PROSPEK APLIKASIIRADIASI GAMMA UNTUK diperberat dengan semakin merebaknya parasit yang resisten...

download PROSPEK APLIKASIIRADIASI GAMMA UNTUK diperberat dengan semakin merebaknya parasit yang resisten terhadap obat anti malaria yang selama ini digunakan serta vektor yang resisten terhadap

of 21

  • date post

    13-Mar-2018
  • Category

    Documents

  • view

    221
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of PROSPEK APLIKASIIRADIASI GAMMA UNTUK diperberat dengan semakin merebaknya parasit yang resisten...

  • Prospek Aplikasi Iradiasi Gamma Untuk Atenuasi Plasmodium sp ... (Ora. Oarlina)

    PROSPEK APLIKASIIRADIASI GAMMA UNTUK

    ATENUASI Plasmodium sp SEBAGAI BAHAN VAKSIN MALARIA

    DarlinaPusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radasi, BATAN, Jakarta

    e-mail: ptkmr@batan.go.id

    ABSTRAK

    PROSPEK APLIKASI IRADIASI GAMMA UNTUK ATENUASI Plasmodium sp SEBAGAIBAHAN VAKSIN. Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Plasmodium sp. Setiap tahunditemukan 300-500 juta kasus malaria yang mengakibatkan 1-3 juta orang meninggal dunia. DiIndonesia, diperkirakan 50 persen penduduk tinggal di daerah endemis malaria, tidak kurang dari 30juta kasus malaria terjadi setiap tahunnya dengan 30.000 kematian. Upaya penanggulangan malaria diIndonesia dilaksanakan sejak tahun 1919 namun daerah endemis malaria bertambah luas, bahkanmenimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada daerah-daerah yang telah bebas malaria. Kondisitersebut diperberat dengan semakin merebaknya parasit yang resisten terhadap obat anti malaria yangselama ini digunakan serta vektor yang resisten terhadap insektisida. Karena itu pemerintah Indonesiamelalui program Gebrak Malaria mencanangkan tiga strategi untuk usaha mengontrol malaria yaitu,mengontrol vektor malaria, mengembangkan pemakaian obat antimalaria untuk pencegahan danpengobatan, dan pengembangan vaksin. Teknik nuklir adalah salah satu alternatif yang dapatdigunakan dalam penanganan penyakit infeksi khususnya untuk pembuatan vaksin. Penelitian vaksinmalaria dimulai pada tahun 1967 oleh Nuszweinzig dengan cara meradiasi nyamuk. Penelitian praklinis vaksin malaria pad a rodensia dilakukan oleh Nuszweinzig dkk., penelitian pada manusia yangdilakukan oleh Clyde dkk. dengan sporozoit yang dilemahkan dengan radiasi dapat memberikanimunitas steril yang kuat. Parasit yang diiradiasi dengan radiasi pengion dapat dinonaktifkan serayamempertahankan sifat-sifat parasit seperti hemoaglutinasi dan antigenisitas. Penelitian yang dilakukanHoffman selama 10 tahun (1989 - 1999) menunjukkan bahwa dosis iradiasi 150 Gy merupakan dosisyang optimal untuk pelemahan Plasmodium falciparum stadium sporozoit dan memberikan efekperlindungan yang komplit pad a relawan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di PTKMR terhadapP. berghei phase eritrositik, dosis iradiasi 150 dan 175 Gy dapat menurunkan daya infeksi parasit.Penurunan daya infeksi ini ditunjukkan oleh periode prepaten yang panjang. parasitemia dan kematianmencit yang rendah yaitu 5-7%. Dengan demikian teknik nuklir dapat dimanfatkan untuk pembuatanvaksin malaria.

    Kata Kunci: vaksin, malaria, iradiasi, atenuasi

    ABSTRACT

    THE APPLICATION OF GAMMA RAYS IRRADIATION TO ATTENUATE Plasmodium sp ASMALARIA VACCINE MATERIAL. Malaria is the most important parasitic diseases. It is reported that300-500 millions of cinical cases sounded per year with around 1-3 million of annual death. InIndonesia approximately 50% population are living in endemic area and it is estimated that 30 millionclinical cases found per year with 3000 deaths. Since 1919, the eradication effort of malaria inIndonesia had been conducted but the regions of malaria-endemic increased. The condition was moresevere due to the widespread resistance of the malaria parasite to existing drugs and the vector that'sresistance to insecticide. Currently WHO through Global Malaria Control Strategy aims to reducemalaria cases by controlling malaria vector, developing malaria's drug and malaria's vaccine. In 1967,Nuszweinzig et ai, reported that immunizing mice with irradiated sporozoites induced completeprotection against challenge with fully infectious sporozoites. In preclinical studies malaria vaccineusing rodensia and human immunized with irradiated sporozoites induced complete protection. Theparasite irradiated with ionizing radiation could inactivate parasite while still maintain its characteristicssuch as hemaglutination and antigenicity. Results of Hoffman's experiment showed that 15 krad wasthe optimal dose for attenuation of Plasmodum falciparum sporozoites which induced completeprotection. Accordingly to results from experiment to P. berghei in the erythrocytic stage, the dose of150 Gy and 175 Gy reduce the virulency where infected mices showed longer of prepaten phase,lower peak of parasitemia and increase life span. Therefore nuclear technique could be applicable formaking malaria vaccines

    Key words: vaccine, malaria, irradiation, attenuation

    175

  • Iptek Nuklir: Bunga Rampai Presentasi IImiah Jabatan Peneliti

    BABI PENDAHULUAN

    ISSN 2087-8079

    Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit. Parasit malaria adalahsuatu protozoa darah dari Famili Plasmodidae, genus Plasmodium. Genus Plasmodiumdibagi menjadi 3 sub genus yaitu; subgenus Plasmodium dengan spesies yang menginfeksimanusia adalah Plasmodium vivax, P. ovale , dan P. malariae; sub genus Laverania denganspesies yang menginfeksi manusia P. falciparum; serta sub genus vinckeia yang tidakmenginfeksi manusia namun menginfeksi kelelawar, binatang pengerat, dan lain lain [1,2].Parasit malaria manusia pertama kali ditemukan oleh Charles Louis Alphonse Laveran padatahun 1880 dengan menemukan parasit malaria pada darah manusia. Selanjutnya padatahun 1886 Goigi menemukan P. vivax dan P. malariae, serta Celli dan Marchiava tahun1890 menemukan P. falciparum [3].

    Hanya 4 spesies parasit yang dapat menginfeksi manusia yaitu P. vivax, P.falciparum, P. ovale , dan P. Malariae.[4,5]. Gejala klinis malaria yang utama adalah demam,menggigil secara berkala dan sakit kepala. Oisamping itu sering pula dijumpai gejala klinislain seperti, badan terasa lemah, pucat dan berkeringat. Oalam beberapa kasus yang tidakdisertai pengobatan, gejala-gejala utama muncul kembali secara periodik. Jenis malariapaling ringan adalah malaria tertiana yang disebabkan oleh P. vivax, dengan gejala demamsetiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi (dapat terjadi selama 2 minggu setelahinfeksi). Malaria aestivo-autumnal atau disebut juga malaria tropika, disebabkan olehPJalciparum merupakan penyebab sebagian besar kematian akibat malaria. Parasit ini seringmenyumbat aliran darah ke otak, menyebabkan mengigau, koma, serta kematian. Malariakuartana yang disebabkan oleh P. malariae, memiliki masa inkubasi lebih lama daripadapenyakit malaria tertiana atau tropika, dengan gejala demam empat hari. Malaria jenis keempat dan merupakan jenis malaria yang paling jarang ditemukan, disebabkan oleh P. ovaleyang mirip dengan malaria tertiana. Pada masa inkubasi malaria, protozoa tumbuh di dalamsel hati; beberapa hari sebelum gejala pertama terjadi, organisme tersebut menyerang danmenghancurkan sel darah merah sejalan dengan perkembangan mereka, sehinggamenyebabkan demam [5,6]. Oalam keadaan menahun/kronis disamping gejala diatas jugadisertai pembesaran limpa. Pada penyakit malaria berat selain gejala tersebut di atas jugadisertai kejang-kejang dan penurunan. kesadaran sampai koma. Pada anak, makin mudausia makin tidak jelas gejala klinisnya tetapi yang menonjol adalah diare dan pucat karenakekurangan darah/anemia. Untuk membantu menegakkan diagnosis penyakit malaria padaanak dibutuhkan adanya riwayat kunjungan ke atau berasal dari daerah endemis malaria [4].

    Malaria adalah penyakit infeksi yang penyebarannya di dunia sangat luas yakniantara garis bujur 60 Utara dan 40 Selatan yang meliputi 100 negara yang beriklim tropisdan sub tropis. Oiperkirakan sekitar 3,2 milyar penduduk tinggal di daerah endemis malariadan penduduk yang paling berisiko adalah bayi, anak balita dan ibu hamil. Oi seluruh duniasetiap tahunnya ditemukan 300-500 juta kasus malaria yang mengakibatkan 1-3 juta orangmeninggal dunia [7]. Oi negara-negara tropis dan sub tropis, termasuk Indonesia, malariamasih merupakan penyakit endemis. Oiperkirakan 50 persen penduduk Indonesia masihtinggal di daerah endemik malaria. Menurut perkiraan WHO, tidak kurang dari 30 juta kasusmalaria terjadi setiap tahunnya di Indonesia, dengan 30.000 kematian. Survai kesehatannasional tahun 2001 diperoleh angka kematian akibat malaria sekitar 8-11 per 100.000 orangper tahun dengan angka tertinggi di Gorontalo [8].

    Oi Indonesia, malaria tersebar di seluruh pulau dengan derajat endemisitas yangberbeda-beda dan dapat berjangkit di daerah dengan ketinggian sampai 1800 meter di ataspermukaan laut. Angka kejadian malaria terbesar terjadi di propinsi-propinsi Indonesia bagiantimur. Spesies yang terbanyak dijumpai adalah P. falciparum dan P. vivax. P. malariae jugadijumpai di seluruh daerah di Indonesia namun prevalensinya sangat rendah, sedangkan. P.ovale hanya ditemukan di Papua. Sebagian besar daerah-daerah pedesaan di luar Jawa danBali merupakan daerah risiko malaria, sedangkan di pulau Jawa malaria merupakan penyakityang timbul kembali (re-emerging disease) dan tercatat 660 kasus pada tahun 2002 [9].Menurut data malaria pada tahun 2006 [10], angka kesakitan malaria Annual MalariaIncidence/AMI dikategorikan sebagai berikut: (a) High Incidence Area (HI) dengan AMI lebihdari 50 kasus malaria per 1000 penduduk per tahun; (b) Medium Incidence Area (MI) denganAMI antara 10 - 50 kasus malaria per 1000 penduduk per tahun; dan (c) Low Incidence Area(LI) dengan AMI kurang dari 10 kasus malaria per 1000 penduduk per tahun (Gambar 1) [10].Laporan terakhir menyebutkan 1,8 juta kasus malaria di Indonesia pada tahun 2006bertambah secara signifikan menjadi 2,5 juta pada tahun 2007 [11].

    176

  • Prospek Aplikasi Iradiasi Gamma Untuk Atenuasi Plasmodium sp ... (Ora. Oarlina)

    "' ....

    ~'f"

    '\.

    APlfAMI TGhun 2006

    _ 0 10D 10 2~L 25 50 50 -190.02

    Gambar 1. Peta penyebaran penyakit malaria menurut data tahun 2006 dari AMI(Annual malaria incidence) [10]

    Pemberantasan malaria di Indonesia telah dilakukan sejak tahun 1919, pada tahapawal pemberantasan malaria dilaksanakan dengan perbaikan sanitasi lingkung