psikiatri

Click here to load reader

  • date post

    31-Oct-2014
  • Category

    Documents

  • view

    61
  • download

    1

Embed Size (px)

description

-

Transcript of psikiatri

LAPORAN PSIKIATRI SKIZOFRENIA PARANOID DALAM REMISI PARSIAL

Disusun oleh: M. Riefky K 1010221056

Dokter Pembimbing: Dr. Mardi Susanto, Sp.KJ (K)

FAKULTAS KEDOKTERAN UPN VETERAN KEPANITERAAN KLINIK ILMU KEDOKTERAN JIWA RSUP PERSAHABATAN JAKARTA

2012 I. IDENTITAS PASIEN Nama Usia Jenis Kelamin Agama Pekerjaan Alamat : Tn. S : 44 Tahun : Laki - laki : Islam :: Jl. Porselen

II. RIWAYAT PSIKIATRI Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 5 Oktober 2012, pukul 11.00 WIB di Poliklinik Psikiatri RS Persahabatan. A. Keluhan Utama Pasien datang ke Poliklinik Psikiatri untuk kontrol rutin karena obat akan habis. B. Riwayat Gangguan Sekarang Pasien datang ke poliklinik psikiatri RS Persahabatan untuk kontrol rutin dan obatnya akan habis. Pasien tidak pernah putus obat. Saat ini pasien masih mempunyai keluhan susah tidur, terkadang masih emosional, dan terkadang masih mengalami halusinasi. Pasien masih sering melihat halusinasi berupa adanya kembang setiap ia naik bus, melihat kambing dipotong atau orang disembelih di sumur, kadang ia berhalusinasi darah berceceran, kadang pasien juga melihat sosok yang mirip saudaranya yang sudah meninggal yang mengajak dirinya untuk mati dan sebagainya. Pasien juga sering mendengar suara teriakkan orang orang yang sangat banyak ketika ia akan tidur. Pasien menyatakan bahwa dengan obat secara rutin ia merasa lebih tenang dan halusinasi menjadi lebih jarang sekalipun tidak bias hilang sama sekali. Pasien mengatakan

2

walaupun ia melihat dan mendengar hal-hal tersebutia tetap percaya bahwa itu adalah halusinasinya. Pasien meyakini sepenuhnya bahwa ia sedang sakit sehingga apa yang dialaminya adalah tidak nyata, pasien pun tidak menghiraukan halusinasi tersebut. Setiap pasien mengalami kejadian seperti ini pasien dapat melakukan relaksasi dengan mengatur nafas. Pasien menyangkal merasa digosipkan ketika menonton TV. Pasien juga menyangkal pikirannya bisa dibaca ataupun dikendalikan orang lain. Pasien tidak pernah merasa asing dengan dirinya. Namun pasien pernah merasakan adanya perubahan pada lingkungannya, saat itu di tahun 1994 (18 tahun yang lalu), pasien masih kuliah. Disinilah awalnya penyakit dirasakan sangat mengganggu. Pada saat itu pasien sepulang kuliah, sendirian menunggu bis di halte sambil merokok, tiba-tiba jalanan berubah menjadi bewarna hijau. Ia berusaha tidak mempedulikan, ia bergegas naik bis. Saat di bis muncul halusinasi berupa banyak darah dan kembang bertaburan di dalam bis. Pasien juga melihat orang tanpa kepala. Sejak itu paien sering merasa takut karena merasa seperti diikuti untuk dijahati. Pasien mengatakan pernah merasakan halusinasi pada indra pengecapannya, pasien menuturkan pada saat memakan sesuatu pasien merasakan rasa pahit di lidahnya. Sedangkan orang lain tidak merasakan seperti yang dikeluhkan oleh pasien. Pasien menuturkan pernah merasakan di sekujur tubuhnya ada yang merayapi, seperti ada kalajengking yang merayap dan sedang mencoba masuk kedalam telinga pasien. Sebenarnya keluhan pasien sudah bermula di tahun 1987 saat pasien masih duduk di kelas 2 SMA. Pasien merasa sering emosional tanpa sebab jelas, namun pasien dan keluarga menganggap ini hal biasa sehingga belum diobati Pada saat ini pasien tinggal di rumah milik pribadi orang tuanya. Pasien tinggal bersama ayah ibu satu kakak dan adiknya. Pasien merupakan anak ke empat dari enam bersaudara. Satu saudaranya telah

3

meninggal akibat penyakit lupus, 2 sudah menikah dan pisah rumah. Pasien mengatakan bahwa di keluarganya yaitu ayah, kakak, adik, menderita penyakit yang sama. Paman pasien juga menderita penyakit yang sama namun tidak tinggal satu rumah. Anggota keluarga yang sakit juga sudah rutin berobat, namun menurut keterangan pasien, keluhan yang dialami kakaknya jauh lebih berat dari pasien. Keluarga pasien sangat mendukung kesembuhan. Biaya berobat dan sehari-hari mengandalkan uang pensiun ayah ditambah gaji kakak dan adik yang sudah bekerja. Hubungan antar keluarga berjalan baik, namun hubungan dengan keluarga besar kurang begitu baik. Pasien belum menikah. Pasien lahir secara normal di bidan. Tidak ada penyulit sejak masa kandungan hingga proses kelahiran. Masa kecil pasien hingga remaja berjalan baik tanpa ada masalah interaksi sosial. Pasien menjalani pendidikan hingga SMA. Saat SD dan SMP diakui pasien tidak pernah ada masalah baik secara akademik maupun sosial. Namun ketika SMA mulai ada masalah, ia merasa lebih sulit tidur dan lebih mudah marah. Ketika SMA kelas 2 pasien tidak naik kelas, sehingga pasien menjadi semakin emosional. Karena sifatnya ini pasien menjadi dijauhi teman-temanya, pasien kurang mempunyai teman dekat, interaksi sosial menurun sehingga memperparah keadaan emosi pasien. Namun pasien berhasil menjalani pendidikan hingga lulus SMA. Pasien sempat menjalani kuliah namun berhenti karena penyakit ini. Sehari-hari pasienmembersihkan kamar, menonton TV. Pasien tidak banyak berakifitas. Pasien kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Awalnya pasien sempat bekerja tahun 1990 di pergudangan di Batam, namun karena beratnya penyakit, pasien harus berhenti bekerja. Pasien pernah mengkonumsi alkohol dan ganja sewaktu SD sampai SMA. Tidak ada riwayat penggunaan narkoba. Pasien sudah tidak merokok saat ini.

4

Saat ini pasien memiliki keinginan kuat untuk sembuh, kembali bekerja dan memiliki pasangan hidup. C. Riwayat Gangguan Sebelumnya 1. 2. 3. Riwayat Gangguan Psikiatri Riwayat Gangguan Medik Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif / Alkohol Tidak ada gangguan psikiatri sebelumnya. Tidak ada riwayat gangguan medik. Tidak terdapat riwayat penggunaan zat psikoaktif. D. Riwayat Kehidupan Pribadia. Riwayat pranatal: Pasien dilahirkan dalam proses persalinan normal

dan tidak ada penyulit selama dalam masa kandungan dan proses persalinan.b. Riwayat

masa kanak-kanak dan remaja: Pasien tumbuh dan

berkembang sesuai umur sebagaimana anak seumurnya sehingga pasien tidak ada gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangannya.c. Riwayat masa akhir kanak-kanak: Pasien tumbuh dengan baik, tidak

ada masalah dalam berkehidupan sosial. d. Riwayat pendidikan Pasien menjalani pendidikan hingga SMA. Saat SD dan SMP diakui pasien tidak pernah ada masalah baik secara akademik maupun sosial. Namun ketika SMA mulai ada masalah, ia merasa lebih sulit tidur dan lebih mudah marah. Ketika SMA kelas 2 pasien tidak naik kelas, sehingga pasien menjadi semakin emosional. Karena sifatnya ini pasien menjadi dijauhi teman-temanya, pasien kurang mempunyai teman dekat, interaksi sosial menurun sehingga memperparah keadaan emosi pasien. Namun pasien berhasil menjalani pendidikan

5

hingga lulus SMA. Pasien sempat menjalani kuliah namun berhenti karena penyakit ini. e. Riwayat pekerjaan

Saat ini pasien tidak memiliki pekerjaan. Awalnya pasien sempat bekerja tahun 1990 di pergudangan di Batam, namun karena beratnya penyakit, pasien harus berhenti bekerja. f. Riwayat agama Pasien beragama Islam dan termasuk taat dalam menjalankan ibadahnya. Namun pasien menuturkan apabila sedang mendapat serangan dari penyakitnya, pasien terkadang merasa malas untuk beribadah. g. Hubungan dengan keluarga Pasien memiliki hubungan yang baik dengan ayah, ibu dan saudaranya. Keluarga pasien juga mendukung pasien untuk sembuh. Pada saat ini pasien tinggal di rumah milik orang tua. Pasien tinggal di rumah tersebut bersama kedua orang tuanya, adik dan kakak. Ayah, kakak, adik dan paman memiliki penyakit yang sama dengan pasien. h. Aktivitas sosial Pasien kurang berinteraksi dengan orang lain. E. Riwayat Keluarga Di keluarga ada yang memiliki keluhan serupa dengan pasien yaitu ayah, kakak, adik dan paman. F. Situasi Sekarang Pasien laki laki umur 42 tahun, belum menikah saat ini pasien tidak memiliki pekerjaan. Pasien saat ini tinggal di rumah orang tua bersama kedua orang tuanya, satu adik dan satu kakaknya. Pasien dalam memenuhi biaya pengobatannya mengadalkan dari uang pensiun ayahnya ditambah

6

penghasiklan kakak dan adik yang sudah bekerja dan tinggal pisah rumah. Hubungan pasien dengan orang tua dan saudaranya baik baik saja. Ada masalah dalam bersosialisasi dengan orang lain, hal ini disebabkan anggapan miring masyarakat terhadap dirinya dan keluarga yang memiliki gangguan jiwa. Saat ini pasien memiliki keinginan kuat untuk sembuh, kembali bekerja dan memiliki pasangan hidup. G. Persepsi Pasien Terhadap Dirinya Saat ini pasien memiliki keinginan kuat untuk sembuh, kembali bekerja dan memiliki pasangan hidup. III. STATUS MENTAL A. DESKRIPSI UMUM 1. Penampilan Laki - laki usia 42 tahun, tampak sesuai dengan usia, berpakaian rapi, ekspresi tenang, perawatan diri baik, warna kulit sawo matang. 2. Kesadaran Kesadaran umum Kontak Psikologis

: Compos mentis : Dapat dilakukan, cukup wajar : Baik

3. Perilaku dan Aktivitas Psikomotor Cara berjalan Aktifitas psikomotor : Pasien kooperatif, tenang, kontak mata

baik, tidak ada gerakan involunter dan dapat menjawab pertanyaan dengan baik. 4. Pembicaraan Kuantitas Kualitas

: Baik, pasien dapat menjawab pertanyaan : Bicara spontan, volume bicara normal,

dokter dan dapat mengungkapkan isi hatinya dengan jelas. artikulasi jelas dan pembicaraan dapat dimengerti Tidak ada hendaya berbahasa 7

5. Sikap Terhadap Pemeriksa Pasien kooperatif.

B. KEADAAN AFEKTIF 1. Mood Pasien mengatakan alam perasaannya saat ini biasa saja 2. 3. 4. Afek Keserasian Empati

Ekspresi afektif luas Mood dan afektif serasi Pemeriksa tidak dapat merabarasakan perasaan pasien saat ini. C. FUNGSI INTELEKTUAL / KOGNITIF 1. Taraf pendidikan, pengetahuan umum dan kecerdasan Taraf pendidikan2. Pasien menjalani pendidikan hingga SMA. Saat SD dan SMP

diakui pasien tidak pernah ada masalah baik secara akademik maupun sosial. Namun ketika SMA mulai ada masalah, ia merasa lebih sulit tidur dan lebih m