RAHASIA BISNIS

download RAHASIA BISNIS

of 83

  • date post

    29-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    384
  • download

    19

Embed Size (px)

Transcript of RAHASIA BISNIS

8 Tips Praktis Sebelum Anda Memilih Usaha Waralaba (Bagian 1)Submitted by Om Nip-Nip on Sunday, 11 October 2009One Comment

Pada artikel yang lalu, saya menulis tentang 8 kiat bagaimana menilai seorang franchisor. Sekarang saya akan memberikan kepada anda tips memilih franchise. Karena sebagai seorang franchisee, anda tidak boleh mengandalkan info dari franchisor sepenuhnya. Hal ini bukan berarti anda tidak boleh mempercayai informasi dari mereka. Tapi anda sebaiknya berhati-hati dan mempelajari lebih lanjut tentang informasi yang anda terima. Dan sebelum memilih franchise, 18 tips berikut ini bisa anda jadikan pedoman awal dalam memilih sebuah usaha waralaba. 1. Jangan mudah percaya dengan brosur, lebih -lebih kepada calo franchise. Informasi sepihak dari franchisor biasanya bias dan cenderung subjektif. Jangan pertaruhkan uang, hidup, reputasi dan masa depan anda. Carilah konsultan yang atahu tentang usaha waralaba ayang bisa anda percaya dan anda andalkan. 2. Jangan ingin cepat kaya. Tidak ada sesuatu yang instan. Begitu juga jika anda memilih membeli sebuah usaha waralaba. Tidak ada jaminan bahwa usaha anda akan cepat sukses. Semua bisnis butuh kesabaran untuk sukses, tak terkecuali franchise. Reputasi sebuah usaha waralaba dengan pengendalian sistem yang bagus pada akhirnya kembali pada kemauan dan kemampuan anda dalam menjalankannya. Semuanya butuh waktu. 3. Jangan memilih franchise hanya karena harganya murah. Anda tahu, franchisor membutuhkan investasi besar untuk membangun bisnisnya? Oleh karena itu, mereka menuntut pengembalian investasi bisnisnya melalui fee dan royalty. Jadi, jangan pernah anda memilih sebuah usaha waralaba karena harganya yang murah. 4. Tentukan tujuan anda memasuki bisnis franchise. Tujuan adalah hal yang sangat penting dalam bisnis. Setiap orang mempunyai tujuan yang berbeda. Ada yang ingin mencoba bisnis baru. Ada yang ingin merintis usaha yang nantinya dapat membuat ia bisa berhenti dari pekerjaannya. Atau ada yang memang ingin menjadi seorang entrepreneur. Apapun tujuan anda, tentukanlah. Tapi yang terpenting adalah, jangan mempunyai tujuan semata-mata karena uang. Ini tidak seperti anda bekerja dan mendapatkan gaji tiap bulannya. 5. Perhatikan tingkat risiko yang ada. Membeli usaha waralaba tidak sama dengan membeli produk yang anda sukai. Membeli franchise adalah membeli bisnis, dan tentunya ada resikonya. Waralaba baru dengan wilayah

baru tentu mengandung resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan usaha waralaba yang telah mapan. Cari tahu berapa persen orang yang membeli usaha waralaba tersebut yang gagal setiap tahunnya. Jika mencapai 20%, kemungkinan besar ada sesuatu yang salah. 6. Hati-hati dengan faktor subyektivitas dan emosional. Jangan memilih usaha waralaba hanya karena faktor emosional. Misalnya karena anda menyukai burger, anda lantas buru-buru membeli franchise-nya dengan mengabaikan kondisi industri jenis makanan ini. 7. Hindari franchisor yang hanya memiliki satu produk. Ketergantungan pada satu produk sangat riskan, mengingat tingginya persaingan bisnis. 8. Hindari franchise yang membutuhkan banyak karyawan. Bisnis yang membutuhkan banyak karyawan sangat berpontensi memakan biaya produksi dan biaya tetap yang semakin besar. Kemungkinan kesalahan manusianya (human error) pun lebih besar. Pilihlah sistem yang sudah menggunakan mesin atau terkomputerisasi. 9. Hindari franchisor yang terjerat masalah hukum. Selidiki terlebih dahulu reputasi franchisor. Masalah hukum apa saja yang pernah menimpanya dan adakah kasus hukum yang sekarang sedang ia hadapi. Anda bisa terapkan kiat bisnis waralaba diatas tidak hanya untuk franchise luar negeri, tetapi juga usaha waralaba Indonesia. Untuk tips memilih usaha waralaba ke-10 hingga ke-18, akan saya bahas pada tips memilih waralaba bagian 2. Selalu kunjungi situs ini dan pastikan anda tidak melewatkannya.

18 Tips Praktis Sebelum Anda Memilih Usaha Waralaba (Bagian 2)Submitted by Om Nip-Nip on Thursday, 15 October 2009No Comment

Sebelum saya teruskan membagikan tips memilih waralaba kepada anda, saya mohon maaf karena ternyata artikel tentang tips memilih franchise ini tidak bisa saya selesaikan dalam 2 bagian. Disamping karena materinya cukup banyak, saya khawatir anda akan jenuh membacanya. Tetapi saya berjanji akan selesai dalam tiga bagian. Apabila anda belum sempat membaca tips yang pertama hingga ke-9, lihat tips memilih franchise bagian 1. Silahkan anda baca tips ke-10 hingga ke-14 berikut ini :

10. Selidiki berapa banyak franchisee yang gagal. Semakin banyak franchisee yang gagal atau semakin banyak cabang usaha yang tutup menunjukkan usaha waralaba tersebut belum teruji. 11. Pelajari dukungan promosi franchisor. Sebagai franchisee, anda akan dikenakan royalti. Oleh karena itu anda berhak atas dukungan promosi, seperti nation advertising (paket promosi global di seluruh wilayah). Anda harus tanyakan kepada franchisor apakah mereka menyediakan anggaran untuk hal ini, karena pada dasarnya mereka harus menyediakan fasilitas tersebut. 12. Kunjungi beberapa franchisor sebagai perbandingan. Kunjungi beberapa franchisor untuk mendapatkan sejumlah dokumen, formulir lamaran, bertanya langsung kepada owner atau pimpinan sambil melihat-lihat fasilitas yang dimiliki oleh perusahaan. Jika anda sudah berkeluarga, usahakan untuk mengajak pasangan anda agar anda dapat mendiskusikan hasil kunjungan itu. Dan perlu anda ketahui, pada saat yang sama franchisor juga menilai kelayakan anda sebagai calon franchisee. 13. Pelajari dokumen dan informasi yang sudah diperoleh. Dokumen yang dapat anda minta saat kunjungan di antaranya adalah formulir penawaran (promosi dan tawaran franchisee), perjanjian franchisee (kontrak yang berisi rincian ketentuan kerjasama) dan formulir lamaran (berisi data pribadi, pendidikan, pengalaman sebelumnya, kesehatan, dll). Dokumen tersebut harus dianalisis secara serius agar anda mendapatkan gambaran dan proyeksi yang benar. 14. Mengunjungi atau bertukar pikiran dengan franchisee lain. Pendapat dan pengalaman franchisee lain tentang franchisor yang menjadi target anda sangatlah berharga. Cari mereka dan ajaklah untuk sharing. Ada satu cara yang cukup mudah untuk menggali informasi dari franchisee lain, yaitu berbelanja atau menggunakan jasa salah satu outlet mereka. Kemudian anda bisa ajukan beberapa pertanyaan seperti :y y y y y y y y

sudah berapa lama menjadi franchisee? apa saja yang telah diberikan oleh franchisor? bagaimana hubungannya selama ini, apa kelebihan dan kekurangannya? bagaimana kinerja penjualan outletnya? apakah sudah balik modal? berapa margin keuntungannya? apa sarannya pada orang yang akan bergabung dengan merek ini, dan sebagainya.

18 Tips Praktis Sebelum Anda Memilih Usaha Waralaba (Bagian 3)Submitted by Om Nip-Nip on Thursday, 15 October 2009No Comment

y

y y y y

y

y

y

y

y

y

Akhirnya sampai juga kita pada pembahasan yang terakhir tentang bagaimana tips memilih waralaba. Bagi anda yang ketinggalan membacanya, jangan khawatir. Anda bisa lihat tips memilih franchise bagian 1 untuk membaca tips ke-1 sampai ke-9 dan tips memilih franchise bagian 2 untuk membaca tips ke-10 hingga ke-14. 15. Pelajari laporan keuangan franchisor. Franchisor yang baik dan profesional biasanya terbuka dengan laporan keuangannya. Di negara-negara maju, hal ini sudah menjadi tuntutan sesuai dengan peraturan pemerintah atau undang-undang yang berlaku. Keterbukaan informasi keuangan akan sangat membantu calon franchisee untuk menilai kesehatan perusahaan dan seberapa besar resikonya. Sebaliknya, franchisor yang tertutup menunjukan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi usahanya, anda patut curiga. 16. Bandingkan tingkat penghasilan yang akan anda peroleh dengan penghasilan deposito. Franchise bukanlah investasi yang bebas risiko. Kemungkinan gagalnya tetap ada, meskipun tidak sebesar bisnis baru. Oleh karenanya, penghasilan yang diperoleh setidak-tidaknya harus mencapai dua kali penghasilan bebas resiko. Jadi jika penghasilan deposito sekitar 10%, itu berarti return on investment yang dapat anda harapkan minimal sebesar 20%. 17. Pertimbangkan besarnya franchisee fee dan royalty. Besarnya franchisee fee cukup beragam bergantung dai investasi awal yang diperlukan, sistem, teknologi yang dikembangkan, ataupun jenis bisnisnya (jasa atau manufaktur). Biasanya semakin tinggi nilai investasi sebuah gerai franchise, semakin rendah franchisee fee-nya. Hal ini dimaksudkan agar franchisor tidak membebani investor yang ingin membeli franchise. Franchisee fee juga tergantung pada jenis bisnisnya. Franchise di bidang jasa seperti salon, agen properti, dan lain-lain, biasanya lebih besar, yakni sekitar setengah persen atau lebih dari nilai investasinya. Bidang jasa bukanlah bisnis padat modal yang membutuhkan pabrik, tanah, atau gedung, sehingga franchise fee-nya lebih tinggi. 18. Segera action! Untuk tips yang terakhir ini sangat klise, tetapi banyak yang tidak melakukannya. Penyebab utamanya adalah takut untuk mencoba, malas, menganggap sepele atau sering menunda-nunda. Padahal tips yang satu ini merupakan tips yang terpenting dari tips memilih franchise yang lainnya. Karena tanpa anda bertindak, semua tips yang telah anda dapatkan menjadi sia-sia. Ingat, jangan memilih franchise seperti membeli kucing dalam karung. Selidiki dulu, baru anda putuskan. Selamat memilih franchise

Hal Penting yang Harus Anda Lakukan Jika Membangun Sebuah Usaha

Submitted by Om Nip-Nip on Monday, 5 July 2010One Comment

Beberapa waktu yang lalu saya memberikan pelatihan kewirausahaan di Cikotok bersama Eko Yulianto dan Fath Aulia Muhammad, pendiri dan owner Tela-Tela. Sewaktu saya memberikan beberapa wejangan, pada saat sesi tanya jawab, saya diberondong dengan pertanyaan yang intinya, Saya butuh modal pak!. Ada yang lebih ekstrim lagi sampai berkata, Saya sudah tahu gimana caranya bisnis p