PT Kaltim Prima Coal

download PT Kaltim Prima Coal

of 28

  • date post

    12-Apr-2017
  • Category

    Engineering

  • view

    1.193
  • download

    10

Embed Size (px)

Transcript of PT Kaltim Prima Coal

  • LAPORAN HASIL VERIFIKASI LAPANGAN PROPER 2013 PT. KALTIM PRIMA COAL, KAB KUTAI TIMUR KALTIM

    INFORMASI UMUM PT. KALTIM PRIMA COAL, perusahaan pertambangan batubara di Kabupaten Kutai Timur Propinsi Kalimantan Timur, beroperasi berdasarkan perizinan PKP2B dengan kontrak kerjasama (izin PKP2B no. J2/Ji. D4/16/82) tertanggal 8 April 1982. KPC adalah perusahaan pertambangan batubara dengan kepemilikan oleh PT. Bumi Resources Tbk sebanyak 70% dan PT. Tata Power (Mauritius) sebanyak 30% Persetujuan kelayakan lingkungan melalui Surat Keputusan Bupati Kutai Timur No.660.5/K.205/2010 tertanggal 15 Maret 2010, perihal kelayakan lingkungan kegiatan pertambangan batubara kapasitas produksi hingga 70 Juta Ton/Tahun oleh PT. Kaltim Prima Coal luas areal kurang lebih 90.938 Ha, di kecamatan Sangatta Utara, Kecamatan Bengalon, dan Kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Timur, Propinsi Kalimantan Timur. Secara garis besar, operasi penambangan PT. Kaltim Prima Coal dibagi menjadi 3 bagian, yaitu persiapan penambangan, penambangan, dan pasca penambangan. Tahap persiapan penambangan diawali dengan kegiatan survey eksplorasi. Kegiatan eksplorasi ini meliputi pemataan lapangan, pengukuran struktur geologi, pengambilan sampel singkapan, pemboran eksplorasi, logging geofisika, dan penaksiran cadangan. Tahap berikutnya adalah tahap penambangan atau tahap produksi. Tahap produksi diawali dengan kegiatan penebangan dan pemotongan pohon serta pemindahan tanah pucuk. Sebelum kegiatan pembukaan lahan dimulai, dilakukan kegiatan identifikasi dan dokumentasi flora dan fauna yang ada didaerah tersebut. Beberapa jenis spesies tanaman penting dikoleksi sebagai bibit tanaman bagi rehabilitasi nanti. Tanah pucuk dipindahkan ke lokasi timbunan tertentu. Selanjutnya dilakukan pemboran dan peledakan. Tanah penutup yang sudah diledakkan kemudian akan dimuat oleh shovel dan backhoe yang akan diangkut oleh truk untuk ditimbun dilokasi timbunan yang sudah direncanakan. Tanah penutup yang mengandung asam/PAF (Potential Acid Farming) dan yang tidak mengandung asam/NAF (Non Acid Farming) akan ditimbun secara terpisah dilokasi yang sudah direncanakan. Tanah penutup dengan kategori NAF akan ditimbun dilokasi timbunan yang sudah permanen untuk kemudian dilakukan rehabilitasi. Sedangkan tanah penutup dengan kategori PAF akan ditimbun dilokasi timbunan sementara. Dalam proses ini dilakukan control dengan menggunakan system elektronik (Sistem Dispatch) untuk memonitor dan mengontrol alokasi masing-Masing tipe tanah penutup (PAF dan NAF). Setelah tanah penutup dipindahkan, batubara yang sudah terbuka akan ditambang oleh beberapa alat muat yang khusus memuat batubara. Untuk batubarayang sudah terbuka akan ditambang oleh beberapa alat muat yang khusus memuat batubara. Untuk batubara dengan ketebalan lebih 2 meter dilakukan proses peledakan terlebih dahulu. Batubara kemudian diangkut oleh truk langsung menuju peremukan (crusher) atau ditimbun sementara dilokasi penyimpanan batubara (stockpile batubara) sesuai dengan ukuran yang sudah ditetapkan. Batubara yang sudah mengalami reduksi dan

  • siap jual selanjutnya akan diangkut menggunakan belt conveyor menuju lokasi timbunan batubara dipelabuhan tanjungbara coal terminal. Seiring dengan peningkatan produksi, pengangkutan batubara juga menggunakan coal trucking dari stockpile batubara di CCP ke stockpile batubara di port stockpile dengan jumlah terbatas. Batubara siap jual selanjutnya akan dimuat ke dalam kapal untuk dikirim ke para pelanggan. STATUS PENAATAN PERIODE 2012-2013 A. Dokumen Lingkungan/Izin Lingkungan PT. Kaltim Prima Coal memiliki persetujuan kelayakan lingkungan melalui Surat Keputusan Bupati Kutai Timur No.660.5/K.205/2010 tertanggal 15 Maret 2010, perihal kelayakan lingkungan kegiatan pertambangan batubara kapasitas produksi hingga 70 Juta Ton/Tahun oleh PT. Kaltim Prima Coal luas areal kurang lebih 90.938 Ha, di kecamatan Sangatta Utara, Kecamatan Bengalon, dan Kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Timur, Propinsi Kalimantan Timur. serta memiliki dokumen perijinan lingkungan lainnya meliputi izin pembuangan air limbah maupun izin TPS limbah B3. No. Kewajiban penanggungjawab usaha

    sesuai PP 27/2012 Penaatan Temuan

    1. Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan.

    Taat Persetujuan Kelayakan Lingkungan melalui Keputusan Bupati Kutai Timur No. 660.5/K.205/2010 tertanggal 15 Maret dengan Kapasitas Produksi hingga 70 Juta Ton/Tahun oleh PT. Prima Coal luas area 90.938 ha di Kecamatan Sangatta Utara, Kecamatan Bengalon dan Kecamatan Rantau Pulung kabupaten Kutai Timur Propinsi Kalimantan Timur

    2. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen lingkungan/izin lingkungan: A. Deskripsi kegiatan (luas area dan

    kapasitas produksi) B. Pengelolaan lingkungan terutama

    terutama aspek pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3

    Taat Telah melaksanakan ketentuan seperti yang dipersyaratkan dalam pelaksanaan RKL-RPL

    3. Melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3)

    Taat Telah melaporkan secara rutin pelaksanaan RKL-RPL kepada Kementerian Lingkungan Hidup, PPE Regional Kalimantan, BLHD Provinsi Kalimantan Timur, BLH Kabupaten Kutai Timur

  • B. Pengendalian Pencemaran Air PT. Kaltim Prima Coal Saat ini memiliki 26 (dua puluh enam) titik penaatan yang semuanya sudah mendapatkan izin pembuangan air limbah (IPAL) dari Bupati Kutai Timur. Air limbah yang di buang melalui semua lokasi titik penaatan sudah dilakukan pengujian laboratorium eksternal setiap 1 (satu) bulan sekali dan telah melakukan pencatatan pH dan Debit harian. Tahapan perencanaan dan rancangan fasilitas kolam pengendap, antara lain:

    Sediment control is part of water management plan

    based on 5YP Plan and Drilling Plan

    Land compensation status?Request for update

    land compensation status or redesign

    Site Investigation

    Conceptual designIdentify:Location Type of structureType of outlet and emergency spillway

    storage

  • 1. Fasilitas pengendali air dari kegiatan tambang adalah bagian integral dari rencana manajemen air 5-tahunan. Rencana tersebut untuk memastikan bahwa semua keluaran air tambang dikelola dengan benar dan maksimal sesuai perencanaan kegiatan penambangan termasuk kegiatan eksplorasi.

    2. Untuk merancang fasilitas kolam pengendap, tim Sipil Mine Planning memerlukan informasi seperti kejelasan status lahan baik dari kepemilikan maupun perijinan suatu lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kolam pengendap.

    3. Disain konseptual fasilitas kolam pengendap dirancang dengan mempertimbangkan kondisi kontur lapangan.

    a. Jika berada di daerah yang relative datar, kolam pengendap dibuat berupa rangkaian kompartemen yang membentuk labirin. Maksud dibuatnya model labirin adalah untuk memperpanjang waktu konsentrasi (waktu pengaliran) sehingga ada kesempatan bagi sedimen yang terangkut oleh air bisa mengendap

    b. Jika konturnya berbukit, kolam sedimen diletakkan di lembah dengan membangun bendungan (tanggul terpadatkan). Dengan pembendungan akan terbentuk genangan. Genangan inilah yang memungkinkan terendapnya partikel sedimen yang terangkut oleh aliran dari kegiatan penambangan

    4. Pada fasilitas kolam pengendap tipe labirin maupun tipe genangan, karena keterbatasan ruang, posisi kontur, jarak terhadap wilayah operasi aktif, waktu yang diperlukan untuk mengendapkan sedimen terangkut lebih panjang ketimbang waktu pengaliran.

    5. Dengan mempertimbangkan item 4 di atas, maka strategi yang dilakukan adalah sbb:

    a. Membangun beberapa kolam pengendap yang dibangun di hulu suatu daerah tangkapan. Dengan adanya beberapa kolam pengendap di hulu maka volume air dapat dikontrol dan kualitasnya dapat di control dengan baik sejak dari hulu

    b. Upaya rehabilitasi dari area pembuangan batuan penutup (dumping area) yang berada di hulu juga segera dilakukan sehingga mengurangi erosi dan potensi air asam tambang dikarenakan ekspose batuan asam

    c. Pembangunan fasilitas pengolahan untuk pemberian chemical (kapur dan alum) pada kolam pengendap dimulai dari hulu hingga sebelum mencapai titik penaatan. Pemberian bahan chemical tergantung dengan karakterisktik air tambang tsb.

    6. Disain kolam pengendap yang disiapkan oleh tim Sipil Mine Planning selanjutnya diserahkan ke tim Geoteknikal untuk dilakukan kajian kestabilan. Untuk melakukan kajian kestabilan, tim Geoteknikal akan mengambil beberapa sampel tanah di lapangan untuk diuji. Tim Geoteknikal akan mengeluarkan rekomendasi yang meliputi:

    a. Kemiringan tanggul/bendungan atau kemiringan dinding galian untuk labirin

    b. Nisbah pemadatan tanggul 7. Disain yang disiapkan tim Sipil Mine Planning direvisi dengan

    mempertimbangkan masukan dari tim Geoteknikal. Terhadap disain yang sudah direvisi ini dilakukan analisis detil yang meliputi:

    a. Analisis laju sedimentasi/erosi dari daerah tangkapan yang masuk ke tampungan. Dari analisis ini akan diperoleh gambaran kapan

  • perawatan harus dilakukan. Perawatan di sini meliputi pengerukan sedimen dengan mesin pengeruk (dredger) atau excavator lengan panjang (long arm excavator).

    b. Analisis hidrologi dan hidrolika yang memberikan gambaran berapa debit puncak yang masuk ke dalam kolam pengendap dan berapa penundaan (efek atenuasi) yang dihasilkan.

    8. Ada serangkaian proses internal yang harus dilewati seperti pengajuan anggaran, persetujuan anggaran, menawarkan proyek ke kontraktor, dilakukan tender, penentuan pemenang tender, persetujuan kontrak, sebelum sampai tahap eksekusi di lapangan.

    9. Selama tahap eksekusi tim Sipil Mine Planning melakukan pengawasan di lapangan secara berkala. Dalam banyak kasus kondisi lapangan sering kali sedik