RABU, 4 AGUSTUS 2010 | MEDIA INDONESIA ??Selamat pagi, Pak Guru, selamat pagi, Bu Guru.” Sebagian

RABU, 4 AGUSTUS 2010 | MEDIA INDONESIA ??Selamat pagi, Pak Guru, selamat pagi, Bu Guru.” Sebagian page 1
download RABU, 4 AGUSTUS 2010 | MEDIA INDONESIA ??Selamat pagi, Pak Guru, selamat pagi, Bu Guru.” Sebagian

of 1

  • date post

    18-Jul-2018
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of RABU, 4 AGUSTUS 2010 | MEDIA INDONESIA ??Selamat pagi, Pak Guru, selamat pagi, Bu Guru.” Sebagian

  • UIN Sunan KalijagaRaih Penghargaan TAMAN Penitipan Anak (TPA) Griya Nanda Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yog-yakarta memenangi penghargaan pendidikan anak usia dini (PAUD) inovatif tingkat nasional yang di-selenggarakan Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Nasional beberapa waktu lalu. Kepala TPA Griya Nanda, Estiningsih, di Yogya-karta, mengatakan penyerahan ha-diah dilakukan Presiden Susilo Bam-bang Yudhoyono saat peringatan Hari Anak Nasional di Taman Mini Indonesia Indah pada 23 Juli lalu. Menurut dia, kriteria yang dijadikan patokan penilaian, yakni kuriku-lum pengasuhan, ketersediaan alat peraga edukasi, gedung, dan sistem pengasuhan. Tim Direktorat PAUD juga melakukan inspeksi mendadak sebanyak tiga kali. (Ant/H-3)

    BANGUNAN PAUD (pendidikan anak usia dini) yang berlokasi di Kampung Sangkrah RT 3 RW 12, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah, itu tidak terlalu besar dan terkesan biasa. Halamannya juga tidak begitu besar, tetapi penuh aneka mainan anak, seperti ayunan, timbang an, dan mainan berobosan. Di dalam ruangan, sejumlah gambar hewan, buah, angka, huruf, dan beberapa gambar bunga tertata rapi menempel di dinding. Di sebuah ruang-an, juga tampak seperangkat komputer.

    Tiap pagi, belasan anak berumur 3-6 tahun diantar orang tua mereka berdatang-an ke lokasi PAUD Sangkrah untuk menimba ilmu dan mengekspresikan fantasi sesuai dengan tingkat kecer-dasan masing-masing.

    Mereka disambut sejumlah pria dan wanita yang me-nanti di depan pintu masuk PAUD, dengan senyum yang penuh persahabatan dan menyejukkan. Anak-anak pun berlarian mendekat dan mencium tangan para penyambut, sambil berucap, Selamat pagi, Pak Guru, selamat pagi, Bu Guru.

    Sebagian ada yang masuk ke ruangan belajar. Ada juga yang masuk ke ruang kom-puter untuk melihat segala macam pengetahuan dasar tentang kehidupan binatang, tumbuhan, dan aneka ilmu lainnya yang menarik bagi dunia fantasi anak. Suasa-nanya selalu meriah di sini, ujar Ari, perangkat Kelurah-an Sangkrah yang setiap hari memantau di PAUD tersebut.

    Anak-anak yang belajar di PAUD Sangkrah tidak hanya dari kampung Sangkrah, tetapi juga dari kampung-

    kampung sebelah. Dengan pola pembelajaran seperti itu, mereka lebih terarah dalam mengasah kecerdasan dan belajar mandiri sebelum masuk TK. Bayu, 5, salah satu siswa yang asyik bermain puzzle menyatakan rasa su ka-nya. Senang ka rena di sini banyak mainan, ujarnya.

    Paryanti, 28, salah satu orang tua yang menitipkan anaknya di PAUD meli-hat ada perubahan pada anaknya. Lebih mandiri.

    Kehadiran PAUD di Sang-krah ini bagian dari rintisan Kota Surakarta sebagai kota ramah anak. Pemerintah se-tempat telah membuat rinti-san kampung ramah anak di lima kelurahan, yakni di Sangkrah, Jebres, Joyontakan,

    Pajang, dan Nusukan. Kini sudah ada 125 PAUD terse-bar di Kota Surakarta.

    Sejak 2006, Pemkot sudah memulainya de-ngan serangkaian program pengembangan kota ramah anak. Targetnya pada 2015, sejumlah kelurahan di Sura-karta sudah bisa ditetapkan sebagai kelurahan ramah anak, kata Wakil Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyat-mo kepada Media Indonesia, beberapa waktu lalu.

    Adapun pengelolaan PAUD ditangani RT dan RW lantaran sebagian besar merupakan pendidikan nonformal. Masyarakat pula yang mengembang-kan dengan dana swadaya. (Widjajadi/H-2)

    20 | Humaniora RABU, 4 AGUSTUS 2010 | MEDIA INDONESIA

    ANTARA/MUSYAWIR

    MI/WIDJAYADI

    KARNAVAL DINI: Sejumlah siswa mengikuti karnaval sepeda hias di Kota Pasuruan, Jawa Timur, kemarin. Kegiatan yang berkaitan dengan peringatan HUT ke-65 kemerdekaan RI tersebut dimajukan sebelum memasuki bulan Ramadan.

    RUMAH PAUD: Anak belajar di tempat pendidikan anak usia dini (PAUD) yang berlokasi di Kampung Sangkrah RT 3 RW 12, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

    INDONESIA secara bertahap akan me-ngurangi penggunaan chlorofl uorocarbon (CFC) atau freon dan hydro CFC (HCFC) sesuai dengan Pro-tokol Montreal. Langkah itu dibarengi dengan memper-siapkan teknologi ramah lingkungan yang mendu-kung kesepakatan tersebut.

    Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta menjelaskan, sesuai Protokol Montreal yang dibuat pada akhir 2007, telah disepakati penghapus-an HCFC dipercepat. Pada kesepakatan awal, pengha-pusan HCFC yang semula baru akan diberlakukan pada 2040 dikebut dengan cara mengurangi produksi dan konsumsi sebesar 97,5% pada 2030.

    Indonesia secara aktif mendukung keputusan percepatan penghapusan HCFC. Caranya dengan mengurangi konsumsi CFC dan HCFC secara bertahap. Untuk tahun 2015, pen-gurangan CFC dan HCFC sebesar 10%, dan pada 2020 menjadi 26%, terang Gusti

    Muhammad Hatta, seusai membuka workhsop nasional penghapusan HCFC di Ja-karta, kemarin.

    Pihaknya akan melakukan pendekatan kepada para pebisnis agar mau meng-gunakan produk-produk di sektor refrigerasi, foam, dan pemadam kebakaran yang ramah lingkungan. Teknologi ramah lingkung-an ini harusnya dibebaskan dari pajak atau pajaknya lebih rendah ketimbang produk yang tidak ramah lingkungan. Kalau disa-makan, yang lebih banyak pengguna tentu saja produk tidak ramah lingkungan.

    D i a m e n c o n t o h k a n teknologi R32 yang merupa-kan teknologi pendingin ter-baru ramah lingkungan ka-rena tidak merusak lapisan ozon. Adapun teknologi pendingin yang digunakan saat ini adalah R22. Har-ganya juga masih mahal, karena pajaknya.

    Dengan adanya kebijakan tentang pajak yang lebih adil bagi pengguna produk ramah lingkungan, produk tersebut bisa bersaing di pasaran dan akan dipilih masyarakat. Berdasarkan data tim kerja teknis yang

    beranggotakan para pelaku industri pengguna HCFC, akademisi, asosiasi profesi, serta pemerintah, telah ter-identifi kasi bahwa tingkat konsumsi HCFC di Indo-nesia tahun lalu mencapai 5.714,25 milimetrik/ton.

    Saat ini penggunaan HCFC terbesar pada sektor air conditioning (AC) yaitu 54,5% yang diikuti dengan sektor refrigerasi (29,52%), foam (11,78%), dan pe madam kebakaran (4,19%).

    Target penghapusanDalam kesempatan itu

    Deputi KLH Bidang Pening-katan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengenda-lian Kerusakan Lingkung-an Masnellyarti Hilman menjelaskan ada beberapa target penghapusan HCFC di Indonesia. Mulai pem-batasan impor seluruh jenis HCFC, pelarangan, atau peningkatan bea masuk terhadap produk yang me-ngandung HCFC.

    Langkah lainnya berupa pelarangan emisi HCFC, pelarangan penggunaan HCFC pada kegiatan indus-tri manufaktur, dan pengen-dalian penggunaan HCFC pada kegiatan industri jasa. (H-1)

    ndari@mediaindonesia.com

    Pengurangan FreonDipercepatTeknologi ramah lingkungan seharusnya bebas dari pajak.

    Siswantini Suryandari

    PEMERINTAH akan men-jadikan rumah sakit milik TNI menjadi ujung tombak pelayanan program ke-luarga berencana (KB) untuk masyarakat. Strategi itu dipi-lih lantaran TNI aktif kembali dalam kegiatan revitalisasi KB sejak tahun lalu. Sejumlah capaian target terkait program KB mulai banyak terpenuhi.

    Sejak 2006, target peserta baru KB tidak pernah sampai

    memenuhi capaian 100%. Baru pada 2009, setelah melibatkan kembali TNI, jumlah akseptor baru KB bisa mencapai 7,6 juta orang. Atau lebih 18% dari 100% target yang ditetapkan, kata Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Sugiri Syarief di Ambon, Maluku, Senin (2/8).

    Saat ini, tambah Sugiri, dari target 7,1 juta jiwa peserta

    baru KB pada 2010, pada Juni lalu sudah mencapai 51%. Dia optimistis target 100% lebih seperti yang pernah dicapai pada 2009 bisa terlampaui.

    Tingginya capaian aksep-tor KB baru yang diraih da-lam tahun belakangan ini, menurut dia, lantaran tingkat peserta KB tidak terlayani (un-meet need) bisa terus ditekan. Terutama di wilayah-wilayah terpencil, perbatasan, pulau

    terluar, dan daerah dengan geografi yang sulit dijangkau layanan KB personel TNI.

    Berapa besar sumbang-sih TNI menurunkan unmeet need memang belum ada data pastinya saat ini. Data resmi akan tercatat pada evaluasi TNI-BKKBN pada 24 Agustus 2010 nanti, imbuhnya.

    Dalam kesempatan sama, Asisten Teritorial (Aster) Pang lima TNI Mayjen TNI Su-

    prapto menegaskan pihaknya gembira dengan dilibatkan-nya TNI dalam program KB. Sejatinya, kata dia, sejak 1970 TNI sudah aktif dalam menyosialisasikan program ini, namun sempat terhenti sebentar di era reformasi. Sekarang ini sosialisasi KB lebih mengedepankan upaya persuasif. Misalnya sosialisasi KB kepada para ulama, jelas-nya. (Tlc/H-2)

    KEPUTUSAN penggunaan vaksin meningitis Novartis untuk jemaah haji tahun ini dipertanyakan sejumlah kalangan. Penetapan vaksin dari Italia itu dinilai tidak transparan serta kurang me-menuhi standar ilmiah.

    Saya hanya mengimbau agar pihak terkait trans-paran dalam menetapkan vaksin meningitis ini dan seharusnya akademisi dili-batkan, kata mantan Men-teri Kesehatan Siti Fadilah Supari pada seminar Vaksin Meningitis Ditinjau dari Sudut Kesehatan dan Hu-kum Islam di Fakultas Ke-dokteran Universitas YARSI, Jakarta, kemarin.

    Fadilah Supari menegas-kan transparansi dan keju-juran seharusnya menjadi landasan utama dalam per-

    soalan itu. Apalagi pe-ngalihan vaksin ini tiga kali lipat nilainya, tegas Fadilah yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

    Pemerintah tidak lagi menggunakan vaksin GSK dari Belgia meski telah me-ngeluarkan dana Rp20 mi-liar menyusul fatwa MUI bahwa produk Belgia itu

    haram lantaran mengan-dung enzim babi. Sebaliknya vaksin Novartis dan Zhenji-ang Tianyuan dari China dinyatakan halal, tetapi pe-merintah memilih Novartis. Anggaran pun melonjak hingga Rp54 miliar.

    Pada kesempatan itu, Guru Besar Fakultas Kedok-teran YARSI Jurnalis Uddin mempertanyakan MUI yang mengharamkan vaksin GSK tapi menghalalkan Novartis. Ia berpendapat bahan baku Novartis juga diragukan kehalalannya.

    Hal itu dikuatkan Guru Besar UGM Umar Anggara Jenie yang dala