Proses Komunikasi Dalam Masyarakat

Click here to load reader

Embed Size (px)

description

berisi tentang jenis-jenis komunikasi secara langsung, komunikasi massa, budaya massa dan media massa sebagai sistem sosial

Transcript of Proses Komunikasi Dalam Masyarakat

  • 1. Proses Komunikasi Dalam Masyarakat Oleh : Anis Khaeriyah Daris Ilma Deny Kurniawati Dwi Rahayu R.

2. Proses Komunikasi Dalam Masyarakat Proses Komunikasi Secara Primer Proses Komunikasi Menurut Kelangsungannya Proses Komunikasi Secara Sekunder 3. langsung tanpa bantuan perantara orang ketiga ataupun media komunikasi yang ada dan tidak dibatasi oleh jarak. Bisa juga menggunakan lambang berupa pesan verbal (bahasa), dan pesan nonverbal (gesture, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya) yang secara langsung dapat menerjemahkan pikiran atau perasaan komunikator kepada komunikan. Proses Komunikasi Secara Primer 4. menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Menggunakan media yang dapat diklasifikasikan sebagai media massa (surat kabar, televisi, radio, dsb.) dan media nirmassa (telepon, surat, megapon, dsb.). Proses Komunikasi Secara Sekunder 5. Konsep-Konsep Komunikasi Massa Fungsi Komunikasi Massa Komunikasi Massa Sebagai Sistem Sosial 6. Dilakukan melalui media massa dengan berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas. Komunikasi Massa 7. Konsep Massa 1. Kumpulan yang besar 2. Tidak ada perbedaan 3. Terutama sangat bercitra negatif 4. Ketiadaan aturan organisasi 5. Refleksi dari masyarakat kebanyakan Raymond Williams (1961:289) memberikan komentar tentang ini: Tidak ada yang namanya Massa, hanya beberapa cara dalam melihat orang-orang sebagai massa. 8. Diproduksi lewat teknik-teknik produksi massal industri. Budaya Massa Budaya tersebut dipasarkan kepada massa (konsumen) secara komersial yang kemudian dikenal sebagai budaya komersial yang menyingkirkan budaya-budaya lain yang tidak mampu mencetak uang seperti budaya elit (high culture), budaya rakyat (folk culture) dan budaya popular (popular culture) yang dianggap ketinggalan zaman. 9. Fungsi Komunikasi Massa Menurut Dominik (2001), terdiri dari : 1. surveillance (pengawasan), 2. interpretation (penafsiran), 3. transmition of values (penyebaran nilai) 4. entertainment (hiburan). 10. 1. Surveillance (pengawasan) Fungsi pengawasan komunikasi massa dibagi dalam bentuk utama: a. Warning or beware surveillance (pengawasan peringatan); terjadi ketika media massa menginformasikan tentang ancaman dari angin topan, meletusnya gunung merapi, kondisi yang memprihatinkan, tayangan inflasi atau adanya serangan militer. Peringatan ini dengan serta merta dapat menjadi ancaman b. Instrumental surveillance (pengawasan instrumental. penyampaian atau penyebaran informasi yang memiliki kegunaan atau dapat membantu khalayak dalam kehidupan sehari-hari. Berita tentang film apa yang sedang dimainkan di bioskop, bagaimana harga-harga saham di bursa efek, prroduk-produk baru, dll 11. 2. interpretation (penafsiran) Fungsi penafsiran hampir sama dengan fungsi pengawasan. Media massa tidak hanya memasok fakta dan data, tetapi juga memberikan penafsiran terhadap kejadian-kejadian penting. Misal memberikan analisis kasus dibelakang peristiwa yang menjadi berita utama tentang kebijakan pemerintah, pemilihan umum dll. Tujuan penafsiran media ingin mengajak para pembaca/ pemirsa untuk memperluas wawasan dan membahasnya lebih lanjut dalam komunikasi antarpersonal/ komunikasi kelompok. 12. 3. Transmission of Values (penyebaran nilai-nilai) Fungsi ini juga disebut sosialitation (sosialisasi), sosialisasi mengacu pada cara, dimana individu mengadopsi perilaku dan nilai kelompok. Media massa memperlihatkan kepada kita bagaimana mereka bertindak dan apa yang mereka harapkan. Di antara media massa, televisi sangat berpotensi untuk terjadinya sosialisasi (penyebaran nilai-nilai) pada anak muda, terutama anak-anak yang telah melampaui usia 16 tahun, yang banyak menghabiskan waktunya menonton televisi dibanding kegiatan lainnya, kecuali tidur. 13. 4. Entertainment (hiburan) Ahli sosiologi John Tulamin dan Charles Page (dalam rahmat, 1996) yang menyatakan bahwa meningkatnya olah raga secara luar biasa sebagai hiburan massa setelah berakhirnya Perang Dunia II, sebagian besar merupakan hasil dari televisi. Fungsi dari media massa sebagai fungsi menghibur tiada lain tujuannya adalah untuk mengurangi ketengangan pikiran khalayak, karena dengan membaca berita-berita ringan atau melihat tayangan hiburan di televisi dapat membuat pikiran khalayak segar kembali. 14. Media massa memberikan informasi kepada masyarakat. Segala peristiwa dan kejadian, di mana saja di sekitar kita baik dekat maupun jauh hampir tidak pernah luput dari pemberitaan media massa. Komunikasi Massa Sebagai Sistem Sosial 15. Komponen-komponen penting: a. Nara sumber sebagai sumber-sumber informasi bagi media massa b. Publik yang mengonsumsi media massa c. Media massa, meliputi; organisasinya, sumber daya manusia, fasilitas produksi, distribusi, kebijakan yang ditempuh, ideology yang diperjuangkan dan sebagainya. d. Aturan hukum dan perundang-undangan, norma-norma dan nilai- nilai, serta kode etik yang mengatur pelaksanaan semua stakeholder komunikasi massa. e. Institusi samping yang tumbuh memberi konstribusi terhadap kegiatan komunikasi massa, seperti percetakan dan periklanan f. Pihak pihak yang mengendalikan berlangsungnya komunikasi massa, permodalan, penguasa, kekuatan politik, dll. g. Unsur-unsur penunjang lainnya. Umpannya peusahaan-perusahaan penghasil teknologi telematika, dll. 16. Fungsi Media Massa Media massa adalah institusi yang berperan agent of change, dalam menjalankan paradigmnya media massa berperan : a. Sebagai institusi pencarahan masyarakat, yaitu perannya sebagai media edukasi. b. Selain itu, media massa juga menjadi media informasi, yaitu media yang setiap saat menyampaikan informasi kepada masyarakat. c. Terakhir media massa sebagai media hiduran. 17. Secara lebih spesifik peran media massa saat ini lebih menyentuh persoalan- persoalan yang terjadi di masyarakat secara actual, seperti : a. Harus lebih spesifik dan proposoinal dalam melihat sebagai persoalan sehingga mampu menjadi media edukasi dan media informasi sebagaimana diharapkan oleh masyarakat. b. Dalam memotret realitas, media massa harus focus pada realitas masyarakat. c. Sebagai lembaga edukasi, media massa harus dapat memilah kepentingan pencerahan dengan kepentingan media massa sebagai lembaga produksi. d. Media massa juga harus menjadi early warning system, hal ini terkait dengan peran media massa sebagai media informasi dimana lingkungan saat ini menjadi sumber ancaman. 18. Daftar Pustaka : Bungin, Burhan, 2006, sosiologi komunikasi, teori, paradigma dan diskurus teknologi komunikasi di masyarkat, jakarta: kencana http://zahidbelajarmenulis..com/2009/05/proses-komunikasi-massa.html http://aihanoifile..com/2012/07/audiens-massa.html http://www.g-excess.com/2010/07/15/proses-komunikasi-secara-primer-dan- sekunder.html http://yuninganakbaik.blogspot.com/ http://istikatin.blogspot.com/2013/10/jenis-jenis-komunikasi_2026.html http://reniekurniati.blogspot.com/2010/11/konsep-dan-model-komunikasi- massa.html http://sosiologibudaya.wordpress.com/2011/05/03/budaya-populer-dan-budaya- massa-kelompok-8/ http://belajar-komunikasi.blogspot.com/2010/12/peran-dan-fungsi-komunikasi- massa.html