Puisi kontemporer (bhs indo)1

of 17 /17

Transcript of Puisi kontemporer (bhs indo)1

Please Wait…

BAHASA INDONESIAPUISI KONTEMPORER

NAMA KELOMPOK

PENGERTIANPENGERTIAN

CIRI-CIRI PUISI KONTEMPORER CIRI-CIRI PUISI KONTEMPORER

UNSUR-UNSUR PUISI KONTEMPORER UNSUR-UNSUR PUISI KONTEMPORER

Kelompok:1.Muhammad Fauzan

2.Ralpi Angga P3.Rizki Rachmawati R4.Vhadilah Syarfina

5.Yunita Ayu P

HOMEEEXITXIT

Pengertian • Puisi Kontemporer adalah puisi yang sudah

tidak menggunakan kaidah penulisan puisi pada umumnya, puisi kontemporer sudah jauh lebih bebas dari segala aturan seperti yang ada pada puisi lama dan bahkan puisi baru. Puisi kontemporer biasanya mengutamakan isi daripada bentuknya. Misalnya, rima, irama dan yang lainnya, tidak lagi terlalu diperhatikan dalam penyusunan puisi kontemporer.

HOME EEXITXIT

CIRI-CIRI PUISI KONTEMPORER1. Menolak kata sebagai media ekspresinya2. Bertumpu pada simbol-simbol nonkata3. Menampilkan kata sedikit mungkin4. Bebas memasukkan unsur bahasa asing atau

daerah5. Memakai kata-kata supra/irasional, kata-kata

yang dijungkirbalikkan6. Menggarap tipografi secara cermat7. Berpijak pada bahasa inkonvensional

HOMEEEXITXIT

UNSUR-UNSUR PUISI KONTEMPORER

Unsur bunyimeliputi penempatan persamaan bunyi (rima) pada tempat-tempat tertentu untuk menghidupkan kesan dipadu dengan repetisi atau pengulangan-pengulangannya.

Tipografimeliputi penyusunan baris-baris puisi berisi kata atau suku kata yang disusun sesuai dengan gambar (pola) tertentu.

Enjambemenmeliputi pemenggalan atau perpindahan baris puisi untuk menuju baris berikutnya.

Kelakar (parodi)meliputi penambahan unsur hiburan ringan sebagai pelengkap penyajian puisi yang pekat dan penuh perenungan (kontemplatif)

HOME EEXITXIT

JENIS-JENIS PUISI

PUISI MANTRA

PUISI MBELINGPUISI KONKRET

CONTOH

CONTOHCONTOH CONTOH

HOME

EEXITXIT

PUISI MANTRA

• Puisi mantra adalah puisi yang mengambil sifat-sifat mantra. Sutardji Calzoum Bachri adalah orang yang pertama memperkenalkan puisi mantra dalam puisi kontemporer.

• Ciri-ciri mantra adalah:1. Mantra bukanlah sesuatu yang dihadirkan untuk dipahami

melainkan sesuatu yang disajikan untuk menimbulkan akibat tertentu

2. Mantra berfungsi sebagai penghubung manusia dengan dunia misteri

3. Mantra mengutamakan efek atau akibat berupa kemanjuran dan kemanjuran itu terletak pada perintah.

BACKCONTOH EEXITXITEEXITXIT

PUISI MBELING• Puisi mbeling adalah bentuk puisi yang tidak

mengikuti aturan. Aturan puisi yang dimaksud ialah ketentuan-ketentuan yang umum berlaku dalam puisi. Puisi ini muncul pertama kali dalam majalah Aktuil yang menyediakan lembar khusus untuk menampung sajak, dan oleh pengasuhnya yaitu Remy Silado, lembar tersebut diberi nama "Puisi Mbeling". Kata-kata dalam puisi mbeling tidak perlu dipilih-pilih lagi. Dasar puisi mbeling adalah main-main.

BACK NEXTEEXITXIT

• Ciri-ciri puisi mbeling adalah:1. Mengutamakan unsur kelakar; pengarang

memanfaatkan semua unsur puisi berupa bunyi, rima, irama, pilihan kata dan tipografi untuk mencapai efek kelakar tanpa ada maksud lain yang disembunyikan (tersirat).

2. Menyampaikan kritik sosial terutama terhadap sistem perekonomian dan pemerintahan.

3. Menyampaikan ejekan kepada para penyair yang bersikap sungguh-sungguh terhadap puisi. Dalam hal ini, Taufik Ismail menyebut puisi mbeling dengan puisi yang mengkritik puisi.

BACK NEXT HOME EEXITXIT

PUISI KONKRET

• Puisi konkret adalah puisi yang disusun dengan mengutamakan bentuk grafis berupa tata wajah hingga menyerupai gambar tertentu.

• Ciri-ciri puisi konkret1. Tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media. 2. Pada umumnya terdapat lambang-lambang yang

diwujudkan dengan benda atau gambar-gambar sebagai ungkapan ekspresi penyairnya.

3. Pada umumnya bertemakan kritikan4. Maknanya sangat sulit ditangkap5. Sering sekali mempermainkan kata di dalamnya

HOME

NEXTBACK EEXITXITCONTOH

TOKOH-TOKOH PUISI KONTEMPORER DI INDONESIA

Sutardji Calzoum Bachri

Hamid Jabbar

Ibrahim Sattah

BACK EEXITXITHOME

Hamid JabbarDilahirkan di Kotagadang, Sumatera Barat, 27 Juli 1949. Karya-karya penyair yang pernah menjadi wartawan Indonesia Express, Singgalang, dan redaktur Balai Pustaka ini antara lain: Paco-Paco (1974), Dua Warna (1975; bersama Upita Agustine), Wajah Kita (1981), Siapa Mau Jadi Raja, Raja Berak Menangis, Zikrullah. Cerpennya, “Engku Datuk Yth. Di Jakarta” terpilih masuk ke dalam antologi Cerita Pendek Indonesia IV (1986; Satyagraha Hoerip [ed.]). Kumpulan puisinya terakhir: Super Hilang, Segerobak Sajak (1998; memenangkan hadiah Yayasan Buku Utama).

NEXTBACK EEXITXITHOME

Ibrahim SattahDilahirkan di Pulau Tujuh, Riau Kepulauan, 1943, dan meninggal di Pekanbaru, 19 Januari 1988. Karya-karya penyair berpendidikan terakhir kelas 1 SMA dan pernah menjadi dosen Universitas Islam Riau serta Wakil Kepala Pusat Penerangan Angkatan Bersenjata RI Riau/Sumatera Barat itu terkumpul dalam: Dandandid (1975), Ibrahim (1980), dan Hai Ti (1981).

NEXTBACK EEXITXITHOME

Sutardji Calzoum Bachri

Dilahirkan di Rengat, Riau, 24 Juni 1941. Pada 1974-75 mengikuti International Writing Program di Iowa University, Amerika Serikat, dan sejak 1979 hingga sekarang menjabat redaktur majalah sastra Horison. Karya-karyanya: O (1973), Amuk (1977; mendapat Hadiah Puisi DKJ 1976-77), Kapak (1979), O Amuk Kapak (1981). Sejumlah puisinya diterjemahkan Harry Aveling dan dimuat dalam antologi berbahasa Inggris: Arjuna in Meditation (1976; Calcutta). Pada 1979 ia menerima anugerah SEA Write Award dan sembilan tahun kemudian dilimpahi Penghargaan Sastra Chairil Anwar. Sebelumnya, peraih penghargaan tertinggi dalam bidang kesusastraan di Indonesia itu adalah Mochtar Lubis.

BACKHOME