lainnya, terisi penuh dengan

    triasilgliserol.

    Triasilgliserol yang banyak mengandung mengandung asam lemak jenuh,

    berbentuk padat pada suhu ruang serta memiliki titik cair yang tinggi di sebut

    lemak. Sedangkan triasilgliserol yang banyak mengandung asam lemak tidak

    jenuh, berbentuk cair pada suhu ruang serta memilki titik cair yang rendah disebut

    minyak. Minyak atau lemak yang berasal dari hewan disebut minyak/lemak

    hewani contohnya lemak yang terdapat pada jaringan adipose dan sumsum tulang.

    Sedangkan yang berasal dari tumbuhan disebut minyak/lemak nabati contohnya

    lemak yang terdapat pada buah-buahan, kacang-kacangan.

    1. Lilin adalah Ester Asam Lemak dengan Alkohol Berantai panjang

    Lilin adalah ester asam lemak berantai panjang yang jenuh dan tidak jenuh

    (mempunyai dari 14 sampai sebanyak 36 atom karbon ) dengan alkohol berantai

    panjang (mempunyai atom karbon dari 16 sampai 22). Pada vertebrata, lilin

    disekresi oleh kelenjar kulit sebagai kulit pelindung untuk membuat kulit bersifat

    fleksibel, berminyak, dan tidak tembus air. Rambut, wol dan bulu juga dilapisi

    oleh sekresi berlilin. Burung, terutama unggas yang berenang di air, mengeluarkan

    lilin dari kelenjar penghiasnya, membuat bulu unggas bersifat tidak lekat dengan

    air. Daun berbagai tumbuhan dilapisi oleh lapisan lilin pelindung. Penampakan

    berkilat pada daun-daun trofik, misalnya daun holly dan redodendron serta daun

    ivy beracun merupakan refleksi lapisan lilinnya.

    2. Fosfolipid adalah Komponen Utama Lipid Membran

    Fosfolipid mempunyai satu atau lebih gugus kepala dengan polaritas tinggi,

    selain ekor hidrokarbonnya. Fosfolipid berfungsi terutama sebagai unsur

    struktural membran dan tidak pernah disimpan dalam jumlah banyak. Seperti

    tersirat di dalam namanya, golongan lipid ini mengandung fosfor dalam bentuk

    gugus asam fosfat. Fosfat lipid utama yang ditemukan pada membran adalah

    fosfogliserida yang mengandung dua molekul asam lemak yang berikatan ester

    dengan gugus hidroksil pertama dan kedua pada gliserol.

    Asam lemak yang banyak ditemukan di dalm fosfogliserida memiliki 16 atau

    18 atom karbon. Fosfogliserida mengalami hidrolisis jika dipanaskan dengan

    asam atau basa untuk menghasilkan komponen unit penyusunnya : asam lemak,

  • gliserol, asam fosfat, dan alkohol pada bagian kepala. Senyawa ini dapat juga

    dihidrolisa secara enzimatik oleh berbagai jenis fosfolipase, yang mengkatalisa

    ikatan spesifik pada molekul fosfogliserol.

    3. Spingolipid

    Spingolipid kelas kedua terbesar dari lipid membran, juga mempunyai kepala

    yang bersifat polar dan dua ekor nonpolar, tetapi senyawa ini tidak mengandung

    gliserol. Spingolipid tersusun atas satu molekul alkohol amino berantai panjang

    spingosin, atau satu diantara turunannya, dan suatu alkohol polar pada bagian

    kepala.

    Spingosin adalah senyawa induk dari sejumlah alkohol amino berantai

    panjang yang ditemukan pada berbagai spingolipid. Terdapat tiga subkelas

    spingolipid : Spingomielin, serebrosida, dan gangliosida.

    4. Steroid adalah Lipida yang Tidak Tersabunkan dengan Fungsi Khusus

    Sel juga mengandung lipid yang tidak tersabunkan,yang tidak mengandung

    asam lemak dan karenannya tidak dapat terbentuk sabun. Steroid adalah molekul

    kompleks yang larut di dalam lemak dengan empat cincin yang saling bergabung.

    Steroid yang paling banyak adalah sterol yang merupakan steroid alkohol.

    Kolestrol adalah sterol utama pada jaringan hewan.

    5. Lipoprotein Menggabungkan Sifat-sifat Lipida dan Protein

    Beberapa lipid berikatan dengan protein spesifik membentuk lipoprotein.

    Banyak bukti yang menunjukkan bahwa kombinasi tingkat plas