Quality Control Dengan SPSS

Click here to load reader

  • date post

    16-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    513
  • download

    98

Embed Size (px)

description

Quality Control

Transcript of Quality Control Dengan SPSS

  • Statistical Process ControlSTATISTIK PROSES KONTROL

    DENGAN SPSSSPSS

    Control Charts

    Pareto Charts

    Quality

    OLEH : BUDI SUBANDRIYO

  • 1. Statistik dan Proses Kontrol

    2. Kualitas

    3. Dasar Pengendalian Kualitas

    4. Tujuan Pengendalian Kualitas

    Nilai Individu Diagram X dan Diagram R Diagram P dan Diagram C

    5. Diagram Kendali (Control Chart)

    6. Diagram Pareto (Pareto Chart)

  • 01Statistik dan Proses Kontrol

  • Faktor kualitas merupakan unsur yang mutlak pada setiap produk dan jasayang dihasilkan oleh perusahaan.

    Dengan metode statistik, pengukuran kualitas dapat dilakukan secarakuantitatif sehingga dapat digunakan sebagai bahan yang representatifdalam pengambilan keputusan.

    Penggunaan statistik dalam proses kontrol dapat mengunakansoftware untuk statistik seperti SPSS dengan fasilitas menukhusus yaitu menu quality control dengan sub menu control chartdan pareto chart.

    Peran statistik dalam mengukur kualitas banyak diterapkan didalam duniabisnis dan industri

  • Statistik proses kontrol adalah Ilmu yang mempelajari tentangteknik/metode pengendalian kualitas berdasarkan prinsip prinsip dankonsep statistik

    Gambar rangkaian suatu proses produksi,dimana salah satu fungsi dari prosesproduksi adalah Pengendalian Proses.Pengendalian Proses dilakukan denganmetode Pengendalian Kualitas Statistikyang dikenal dengan istilah Statistik proseskontrol

  • Statistik proses kontrol dalam proses produksi diterapkan dalam prosesQuality Control (QC).Tujuan dari diadakannya quality control dalam suatu proses adalah :

    a. Evaluasi produkb. Membandingkan dengan tujuanc. Perbaikan

    Dengan adanya quality control dalam suatu proses adalah menjaga danmeningkatan kualitas yang mempunyai efek pada penurunan biaya,berkurangnya pekerjaan berulang, penurunan keterlambatan danpeningkatan penggunaan mesin.

    Dengan demikian akan berefek pada produktivitas meningkat, pangsapasar meningkat karena faktor kualitas, harga yang rendah dan jumlahbarang yang meningkat. Dan pada akhirnya akan memberikan efek padakeberlanjutan usaha dan perkembangan perusahaan.

  • 02Kualitas

  • Kualitas pada dasarnya adalah ukuran tingkat kesesuaian barang/jasa denganstandar/spesifikasi yang telah ditentukan/ditetapkan.

    Pendapat beberapa ahli tentang kualitas

    1. (Ariani, 2004: 3) Ada dua segi umum tentang kualitas yaitu, kualitas rancangan dan kualitaskecocokan. Semua barang dan jasa dihasilkan dalam berbagai tingkat kualitas.

    2. Crosby (1979) Kualitas adalah kesesuaian dengan kebutuhan yang meliputi availability, delivery,realibility, maintainability dan cost effectivenes.

    3. Elliot (1993) Kualitas adalah sesuatu yang berbeda untuk orang yang berbeda dantergantung pada waktu dan tempat atau dikatakan sesuai dengan tujuan yang disengaja,maka dari itu istilah teknik yang sesuai adalah kualitas rancangan.

    4. Feigenbaum (1991) Kualitas merupakan keseluruhan karakteristik produk dan jasa yangmeliputi marketing, engineering, manufacture, dan maintenance, dalam mana produk danjasa tersebut dalam pemakaianya akan sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.

    5. Garvin (dalam Bounds, et.al., 1994 : 46-84; Lovelock, 1944 : 101-107), Membagi pendekatanmodern terhadap kualitas ke dalam empat era kualitas, yaitu inspeksi, pengendalian kualitassecara statistik, jaminan kualitas, dan manajemen kualitas strategik

  • 03Dasar Pengendalian Kualitas

  • Bermula dari berbagai kajian dan eksperimen beberapa ahli statistika. Dr.Waiter Shewhart ilmuwan pada Laboratonum Bell dan rekan-rekannya ,mengembangkan diagram-diagram pengendalian selama 1920-1930.Menggunakan hukum-hukum probabilitas dan statistik untuk menggambarkanbagaimana suatu variasi mempengaruhi ukuran-ukuran sampel bagi produk-produk manufaktur, yaitu:

    1. Bila suatu barang atau jasa yang diproduksi, outputnya akan serupa(similar) tetapi tidak sama (identical).

    2. Adanya variasi adalah merupakan hal yang normal dan wajar.3. Tidak ada dua benda yang benar-benar sama. Namun Shewhart

    menganggap terdapat dua variabilitas yaitu variabilitas yang beradadalam batas-batas yang ditentukan dan variabilitas yang berada di luar batas-batas.

  • 4. Dia mengamati bahwa data tidak selalu memberikan kepastian mengenai polayang "normal". Sehingga dari ketidakkonsistenan yang ditunjukkan data, diamenyimpulkan bahwa dalam setiap proses selalu dihasilkan variasi pada prosesyang menghasilkan variasi terkendali (controlled variation) dan ada proses yangmenghasilkan variasi tak terkendali (uncontrolled variation).

    Jumat...?KamisRabuSelasaSenin

    Penyebab biasa (common-cause) Kualitas dari material yang

    digunakan. Tingkat penguasaan/

    keterampilan operatormesin.

    Desain dari mesin-mesin.

    Penyebab khusus (special-cause) Putusnya aliran listrik Mesin yang sudah tidak

    tersetel dengan haik. Bidang keterampilan pekerja

    yang berlain-lainan

  • 04Tujuan Pengendalian Kualitas

  • Tujuan dari pengendalian kualitas adalah menyidik dengan cepat sebab-sebabterduga atau pergeseran proses sedemikian hingga penyelidikan terhadapproses itu dan tindakan pembetulan dapat dilakukan sebelum terlalubanyak produk yang tidak sesuai dengan standar produk yang diinginkan.Tujuan akhir dari pengendalian kualitas adalah menyingkirkan variabilitasdalam suatu proses. (Montgomery, alih bahasa Zanzawi, 1990:120)

    Pengendalian kualitas statistik (statistical quality control ) secaragaris besar digolongkan menjadi dua, yaitu1. Pengendalian proses statistik (statistical proses control) atau yang

    sering disebut dengan control chart2. Rencana penerimaan sampel produk atau yang sering dikenal

    dengan acceptance sampling.

  • PengendalianKualitasStatistik

    PengendalianKualitas Proses

    Statistik

    Data Variabel Data Atribut

    RencanaPenerimaan

    Sampel Produk

    Data Variabel Data Atribut

    Dari gambar di atas tampak bahwa pengendalian kualitas proses dan rencana penerimaan produk juga dapat dibagidua golongan menurut jenis datanya, yaitu data variabel dan data atribut. Data variabel memberikan lebih banyakinformasi dari pada data atribut. Namum demikian, data variabel tidak dapat digunakan untuk mengetahuikarakteristik kualitas seperti banyaknya kesalahan atau persentase kesalahan suatu proses. Data variabel dapatmenunjukan seberapa jauh penyimpangan dari standar proses, sementara data atribut tidak dapat menunjukaninformasi tersebut (Ariani, 2004: 58)

  • 05Diagram Kendali

  • DEFINISI

    Diagram kendali digunakan untuk mendeteksi variasi yang terkendali dan variasiyang tidak terkendali. Sehingga sekaligus dapat memonitor suatu proses.

    Diagram kendali adalah suatu tampilan grafik (graphic display) yangmembandingkan data yang dihasilkan oleh proses yang sedang berlangsung saatini terhadap suatu batas-batas kendali yang stabil yang telah ditentukan daridata-data (performance data) sebelumnya.

    JENIS-JENIS DIAGRAM KENDALI

    1. Diagram kendali untuk nilai atau pengamatan individual2. Diagram kendali rata-rata (mean) dari sub kelompok (subgroups)3. Diagram kendali kisaran (range) dari sub kelompok4. Diagram kendali proporsi cacat (proportion of defects) dalam sub-sub kelompok

  • LANGKAH-LANGKAH

    1. Nyatakan hipotesis nol (H0,) dan hipotesis altematif (H1):H0 : Proses terkendali secara StatistikH1 : Proses tidak terkendali secara statistik

    2. Tentukan Tingkat Kepentingan (Level of Significance?), alfa ()3. Tentukan diagram kontrol dan distribusi pengujian (test distribution).

    Dalam prakteknya yang sering digunakan adalah distribusi normal atau distribusi binomial4. Definisikan daerah penolakan (atau daerah kritis):

    Ini dilakukan dengan menentukan Batas Kendali Atas (Upper Control limit/UCL) dan Batas KendaliBawah (Lower Control Limit/LCL)

    5. Nyatakan aturan pengambilan keputusan.Aturannya adalah tolak H0 dan terima H1 jika terdapat satu atau lebih data-data yang berada di luarbatas-batas kendali.

    6. Masukan data pada diagram kendali.7. PengambiIan keputusan secara statistik

  • 1. DIAGRAM KONTROL INDIVIDUAL

    Diagram yang digunakan memonitor setiap nilai yang diamati dalam sebuah proses. Sebuah diagramyang mengontrol nilai- nilai individu didasarkan pada probabilitas dengan distribusi normal.Unsur-unsur pada diagramnya adalah sebagai berikut:1. Batas Kendali Atas (Upper Control Limit/UCL) UCL = + 32. Garis Tengah (Center Line/CL) CL = 3. Batas Kendali Bawah (Lower Control Limit/LCL) LCL = - 3 = rata-rata (mean) = standard deviasi

    CONTOH KASUS

    Dilakukan sebuah observasi terhadap proses pembuatan poros pada sebuah pabrik Logam Karya Jaya,obeservasi dilakukan terhadap 30 sampel dan didapatkan hasil observasi adalah sebagai berikut .....

  • CONTOH KASUS

    Observasi Diameter1 55,492 54,833 53,91...

    .

    .

    .

    30 54,03

  • CL = rata-rata = 54,727UCL = + 3 = 54,76 + 3. 0,95597 = 54,76 + 2,7164 = 57,59LCL = - 3 = 54,76 - 3. 0,95597 = 54,76 - 2,7164 = 51,86

  • PENGAMBILAN KEPUTUSAN :

    Berdasarkan gambar, Diagram kontrol individual padasampel pembuatan poros, maka didapatkan bahwaseluruh data observasi terletak diantara batas LCL danbatas UCL , sehingga dapat diambil kesimpulan bahwavariasi diameter poros dalam batas batas yang wajar,sehingga Ho yang menyatakan Proses pembuatan porospada PT karya Logam terkendali secara Statistik diterimadan H1 yang menyatakan Proses tidak terkendali secarastatistik, ditolak.

  • 2. DIAGRAM X DAN R

    Diagram X adalah diagram yang mana data yang dianalisis adalah nilai rata-rata sub kelompok