rahasia perusahaan

download rahasia perusahaan

of 34

  • date post

    03-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    219
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of rahasia perusahaan

> q` wh bjbjqPqP C : : Y r 1 d d d L 8 @ @ @ 8 x d < w h $ 6 Z . : qw sw sw sw sw sw sw $ Zy h { ` w w w RH RH RH " qw RH qw RH RH q D Qt Y8o @ > Ur & Uw w 0 w {r "| B * "| L Qt Qt "| u H RH ' w w C ~ w D @ @ BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG RAHASIA PERUSAHAAN DAN INTERNET Aspek-Aspek Hukum Perusahaan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang No. 8 Tahun 1997 Tentang Dokumen Perusahaan menerangkan, yang dimaksud dengan perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus menerus dengan tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba, baik yang diselenggarakan oleh orang-perorangan maupun badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum, yang didirikan dan berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia. Adapun macam, jenis dan bentuk dari perusahaan adalah sebagai berikut : 1. Perusahaan Persekutuan / Badan Usaha Persekutuan / Partnership yaitu badan usaha yang dimiliki oleh dua orang atau lebih yang secara bersama-sama bekerja sama untuk mencapai tujuan bisnis. Untuk mendirikan badan usaha persekutuan membutuhkan izin khusus pada instansi pemerintah yang terkait. Firma dan persekutuan komanditer (cv) merupakan bagian dari perusahaan persekutuan. Firma yaitu suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya. Firma memilki ciri-ciri sebagai berikut:

Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi. Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya. Keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup Seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma Pendiriannya tidak memelukan akte pendirian Mudah memperoleh kredit usaha b. Persekutuan Komanditer / CV / Commanditaire Vennotschaap yaitu suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya. Satu pihak dalam persekutuan komanditer mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi ketika krisis finansial. Pihak yang aktif mengurus persekutuan komanditer disebut sekutu aktif, dan yang hanya menyetor modal disebut sekutu pasif. Persekutuan komanditer memiliki ciri-ciri dan sifat-sifat sebagai berikut : Sulit untuk menarik modal yang telah disetor Modal besar karena didirikan banyak pihak Mudah mendapatkan kredit pinjaman Ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan Relatif mudah untuk didirikan Kelangsungan hidup persekutuan komanditer tidak menentu Berdasarkan perkembangannya, bentuk persekutuan komanditer adalah sebagai berikut : Persekutuan Komanditer murni Bentuk ini merupakan persekutuan komanditer yang pertama. Dalam persekutuan ini hanya terdapat satu sekutu komplementer, sedangkan yang lainnya adalah sekutu komanditer. Persekutuan Komanditer campuran Bentuk ini umumnya berasal dari bentuk HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Firma" \o "Firma" firma bila firma membutuhkan tambahan modal. Sekutu firma menjadi sekutu komplementer sedangkan sekutu lain atau sekutu tambahan menhadui sekutu komanditer. Persekutuan Komanditer bersaham Persekutuan komanditer bentuk ini mengeluarkan HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sahamsaham&action=edit&redlink=1" \o "Saham-saham (belum dibuat)" saham yang tidak dapat diperjualbelikan dan sekutu komplementer maupun sekutu komanditer mengambil satu saham atau lebih. Tujuan dikeluarkannya saham ini adalah untuk menghindari terjadinya modal beku karena dalam persekutuan komanditer tidak mudah untuk menarik kembali modal yang telah disetorkan. 2. Perseroan Terbatas / PT / Korporasi, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat 1 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, yang dimaksud dengan perseroan terbatas yang selanjutnya disebut dengan perseroan adalah badan hukum yang merupakan persekutuan

modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham. Pemilik modal dalam perseroan terbatas tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan perseroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya. Perseroan terbatas memiliki ciri-ciri dan sifat-sifat sebagai berikut: Kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi Modal dan ukuran perusahaan besar Kelangsungan hidup perusahaan perseroan terbatas ada di tangan pemilik saham Dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham Kepemilikan mudah berpindah tangan Mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai Keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen Kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham Sulit untuk membubarkan perseroan terbatas Pajak berganda pada pajak penghasilan dan pajak deviden Perseroan terbatas merupakan HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_usaha" \o "Badan usaha" badan usaha yang mana besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Apabila HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Utang" \o "Utang" utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Dividen" \o "Dividen" dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas . Selain berasal dari HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Saham" \o "Saham" saham , modal perseroan terbatas dapat pula berasal dari HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Obligasi" \o "Obligasi" obligasi . Keuntungan yang diperoleh para pemilik obligasi adalah dengan mendapatkan HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Bunga" \o "Bunga" bunga tetap tanpa menghiraukan untung atau ruginya perseroan terbatas tersebut. Modal dasar perseroan adalah jumlah modal yang dicantumkan dalam akta pendirian sampai jumlah maksimal bila seluruh HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Saham" \o "Saham" saham dikeluarkan. Selain modal dasar, dalam perseroan terbatas juga terdapat modal yang ditempatkan, modal yang disetorkan dan modal bayar. Modal yang ditempatkan merupakan jumlah yang disanggupi untuk dimasukkan, yang pada waktu pendiriannya merupakan jumlah yang disertakan oleh para persero HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pendiri&action=edit&redlink =1" \o "Pendiri (belum dibuat)" pendiri . Modal yang disetor merupakan modal yang dimasukkan dalam perusahaan. Modal bayar

merupakan modal yang diwujudkan dalam jumlah HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Uang" \o "Uang" uang . Pada perseroan terbatas, selain adanya pemisahan kekayaan perusahaan dan kekayaan pemilik modal ada juga pemisahan wewenang antara pemilik perusahaan dan pengelola perusahaan. Pengelolaan perusahaan dapat diserahkan kepada tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya. Berdasarkan Pasal 1 ayat 2 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, struktur organisasi perseroan terbatas terdiri dari pemegang saham, direksi, dan dewan komisaris. Para pemegang saham melimpahkan wewenangnya kepada direksi untuk menjalankan dan mengembangkan perusahaan sesuai dengan tujuan dan bidang usaha perusahaan, dalam kaitan dengan tugas tersebut direksi berwenang untuk mewakili HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan" \o "Perusahaan" perusahaan mengadakan perjanjian dan sebagainya. Apabila terjadi kerugian yang amat besar (diatas 50 %) maka direksi harus melaporkannya kepada para pemegang HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Saham" \o "Saham" saham dan selanjutnya diadakan suatu rapat. Komisaris memiliki HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Fungsi" \o "Fungsi" fungsi sebagai HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pengawas&action=edit&redlin k=1" \o "Pengawas (belum dibuat)" pengawas kinerja jajaran direksi perusahaan. Komisaris bisa memeriksa pembukuan, menegur direksi, memberi petunjuk, bahkan bila perlu memberhentikan direksi dengan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mengambil keputusan apakah direksi akan diberhentikan atau tidak. Pada Rapat Umum Pemegang Saham, semua pemegang saham memiliki hak untuk mengeluarkan suaranya, dalam rapat umum pemegang saham sendiri dibahas masalah-masalah yang berkaitan dengan evaluasi kinerja dan kebijakan perusahaan yang harus dilaksanakan segera. Apabila para pemegang saham berhalangan hadir, para pemegang saham tersebut bisa melempar HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Suara" \o "Suara" suara miliknya ke pemegang saham lain yang disebut dengan HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Proxy" \o "Proxy" proxy . Hasil rapat umum pemegang saham biasanya dilimpahkan ke komisaris untuk diteruskan ke direksi untuk dijalankan . Berdasarkan perkembangannya, bentuk perseroan terbatas adalah sebagai berikut : Perseroan Terbatas terbuka Perseroan terbuka adalah perseroan terbatas yang menjual sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal (go public). Jadi sahamnya ditawarkan kepada umum, diperjualbelikan melalui bursa saham dan setiap orang berhak untuk membeli saham perusahaan tersebut.