PROVINSI KALTIM TAHUN 2017 -...

of 62/62
pad a acara: FORUM SKPD Tahun 2016 S a m a r i n d a , 2 9 M a r e t 2 0 1 6 KEBIJAKAN & ARAH PEMBANGUNAN PROVINSI KALTIM TAHUN 2017 PEMANTAPAN INDUSTRI HILIR UNTUK MEWUJUDKAN STRUKTUR EKONOMI YANG BERKUALITAS Disampaikan oleh: Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur
  • date post

    06-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    226
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of PROVINSI KALTIM TAHUN 2017 -...

pada acara:

FORUM SKPD Tahun 2016S a m a r i n d a , 2 9 M a r e t 2 0 1 6

KEBIJAKAN & ARAH PEMBANGUNAN PROVINSI KALTIM TAHUN 2017

PEMANTAPAN INDUSTRI HILIR UNTUK MEWUJUDKAN STRUKTUR EKONOMI YANG BERKUALITAS

Disampaikan oleh:

Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur

OUTLINE PAPARAN

2

PENGANTAR

EVALUASI KINERJA PEMBANGUNAN TAHUN 2015 & ISU UTAMA PEMBANGUNAN

SASARAN & ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TAHUN 2017

KERANGKA PENDANAAN DAERAH TAHUN 2017

1.

2.

3.

4.

PENGANTAR 1.

1. Sesuai dengan amanat Permendagri No. 54 Tahun 2010 penyusunan

Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) telah dan akan dilakukan

tahapan pembahasan sbb :

a. Rakor Bappeda se Kalimantan Timur pada tanggal 4 Februari 2016 di

Paser dan dilanjutkan dengan;

b. Konsultasi Publik tanggal 8 Maret 2016 di Hotel Mesra Samarinda;

c. Rakor Prioritas tanggal 22-23 Maret 2016 di Bappeda Prov. Kaltim;

d. Forum SKPD tanggal 29-30 Maret 2016 di Bappeda Prov. Kaltim;

e. Musrenbang RKPD Prov. Kaltim Tahun 2016 yang direncanakan

tanggal 4-5 April 2016 di Convention Hall Samarinda.

2. Tujuan FORUM SKPD adalah menyelaraskan program/kegiatan prioritas

SKPD Tahun 2017 dan usulan Kabupaten/Kota Tahun 2017 yang akan

masuk ke dalam Renja SKPD Prov. hasil pembahasan Rakor Program

Prioritas.

PENGANTAR

PENGANTAR

3. Pembahasan dalam Forum SKPD Provinsi, mencakup :

a. Penyelarasan program & kegiatan sesuai dengan tugas dan

fungsi SKPD Provinsi berdasarkan usulan program dan kegiatan

hasil musrenbang kab/kota;

b. Penajaman indikator dan target kinerja program dan kegiatan

sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD Provinsi;

c. Penyelarasan program dan kegiatan antar SKPD Provinsi dalam

rangka sinergi pelaksanaan dan optimalisasi pencapaian sasaran

sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing SKPD;

d. Penyesuaian pendanaan program dan kegiatan prioritas

berdasarkan pagu indikatif untuk masing-masing SKPD Provinsi.

1. Usulan Kabupaten/Kota terdiri dari :

1) Usulan BL program/kegiatan prioritas SKPD hasil Rakor Bappeda;

2) Usulan BL program/kegiatan prioritas SKPD diluar Rakor Bappeda (hasilusulan Musrenbang Kabupaten/Kota);

3) Usulan Bantuan Keuangan Provinsi dengan 4 kategori:

a. Mendukung Prioritas Provinsi dan sesuai Prioritas Kab/Kota;

b. Mendukung Prioritas Provinsi tetapi tidak mendukung PrioritasKab/Kota;

c. Tidak mendukung Prioritas Provinsi tetapi sesuai Prioritas Kab/Kota;

d. Tidak mendukung Prioritas Provinsi dan tidak sesuai Prioritas Kab/Kota.

2. Substasi usulan BL SKPD yang dapat akomodir :

1) Kesesuaian dengan tupoksi SKPD Provinsi;

2) Usulan yang menjadi kewenangan Provinsi;

3) Apabila usulan bukan merupakan kewenangan Provinsi, maka usulan tsbdianjurkan untuk dipindahkan pada format Bantuan Keuangan.

MEKANISME PELAKSANAAN

3. Proses penyampaian usulan :

1) Kab/Kota meginput usulan Kab/Kota hasil Rakor Bappeda se-Kaltim (menuUSULAN KAB/KOTA submenu BL SKPD PROV (Hasil Rakor);

2) Kab/Kota meginput usulan Kab/Kota diluar Rakor Bappeda se-Kaltimtermasuk usulan hasil MUSRENBANG KAB/KOTA (pada menu USULANKAB/KOTA submenu BL SKPD PROV (Diluar Rakor);

3) Kab/Kota menginput usulan Bantuan Keuangan pada menu USULANKAB/KOTA sub menu BANTUAN KEUANGAN.

4. Dilakukan Pembahasan terhadap usulan BL SKPD oleh kab/Kota, Bappeda danSKPD dengan sistem desk.

5. Usulan BL SKPD dari Kab/Kota yang diakomdir langsung diberikan statushijau pada SIPPD dan SKPD secara langsung menyesuaikan LOKUS,INDIKATOR dan TARGET kegiatan di Renja SKPD.

6. Bantuan Keuangan akan dibahas secara desk dengan Kab/Kota pada tahappaska Musrenbang RKPD.

7. Lampiran Berita Acara Kesepakatan Hasil Forum adalah Hasil Cetakan diSIPPD pada menu usulan Kab. Kota.

MEKANISME PELAKSANAAN

EVALUASI KINERJA PEMBANGUNANTAHUN 2015 & ISU UTAMA PEMBANGUNAN

2.

TARGET INDIKATOR MAKRO PEMBANGUNAN

KALTIM MAJU 2018

NOINDIKATOR

PEMBANGUNAN

KONDISIAWAL2013

PELAKSANAAN RKPDTARGET

20182014Realisasi

2015Realisasi

2016 2017

1.PDRB ADHK (Rp. Triliun)

425,43 401,77 492,18 419,45 488,9 439,58 461,56 462,16

2.Pertumbuhan Ekonomi (%)

1,45 2,85 2,02 4,40 -0,85 4,80 5,00 4,7 5,3

3.Tingkat Pengangguran (%)

7,94 7,54 7,53 7,00 7,50 6,50 6,00 5,11

4.Tingkat Kemiskinan (%)

6,06 6,42 6,42 5,75 6,23 5,35 5,36 5,00

5. I P M 77,33 77,01 73,82 77,14 73,82* 77,28 77,42 78

6.Laju Inflasi (%) *YoY

9,65 6,77 5,10 6,30 4,89 6,70 5,90 5,50

7.Investasi (Rp.Triliun) *TWIII

30,89 30,87 30,86 35,00 30,91 37,00 40,00 44,19

8.Indeks Kualitas Lingkungan

74,07 78,29 75,24 79,24 81,97 80,19 81,14 82,00

* Metode Perhitungan Baru

HASIL EVALUASI PER MISI PEMBANGUNAN KALTIM TAHUN 2015

No MISI RPJMDJUMLAH

PROGRAM

MEMENUHI

TARGET (achieve)

MENUJU

TARGET (on track)

BELUM

MENCAPAI

TARGET

(of track)

1

Mewujudkan Kualitas Sumber Daya Manusia

Kaltim Yang Mandiri Dan Berdaya Saing

Tinggi

18 Program 16 Program 1 Program 1 Program

2

Mewujudkan Daya Saing Ekonomi Yang

Berkerakyatan Berbasis Sumber Daya Alam

Dan Energi Terbarukan

59 Program 44 Program 9 Program 6 Program

3Mewujudkan Infrastruktur Dasar Yang

Berkualitas Bagi Masyarakat Secara Merata14 Program 6 Program 3 Program 5 Program

4

Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang

Profesional, Transparan Dan Berorientasi Pada

Pelayanan Publik

12 Program 11 Program 1 Program -

5Mewujudkan Kualitas Lingkungan Yang Baik

Dan Sehat Serta Berpresfektif Perubahan Iklim16 Program 13 Program 1 Program 2 Program

JUMLAH 119 Progam 90 Program 15 Program 14 Program

19 sasaran : 15 memenuhi target dan 4 sasaran menuju pencapaian target

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA

KABUPATEN/KOTA 2011 2012 2013 2014

1. Paser 67,11 68,18 69,61 69,87

2. Kutai Barat 66,92 67,14 68,13 68,91

3. Kutai

Kartanegara68,47 69,12 70,71 71,20

4. Kutai Timur 67,73 68,71 69,79 70,39

5. Berau 70,43 70,77 72,02 72,26

6. PPU 66,92 67,17 68,07 68,60

7. Balikpapan 76,02 76,56 77,53 77,93

8. Samarinda 77,05 77,34 77,84 78,39

9. Bontang 77,25 77,55 78,34 78,58

10. Mahulu - - 63,81 64,32

KALTIM 72,02 72,62 73,21 73,82

NASIONAL 67,09 67,70 68,31 68,90

2011 2012 2013 2014

IPM Kaltim 72.02 72.62 73.21 73.82

IPM Nasional 67.09 67.70 68.31 68.90

72.02 72.62 73.21 73.82

67.09 67.70 68.31

68.90

60.00

62.00

64.00

66.00

68.00

70.00

72.00

74.00

76.00

78.00

80.00

Perkembangan IPM Kaltim Dan

Nasional

IPM Kaltim IPM Nasional

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2013 mencapai 73,21 atau berada pada peringkat ke 4

secara nasional dan pada tahun 2015 menjadi 73,82 atau naik peringkat ke 3 secara nasional.

95,596

96,597

97,598

98,599

99,5100

100,5

KETERANGAN:

= Diatas Rata-rata Provinsi

= Dibawah rata-rata Provinsi

BERAU

KUTIM

BONTANG

SAMARINDABALIKPAPAN

PPU

PASER

KUKAR

KUBAR

MAHULU

Kaltim 98,75 Persen

Kaltim 98,75 %

Angka Melek Huruf Kab/Kota di Kalimantan Timur

Tahun 2015 (%)

Angka melek huruf merupakan persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang dapat

membaca dan menulis huruf latin dan atau huruf lainnya. Angka melek huruf di Kalimantan Timur menurut perkembangan meningkat setiap tahun

dari 97,36 persen pada tahun 2010 menurun menjadi 97,26 persen tahun 2011 dan 97,55 persen

pada tahun 2012, selanjutnya meningkat lagi menjadi 97,95 persen di tahun 2013, sedang tahun 2014 sebesar 98,75 dan tahun 2015 sebesar 98,75.

Angka Melek HurufMenurut Kabupaten/Kota Tahun 2015

KETERANGAN :

= Diatas Rata-rata Provinsi

= Dibawah rata-rata Provinsi

BERAU

KUTIM

BONTANG

SAMARINDABALIKPAPAN

PPU

PASER

KUKAR

KUBAR

MAHULU

Kaltim

Tahun 2015 9,60 %

0

2

4

6

8

10

12

2013

2014

Kabupaten/Kota 2013 2014

1 Paser 7,96 7,99

2 Kutai Barat 7,89 7,98

3 Kutai Kartanegara 8,41 8,46

4 Kutai Timur 8,56 8,60

5 Berau 8,52 8,53

6 PPU 7,30 7,46

7 Mahakam Ulu 6,86 7,15

8 Balikpapan 10,39 10,41

9 Samarinda 10,20 10,26

10 Bontang 10,34 10,35

Kalimantan Timur 8,87 9,04

Rata-rata Lama SekolahKabupaten/Kota di Kaltim Tahun 2014

TINGKAT KEMISKINAN 2008 - 2015

Provinsi / KabKota

Tingkat Kemiskinan (%)

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014

Paser 10,97 10,11 9,48 7,91 7,64 7,94 7,87

Kutai Barat dan Mahulu

10,60 8,97 9,90 8,25 8,28 7,70 7,53

Kutai Kartanegara

9,29 8,03 8,68 7,21 6,94 7,52 7,43

Kutai Timur 13,20 11,88 11,38 9,43 8,77 9,06 9,10

Berau 5,81 5,90 6,60 5,46 5,24 4,83 4,76

P P U 12,99 11,38 10,46 8,67 8,57 7,70 7,56

Balikpapan 3,49 3,58 4,07 3,39 3,30 2,48 2,46

Samarinda 4,67 4,84 5,21 4,31 4,18 4,63 4,56

Bontang 7,26 6,66 6,67 5,40 5,20 5,16 5,10

KALTIM 9,51 7,73 7,66 6,77 6,68 6,06 6,42

NASIONAL 15,42 14,15 13,33 12,49 11,67 11,,37 11,25

Kemiskinan di pedesaan relatif lebih tinggi dibandingperkotaan karena belum ditunjang oleh infrastruktur

ekonomi yang memadai

TAHUN 2015

Kaltim = 6,23%

Vs

Nasional = 11,22%

6.63

6.38

6.38

6.31

6.23 6.20

6.25

6.30

6.35

6.40

6.45

6.50

6.55

6.60

6.65

6.70

2011 2012 2013 2014 2015

Persentase Kemiskinan Kaltim selama 5 tahun jauh lebih rendah dibanding Nasional. Setiap tahunnya baik

Nasional maupun Kaltim mengalami penurunan.

Pada tahun 2015 Persentase Kaltim 8 terkecil Nasional

TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA (TPT)

KABUPATEN/KOTA 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

Paser 7.76 7.64 6.82 8.41 10.18 9.25 6.69 9.06

Kutai Barat 6.83 7.37 7.97 9.11 8.23 8.03 6.84 11.70

Kutai Kartanegara 9.82 11.38 11.53 7.68 7.89 7.37 7.65 10.22

Kutai Timur 5.09 14.59 12.71 9.41 6.49 6.09 5.65 5.14

Berau 10.07 9.37 9.33 8.21 5.79 5.85 10.05 5.72

Penajam Pasir Utara 10.74 10.87 9.78 8.44 7.53 7.97 7.52 7.28

Balikpapan 16.06 13.70 11.76 12.14 8.95 7.95 7.56 5.95

Samarinda 12.31 10.19 9.22 10.90 9.71 8.57 7.56 5.61

Bontang 16.32 14.66 12.77 12.44 14.32 11.19 9.38 12.07

Mahulu - - - - - - - 4.75

KALTIM 11,11 11.22 10.41 9.88 8.80 7.94 7.54 7.50

NASIONAL 8,39 7,87 7,14 6,56 6,14 6,25 5,94 6.18

Ekonomi ekstraktif tidak berkorelasi dengan penurunan pengangguran. Capital Intensive

namun less labor

9.84

8.90

7.94

7.54

7.50

7.00

8.00

9.00

10.00

2011 2012 2013 2014 2015

PEREKONOMIAN KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2015

Rp. Trilyun Persen

445,264

469,646

482,442

492,178 488,905 6.47

5.48

2.721,4

-0.85

-2.00

0.00

2.00

4.00

6.00

8.00

420,000

430,000

440,000

450,000

460,000

470,000

480,000

490,000

500,000

2011 2012 2013 2014 2015

PDRB ADHK (Rp. Milyar) LPE (%)Pertanian, Kehutanan,

dan Perikanan

9%

Pertambangan

dan Penggalian

43%Industri

Pengolahan

20%

Konstruksi

9%

Perdagangan

6%

Real Estate

1%

Triwulan IV Tahun 2015

(Sumber: BPS Kaltim)

Distribusi PDRB

Wilayah

Kalimantan 8,2%

4,89%

1,19%

O,87%1,27%

4,81

-0,85

3,84

7,01

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kalimantanmengalami penurunan. Bahkan untuk Provinsi Kaltimmerosot tajam hingga mencapai minus 0,85%. HanyaProvinsi Kalteng yang meningkat 7,01%. Hal inidisebabkan pertumbuhan positif terjadi dari seluruhsektor lapangan usaha di Kalteng dan kontribusisektor pertaniannya lebih mendominasi. Namunmeskipun demikian Kontribusi paling besar terhadappembentukan PDRB Wilayah Kalimantan terdapat diProvinsi Kaltim.

KONDISI INVESTASI NASIONAL & KALTIM

PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN) NASIONAL & KALTIM2013 2015

PENANAMAN MODAL ASING (PMA) NASIONAL & KALTIM2013 2015

Penurunan investasi terjadi pada investasi pemerintah dan swasta.

Investasi pemerintah terindikasi dari realisasi belanja modal pemerintah provinsi tahun 2015 yang

realisasinya lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya.

Pada tahun 2015 realisasi belanja modal Pemprov Kaltim tercatat sebesar Rp2,00 triliun, lebih

rendah dibandingkan tahun 2014 yang mencapai Rp2,21 triliun atau turun -9,6% (yoy).

Sementara penurunan investasi swasta terutama terjadi pada aktivitas penamanan modal dalam

negeri (PMDN paling besar terjadi pada sektor tersier yaitu sektor listrik, gas dan air, dan sektor

transportasi dan pergudangan.

Aktivitas penanaman modal asing menunjukkan adanya peningkatan pada tahun 2015, khususnya

pada sektor industri makanan). Peningkatan PMA sejalan dengan perbaikan pada sektor industri

pengolahan Kaltim tahun 2015.SUMBER : KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROVINSI KALTIM TW IV 2015, BANK INDONESIA

INVESTASI SEKTOR SWASTA DI KABUPATEN/KOTA

49.4

12.5 10.58.3 7.3

3.5 2.9 2.1 1.31.0 0.7 0.5 0.0

0.00

10

20

30

40

50

60

20.619.0

17.3

11.9

6.9 6.5 6.4 5.53.9

1.1 1.0 0.1 0.0 0.00

5

10

15

20

25

TOTAL PMDN 2010-2015

IDR 69.844.298.049.860

71%

13%

16%

AVERAGE PERSENTASE

PMA

SEKTOR

PRIMER

SEKTOR

SEKUNDER

SEKTOR

TERSIER

39%

26%

35%

AVERAGE PERSENTASE

PMDN

SEKTOR

PRIMER

SEKTOR

SEKUNDER

SEKTOR

TERSIER

TOTAL PMA 2010-2015

US$ 10.779.187.345

KONDISI EKSPOR KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2015

Kinerja ekspor luar negeri Kaltim masih mengalami kontraksi pada Tahun 2015 khususnyauntuk ekspor nonmigas.

Secara kumulatif nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur Januari-Desember 2015 mencapaiUS$ 17,41 miliar atau menurun 23,19 persen dibanding periode Januari-Desember 2014.Dari seluruh ekspor bulan Januari- Desember 2015, ekspor migas mencapai US$ 6,40 miliaratau menurun 36,06 persen dan non migas mencapai US$ 11,02 miliar atau menurun 13,04persen

Berdasarkan negara tujuannya, penurunan eksporbatubara Kaltim dipicu oleh penurunan ekspor keIndia dan Tiongkok yang masing-masing terkontraksisebesar -24,2% (yoy) dan -14,7% (yoy).

Pada triwulan III 2015, negara tujuan utama eksporbatubara Kaltim adalah India dengan volume ekspormencapai 15,40 juta ton, disusul oleh Tiongkoksebesar 10,44 juta ton, ASEAN sebesar 8,60 juta tondan Korea Selatan sebesar 7,10 juta ton.

TUJUAN EKSPOR KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2015

EKSPOR BATUBARA

EKSPOR CPO CPO juga mengalami pertumbuhan yang terkontraksisebesar -23,2% (yoy).

Secara spasial, terdapat empat negara yang menjaditujuan utama ekspor CPO Kaltim, yakni Malaysia,Filipina, Tiongkok dan Eropa. Penurunan permintaanCPO pada triwulan III 2015 terutama berasal dariTiongkok

SUMBER : KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROVINSI KALTIM TW III, BANK INDONESIA, 2015

PERKEMBANGAN INFLASI

Inflasi Provinsi Kaltim (yoy) sebesar 4,89%; dengan

rincian menurut Kota; Samarinda sebesar 4,24%,

Balikpapan 6,26% dan Tarakan 3,42%

BAHAN

MAKANAN

60%MAKANAN

JADI, ROKOK &

TEMBAKAU

19%

PERUMAHAN

7%

TRANSPOR DAN

KOMUNIKASI

10%

ANDIL INFLASI KALTIM DARI SISI KOMODITI

1.30

0.76

0.97

0.00

0.50

1.00

1.50

SAMARINDA BALIKPAPAN TARAKAN

Persen

KALTIM 1,05

Andil Inflasi Kaltim Menurut Kota

SUMBER : BERITA RESMI STATISTIK, BPS, 2016

Kalimantan Timur pada bulan Desember 2015 mengalami Inflasi sebesar 1,05%

Terdapat 4 kabupaten/kota yang berhasil swasembada beras. Namun pada tingkat Provinsi

Kalimantan Timur baru mencapi ketersediaan beras 67,46%. Sesuai RPJMD target 2015

sebesar 86,81% dan tahun 2016 sebesar 91,19% -> memerlukan keseriusan dalam mencapai

target tersebut.

REALISASI PEMENUHAN KEBUTUHAN KONSUMSI BERAS KAB/KOTA TAHUN 2014

0.68 11.38 1.01

81.56

230.99

150.33

83.44

116.34

38.75

174.05

67.46

-

50.00

100.00

150.00

200.00

250.00

-

100,000

200,000

300,000

400,000

500,000

Produksi siap dikonsumsi (Ton Beras) Kebutuhan Konsumsi (Ton Beras)

(Pro

du

ksi

dan

Ko

nsu

msi

(To

n B

era

s)

Kete

rsed

iaan

(%)

Kabupaten/kotaJumlah

sentra

Luas Lahan

ditanami 1x (Ha)%

Luas Lahan

ditanami 2x

(Ha)

%

belum

ditanami

(Ha)

% Luas Potensi Lahan(Ha)

Paser 7 3,428 26.77 2,176 16.99 7,175 56.03 12,806

Mahakan Ulu 2 31 73.81 - 0.00 11 26.19 42

PPU 4 4,700 35.63 6,102 46.26 2,345 17.78 13,191

Kubar 7 9,102 53.10 713 4.16 7,327 42.74 17,142

Samarinda 3 22 0.42 1,873 35.49 3,382 64.09 5,277

Berau 7 2,772 34.34 1,994 24.70 3,181 39.41 8,072

Kukar 13 1,239 1.98 18,229 29.07 42,884 68.38 62,716

Kutim 7 1,504 17.47 3,741 43.45 3,289 38.20 8,609

TOTAL 50 22,798 17.83 34,828 27.24 69,594 54.43 127,855

- 5,000

10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 35,000 40,000 45,000 50,000

Paser MahakanUlu

PPU Kubar Samarinda Berau Kukar Kutim

Luas

Lah

an (

%)

Luas Lahan ditanami (Ha) belum ditanami (Ha)

POTENSI LAHAN PADA SENTRA PRODUKSI PADI SAWAH

Irigasi menjadi kendala

dalam pengembangan

lahan pertanian, 54 %

lahan sawah yang ada

belum bisa di tanami

Rasio Elektrifikasi

RT berlistrik : 798.734 KK

RT blm berlistrik : 215.428 KK

Desa berlistrik : 959 desa

Desa blm berlistrik : 42 desa

Kontinuitas Kegiatan Listrik

Untuk menjamin penyaluran tenaga listrik yang disediakan/disuplai dari Pembangkit PT.

PLN (Persero) dan Independent Power Producer serta Excess Power kepada konsumen

maka ketersediaan jaringan distribusi sangat dibutuhkan, yang selama ini didanai

melalui APBN yaitu kegiatan Listrik Pedesaan

70%

74.58%

78.76%

2013 2014 2015

72.00%

75.90%

78.75% 78.76%

TW-1 TW-2 TW-3 TW-4 )*

Rasio Elektrifikasi Tahun 2015

RASIO ELEKTRIFIKASI DI KALTIM

UPAYA DALAM PENINGKATAN PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN

1. Pembangunan pembangkit listrik tenaga gasyang berasal dari pengolahan limbah pabrikkelapa sawit (PLTBG-POME) berkerja samadengan perusahan perkebunan sawit dan PLNmelalui skema bisnis yang disepakati.;

2. Pemasangan PLTS terpusat sebanyak 2 unit diDesa Kendesiq Kecamatan Siluq NguraiKabupaten Kutai Barat dan Desa MemahaqTeboq Kecamatan Long Hubung KabupatenMahakam Ulu.

3. PLTS Tersebar sebanyak 906 unit di 13 Desayang berada di kawasan perbatasan wilayahKabupaten Kutai Barat dan Kabupaten MahakamUlu

2013 2014 2015

Bauran Energi

Terbarukan0.02 0.50 1.01

0.02

0.50

1.01

-

0.20

0.40

0.60

0.80

1.00

1.20

Bauran Energi Terbarukan

SK Jalan Nasional No. 290/KPTS/M/2015 tentang

Penetapan Ruas Jalan Nasional Menurut Statusnya

sebagai Jalan Nasional

Jalan Mantap 93,66 % Kondisi aspal 1.670,82 Km,

Aggregat 40,10 km

(Kondisi Baik 768,73 km, sedang 833,76 Km, Rusak

65,80km dan Rusak Berat 42,61 Km

A. JALAN NASIONAL

Kondisi :

B. JALAN PROVINSI SK Mendagri dan OTDA No. 55 Tahun 2000 tentang Penetapan

status Ruas-Ruas Jalan Sebagai Jalan Provinsi.

Jalan Mantap 52,76 % (aspal 888,08 Km, Aggregat 250,08 km,

tanah 139,80 km)

Kondisi Baik 497,36 km, sedang 339,95 Km, Rusak 296,84 km

dan Rusak Berat 455,67 Km

Kondisi :

Dalam upaya mendukung Kawasan industri, telah dibangun

beberapa infrastruktur secara bertahap yaitu :

1. Jalan Km 13 Kariangau Balikpapan, Jalan Akses Maloy, Jalan

Tol, jalan akses ke Palaran.

2. Untuk menciptakan aksesibilitas antar kawasan, dilakukan

pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional dan jalan

provinsi, mengembangkan pelabuhan Pelabuhan Maloy dan

Kariangau, Pelabuhan Penajam, Pelabuhan Samarinda.

3. Untuk mendukung percepatan investasi ditingkatkan

aksesibilitas layanan transportasi udara berupa pengembangan

bandara Sultan Aji Mumahmmad Sulaiman Sepinggan,

Bandara Kalimarau, Bandara Maratua, Bandara Data Dawai,

Bandara Paser dan Bandara Samarinda Baru.

4. Membangun sumber daya air serta melakukan pemeliharaan

Jaringan irigasi untuk pertanian.

INFRASTRUKTUR

-19,07%Rencana Aksi penurunanemisi meliputi sektorBerbasis Lahan, Limbah danEnergi dan Transportasi

Indeks Kualitas Lingkungan dan Intensitas Emisi tahun 2015 telah mencapai target masing-masing

diatas 79,24 dan 1.458 ton CO2/eq. Namun demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tetap

menargetkan penurunan Emisi Gas Rumah Kaca sebesar 19,07% pada tahun 2020

Indeks Kualitas Lingkungan

28

Tujuan SasaranIndikator

(Impact)

Kondisi Tahun Lalu Kinerja Impact Tahun 2015

2013 2014 Target RealisasiTingkat

Realisasi

Misi I: Mewujudkan Kualitas Sumber Daya Manusia Kaltim yang Mandiri dan Berdaya Saing Tinggi

Meningkatkan

kualitas SDM

Kaltim

1 Meningkatnya IPM IPM 73.21 73,82 77,14 73,82* 95,36%

2Meningkatnya

angka melek huruf

Angka melek

huruf97.95 98,75 98,50 98,64** 100,14%

3Meningkatnya rata-

rata lama sekolah

Angka rata-

rata lama

sekolah

(Tahun)

8,87 9,04 10,50 9.60* 91,43%

4

Meningkatnya

angka harapan

hidup

Angka harapan

hidup (tahun)73,52 73,62 71.50 73,62* 102,61%

5

Meningkatnya

pendapatan per

kapita

Pendapatan

per kapita

(Rp. Juta)

64,12 61,17 48,65 61,17* 125,73%

Misi II: Mewujudkan Daya Saing Ekonomi yang Berkerakyatan Berbasis Sumber Daya Alam dan Energi Terbarukan

Meningkatkan

kesejahteraan

dan pemerataan

pendapatan

masyarakat

6Menurunnya

tingkat kemiskinan

Tingkat

kemiskinan

(%)

6,06 6,42 5,75 6,23 92,29%

TARGET & REALISASI KINERJA PEMBANGUNAN 2015

Tujuan Sasaran Indikator (Impact)

Kondisi Tahun

LaluKinerja Impact Tahun 2015

2013 2014 Target Realisasi Tingkat

Realisasi

Misi II: Mewujudkan Daya Saing Ekonomi yang Berkerakyatan Berbasis Sumber Daya Alam dan Energi Terbarukan

Meningkatkankesejahteraan dan pemerataanpendapatanmasyarakat

7 Menurunnya

tingkat

pengangguran

Tingkat pengangguran(%)

7,94 7,54 7.00 7,50 93,33%

8 Meningkatnya daya

beli masyarakat

Tingkat inflasi (%) 9.65 7,66 6,30+1 4,89 77,62%

Paritas daya beli(purchasing power parity)

649.850

Juta

653.700

juta

724.450

juta

653.700

juta*

90,23%

9 Menurunnya

Indeks GiniIndeks Gini 0.31 0,33 0.34 0.3332 98%

Meningkat kan

pertumbuhan

ekonomi hijau

10 Meningkatnya

Pertumbuhan

Ekonomi yang

berkualitas

Pertumbuhan ekonomi 2,21 1,4 3,2-3,7 -1,65 51,56%

Pertumbuhan ekonomi non migas

5.39 3,45 7,0-7,3 -1,63 50,94%

Pertumbuhan ekonominon migas dan non batubara

6,03 5,22 7,7-8,0 4,14 53,76%

11 Meningkatnya

kontribusi sektor

pertanian dalam

arti luas

Kontribusi sektorpertanian dalam artiluas

5,65 6,93 7,00 6,93* 99%

TARGET & REALISASI KINERJA PEMBANGUNAN 2015

30

Tujuan SasaranIndikator

(Impact)

Kondisi Tahun

LaluKinerja Impact Tahun 2015

2013 2014 Target Realisasi Tingkat

Realisasi

Misi II: Mewujudkan Daya Saing Ekonomi yang Berkerakyatan Berbasis Sumber Daya Alam dan Energi Terbarukan

Meningkat kan

pertumbuhan

ekonomi hijau

12 Terciptanya Swasembada

Beras

Rasio Pemenuhan

Beras

72.00 71,22 78.00 70,17 89,96%

13 Meningkatnya

pengembangan dan

pemanfaatan energi

terbarukan

Bauran energi

baru terbarukan

0,02 0,50 1,00 1,01 101%

Misi III: Mewujudkan Infrastruktur Dasar yang Berkualitas bagi Masyarakat secara Merata

Menyediakan

Infrastruktur

Dasar yang

Berkualitas

14 Meningkatnya kepuasan

masyarakat terhadap

pelayanan infrastruktur

dasar

Indeks kepuasan

layanan

infrastruktur

dasar

5.00 5,90 6,00 6,21 103,50%

Misi IV: Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Profesional. Transparan dan Berorientasi pada Pelayanan

Publik

Mewujudkan

tata kelola

pemerintahan

yang baik

15 Terwujudnya pemerintahan

yang bersih dan bebas KKN

Indeks persepsi

korupsi

5,20 4,9 5,70 5,58* 97,89%

Opini BPK WTP WDP WTP WTP 100%

16 Terwujudnya Peningkatan

kualitas pelayanan publik

Indeks kepuasan

masyarakat

68,00

(Baik)

72,16 75,00

(Baik)

76,65**

(Baik)

102,20%

TARGET & REALISASI KINERJA PEMBANGUNAN 2015

31

Tujuan SasaranIndikator

(Impact)

Kondisi Tahun Lalu Kinerja Impact Tahun 2015

2013 2014 Target Realisasi Tingkat

Realisasi

Misi IV: Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Profesional. Transparan dan Berorientasi pada Pelayanan

Publik

Mewujudkan

tata kelola

pemerintahan

yang baik

17 Meningkatnya

kapasitas dan

akuntabilitas

kinerja

Akuntabilitas

Kinerja

Pemerintahan

Daerah

70.75 70,97 74 75,14 101,54%

Kinerja

Pemerintahan

Daerah

Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi** 100%

Misi V: Mewujudkan Kualitas Lingkungan yang Baik dan Sehat serta Berperspektif Perubahan Iklim

Meningkatkan

kualitas

lingkungan

hidup

18 Meningkatnya

indeks kualitas

lingkungan

Indeks kualitas

lingkungan

74.07 78,29 79,24 81,97 103,4%

19 Menurunnya

Tingkat Emisi Gas

Rumah Kaca

Intensitas emisi

(ton CO2/eq)

1.500 1.611 1.458 1.738 83,9%

TARGET & REALISASI KINERJA PEMBANGUNAN 2015

32

ISU & TANTANGAN PEMBANGUNAN

EKONOMI

SOSIAL

PEMERINTAHAN

Transformasi struktur ekonomi berjalan lambat >>Dominasi migas dan batubara

Kelesuan Ekonomi akibat tekanan ekonomi global >> penurunan harga komoditas

Proses hilirisasi komoditi unggulan belum berjalan Daya saing investasi terkendala faktor infrastruktur

(transportasi dan energi)

Ketimpangan Pendapatan Dominasi Kemiskinan di Pedesaan Terjadinya peningkatan PHK Kesiapan SDM menghadapi persaingan global (MEA)

Degradasi SDA Pencemaran dan kerusakan Lingkungan Tingkat emisi Gas Rumah Kaca Tinggi

LINGKUNGAN

Pelimpahan kewenangan dari kab/Kota ke Provinsi Penyelarasan RPJMD Kab/Kota-Prov pasca Pilkada Semakin Rendahnya Kapasitas Fiskal Untuk

Pembangunan

SASARAN & ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TAHUN 20173.

RPJMD KE-1(2005 2008) Peningkatan kualitas

sumberdaya manusia pengembangan

ekonomi infrastruktur dasar pemerintahan provinsi

dan kab/kota berjalan dengan lebih efektif & efisien

Pengutamaan hukum Penataan ruang menjadi

dasar kebijakan pembangunan

kelestarian alam & lingkungan

RPJMD KE-2(2009 2013)Pemantapan

perubahan struktur secara sosial ekonomi

pengembangan pertanian berbasis agribisnis dan agroindustri mulai berjalan

pengembangan perekonomian mengarah pada perbaikan struktur antara produk hulu-hilir.

RPJMD KE-3(2014 2018) Kualitas SDM semakin

meningkat Ketergantungan ekonomi

pada SDA terbarukan semakin berkembang, struktur ekonomi semakin mantap.

Prasarana dan sarana dasar pembangunan telah mencapai wilayah pedalaman

Pemerintahan berjalan makin efisien,efektif dan transparan.

Penataan ruang menjadi acuan pokok pembangunan wilayah

Kualitas lingkungan secara global semakin terkendali & terus meningkat

RPJMD KE-4(2019 2025) Peningkatan

kualitas sumber daya manusia

Pemantapan struktur ekonomi

peningkatan pelayanan dasar

efisiensi dan efektivitas,pemerintahan yang berbasis penegakan hukum

Perencanaan tata ruang wilayah berbasis ekonomi & ekologi.

VISI RPJPD KALTIM 2025"TERWUJUDNYA MASYARAKAT YANG ADIL DAN SEJAHTERA DALAM PEMBANGUNAN

BERKELANJUTAN"

TAHAPAN RPJPD 2005-2025PERDA NO. 15 TAHUN 2008

VISI DAN MISI KALTIM RPJMD 2013 -2018PERDA NO. 7 TAHUN 2014

VISIMEWUJUDKAN KALTIM SEJAHTERA YANG MERATA DAN BERKEADILAN

BERBASIS AGROINDUSTRI DAN ENERGI RAMAH LINGKUNGAN

FOKUS MISI1. SUMBER DAYA

MANUSIA

2. DAYA SAING EKONOMI

3. INFRASTRUKTUR

4. TATA KELOLA PEMERINTAHAN

5. LINGKUNGAN HIDUP

35

20142015

20162017

2018

Penyiapan

Industrialisasi

Produk

Unggulan

Daerah dan

Pengembangan

Energi Baru dan

Terbarukan

Pemantapan

Industri Hilir

untuk

Mewujudkan

Struktur

Ekonomi yang

Berkualitas

Meningkatkan

Nilai Tambah

Ekonomi Produk

Unggulan

Daerah dan

Pemantapan

Konektivitas

Intra dan Antar

Wilayah

Penguatan

Ekonomi

Masyarakat

Menuju

Kesejahteraan

yang Adil dan

Merata

Penguatan

Daya Saing

Daerah Berbasis

SDA Terbarukan

Didukung

Penguatan

Managemen SD

Aparatur

36

SINERGI

PROGRAM/KEGIATAN PEMBANGUNAN PEMERINTAH PUSAT, PEMERINTAH DAERAH PROVINSI,

KABUPATEN/KOTA, LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT, MAUPUN DARI DUNIA USAHA.

TEMA PEMBANGUNAN TAHUNANRPJMD PROV. KALTIM TAHUN 2014-2018

37

PEMANTAPAN INDUSTRI HILIR UNTUK MEWUJUDKAN STRUKTUR EKONOMI YANG BERKUALITAS

1. Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan

2. Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan

3. Percepatan Pengentasan Kemiskinan

4. Peningkatan Dan Perluasan Kesempatan Kerja

5. Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

6. Percepatan Transformasi Ekonomi

7. Pemenuhan Kebutuhan Energi Ramah Lingkungan

8. Pengembangan Agribisnis

9. Peningkatan Produksi Pangan

10. Peningkatan Kualitas Infrastruktur Dasar

11. Reformasi Birokrasi Dan Tata Kelola Pemerintahan

12. Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup

TEMA RKPD 2017

12 PRIORITAS PEMBANGUNAN

SASARAN PEMBANGUNAN KUALITAS SDM

Mewujudkan

Kualitas SDM

Yg Mandiri &

Berdaya Saing

Tinggi

Meningkatnya

IPM

77,42

Meningkatnya

Rata-rata Lama

Sekolah

11,5 th

Meningkatnya

Angka Melek

Huruf

98.80%

Meningkatnya

Angka Harapan

Hidup

72,5 th

Meningkatnya

Pendapatan

Per kapita

Rp. 52,65 juta

Dinas

Pendidikan

Dinas

Pendidikan

Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Disnakertrans,

Disperindangkop, seluruh SKPD

Dinas

Kesehatan

Dinas Tenaga Kerja

BPPKB

Mewujudkan Daya

Saing Ekonomi Yg

Berkerakyatan Berbasis

SDA & Energi

Terbarukan

Menurunnya

Tingkat Kemiskinan

5,15 %

Terciptanya

Swasembada Beras

86 %

Meningkatnya

Daya Beli

Masyarakat

Inflasi 5,90 %1Parietas daya beli

Rp. 779 rb

Meningkatnya

Kontribusi Sektor

Pertanian Dlm Arti

Luas

9 %

Meningkatnya

Pertumbuhan

Ekonomi Yg

Berkualitas

4,2 4,8

Bappeda.

Disperindagkop.

Biro Ekonomi

Distan. BKPP.

Disnakertrans.

Disnak. Dis PU

Birsos. Disdik. Diskes. Dissos. Biro Eknomi. BPMPD. Dishut.

Disnakertrans. Distan. Disnak. BPPKB. BPBD. Dis PU

Distan. Disbun. Disnak.

DKP. Disperindagkop.

Meningkatnya

Pengembangan &

Pemanfataan Energi

Terbarukan

2,12 %

Menurunnya

Tingkat

Pengangguran

6 %

Menurunya

Indeks Gini

0.32 %

Distamben.

Disnak. PLN.

Swasta

Disperindagkop.

Disbun. Disnak.

Disbudpar. BPPMD

Disnakertrans.

Disperindagkop.

Dispora. Dissos

SASARAN PEMBANGUNAN DAYA SAING EKONOMI

Mewujudkan

Infrastruktur Dasar yg

Berkualitas bagi

Masyarakat Secara

Merata

Meningkatnya Kepuasan

Masyarakat Terhadap

Pelayanan Infrastruktur

Dasar

6,8

Dinas PU.

Dinas Perhubungan.

Diskominfo

SASARAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

SASARAN PEMBANGUNANTATA KELOLA PEMERINTAHAN

Mewujudkan Tata

Kelola Pemerintahan yg

Profesional, Transparan,

& berorientasi pd

Pelayanan

Terwujudnya

Pemerintahan yg

Bersih & Bebas KKNIndeks persepsi 6,70

WTP

Meningkatnya

Kapasitas &

Akuntabilitas Kinerja

78 B+(sangat baik)

Terwujudnya

Peningkatan

Kualitas Pelayanan

Publik

83 (sangat baik)

Inspektorat, Bappeda,

Biro Organisasi, Biro Keuangan

Biro Organisasi,

Biro Pemerintahan

Biro Organisasi

SASARAN PEMBANGUNANKUALITAS LINGKUNGAN

Mewujudkan

Kualitas Lingkungan

yg Baik & Sehat

serta BerPersfektif

Perubahan Iklim

Meningkatnya

Indeks Kualitas

Lingkungan

81,14 %

Menurunnya

Tingkat Emisi

Gas Rumah Kaca1.300 ton CO2

BLH. Dishut. Distamben.

Disbun. Dis PU

BLH. Dishut.

Disbun.

Distamben.

Bappeda

38 ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN

RPJMD 2013-2018 UNTUK RKPD 2017

PRIORITAS & ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN (1)

1. Peningkatan kualitas

penyelenggaraan

pendidikan

12 PRIORITAS PEMBANGUNAN

RPJMD 2013-2018

1. Peningkatan kesempatan belajar anak

2. Peningkatan kualitas

pelayanan kesehatan 2. Peningkatan mutu di bidang kesehatan

3. Percepatan pengentasan

kemiskinan

3. Pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat miskin

4. Penyediaan infrastruktur dasar bagi masyarakat

miskin

4. Peningkatan dan

perluasan kesempatan

kerja

5. Peningkatan daya saing tenaga kerja dan

pengembangan kesempatan kerja

6. Menjaga stabilitas harga dan efisiensi distribusi

barang

7. Peningkatan Investasi sektor UMKM

8. Menjaga ekspektasi masyarakat melalui

transparansi harga

9. Peningkatan investasi daerah denganmenciptakan iklim investasi yang berdaya saingglobal

10. Peningkatan nilai tambah produk pertanin dalamarti luas (Integrasi Proses Hulu Hilir)

11. Peningkatan ekpor produk olahan

12. Pengembangan ekowisata

6. Percepatan Transformasi

Ekonomi

5. Pengembangan

Ekonomi Kerakyatan

Pengembangan UMKM dan Distribusi Jalur Logistik

Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Unggulan Daerah

38 ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN

RPJMD 2013-2018 UNTUK RKPD 201712 PRIORITAS PEMBANGUNAN

RPJMD 2013-2018

PRIORITAS & ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN (2)

7. Pengembangan

Agrobisnis

13. Meningkatkan ekspor produk olahan unggulandaerah

14. Penguatan mata rantai kawasan-kawasan agribisnis

15. Penerapan inovasi teknologi agribisnis

16. Pengembangan industri pengolahan produkunggulan daerah

8. Peningkatan Produksi

Pangan

17. Peningkatan areal pertanian melalui cetak sawah danoptimalisasi lahan

18. Penerapan mekanisasi dan teknologi pertanian

19. Penyediaan tenaga kerja melalui program transmigrasi

20. Peningkatan infrastruktur Pertanian

21. Peningkatan produktifitas pertanian

22. Perbaikan tataniaga produk pangan

Percepatan Agrobisnis

Produksi dan Produktivitas Pertanian

38 ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN

RPJMD 2013-2018 UNTUK RKPD 201712 PRIORITAS PEMBANGUNAN

RPJMD 2013-2018

PRIORITAS & ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN (3)

9. Pemenuhan Kebutuhan

Energi Ramah Lingkungan

23. Peningkatan bauran energi baru dan terbarukan

24. Peningkatan rasio elektrifikasi

25. Peningkatan kualitas dan kapasitas infrastrukturtransportasi

26. Peningkatan kualitas dan kapasitas infrastrukur dantransportasi di kawasan Maloy, kawasan industri lainnyadan pusat pertumbuhan

27. Peningkatan konektivitas antar kawasan industri danpusat pertumbuhan

Percepatan Infrastruktur Pada Kawasan Strategis dan

Cepat Tumbuh

10. Peningkatan Kualitas

Infrastruktur Dasar

11. Reformasi Birokrasi dan

Tata Kelola Pemerintahan

28. Standarisasi rencana dan prosedur tiga prioritas fokus

29. Peningkatan kapasitas dan manajeman aparatur

30. Percepatan pencapaian target-target penyelengaraantata kelola pemerintahan yang baik

38 ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN

RPJMD 2013-2018 UNTUK RKPD 2017

12 PRIORITAS PEMBANGUNAN

RPJMD 2013-2018

PRIORITAS & ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN (3)

12. Peningkatan Kualitas

Lingkungan Hidup

31. Perbaikan tata kelola dan perijinan pemanfaatanhutan dan lahan

32. Meningkatkan kualitas perencanaan, pemanfaatandan pengendalian tata ruang dan luas tutupanlahan

33. Penerapan konsep dan strategi pembangunanekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan

34. Pemenfaatan lahan-lahan terdegradasi

35. Meningkatkan kualitas udara, perairan, danlingkungan hidup perkotaan

36. Penegakan hukum lingkungan

37. Penurunan emisi gas rumah kaca

38. Penggarusutamaan perubahan iklim dalamperencanaan pembangunan daerah

Percepatan Pembangunan berwawasan Ekonomi Hijau

38 ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN

RPJMD 2013-2018 UNTUK RKPD 201712 PRIORITAS PEMBANGUNAN

RPJMD 2013-2018

PRIORITAS & ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN (4)

KERANGKA PENDANAAN DAERAH TAHUN 2017

4.

URAIANREALISASI

TAHUN 2015

TARGET

TAHUN 2016

PROYEKSI

TAHUN 2017 *

PENDAPATAN 8.999.519.970.923 10.296.924.170.000 6.602.986.043.996

A. PENDAPATAN ASLI DAERAH 4.484.753.878.953 5.089.508.170.000 4.039.003.064.996

I. Pajak Daerah 3.753.718.935.816 4.012.255.300.000 3.090.089.583.000

a. Pajak Kendaraan Bermotor 746.376.224.473 760.000.000.000 765.000.000.000

b. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 736.536.983.318 850.000.000.000 740.000.000.000

c. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 2.123.196.545.960 2.245.000.000.000 1.400.000.000.000

d. Pajak Air Permukaan 6.359.874.755 6.500.000.000 6.500.000.000

e. Pajak Rokok 141.249.307.310 150.755.300.000 178.589.583.000

II. Retribusi Daerah 14.722.788.428 12.996.200.000 16.308.560.000

a. Retribusi Jasa Umum 6.205.635.425 5.877.500.000 7.121.060.000

b. Retribusi Jasa Usaha 7.474.085.738 6.049.400.000 7.937.500.000

c. Retribusi Perizinan Tertentu 1.043.067.265 1.069.300.000 1.046..000.000

III. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yg

dipisahkan230.816.057.795 289.251.210.000 196.606.502.616

IV. Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang

Sah485.496.096.914 775.005.460.000 735.998.419.380

Pendapatan 2015, Target 2016& Proyeksi 2017.(1)

URAIANREALISASI

TAHUN 2015

TARGET

TAHUN 2016

PROYEKSI

TAHUN 2017*

PENDAPATAN 8.999.519.970.923 10.296.924.310.000 6.602.986.043.996

B. DANA PERIMBANGAN 4.024.025.055.410 5.186.846.140.000 2.552.080.179.000

I. Bagi Hasil Pajak 639.155.368.700 883.000.000.000 660.000.000.000

a. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 349.229.352.700 505.000.000.000 360.000.000.000

b. Bagi Hasil PPh Psl 21. 25. 29 289.926.016.000 378.000.000.000 300.000.000.000

II. Bagi Hasil Bukan Pajak 3.166.218.336.710 3.212.361.151.000 1.811.678.000.000

a. Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) 20.988.189.751 13.615.200.000 20.000.000.000

b. Ijin Iuran Pengusaha Hutan (IIUPH) 3.907.016.672 2.500.000.000 -

c. Landrent 17.989.556.201 18.101.600.000 25.000.000.000

d. Iuran Eksplorasi / Eksploitasi (Royalti) 1.267.109.239.225 1.312.403.151.000 1.038.839.260.000

e. Minyak Bumi 421.456.445.763 400.645.500.000 169.318.000.000

f. Gas Bumi 1.434.767.889.098 1.465.095.700.000 558.520.740.000

III. Dana Perimbangan Lainnya 218.651.350.000 1.091.484.989.000 80.402.179.000

a. Dana Alokasi Umum - 80.402.179.000 80.402.179.000

b. Dana Alokasi Khusus 218.651.350.000 352.062.210.000 -

c. Dana BOSNAS - 659.020.600.000 -

C. LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH

YANG SAH490.741.036.560 20.570.00.000 11.902.800.000

I. Pendapatan Hibah 11.404.893.000 15.570.000.000 11.902.800.000

II. Dana Insentif Daerah / Dana Penyesuaian

Otonomi Khusus479.336.143.560 5.000.000.000 -

Pendapatan 2015, Target 2016& Proyeksi 2017.(2)

BELANJA DAERAH 2015,TARGET 2016 & PROYEKSI 2017

URAIANREALISASI

TAHUN 2015

TARGET

TAHUN 2016

PROYEKSI

TAHUN 2017*

1. Pendapatan 8.999.519.970.923 10.296.924.310.000 6.602.986.043.996

2. Belanja 9.699.058.975.455 11.096.924.310.000 6.602.986.043.996

2.1. Belanja tidak langsung 5.734.352.715.949 5.809.876.200.000 3.801.408.043.996

2.2. Belanja Langsung 3.964.706.259.506 5.287.048.110.000 2.801.578.000.000

Surplus/Defisit (699.539.004.532) (800.000.000.000) -

-

1000000000000.0

2000000000000.0

3000000000000.0

4000000000000.0

5000000000000.0

6000000000000.0

REALISASI TAHUN 2015 TARGET TAHUN 2016 PROYEKSI TAHUN 2017

BELANJA DAERAH

Belanja tidak langsung Belanja Langsung

59,12 %

40,88 %

52,36 %

47,64 %

59,84 %

40,16 %9.699 Milyar 11.096 Milyar

6.602Milyar

PEMBIAYAAN 2015, TARGET 2016 & PROYEKSI 2017

No. URAIAN TAHUN 2015TARGET

TAHUN 2016PROYEKSI

TAHUN 2017*

PENERIMAAN PEMBIAYAAN 1.036.628.546.594 800.000.000.000 600.000.000.0001. Sisa Lebih Perhitungan

Anggaran Tahun Sebelumnya (silpa)

1.036.628.546.594 800.000.000.000 600.000.000.000

2. Pencairan dana cadangan

3.Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan

4. Penerimaan Pinjaman Daerah

5.Penerimaan Kembali Pemberian -Pinjaman

6. Penerimaan Piutang DaerahPENGELUARAN PEMBIAYAAN

50.000.000.000 - 100.000.000.000

1. Pencairan Dana Cadangan

2.Penyertaan modal (investasi) daerah

50.000.000.000 100.000.000.000

3. Pembayaran pokok utang

4. Pemberian pinjaman daerah

PEMBIAYAAN NETTO 986.628.546.594 800.000.000.000 500.000.000.000

BELANJA WAJIB & MENGIKAT TAHUN 2015,TAHUN 2016 & PROYEKSI TAHUN 2017

No Uraian Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017

1. Belanja Tidak Langsung 6.440.849.402.155 5.783.922.200.000 3.801.408.043.996

Belanja Pegawai 1.031.590.350.125 1.052.777.951.000 1.550.000.000.000

Hibah & Bansos Wajib 977.532.900.000 1.171.123.100.000 37.250.000.000

Bankeu Spesifik 1.556.813.432.812 1.461.640.800.000 548.158.043.996

Belanja Bagi Hasil kepadaProvinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa

2.874.912.719.218 2.098.380.349.000 1.666.000.000.000

2. Belanja Langsung 751.326.818.158 1.234.300.000.000 1.745.990.000.000

Belanja MYC- Tol- BSB- Jembatan Mahakam 4- Jalan Pendekat Mahakam 4- SPAM Maloy- Pipa Distribusi Maloy

423.133.000.000175.000.000.000123.133.000.000

75.000.000.00050.000.000.000

--

735.000.000.000332.000.000.000272.000.000.000

41.000.000.00090.000.000.000

--

1.149.390.000.000450.000.000.000250.000.000.000

90.890.000.000200.000.000.000

89.300.000.00069.200.000.000

BLUD 328.193.818.158 499.300.000.000 596.600.000.000

3. Pembiayaan Pengeluaran 0 0 0

Pembentukan Dana Cadangan - - -

Pembayaran Pokok Utang - - -

Total 7.192.176.220.313 7.018.222.200.000 5.547.398.043.996

KAPASITAS RIIL KEUANGAN 2015, TARGET 2016 & PROYEKSI 2017

NO. URAIAN TAHUN 2015TARGET

TAHUN 2016

PROYEKSI

TAHUN 2017

1. Pendapatan 8.999.519.970.923 10.296.924.310.000 6.602.986.043.996

2. Pencairan Dana Cadangan - -

3.Sisa Lebih Riil Perhitungan

Anggaran1.036.628.546.594 800.000.000.000 -

Total Penerimaan 10.036.148.517.517 11.096.924.310.000 6.602.986.043.996

Dikurangi

4.

Belanja & Pengeluaran

Pembiayaan yg Wajib &

Mengikat

7.192.175.220.313 7.018.222.200.000 5.547.398.043.996

KAPASITAS RIIL KEMAMPUAN

KEUANGAN2.843.973.297.204 4.078.702.110.000 1.055.588.000.000

USULAN KABUPATEN/KOTAPADA BELANJA LANGSUNG PROGRAM PRIORITAS

SKPD PROV. KALTIMDALAM RANGKA PENYUSUNAN RKPD 2017

MELALUI

SISTEM INFORMASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BAPPEDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Posisi 28/03/2016

TOTAL USULAN KABUPATEN / KOTA TERHADAP BL SKPD PROVINSI

JUMLAH PROGRAM

JUMLAH KEGIATAN

TOTAL NILAI

206

270

Rp. 2,82 Trilyun

JUMLAH USULAN PROGRAM / KEGIATAN PRIORITAS PER KABUPATEN / KOTA

28

41

2527

9 10

46

63

911

30

39

68

4 5

26

33

23

33

0

10

20

30

40

50

60

70

P K P K P K P K P K P K P K P K P K P K

BERAU KUBAR KUKAR KUTIM PASER PPU BPP BONTANG SMD MAHULU

NILAI USULAN PER KABUPATEN / KOTA(dalam Milyar rupiah)

340.20

53.85 59.90

467.94

98.15

335.41

21.61 26.75

223.40

1,197.90

-

200.00

400.00

600.00

800.00

1,000.00

1,200.00

1,400.00

BERAU KUBAR KUKAR KUTIM PASER PPU BPP BONTANG SMD MAHULU

NILAI USULAN KAB/KOTA TERHADAP SKPD PROV. KALTIM

143.20 52.86

1,559.04 1.20

595.10 9.80 6.90 19.99 13.80

46.90 2.80 0.18 0.25 15.00

0.85 1.70 0.50 1.00

21.62 40.30

12.38 42.06

16.79 13.40

1.50 135.60

54.86 15.53

- 200.00 400.00 600.00 800.00 1,000.00 1,200.00 1,400.00 1,600.00 1,800.00

Disdik

Dinkes

PU

Bappeda

Dishub

BLH

BPPKB

Dinsos

Disnakertrans

Disperindagkop

BPPMD

Dispora

Kesbangpol

BPBD

Biro Keu

Biro Ortal

Inspektorat

BKD

BKPP

Diskominfo

Banpus

Dispertan

Disbun

Disnakertrans

Dishut

Distamben

Disbudpar

DKP

dalam Rp. Milyar

SKPD PROVINSIBERAU KUBAR KUKAR KUTIM PASER

P K Rp. P K Rp. P K Rp. P K Rp. P K Rp.

Disdik 2 5 73,895,078,800 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Dinkes 1 1 120,000,000 2 2 6,200,000,000 0 0 0 5 9 34,739,906,860 0 0 0

PU 4 7 91,250,000,000 2 2 18,000,000,000 1 1 40,000,000,000 4 4 65,887,000,000 2 2 48,000,000,000

Bappeda 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 200,000,000 0 0 0

Dishub 1 1 10,000,000,000 1 1 100,000,000 0 0 0 2 2 300,500,000,000 0 0 0

BLH 0 0 0 5 5 2,250,000,000 0 0 0 2 2 400,000,000 0 0 0

BPPKB 1 1 400,000,000 0 0 0 0 0 0 2 5 2,700,000,000 0 0 0

Dinsos 1 3 2,890,000,000 3 5 3,700,000,000 0 0 0 3 6 13,400,000,000 0 0 0

Disnakertrans 3 5 7,070,000,000 1 1 100,000,000 0 0 0 3 3 3,450,000,000 3 4 833,000,000

Disperindagkop 0 0 0 3 3 2,200,000,000 3 4 2,900,000,000 5 5 6,700,000,000 0 0 0

BPPMD 0 0 0 1 1 300,000,000 0 0 0 3 3 1,000,000,000 0 0 0

Dispora 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Kesbangpol 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

BPBD 1 1 5,000,000,000 0 0 0 0 0 0 1 2 10,000,000,000 0 0 0

Biro Keu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Biro Ortal 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Inspektorat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

BKD 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

BKPP 2 4 1,500,000,000 1 1 2,000,000,000 0 0 0 4 9 12,520,000,000 0 0 0

Diskominfo 1 1 10,000,000,000 1 1 4,000,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Banpus 1 1 1,500,000,000 0 0 0 0 0 0 1 1 5,500,000,000 1 1 375,000,000

Dispertan 1 2 9,972,000,000 2 2 5,500,000,000 2 2 5,500,000,000 3 3 4,500,000,000 0 0 0

Disbun 2 2 8,045,000,000 0 0 0 0 0 0 2 2 1,141,000,000 0 0 0

Disnakertrans 1 1 4,000,000,000 0 0 0 0 0 0 3 4 4,700,000,000 0 0 0

Dishut 0 0 0 0 0 0 1 1 1,500,000,000 0 0 0 0 0 0

Distamben 2 2 109,401,895,000 2 2 8,200,000,000 0 0 0 1 1 500,000,000 0 0 0

Disbudpar 2 2 1,700,000,000 1 1 1,300,000,000 1 1 1,000,000,000 0 0 0 1 2 47,760,533,000

DKP 2 2 3,454,000,000 0 0 0 1 1 9,000,000,000 1 1 100,000,000 2 2 1,180,000,000

TOTAL 28 41 340,197,973,800 25 27 53,850,000,000 9 10 59,900,000,000 46 63 467,937,906,860 9 11 98,148,533,000

USULAN KAB/KOTA TERHADAP PROG/KEG PRIORITAS DI BL SKPD PROV. KALTIM

SKPD PROVINSIPPU BALIKPAPAN BONTANG SAMARINDA MAHULU

P K Rp. P K Rp. P K Rp. P K Rp. P K Rp.

Disdik 4 7 21,904,000,000 0 0 0 1 1 1,500,000,000 3 5 15,500,000,000 2 6 30,400,000,000

Dinkes 1 2 2,500,000,000 0 0 0 0 0 0 1 1 5,500,000,000 2 3 3,800,000,000

PU 4 6 273,400,000,000 0 0 0 2 3 25,000,000,000 4 5 131,500,000,000 5 6 866,000,000,000

Bappeda 1 1 1,000,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Dishub 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 20,000,000,000 2 5 264,500,000,000

BLH 1 1 150,000,000 0 0 0 0 0 0 1 2 7,000,000,000 0 0 0

BPPKB 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 2 3,800,000,000 0 0 0

Dinsos 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Disnakertrans 1 1 100,000,000 0 0 0 1 1 250,000,000 0 0 0 1 1 2,000,000,000

Disperindagkop 1 1 200,000,000 2 2 18,400,000,000 0 0 0 4 5 16,500,000,000 0 0 0

BPPMD 1 2 1,500,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Dispora 0 0 0 1 2 175,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Kesbangpol 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 250,000,000 0 0 0

BPBD 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Biro Keu 2 2 500,000,000 0 0 0 0 0 0 1 1 350,000,000 0 0 0

Biro Ortal 1 1 200,000,000 0 0 0 0 0 0 2 2 1,500,000,000 0 0 0

Inspektorat 1 1 500,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

BKD 1 1 1,000,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

BKPP 1 1 600,000,000 0 0 0 0 0 0 1 1 5,000,000,000 0 0 0

Diskominfo 2 2 16,300,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 10,000,000,000

Banpus 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 5,000,000,000 0 0 0

Dispertan 2 3 5,855,000,000 1 2 1,985,000,000 0 0 0 3 4 6,500,000,000 3 3 2,250,000,000

Disbun 3 4 5,050,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 3 2,550,000,000

Disnakertrans 2 2 2,150,000,000 1 1 50,000,000 0 0 0 1 1 2,500,000,000 0 0 0

Dishut 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Distamben 1 1 2,500,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 15,000,000,000

Disbudpar 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 2,500,000,000 1 1 600,000,000

DKP 0 0 0 1 1 1,000,000,000 0 0 0 0 0 0 2 2 800,000,000

TOTAL 30 39 335,409,000,000 6 8 21,610,000,000 4 5 26,750,000,000 26 33 223,400,000,000 23 33 1,197,900,000,000

USULAN KAB/KOTA TERHADAP PROG/KEG PRIORITAS DI BL SKPD PROV. KALTIM

TERIMA KASIHBersama Membangun Sinergitas Menuju Kaltim Maju 2018