Ptpl Sapi Potong

download Ptpl Sapi Potong

of 28

  • date post

    10-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    235
  • download

    1

Embed Size (px)

description

pakan lokal

Transcript of Ptpl Sapi Potong

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUMPENGEMBANGAN TERNAK DAN PAKAN LOKALKELOMPOK TANI TERNAK SAPI POTONGSAWIT NYAMBUNG

Kelompok 05Anggi Nur FitrianiD0A013007Indra Ari SugiyartoD0A013013Adhitya Bayu NovriansyahD0A013020Arif KristiantoD0A013026Windu SasisanaD0A013033Luthfi Atur RosidinD0A013041Saiful HuzdaD0A013047Ratih Churatul MalaD0A013053Ilyas MuzakkiD0A013062

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGIUNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANFAKULTAS PETERNAKANPURWOKERTO1

2015ii

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUMPENGEMBANGAN TERNAK DAN PAKAN LOKALKELOMPOK TANI TERNAK SAPI POTONGSAWIT NYAMBUNG

OlehKelompok 05Anggi Nur FitrianiD0A013007Indra Ari Sugiyarto D0A013013Adhitya Bayu Novriansyah D0A013020Arif Kristianto D0A013026Windu SasisanaD0A013033Luthfi Atur RosidinD0A013041Saiful Huzda D0A013047Ratih Churatul Mala D0A013053Ilyas MuzakkiD0A013062

Koordinator AsistenAsisten

Bustomy Fajar MulyawanSiti Atika Nur FajariniD1E012253D1E012263

2

KATA PENGANTARAlhamdullilah segala puji syukur bagi Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya makalah ini dapat terselesaikan. Penyusun mengucapkan terimakasih kepada dosen pengampu mata kuliah Pengembangan Ternak Dan Pakan Lokal dan juga asisten yang telah memberikan bimbingan dan pengajaran. Serta kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian makalah ini.Makalah tersebut disusun agar pembaca dapat mengetahui dan memahami tentang potensi ternak kambing kejobong yang ada di Kabupaten Purbalingga. Semoga dengan makalah yang berjudul Pengembangan Ternak Dan Pakan Lokal (KTT) Kelompok Tani Ternak Sawit Nyambung menjadi acuan dan perhatian para pembaca. Kemampuan maksimal dan usaha yang keras telah dicurahkan dalam menyelesaikan makalah ini. Semoga usaha yang telah dilakukan tidak sia-sia dan mendapatkan hasil yang memuaskan.Penyusunan makalah ini, masih terdapat kekurangan dan kekeliruan. Berdasarkan hal tersebut, selaku penyusun, meminta maaf serta senantiasa terbuka menerima kritik dan saran untuk penyempurnaan makalah di kesempatan berikutnya. Semoga bermanfaat bagi kesejahteraan bangsa dan membangun masyarakat Indonesia yang ke arah perbaikan dan kemajuan di masa mendatang.

Purwokerto, 12 Desember 2015

PenyusunDAFTAR ISI

KATA PENGANTARiiiDAFTAR ISIivDAFTAR TABELviDAFTAR GAMBARviiDAFTAR LAMPIRANviiiRINGKASANixBAB I.. PENDAHULUAN11.1.Latar Belakang11.2.Tujuan2BAB II.IDENTITAS PETERNAKAN32.1.Identitas Peternakan32.1.1.Nama perusahaan32.1.2.Alamat perusahaan32.1.3.Struktur organisasi :32.2.Sejarah singkat perusahaan3BAB III. HASIL KAJIAN LAPANGAN DAN PEMBAHASAN53.1.Hasil Kajian Lapangan53.2.Pembahasan103.2.1.Pemilihan Bibit103.2.2.Perkandangan103.2.3.Pakan113.2.4.Pengendalian Penyakit113.2.5.Tindak pencegahan yang dilakukan di KTT Sawit Nyambung:113.2.6.Kendala Dan Solusi dI peternakan KTT Sawit Nyambung123.3.Sistem Perkawinan133.4.Analisa usaha13BAB IV. PENUTUP154.1. Kesimpulan154.2.Saran15DAFTAR PUSTAKA16

ix

DAFTAR TABELTable 1 Data peternakan Sapi Potong12Table 2 Bangsa Ternak Potong Yang Dipelihara12Tabel 3 Analisis Masalah......................................................................................25Tabel 4 Rumusan Strategi25

DAFTAR GAMBARGambar 1. Struktur Organisasi KTT Sawit Nyambung11Gambar 2 Central Alley Kandang26Gambar 3 Jenis sapi yang dipelihara26Gambar 4 Jenis Sapi yang dipelihara26Gambar 5 Tempat penyimpanan pakan26Gambar 6 Sekat antara kandang26Gambar 7 Tempat pakan26

DAFTAR LAMPIRANLampiran 1 Denah Lokasi Kandang27

RINGKASANKTT SAWIT NYAMBUNG berada di Desa beji , Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten Banyumas. jumlah ternak di peternakan ini adalah 95 ekor, yaitu 75 ekor sapi import dan 15 ekor sapi lokal. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai langsung dengan ketua kelompok KTT SAWIT NYAMBUNG. Hasil yang didapat keadaan umum dari KTT SAWIT NYAMBUNG dan peternakanya cara pemberian pakan yang dilakukan dan tata laksana manajemen pengelolaan peternakan yang terdapat di KTT SAWIT NYAMBUNG.Di tahun 2003 KTT (kelompok tani ternak) ini mendapat bantuan ternak sapi sebanyak 50 ekor, kemudian di tahun 2006, kembali mendapat bantuan sebanyak 100 ekor dan terakhir pada tahun 2013 Dalam menjalankan usaha peternak sapi potong KKT ini kerap kali menghadapi kesulitan terutama dalam pengolahan limbah.KTT SAWIT NYAMBUNG dalam pengadaan bibitnya sangat selektif. pakan yang diberikanpun cukup baik dengan persediaan air minum yang mudah didapat. Namun KTT SAWIT NYAMBUNG masih kurang dalam memperhatikan kondisi kandangnya. Pengolahan limbahpun belum ada, sehingga feses dan urin yang dihasilkan hanya dialirkan ke warga.

PENDAHULUANLatar BelakangUsaha peternakan sapi potong di Indonesia telah lama dikenal masyarakat. Agar usaha ini dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi pemiliknya maka perlu diperhatikan beberapa hal yang menyangkut Manajemen pemeliharaan ternak sapi potong. Penyebaran ternak sapi di negara kita belum merata. Ada beberapa daerah yang sangat padat, ada yang sedang, tetapi ada yang sangat jarang atau terbatas populasinya. Tentu sajahal ini ada beberapa faktor penyebab, antara lain faktor pertanian dan kepadatan penduduk, ilim dan budaya aklimatisasi, serta adat istiadat dan agama.Faktor pertanian dan penyebaran penduduk di Indonesia menentukan penyebaran usaha ternak sapi. Masyarakat petani yang bermata pencaharian bertani tidak bisa lepas dari usaha ternak sapi, baik untuk keperluan tenaga, pupuk, atau lain sebagainya. Sebab, sapi merupakan kawan baik petani dalam rangka pengolahan tanah pertanian. Kehidupan maju mundurnya ternak sapi selama ini tergantung pada usaha pertanian. Karena adanya usaha pertanian yang lebih maju berarti akan menunjang produksi pakan ternak berupa hijauan, hasil ikutan pertanian berupa biji-bijian atau pakan penguat, yang kesemuanyasangat diperlukan sapi.Ternak sapi, khususnya sapi potong, merupakan salah satu sumber daya penghasil daging yang memiliki nilai ekonomi tinggi, dan penting artinya didalam kehidupan masyarakat.seekor atau kelompok ternak sapi bisa menghasilkan berbagai macam kebutuhan, terutama sebagai bahan makanan berupa daging, disamping hasil ikutan lainnya seperti pupuk kandang, kulit, dan tulang. Tata cara pengaturan pemeliharaan ternak potong ini dimulai dari tempat cara pemilihan bibit, tempat berproduksi/ kandang, cara pemberian pakan, cara perkawinan dan cara pencegahan penyakit serta tatalaksana pemeliharaan.

TujuanAdapun tujuan dari pembuatan makalah ini, diantaranya :1. Mengetahui hal-hal pendukung dan menghambat dalam usaha sapi potong2. Mengetahui potensi dari usaha sapi potong3. Mengetahui keuntungan dari pembuatan kelompok ternak sapi potong4. Mengetahui hal-hal yang dapat membuat sapi potong dapat berkembang

5. Mengetahui permasalahan yang ada dalam kelompok tani ternak khususnya ternak potong2IDENTITAS PETERNAKANIdentitas PeternakanNama perusahaan : KTT SAWIT NYAMBUNGAlamat perusahaan : Desa Beji Kecamatan Kedung Banteng, Banyumas Struktur organisasi:

Gambar 1. Struktur Organisasi KTT Sawit NyambungSejarah singkat perusahaanAwal tahun 2000 pak ahmad memiliki inisiatif dalam menggumpalkan para peternak khususnya sapi yang ada di desa kosong pak ahmad yang merupakan pelopor KTT SAWIT NYAMBUNG bersamasama mulai dalam beternak sapi KTT SAWIY NYAMBUNG , terdapat pembibitan dan penggemukan sapi potong dana pembuatan kandang merupakan hasil sumbangan bersama sedang ternak sapi merupaka milik perorangan. Di tahun 2003 KTT (kelompok tani ternak) ini mendapat bantuan ternak sapi sebanyak 50 ekor, kemudian di tahun 2006, kembali mendapat bantuan sebanyak 100 ekor dan terakhir pada tahun 2013 Dalam menjalankan usaha peternak sapi potong KKT ini kerap kali menghadapi kesulitan terutama dalam pengolahan limbah.

. HASIL KAJIAN LAPANGAN DAN PEMBAHASANHasil Kajian LapanganTable 1 Data peternakan Sapi Potonga. Skala usaha peternakanUsaha kecil (90 ekor)

b. Sistem produksiSemi intensif

c. Fasilitas perusahaan :Kantor : 1 unit Mess karyawan : 1 unitTimbangan ternak : -Kandang kambing: 4 unitTempat limbah : 1 unitKendaraan : 50 unit

1. Bangsa Ternak Potong Yang DipeliharaTable 2 Bangsa Ternak Potong Yang Dipeliharaa. Macam bangsa ternak potong yang dipeliharaPO (peranakan ongole), simental, PFH

b. Jumlah ternakImpor : 75 ekorLokal : 15 ekor

c. Rataan bobot badan awalImpor : 250 kg/ekorLokal : 200 kg/ekor

d. Asal usul ternakImpor : ajibarang, sokaraja (pasar hewan)Lokal : sekitar Banyumas

e. Harga beli ternakImpor : Rp 40.000,-Lokal : Rp 45.000,-

f. Harga jual ternakImpor : Rp 55.000,-Lokal : Rp 50.000,-

g. Proses pengadaan ternakImpor : Membeli ke pasar dan daerah sekitar, serta BBPTULokal : Ajibarang, Sokaraja, sekitar Purwokerto

1. Manajemen Pemeliharaan3. Cara menimbang ternakMenggunakan penaksiran bobot badan secara kasat mata dan pengukuran PB, LD, dan TB

3. Kapan dilakukan penimbangan badanPada saat diperlukan terutama sebelum dijual

3. Recording meliputiKelahiran, waktu beli, umur, jumlah

3. Kode penomoran ternakTidak ada

3. Pengelompokan ternakPemisahan antar jantan dan betina

3. Vaksinasi6 bulan sekali (culling)

3. Sistem pemeliharaanSemi intensif

3. Lama pemeliharaan12 bulan

3. Target PBBHTidak ada

1. Manajemen Perkandangan4. Jumlah kandang4 unit (3 utara dan 1 selatan

4. Ukuran kandang27 x 5,7 x 2,7

4. Luas kandang153,9

4. Model atap kandangGable

4. Tipe kandangTunggal (tanpa sekat)

4. Bahan bangunan kandangAsbes, semen, dan kayu

4. Kemiringan lantai kandang16,5

4. Kepadatan kandang1 ekor/ 100 m2

4. Biaya pembuatan kandangRp 250.000.000,-

4. Posisi tempat pakan/ minumTidak ada sekat

4. Ukuran tempat pakan3,4 meter

4. Ukuran tempat minum10 kg/ 10 liter

4. Si