punya vicky

download punya vicky

of 26

  • date post

    18-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    78
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of punya vicky

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS PADA Tn.K DENGAN DIAGNOSA MEDIS TUBERCULOSIS(TBC) DI DESA TUNJUNG SETO RT 04 RW O6 KECAMATAN SEMPOR KABUPATEN KEBUMEN

DI SUSUN OLEH VICKY DEWANTORO 081 0711 070

FAKULTAS ILMU ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDY S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA 2012 HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN ( PKL ) KEPERAWATAN KOMUNITAS DALAM DESA TUNJUNG SETO KECAMATAN GOMBONG, KABUPATEN KEBUMEN PROVINSI JAWA TENGAH DIAJUKAN OLEH VICKY DEWANTORO TELAH DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH

PENGUJI

PENGUJI

(

)

(

)

KEPALA BPTPK

(

)

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, hidayah, serta inayahnya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan laporan ini dengan lancer. Adapun maksud dan tujuan penulisan laporan ini adalah sebagai tindak lanjut kegiatan PKL yang di lakukan di Desa Tunjung Seto tanggal 15 19 januari 2012. Dalam penulisan ini, penulis tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu, penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada yang terhormat : 1. dr. M Joesro.MM.MARS, Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, UPN Veteran Jakarta 2. Bapak Muharsono S.KM , M.kes selaku Kepala Balai Pelatihan Tekhnis Profesi Kesehatan Gombong 3. Bapak Djemingin P.Spd M.kes selaku Master of Trainee Balai Pelatihan Tekhnis Profesi Kesehatan Gombong 4. Segenap Widyaiswara dan staff karyawan Balai Pelatihan Tekhnis Profesi Kesehatan Gombong 5. Kepala Puskesmas dan segenap staff dan karyawan Puskesmas Sempor 1 6. Kepala Desa dan Segenap perangkat Desa Tunjung seto 7. Ibu ibu kader dan tokoh masyarakat Desa Tunjung seto 8. Teman teman seperjuangan di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta , khususnya fakultas ilmu ilmu kesehatan program study S1 Keperawatan dan lebih khusunya lagi untuk kelompok 3S (Super Selow Subhanallah) . 9. Orangtua , keluarga , dan seseorang yang terkasih , yang tidak pernah lelah mendoakan , mendukung , menyayangi , membimbing dan memberikan semangat serta memenuhi segala kebutuhanku dalam mencapai dan menggapai apa yang di cita citakan

10. Seluruh pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan laporan kasus ini yang tak dapat penulis sebutkan satu persatu. Meskipun laporan ini telah tersusun dengan rapih namun penulis sadar bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca guna kesempurnaan laporan ini. Akhir kata , pemulis mengharapkan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak Kebumen , 15 Januari 2012

Penulis ,

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL. i HALAMAN PENGESAHAN .ii KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI iv BAB I . PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. RUMUSAN MASALAH C. TUJUAN MASALAH D. MANFAATPENULISAN .

BAB II TINJAUAN TEORI.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Keluarga membentuk unit dasar dari masyarakat, dan salah satu lembaga social yang memiliki efek-efek yang paling menonjol. Unit dasar ini memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan individu yang menentukan berhasil tidaknya kehidupan individu tersebut. Keluarga berfungsi sebagai buffer atau sebagai agen penawaran antara masyarakat dengan individu. Dengan kata lain fungsi keluarga adalah sebagai perantara yaitu menanggung semua harapan-harapan dan kewajiban serta membentuk dan dan mengubah taraf hidup tertentu hingga dapat memenuhi kebutuhan dan kepentingan setiap anggota. Sebuah keluarga diharapakan dapat bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan dan tuntutan setiap anggota keluarga setiap anggota keluarga demikian pula halnya dengan kesehatan, bila salah satu anggota keluarga ada yang sakit itu akan sangat mempengaruhi anggota keluarga lain, oleh sebab itu harus segera ditangani (Friedman, 1998). Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga yang menjadi prioritas utama adalahkeluarga yang berisiko tinggi, diantaranya keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan Tuberculosis. Tuberculosis merupakan masalah kesehatan yang serius yang sering terjadi dalam senuah keluarga. Dari data yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan dari tahun ke tahun. Diperkirakan ada 450.000 orang penderita tuberculosis baru setiap tahun, dan sebanyak itu pulayang tidak terdiagnosis dimasyarakat, sedangkan yang meninggal 175.000 orang pertahun. Penyakit ini merupakan penyakit yang emngganggu sumber daya manusia dan umumnya menyerang kelompok masyarakat ekonomi rendah, penyakit ini menular dengan cepat kepada orang yang rentan dan daya tubuh rendah. Diperkirakan penderita tuberculosis aktif dapatmenularkan basil tuberculosis kepada 10 orang yang berada disekitarnya. Peningkatan kasus dan

kematian yang disebabkan oleh tuberculosis antara lain karena tidak terobati, tidak mengerti telah terinfeksi dan lain-lain. Dalam hal ini peran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untukdapat menanggulangi bertambah banyaknya penderita dan kematian karena tuberculosis. Khususnya dalam pengobatan saat ini telah muncul setrategi baru yang disebut setrategi DOTS (Directly Observed Treatment Short) yaitu pengobatan tuberculosis jangka pendek dengan pengawasan ketat dari petugas kesehatan dan keluarga, dalam hal ini peran anggota keluarga penderita sangat penting agar tidak terjadi putus obat. Strategi ini diperkenalkan oleh WHO (World Health Organization); DOTS tidak hanya mencakup pengawasan langsung, tetapi juga pelayanan laboratorium, penyediaan obat-obat ampuh serta pemantauan langsung, untuk itu diperlukan PMO (Pengawasan Minum Obat). Diharapkan dengan adanya strategi DOTS di Indonesia dapat mengurangi jumlah penderita dan penularan tuberculosis. Di negara seperti Peru, Vietnam, Tanzania, Bangladesh dan Nepal menunjukkan hasil positif, dilihat dari keberhasilannya dalam memberantas tuberculosis (Merryani, 2002). B. Tujuan 1. Tujuan Umum Mengetahui asuhan keperawatan pada klien dengan tuberculosis paru (TBC) 2. Tujuan Khusus a. b. c. d. e. Mengetahui definisi tuberculosis paru (TBC) Mengetahui etiologi tuberculosis paru (TBC) Mengetahui gambaran klinis tuberculosis paru (TBC) Melakukan pengkajian pada klien dengan tuberculosis paru (TBC) Menyusun intervensi pada klien dengan diabetes tuberculosis paru (TBC)

C. Ruang LingkupRuang lingkup makalah ini adalah hanya membahas tentang asuhan keperawatan pada klien dengan tuberculosis paru (TBC)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. PENGERTIAN Tuberculosis merupakan penyakit menular granulomatosa kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pada umumnya menyerang paru (tuberculosis paru), tetapi juga dapat mengenai semua organ/jaringan dalam tubuh (tuberculosis ekstra paru/tuberculosis organ). Secara khas pusat dari granuloma akan mengalami nekrosis kaseosa yang timbul tuberkel lunak (Robbin dan Kumar, 1995). Sumber lain menyebutkan tuberculosis paru adalah infeksi bakteri yang akut dan kronik serta menular (Grifith, 1994). B. ETIOLOGI/PREDISPOSISI Penyebab tuberculosis adalah mycobacterium tuberculosis, sejenis kuman berbentuk batang dengan ukuran panjang 1-4/m dan tebal 0,3-0,6/m. Spesies lain dari kuman ini yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia adalah mycobacterium bovis, mycobacterium kansasii, mycobacterium intracellulare. Sebagian besar dari kuman ini terdari dari asam lemak (lipid). Lipid inilah yang membuat kuman tahan lebih lama terhadap asam dan lebih tahan terhadap gangguan kimia dan fisik. Kuman dapat tahan hidup pada udara kering maupun dingin (dapat hidup bertahun-tahun dilemari es). Hal ini terjadi karenakuman berada dalam sifat Dormant. Dari sifat dormant ini kuman dapat bengkit lagi dan menjadikan tuberculosis aktif lagi. Didalam jaringan, kuman hidup sebagai parasit intraseluler yakni dalam sitoplasma makrofag. Makrofag yang semula memfagositasi malah kemudian disenangi karena mengandung lemak. Sifat lain kuman ini adalah aerob. Sifat ini menunjukkan bahwa kuman lebih menyenangi jaringan yang tinggi kandungan oksigennya. Dalam hal ini tekanan oksigen pada bagian apical paru lebih tinggi daripada bagian lain.,

sehingga bagian apical merupakan tempat predileksi penyakit tuberculosis (Bahar, 1998)

C. PATOFISIOLOGI Penularan tuberculosis paru terjadi kerena kuman keluar bersamaan dengen droplet pada saat batuk atau bersin. Partikel infeksius ini dapat menetap selama 1-2 jam di udara bebas, tergantung pada ada tidaknya sinar ultra violet, ventilasiyang baik dan kelembaban. Dalam suasana yang lembab dan gelap kumandapat bertahan berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Baila partikel infelsius ini terhisap oleh orang sehat, akan menmpel pada jalan nafas atau paru. Kebanyakan pertikel ini kan mati atau dibersihkan oleh makrofag dan keluar dari cabang tracheo bronchial beserta gerakan sillia dengan sekretnya. Kuman dapat juga masuk melalui luka pada kulit atau mukosa tapi hal ini jarang terjadi. Bila kuman tetap dijaringanparu, kuman akan tumbuh dan berkembang biak dalam sitoplasma makrofag. Disini kuman dapat terbawa masuk ke organ tubuh lainnya. Kuman yang bersarang dijaringan paru akan membentuk sarang tuberculosis pneumonia kecil dan disebut sarang primer atau afek primer. Sarang primer ini dapat terjadi dibagian mana saja dijaringan paru (Bahar,1998). 1. TUBERCULOSIS PRIMER Tuberculosis primer adalah suatu penyakit yang berkembang mula-mula pada orang yang tidak terpapar dan karenanya orang belun tersensitasi (Robbins dan Kumar, 1995). Dari sarang primer akan timbul peradangan getah bening menuju hilus (limfangitis lokal), dan diikuti pembesaran kelenjar getah bening (limfadenitis regional). Komplek primer ini selanjutnya dapat terjadi : 1. Sembuh sekali tanpa menimbulkan cacat 2. Sembuh dengan meninggalkan sedikit bekas berupa garis-garis fibrotik, kalsifika di hilus atau kompleks (sarang) Ghon. 3. Berkomplikasi dan menyebar kesekitarnya secara :

a. b.