Ptk Kampus Anjaar

download Ptk Kampus Anjaar

of 62

  • date post

    20-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    12
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Ptk Kampus Anjaar

56

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah hal pokok bagi setiap individu, baik muda sampai orang tua. Semua orang berhak mendapatkan pendidikan yang layak, karena tanpa pendidikan orang sangat rentan terhadap kehidupan yang keras seperti sekarang ini. Pendidikan menjadi sangat penting bagi semua elemen masyarakat karena tanpa pendidikan manusia bagaikan kapal tanpa nahkoda yang tak tahu arah.

Dalam dunia pendidikan banyak sekali pelajaran-pelajaran yang penting untuk kita pelajari sebagai bekal kehidupan kita kedepannya. Salah satu pelajaran yang penting yaitu Matematika. Tanpa matematika kita akan kesulitan dalam hal berhitung. Setiap hari kita dihadapkan pada hal-hal yang berhubungan dengan angka dan hitungan. Tanpa matematika dan mempelajarinya, akan sulit bagi kita untuk menjalani kehidupan bermasyarakat. Untuk itu matematika telah diajarkan sejak dini. Mulai dari pengenalan angka-angka hingga penggunaan rumus yang begitu rumit. Semua pelajaran akan terasa mudah jika kita bersungguh-sungguh dalam mempelajarinya tanpa mengeluh.

Untuk mengenalkan matematika pada anak usia dini, kita harus memiliki trik dan cara khusus agar anak tidak merasa kesulitan dalam belajar matematika, khususnya pada anak kelas 1 yang baru belajar berhutung penambahan dan pengurangan. Anak akan merasa kesulitan bila harus menghitung angka yang lebih dari 10. Contohnya permasalhan yang terjadi pada SDN Mojolangu 3 Kota Malang. Siswa kelas 1 kesulitan dalam berhitung penambahan dan pengurangan, apalagi di SD tersebut sudah menggunakan kurikulum 2013 yang menggabungkan pelajaran 1 dan lainnya dalam 1 tema. Untuk memahamkan konsep pengurangan dan penambahan, guru harus melihat sesuai tema, mana pembelajaran yang cocok untuk mendalamkan konsep penambahan dan pengurangan. Karena di sisni tidak hanya focus pada matematikanya saja, akan tetapi juga memuat pelajaran yang lainnya. Untuk itu, disini peneliti akan membantu siswa dalam mempermudah mereka untuk berhitung. Anak usia dini masih belajar dengan menggunakan benda-benda kongkrit yang dapat mereka lihat dan mereka sentuh. Disini peneliti menggunakan metode demonstrasi agar siswa dapat secara langsung melihat bahkan mempraktikannya. Selain itu, media gelas hitung akan lebih mempermudah siswa untuk memahami konsep cara berhitung.

Berangkat dari masalah tersebut, maka timbul keinginan untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul Penggunaan Metode Demonstrasi dan Media Gelas Hitung pada Tema 6 Subtema 1 Pembelajaran 2 dan 4 untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas 1 SDN Mojolangu 3 Kota Malang.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah penerapan metode demonstrasi dan media gelas hitung di kelas 1 SDN Mojolangu 3 terhadap hasil belajar kognitif siswa pada tema 6 subtema 1 pembelajaran 2 dan 4 ?

2. Bagaimanakah metode demonstrasi dan media gelas hitung dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas 1 SDN Mojolangu 3 pada tema 6 subtema 1 pembelajaran 2 dan 4?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui penerapan metode demonstrasi dan media gelas hitung terhadap hasil belajar kognitif siswa pada tema 6 subtema 1 pembelajaran 2 dan 4 di SDN Mojolangu 3.

2. Untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar kognitif siswa kelas 1 dengan menggunakan metode demonstrasi dan gelas hitung pada tema 6 subtema 1 pembelajaran 2 dan 4 di SDN Mojolangu 3.

D. Hipotesis Tindakan

Metode demonstrasi dan media gelas hitung dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas 1 pada tema 6 subtema 1 pembelajaran 2 dan 4 di SDN Mojolangu 3 Kota Malang.

E. Manfaat Penelitian

1. Bagi Siswa

Memudahkan siswa dalam menerima materi dan dapat dengan mudah mencerna apa yang disampaikan oleh guru.

2. Bagi Guru

Untuk dapat memberikan media dan cara mengajar yang benar agar siswa dapat dengan mudah memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru.

3. Bagi peneliti

Untuk mengetahui sejauh mana siswa kelas 1 dapat memahami materi pada tema 6 subtema 1 pembelajaran 2 dan 4.F. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian

Ruang lingkup pada masalah ini hanya ada pada tema 6 subtema 1 pembelajaran 2 dan 4 di kelas 1 SDN Mojolangu 3 Kota Malang.

G. Definisi Istilah atau Definisi Operasional

1. Hasil belajar kognitif merupakan pencapaian siswa terhadap apa yang telah ia peroleh dari pelajaran yang telah ia dapat.

2. Metode demostrasi atau metode peragaan merupakan metode yang menggunakan benda asli/langsung yang dapat disentuh dan diperagakan oleh siswa sehingga siswa lebih memahami materi yang sedang mereka pelajari.

3. Media gelas hitung merupakan media yang terdiri dari gelas dan sedotan sebagai alat hitung dalam mempermudah siswa mengerjakan soal.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Metode

Menurut Abdorrakhman Ginting (2008) secara umum metode diartikan sebagai cara melakukan sesuatu. Secara khusus, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara atau pola yang khas dalam memanfaatkan berbagai prinsip dasar pendidikan serta berbagai teknik dan sumberdaya terkait lainnya agar terjadi proses pembelajaran pada siri pembelajar. Sedangkan menurut Wina Sanjaya (2011) metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencna yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal.

B. Macam-macam Metode

Macam-macam metode pembelajaran menurut Wina Sanjaya (2011) :

1. Ceramaah

Metode ceramah dapat diartikan sebagai cara penyajian pelajaran melalui penuturan lisan atau penjelasan langsung pada sekelompok siswa.

2. Demonstrasi

Metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan.

3. Diskusi

Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan.

4. Simulasi

Metode simulasi merupakan cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip dan keterampilan tertentu.

C. Metode Demonstrasi

1. Pengertian Metode Demonstrasi

Menurut Wina Sanjaya (2011) metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya kadar tiruan.

2. Keunggulan Metode Demonstrasi

a. dalam pembelajaran teori, peragaan akan memberikan pemahaman yang lebih kongkrit tentang bagian suatu objek atau langkah-langkah suatu proses.

b. Dalam pembelajaran praktek, peragaan atau demonstrasi akan menuntun siswa menguasai keterampilan tertentu secara lebih mudah dan sistematis termasuk mengingat Area Kata Kunci atau langkah-langkah kunci yang harus dikuasai oleh siswa.3. Kekurangan Metode Demonstrasi

a. Memerlukan waktu persiapan dan pelaksanaan yang lebih banyak.b. Membutuhkan peralatan yang kadangkala mahal dan atau tidak memiliki oleh sekolah.c. Agar efektif, peragaan harus dilakukan secara berulang dan dalam kelompok kecil agar siswa mendapat kesempatan untuk memperhatikan atau memainkan peran.D. Langkah-langkah Penggunaan Metode Demonstrasi

Langkah penggunaan metode demonstrasi menurut Abdorrakhman Gintings (2008):

1. Langkah Perencanaan

a. Pelajari dengan cermat topic yang akan diajarkan dan catat bagian-bagian atau langkah-langkah yang akan diperagakan. Berikan catatan untuk bagian-bagian utama atau langkah-kangkah kunci.

b. Buatlah scenario peragaan merujuk kepada topic, dan tujuan pembelajaran serta catatan tentang bagian dan langkah-langkah utama yang telah dibuat pada langkah sebelumnya.

c. Siapkan dan periksalah kesiapan serta peralatan pendukung.

d. Lakukan uji coba serta penyempurnaan scenario peragaan yang telah dibuat menjadi scenario akhir yang akan digunakan di kelas.

2. Langkah Persiapan

a. Siapkan scenario peragaan yang telah disempurnakan.

b. Siapkan dan periksalah kesiapan peralatan serta perlengkapan pendukung lainnya.

c. Atur posisi peraga dan tempat duduk siswa sehingga dapat melihat setiap langkah peragaan dengan jelas.

d. Sampaikan tujuan peragaan dan kaitannya dengan topic yang sedang dipelajari serta apa yang diharpkan dari siswa.

3. Langkah Pelaksanaan

a. Lakukan langkah demi langkah dengan kecepatan normal tanpa bicara.

b. Ulangi melakukan langkah demi langkah dengan kecepatan diperlambat atau kecepatan sub-normal dengan menyebutkan apa yang sedang dikerjakan.

c. Minta siswa menyebutkan langkah demi langkah dengan kecepatan sub-normal dan guru melakukan langkah sesuai dengan urutn yang disebutkan oleh siswa.

d. Mintalah siswa melakukan langkah demi langkah dengan kecepatan sub-normal sambil menyebutkan deskripsi langkah yang dilakukan.

e. Terakhir, instruksikan siwa untuk melakukan seluruh langkah demi langkah tanpa bicara dengan kecepatan normal.

4. Langkah Evaluasi dan Penutup

a. Lontarkah sejumlah pertanyaan yang terkait dengan bagian atau langkah yang baru diperagakan.

b. Minta komentar dari siswa lain tentang pelaksanaan langkah-langkah yang dilakukan oleh temannya.

c. Berikan koreksi terhadap langkah-langkah atau penjelasan yang salah dan minta siswa yang mencoba untuk mengulanginya.

d. Buatlah rangkuman atau kesimpulan dari peragaan dan akhiri peragaan dengan menyampaikan terimakasih atas partisipasi siswa.

E. Pengertian Media

Oemar Harmalik (1980) dalam Karim, Abdul.2007, mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan media pembelajaran adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan