Psikologi Sumber Daya Manusia (INTEGRASI DALAM PERUSAHAAN)

download
  • date post

    15-Jan-2017
  • Category

    Education
  • view

    6.976
  • download

    0

Embed Size (px)

transcript

MAKALAHMemahami dan Melakukan Integrasi(Diajukan sebagai Tugas Mata Kuliah Psikologi SDM)

Dosen Pengampu :Laila Meilyandrie Indah Wardhani, Ph.D

Oleh:Dita Permata Sari (46110010038)Allaily Iza Yaghsya (46110010021)Adhynda Apriliana (46110010043)

Fakultas PsikologiUniversitas Mercu BuanaJakarta2013INTEGRASI

A. Pentingnya Pengintegrasian

Perubahan-perubahan dalam dunia bisnis telah banyak mengakibatkan perubahan yang dramatis pada sifat penting Sumber Daya Manusia (SDM). Keterlibatan SDM disini sangat menentukan proses perubahan organisasi, dalam hal ini perusahaan, dikarenakan SDM merupakan subyek penting dalam pelaksanaan berjalannya sebuah organisasi perusahaan.Pengintegrasian ialah fungsi operasional manajemen personalia yang terpenting, sulit, dan kompleks untuk merealisasikannya (Hasibuan, 2007). Dalam hal ini disebabkan karena karyawan bersifat dinamis dan mempunyai pikiran, perasaan, sifat, harga diri, latar belakang, dan kebutuhan yang berbeda-beda dalam organisasi perusahaan. Untuk mempengaruhi sikap dan perilaku karyawan kepada yang diinginkan, manajer harus memenuhi sifat dan motif apa yang mendorong mereka mau bekerja pada perusahaan. Pada umumnya orang mau bekerja karena didorong keinginan untuk dapat meemnuhi kebutuhan fisik dan rohaninya. jadi, manajer harus berusaha memberikan jasa yang adil dan layak, serta memperlakukan karyawan dengan baik sebagaimana layaknya manusia. dan karyawan harus pula menyadari mengapa perusahaan menerima mereka dan apa yang diharapkan dari karyawan. Masalah dalam pengintegrasian adalah menyatukan keinginan karyawan dan kepentingan perusahaan, agar tercipta kerja sama yang serasi serta saling menguntungkan Singkatnya, pengintegrasian adalah kegiatan menyatupadukan keinginan karyawan dan kepentingan perusahaan, agar tercipta kerja sama yang memberikan kepuasan (Hasibuan, 2007). Jadi, integrasi merupakan hal yang sangat penting dan merupakan salah satu kunci untuk mencapai hasil yang baik bagi perusahaan maupun terhadap karyawan sehingga memberikan kepuasan kepada semua pihak.Tujuan IntegrasiTujuan dilakukannya integrasi dalam strategi perusahaan adalah memanfaatkan karyawan agar mereka bersedia bekerja keras dan berpartisispasi aktif dalam menunjang tercapainya tujuan perusahaan serta terpenuhinya kebutuhan karyawan.Prinsip IntegrasiAdalah menciptakan kerjasama yang baik dan saling menguntungkan.Metode IntegrasiManajer dalam melaksanakan pengintegrasian diperlukan adanya dasar sebuah prinsip dan metode yang matang. Metode adalah suatu cara pendekatan dan pemecahan masalah yang berdasarkan atas analisis ilmu pengetahuan (Hasibuan, 2007). Pendekatan yang dilakukan dalam pengintegrasian akan mempengaruhi sikap dan perilaku karyawan berdasarkan anggapan bahwa karyawan merupakan asset utama perusahaan. Maka dari itulah perusahaan hendaknya memperlakukan karyawan secara manusiawi, bukan diperlakukan sebagai faktor produksi pasif yang dimanfaatkan sekehendak hati.Adapun beberapa metode yang kita kenal adalah sbb :1. Hubungan antarmanusia2. Motivasi3. Kepemimpinan

B. Hubungan Antarmanusia

Hubungan antarmanusia (Human Relation) adalah hubungan kemanusiaan yang harmonis, tercipta atas kesadaran dan kesediaan melebur keinginan individu demi terpadunya kepentingan bersama. Tujuannya adalah menghasilkan integrasi yang cukup kukuh, mendorong kerja sama yang produktif dan kreatif untuk mencapai sasaran bersama (Hasibuan, 2007). Dalam hal ini, manajer perlu menciptakan hubungan antarmanusia yang harmonis. Maka dari itu diperlukan keterampilan manajer dalam berkomunikasi dan memahami keterampilan-keterampilan yang berkaitan dengan hubungan kemanusiaan lainnya, seperti psikologi, sosiologi, antropologi, dan etologi, sehingga manajer dapat mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan hubungan kemanusiaan. Selain itu, hendaknya manajer pun terbuka serta mendorong partisipasi dan keberanian karyawannya untuk mengungkapkan pendapat maupun keluhan-keluhannya. Dan hal tersebut akan tercipta dengan memanfaatkan komunikasi dua arah, formal atau informal, vertical ataupun horizontal, sehingga terdapat saling pengertian dan penghayatan mengenai kebijaksanaan yang diambil (Hasibuan, 2007). Kesimpulannya, hubungan antarmanusia hanya akan terjadi dan terpelihara jika ada keinginan individu (dalam hal ini karyawan) untuk meleburkan keinginannya demi kepentingan bersama untuk mencapai suatu tujuan tertentu dalam perusahaan.Manajer dalam hal ini pelu untuk memahami masalah kepribadian dan perilaku dari setiap individu dibawahnya.KepribadianKepribadian adalah serangkaian ciri yang relative tetap dan sebagian besar dibentuk oleh faktor keturunan, sosial, ke budayaan, dan lingkungan (Hasibuan, 2007). Manajer akan dapat memahami perilaku dan kemauan seseorang karyawan untuk melebur keinginan dan kepentingannya demi tujuan bersama setelah mengetahui kepribadian orang tersebut. Karena pada dasarnya kepribadian seorang karyawan berhubungan erat dengan persepsi, sikap, belajar, dan motivasinya.Terdapat sekilas mengenai teori-teori kepribadian dalam ilmu psikologi, yaitu sbb :1. Teori sifat : memberikan daftar yang menguraikan sifat-sifat individu.2. Teori psikodinamis : menyatupadukan ciri-ciri orang dan menjelaskan sifat dinamis dari perkembangan kepribadian.3. Teori Humanistis : menekankan pada individu dan pentingnya perwujudan sdiri bagi kepribadian.Tiap-tiap pendekatan teoritis berusaha menerangkan sifat khas dari individu yang mempengaruhi pola perilakunya.

C. Motivasi Sumber Daya ManusiaPengertian MotivasiManagemen sumber saya manusia pada dasarnya berisikan langkah-langkah perencanaan, penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan sumber saya manusia untuk mencapai tujuan tertentu, baik tujuan individual maupun organisasi.Dalam hal ini seorang manager harus memiliki teknik-teknik untuk dapat memelihara prestasi dan kepuasan kerja, antara lain dengan memberikan motivasi kepada bawahan agar dapat melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Motivasi adalah proses mempengaruhi atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau kelompok kerja agar mereka mau melaksanakan sesuatu yang telah ditetapkan.Motivasi menurut LiangGie, motivasi adalah pekerjaan yang dilakukan oleh manager dalam memberikan inspirasi, semangat, dan dorongan kepada orang lain, dalam hal ini karyawannya untuk mengambil tindakan-tindakan tertentu. Pemberian dorongan ini bertujuan untuk menggiatkan orang-orang atau karyawan agar mereka bersemangat dan dapat mencapai hasil yang dikehendaki oleh orang-orang tersebut.Motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat kerja. Beberapa factor yang mempengaruhi motivasi kerja antara lain atasan, kolega, saran fisik, kebijaksanaan, peraturan, imbalan jasa uang dan non uang, jenis pekerjaan dan tantangan.

Motivasi dan Tindakan

Motivasi dan tindakan dikaitkan karena motif yang besar tidak efektif tanpa ada tindakan yang merupakan follow-up dari motif tersebut. Ada 2 macam perbuatan di dalam motivasi dan tindakan yaitu:a. Pemikiran (thinking), yaitu perbuatan rohani yang menghendaki bekerjanya daya pikir (otak) manusia.b. Tindakan (action), yakni perbuatan jasmani yang amat membutuhkan gerak otot tubuh manusia. Perbuatan ini mengandung maksud tertentu yang memang dikehendaki oleh yang bersangkutan.

Teori motivasiMenurut Maslow, setiap individu memiliki kebutuhan-kebutuhan yang tersusun secara hierarki dari tingkat yang paling mendasar sampai pada tindakan yang paling tinggi. Setiap kali kebutuhan pada tingkatan paling rendah telah terpenuhi maka akan muncul kebutuhan lain yang lebih tinggi.Dalam suatu organisasi atau perusahaan, kebutuhan-kebutuhan tersebut di terjemahkan sebagai berikut :a. Kebutuhan fisiologis dasar, seperti makanan, pakaian, perumahan, dan fasilitas-fasilitas dasar lain nya yang berguna untuk kelangsungan hidup pekerja.b. Kebutuhan akan rasa aman, seperti lingkungan kerja yang bebas dari segala bentuk ancaman, keamanan, jabatan atau posisi, status kerja yang jelas dan keamanan alat yang dipergunakan.c. Kebutuhan untuk di cintai dan disayangi, seperti interaksi dengan rekan kerja, kebebasan melakukan aktifitas social, dan kesempatan yang diberikan untuk menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain.d. Kebutuhan untuk dihargai, seperti pemberian penghargaan (reward) dan mengakui hasil karya indivitu.e. Kebutuhan aktualisasi diri, seperti kesempatan dan kebebasan untuk merealisasikan cita-cita atau harapan individu, kebebasan untuk mengembangkan bakat atau talenta yang di miliki.

Model MotivasiPara manager umumnya mempunyai berbagai pandangan tentang motivasi dengan pendekatan model-model motivasi tertentu. Menurut mereka terdapat tiga model motivasi, yaitu :a. Model tradisionalDalam hal ini aspek yang sangat penting dari pekerjaan para manager adalah membuat para karyawan dapat menjalankan pekerjaan mereka yang membosankan dan berulang-ulang dengan cara yang paling efisien. Secara tradisional, para manager mendorong atau memotivasi tenaga kerja dengan cara memberikan imbalan berupa gaji/upah yang makin meningkat. Artinya, apabila mereka rajin bekerja dan efektif, upahnya akan dinaikkan.

b. Model hubungan manusiawi ( Human Relation Model )Pada model inipara manager dapat memotivasi karyawan dengan cara memenuhi kebutuhan social mereka dan membuat mereka merasa penting dan berguna.c. Model Sumber Daya Manusia ( Human Resource Model )Model ini timbul sebagai kritik terhadap model hubungan manusiawi. Motivasi yang penting bagi karyawan menurut model ini adalah pengembangan tanggung jawab bersama untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara setiap anggota atau karyawan menyumbangkan sesuatu kepada oraganisasi sesuai dengan kepentingan dan kemampuan masing-masing.

Kebutuhan KaryawanDalam berbagai teori dan model motivasi, kita dapat mencoba mengikhtisarkan perpaduan antara motivator, kebutuhan organisasi, dan kebutu